
Matahari mulai merangkak naik, menunjukan cahaya indah nya yg di sambut manusia dan tumbuhan, sebagian manusia ada yg beristirahat sementara sebagian lagi ada yg berkerja.
Mobil milik sekertaris Wahyu membelah jalanan padat ibu kota,deru mesin halus menyapu Indra pendengaran ke tiga penumpang.
Tak lama mobil berwarna hitam itu sampai di kediaman megah milik keluarga julliano,pintu gerbang yg menjulang indah terbelah paksa kala mobil masuk.
Begitu mobil terparkir indah,pintu mobil terbuka menampilkan amerra yg mengenakan dress selutut lengan panjang berwarna grey,dan Kevin dengan hoddie hitam.
"Ra"panggilan Kevin memecahkan bayangan amerra yg akan berfikir bertemu nenek sihir plus nenek lampir.
"Ayo!"ajak amerra menarik lengan kekar sang suami,di depan pintu mansion terdapat pak nun yg telah menunggu kedatangan sang tuan muda.
"Pagi tuan dan nona muda"amerra tersenyum manis ke arah pria paruh baya,yg selalu ada bersama nya ketika ia di mansion.
"Pagi pak,apa si wanita ular itu ada?"amerra amat penasaran, terutama ketika melihat mobil milik Vania chen terparkir rapih di parkiran mansion.
"Nyonya Vania berserta ibu nya ada di dalam"mendengar jawaban pak nun,ibu hamil itu mengepal kan tangan nya geram.
"Sedang apa nyonya Chen kamari pa?"Kevin mengeryit heran,tak biasa nya nyonya Chen kemari jika tak berhubungan dengan Vania,lihat saja jika wanita paruh baya itu menyakiti istri nya.
"Nyonya besar mengundang mereka sarapan"mom lagi lagi mom,ingin rasanya Kevin memarahi sang mommy namun ia tahan sebisa mungkin.
Sementara amerra sibuk merapihkan rambut nya,serta memasang wajah semanis dan sebahagia mungkin.
"Baik mari mulau drama nya!"dengan langkah elegan,amerra menarik lengan kekar Kevin untuk ikut masuk.
"Pa!"sekertaris Wahyu berdiri di hadapan sang ayah,guna menanyakan kejadian di mansion.
Melihat wajah beku sang Putra angkat,pak nun langsung mengerti pertanyaan nya.
"Nyonya dan tuan besar serta tuan muda bungsu kemarin bertengkar,dan satu hal lagi seperti nya Nyonya besar sengaja mengundang nona Vania berserta Nyonya Chen untuk menghancurkan rumah tangga tuan muda"analisis sekertaris Wahyu tentang keadaan memang benar, terbukti dengan hal ini ia mulai faham sesuatu.
"Nak,tuan muda sudah bahagia dan menemukan cinta nya, papa harap kau juga bisa menemukan cinta mu, hiduplah Dengan baik"pak nun menepuk lembut pundak sangat anak angkat.
Sekertaris Wahyu hanya mengangguk,tanpa sepatah kata pun baginya cinta tak penting untuk sekarang.
"Kau menyukai sahabat nona muda kan?papa mendukung mu"
Ya,lelaki paruh baya itu tahu, sedikit banyak ia tahu tentang asmara sang putra angkat, bagaimana pun seorang ayah tetap faham walau dari tatapan mata sang putra.
Tatapan mata sekertaris Wahyu untuk sahabat sang nona muda berbeda,berbeda dengan tatapan nya untuk wanita lain.
__ADS_1
Untuk gadis satu itu,ada kehangatan yg tanpa sadar mata dingin itu siratkan,bukan pandangan tajam nan datar seorang sekretaris Wahyu.
Di tambah lagi fakta bahwa sekertaris Wahyu yg menyembunyikan gadis itu,hingga ke Korea.bahkan pada nyata nya sang putra bukan orang yg mudah tertarik pada wanita, namun aura yg di pancar kan gadis itu mampu menarik sosok dingin ini.
"Aku tahu pa, tunggu lah nanti jika dia kembali dari Korea"pak nun tersenyum puas, setidak nya ia bisa melihat sang anak bahagia.
"Sayang!"langkah Hells berbenturan dengan lantai mansion menggema, seiring dengan langkah kaki Vania yg semakin mendekat Kevin.
"Stop!"teriak amerra,dengan cepat tubuh ibu hamil cantik itu,berada di depan sang suami menjadi benteng agar tak di ganggu pelakor.
"Sayang jaga emosi mu"dengan lembut dan penuh kasih sayang Kevin mengelus pundak sang istri.
"Kau!dia tunangan ku!"Vania Chen berusaha menarik kasar amerra agar wanita itu minggir,tapi dengan cepat amerra menepis nya kasar.
"Tapi dia suami ku"debat amerra keras,tangan nya masih sibuk merangkul lengan kekar Kevin.
"Hubungan kalian tak ku Restui"nyonya besar keluarga julliano mulai bertindak,dengan cepat amerra juga mengeluarkan hal yg sama mengeluarkan tanduk nya sebagai seorang istri.
"Tidak atau dengan restu anda saya tak perduli!yg pasti saya istri nya sah baik secara hukum dan agama!"dengan lantang nya amerra berucap, menampilkan raut wajah datar nya.
