BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
Amerra pulang


__ADS_3

Follow Ig author:nis3263.



recomended.


Happy reading.


Seorang gadis cantik menatap sendu makam di hadapan nya,tangan nya terus terulur mengelus batu nisan itu.


Dada nya sesak,rasa tidak ikhlas kembali menyelimuti hati nya, kehilangan sosok yg di cintai nya adalah hal paling menyakit kan.


Akan kah ada kebahagiaan kelak untuk seorang Siti Khoirun Nisa,sosok cantik dengan seribu luka,cinta nya terhadap sekertaris Wahyu masih terlalu besar,untuk di lupa kan.


Hari ini, Ameera di perbolehkan untuk pulang,tujuan pertama nya adalah mansion, Kevin dengan setia mendorong kursi roda sang istri,tampak baby kara tidur nyenyak di pangkuan Amerra,tapi tidak dengan ibu muda satu ini.


Dia lah sumber masalah yg di alami oleh Nisa, sahabat nya sudah mengorbankan banyak hal untuk nya,tapi lihat lah dia merenggut segala nya.


Berulang kali bahkan berkali-kali Kevin berusaha meyakin kan sang istri bahwa ini adalah takdir yg tuhan garis kan untuk Nisa dan juga sekertaris Wahyu,namun berulang kali juga Amerra menampik.


"Kevin!ikut Daddy,hari ini sidang perdana meninggal nya Wahyu akan di gelar"


"Aku ikut"Amerra langsung menyela perkataan dari sang Daddy,setelah berdebat panjang akhir nya,Amerra di izin kan untuk ikut.


Di sinilah mereka berada,di ruang persidangan,dengan Vania Chen dan juga hilma sebagai tersangka.


Saat sidang akan di mulai,sebuah suara menghentikan.


"Maaf saya terlambat"


Semua orang langsung mengalih kan pandangan mereka ke arah pintu,seorang gadis cantik berhijab hitam dengan kaca mata hitam,tunik belah sepanjang lutut,dan celana berwarna senada yaitu merah,bibir nya juga di hiasi dengan lipstik berwarna merah.


Di belakang nya terdapat dua orang bodyguard dengan tubuh kekar siap melindungi nona nya,Nisa ya gadis cantik pujaan hati mendiang sekertaris Wahyu itu melangkah dengan sangat dingin.


"Silah kan duduk"Nisa duduk dengan tenang,mendengar suara seseorang yg sangat dia kenal,hilma dan Vania Chen yg terus berteriak-teriak.

__ADS_1


"Kau!"Nisa hanya menoleh sinis ke arah hilma yg baru saja menunjuk ke arah nya.


Berbeda dengan Amerra,gadis itu terus memandang sang sahabat yg tampak sangat berbeda, Nisa sama sekali tidak melirik ke arah nya sedikit pun.


Sidang berjalan dengan cukup lama,sanggahan demi sanggahan selalu di beri kan,jangan salah,baik Nisa maupun Kevin sama sama mengeluar kan semua yg terbaik, pengacara yg mereka sewa juga termasuk pengacara kelas kakap yg memiliki segudang prestasi.


Hingga akhir nya,Vania Chen dan juga hilma di jatuhi hukuman seumur hidup di penjara.


"Kita pergi sekarang"nisa memakai kacamata hitam milik nya,menenteng tas berwarna merah,lalu hendak melangkah keluar,sebelum hilma kembali menghalangi langkah nya.


"Sebenar nya apa mau mu!aku membunuh nya tanpa sengaja! itu kesalahan nya sendiri karena melindungi Amerra"Nisa hanya mengulas seringai di balik tubuh tegap bodyguard yg melindungi nya,dia tetap menjadi gadis cantik dengan segala hal yg di miliki oleh nya.


"Masih untung aku tidak menuntut hukuman mati,kau membunuh dua nyawa sekaligus,satu nyawa ayah Adi,dan satu nyawa sekertaris Wahyu"Amerra memejam kan mata nya mendengar perkataan dari Nisa,ini semua karena diri nya.


"Kau!"


"Jangan berani-berani nya kau menunjuk ku dengan tangan kotor mu itu"Nisa langsung menepis kasar tangan hilma,gadis itu tanpa basa-basi menarik rambut pendek hilma dengan kencang.


Sementara Vania Chen,dia hanya diam tak berkutik,toh siapa yg akan perduli jika dia di penjara?,dia hanya yatim piatu.


"Nak,Tante mohon,jangan tuntut Hilma,dia melakukan ini semua karena sangat mencintai Rendy"ibu hilma langsung berlari ke arah Nisa lalu bersujud di kaki gadis itu,sontak saja Nisa langsung mundur satu langkah.


"Memang apa peduli ku?yg ku tau dia tidak lebih dari seorang pembunuh"jawab Nisa lugas.


"Tapi dia melakukan itu karena mencintai Rendy"sanggah ibu hilma.


"Aku juga melakukan ini karena mencintai sekertaris Wahyu,ku rasa kita impas nyonya,tidak akan pernah ku biarkan hilma hidup tenang walau pun di lapas,ku pasti kan hanya ada kesedihan dalam hidup nya"


Nisa menghela nafas berhadapan dengan wanita ini benar-benar menjengkel kan, setelah berujar,gadis itu melangkah dengan santai di ikuti kedua bodyguard yg setia mengekor.


"Nis"Nisa menoleh ke belakang ketika Ameera memanggil nya,tatapan gadis itu sangat dingin,hanya alis nya yg terangkat satu tampak nya dia enggan membuka suara sedikit pun.


"Kau mau kemana?"Amerra maju berapa langkah agar berhadapan langsung dengan sahabat nya,tidak biasa nya Nisa tidak ingin menatap mata nya,gadis itu justru mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Apa perduli mu?"tanya Nisa sinis, Amerra tak lagi dapat membendung air mata nya,dia menangis, Nisa tidak biasa nya seacuh ini dengan nya.

__ADS_1


"Nis aku benar-benar minta maaf,aku akui itu kesalahan ku karena aku keluar tanpa izin mas Kevin,tapi sumpah demi apapun aku tak berniat membuat sekertaris Wahyu berkorban"Amerra terisak pelan berharap sang sahabat mau menoleh ke arah nya,namun nihil Nisa sama sekali enggan menoleh.


"Kau tau itu kesalahan mu bukan?andai waktu itu kau tidak keluar sekertaris Wahyu akan tetap bersama ku"jawab Nisa lugas.


"Aku benar-benar tidak berniat membuat nya celaka nis,ini semua kesalahan,ku mohon maaf kan aku"


Nisa tertawa hambar,andai saat itu Amerra tak menyelinap keluar sendirian,bisa di pasti kan kondisi nya tidak akan separah ini.


"Ya!ini kesalahan yg di buat oleh mu!"Nisa menunjuk tepat di hadapan Amerra mengguna kan jari telunjuk nya.


"Nis"Rendy menyanggah,menatap tajam ke arah sang sahabat.


"Kau membela nya?ah tak heran kau kan mencintai nya?"Nisa berkata santai.


"Kau memang sumber masalah ini Amerra!jika kau tak keluar,maka kau tidak akan di culik, jika kau tak di culik sekertaris Wahyu masih akan bernafas detik ini"


Amerra terisak,tubuh nya luruh di lantai,untuk pertama kali nya,Nisa yg sedari dulu selalu membela nya kini berbalik melawan nya, menyalahkan nya atas semua yg telah terjadi.


"Nisa!"Rendy membentak Nisa di hadapan semua orang,menurut nya Nisa sudah keterlaluan.


Rendy tak sadar,amarah nya bisa membuat hubungan persahabatan yg telah di jalin sedari kecil dengan nisa merenggang,terbukti mendengar bentakan dari Rendy,Nisa langsung menetes kan air mata.


"Kurang apa pengorbanan ku untuk kalian hah!"


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys.


Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote


Sarange 💗💗


I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah


Kamsahamida 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2