"Sebelum kau hadir aku yg terlebih dahulu mengisi hati nya!"telunjuk Vania Chen menempel erat pada bagian dada sebelah kanan Kevin,bak menunjukkan bahwa ia yg bertahta.
Dengan cepat amerra menyingkirkan jari telunjuk Vania Chen dari dada sang suami,aura nya kian kesal ketika gadis di hadapan nya menunjukkan tahta nya.
Biarkan ia berbohong sekali saja, hanya beberapa orang yg tahu bahwa mereka menikah bukan karena cinta melainkan TRAGEDI.
"Ini tidak mungkin!"Vania histeris Ketika menyadari bahwa amerra sedang hamil.
"Sayang"Livia langsung berlari memeluk sang putri yg berteriak histeris, sementara amerra ibu hamil itu kini tersenyum penuh kemenangan.
"Ini tidak mungkin"Vania semakin berteriak seperti orang gila tanpa memperdulikan semua orang yg menatap nya.
Erik yg baru turun terkejut melihat kejadian tersebut,namun ia tetap acuh dan berdiri di sebelah sekertaris Wahyu.
"Ame!dia kakak mu"amerra tergelak pelan lalu berjalan dengan santai nya di hadapan mereka yg sibuk menenangkan Vania chen.
"Kakak?mohon maaf nyonya LiVia saya putri tunggal"amerra sama sekali tak perduli dengan tatapan tajam yg mengarah ke arah nya,dia sibuk membenahi rambut nya sendiri.
"Arggh"tubuh amerra terhuyung hampir menyentuh tanah akibat dorongan Vania Chen,tapi Untung saja Kevin dengan sigap menangkap Nya.
Aura penuh kemarahan Berhasil di pancing oleh Vania,dia sudah memancing amarah seorang Kevin.
__ADS_1
"Jangan menyentuh Ra ku!"bentak Kevin kasar,bahkan wajah nya memerah pertanda kini ia benar-benar berada pada fase yg mengerikan.
"Nona Anda baik baik saja?"sekertaris Wahyu dengan sigap membawa amerra duduk di sofa.
Nafas ibu hamil masih terdengar memburu, bahkan dia meremas jas sekertaris Wahyu guna menyalurkan kekhawatiran yg kian menggebu.
"Silahkan di minum nona"dengan cepat amerra meminum air putih yg baru di berikan oleh pak nun,ia khawatir jika telat sedetik saja mungkin kandungan nya......
"Pergi dari mansion ini secara terhormat atau ku pinta bodyguard mengusir mu!"ancaman lantang Kevin menggema di seluruh mansion, beruntung tuan Estrank tak ada jika ada maka masalah akan bertambah rumit.
"Vin aku tunangan mu,,hiks,,,hargai aku hiks,,Vin"lutut Vania Chen terasa amat lemas, hingga kini ia terduduk di hadapan Kevin dengan tampilan yg mengenaskan.
"Aku tak perduli kau tunangan ku atau bukan,tapi kau sudah dengan berani nya membahayakan Ra ku dan juga anak ku"Kevin tak perduli dengan keadaan Vania,yg terpenting bagi nya hanya Ra dan Ra.
Nyonya LiVia hanya dapat terdiam,ia bisa melihat banyak nya cinta Kevin untuk amerra,tapi bagaimana pun bagi nya hanya Vania Chen yg terpenting.
"Vin,jangan kasar dengan calon menantu mom"nyonya fresya kini Pasang badan membela calon menantu idaman nya.
"Calon menantu?hanya kak amerra yg menatu di sini tak ada calon,terutama dia? apakah mom fikir dia pantas jadi menantu rumah ini?kak Kevin sudah menikah,dan dia bukan tipe laki laki yg mudah tergoda. lalu aku?dia tak masuk ke dalam tipe ku"bukan kevin, melainkan Erik yg sedari tadi menjadi penonton mulai angkat bicara,ia geram sendiri dengan sikap sang mom.
Plak!
Erik tersenyum sinis ketika mendapat kan tamparan indah,suara tamparan yg amat indah menyapa Indra pendengaran semua orang,sangat nyaring sehingga hati juga ikut berdenyut.
sakit?
Jangan tanya tentu iya,dengan ringan nya nyonya fresya menamparnya hanya demi membela Vania Chen?gila memang tapi itu faktanya.
"Jangan sentuh adik ku"dengan cepat Kevin menutupi sang adik di balik tubuh nya,agar jauh dari jangkauan sang mommy.
Tanpa sadar bulir bening menetes dari mata tajam erik,bukan sakit hanya saja ia terlalu kecewa.
"Jika dia bisa menjaga bicara nya,mom tak masalah Vin"tetap tak mau di salah kan itu lah nyonya fresya,di mata nya hanya ia yg paling benar bukan orang lain.
"Bukan kah mom memang seperti itu egois"aura dingin Kevin semakin menguar,dengan langkah cepat ia mendekati sang istri yg masih di jaga oleh pak nun dan sekertaris Wahyu.
Tubuh amerra melayang,seiring dengan Kevin menggendong nya menuju kamar nya.
Kevin sama sekali tak perduli dengan aura permusuhan yg di kibarkan oleh sang mommy,bagi nya itu semua tak penting Daddy nya bisa mengatasi ini nanti fikir nya.
#assalamualaikum🙏🙏🙏
__ADS_1
author balik lagi yah 👌
like like komen and vote