BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
Kevin sakit.


__ADS_3

"kita masih satu benua walaupun beda negara"~Khoirun Nisa.


•••~happy reading~•••


Begitu sampai di butik Nisa langsung masuk ke ruangan nya mengerjakan beberapa berkas yg tertunda akibat kedatangan amerra dan Kevin yg mendadak.


Sekretaris Wahyu duduk di hadapan gadis yg masih sibuk dengan leptop serta beberapa kertas dan pensil di hadapan nya.


"Tuan Erik mencari anda nona"jurus jitu sekertaris Wahyu keluar kan, biasa nya Nisa tak kan menolak jika berhubungan dengan erik.


Terlihat gadis di hadapan nya membenarkan letak kaca mata nya"lalu?"bertanya tanpa mendongak.


"Anda tak ingin kembali?"lagi dan lagi sekertaris Wahyu bertanya hal yg sama, padahal ia sendiri tahu bahwa jawaban nya tetap TIDAK.


"Kita masih satu benua walaupun beda negara"Nisa menjawab dengan santai,jauh memang jarak nya tapi ia lebih nyaman di sini.


"Nona, tuan muda Erik pernah kehilangan, mungkin itu sebab nya ia ingin nona berada di jangkauan nya agar dia bisa menjaga nona"sekertaris Wahyu tak tahu Erik menempat kan seorang untuk menjaga gadis pujaan hati nya.


"Anda tak tahu?"masih sibuk dengan berkas"dia mengirim kan seseorang untuk menjaga ku"


Sekretaris Wahyu terdiam dengan wajah dingin nya, ia tak menyangka gadis di hadapan nya sangat berarti untuk sang tuan muda bungsu.


"Jadi anda tak ingin kembali"Nisa menggeleng tegas,ia tetap keukeh pada keputusan nya.


"Hufhh,anda tahu tuan muda berantakan semenjak kepergian anda nona"sekertaris Wahyu mulai bercerita tentang keadaan Erik yg akhir-akhir ini berantakan dan agak kacau.


"Erik harus faham fase pendewasaan diri tuan"Nisa menghela nafas"lagi pula ini impian ku, berada di negeri yg sama dengan Hyun bin"sekretaris Wahyu berdecak kesal melihat gadis di hadapan nya senyum senyum tak jelas ketika memikirkan Hyun bin.


"Ck, kenapa anda sangat menyukai aktor itu si nona?"pertanyaan tak masuk akal dari sekretaris Wahyu, semua orang memiliki cara pandang yang berbeda.


"Dia kan Tampan"Nisa menjawab dengan santai nya.


"Hufhh,,,anda memang ajaib nona"gerutu sekertaris Wahyu pelan.


🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜🌜


Malam hari,kini mereka berempat tengah menikmati makan malam dengan di selingi canda dan tawa.


"Kita besok mau kemana?"amerra yg sedang di suapi oleh Kevin bertanya.


"Lokasi syuting oppa oppa Tampan mau?"tawar nisa, sekali sekali boleh kan Cuci mata.


"Mau"Kevin menatap tajam kearah sang istri yg tampak bersemangat,suami mana yg tak cemburu ketika sang istri sangat bersemangat bertemu laki laki lain walaupun hanya aktor.

__ADS_1


"Tidak"tegas Kevin,bukan amerra nama nya jika dia tak membantah.


"Mas"baru saja ingin membantah Kevin terburu menatap nya tajam, membuat ia tak bisa berkutik.


"Baiklah"satu kata yg di inginkan oleh Kevin meluncur indah dari bibir sang istri.


"Aku ingin ke Swiss"semua orang mengeryit kan keningnya Heran dengan permintaan amerra.


"Swiss?untuk apa?"Nisa bertanya, karena ia benar benar tak tahu apa yg terjadi.


"Di sana kan indah"


"Tidak!"tegas Kevin membuat sang istri mengeryit heran, kenapa Kevin tak pernah mengizinkan nya.


"Memang nya kenapa mas?"dengan polos nya amerra bertanya,ia tak tahu ada seseorang di sana yg bisa mengganggu keutuhan rumah tangga mereka.


"Aku tak mengizinkan mu pergi lagi Ra"titah Kevin telak, Tampak guratan kesedihan terpancar di wajah amerra.


Ibu hamil itu merasa tertekan bukan main, menurut nya Kevin terlalu overprotektif pada nya,ia ingin sebebas dulu.


"Ra, bagaimana jika kita memanggang jagung!aku ada persediaan nya di kulkas"hibur Nisa,ia tahu sang sahabat tengah tak nyaman karena berbagai macam larangan untuk nya.


Sesuai kesepakatan mereka membakar jagung di halaman belakang rumah Nisa yg berlapis kan dinding kaca transparan,tak berlantai hanya rumput indah yg ada di sekitar nya.


"Huh, hangat"amerra merapat kan mantel di tubuh nya, kepala nya bersandar indah di pundak kevin.


"Jika kau kedinginan aku akan menghangatkan mu"goda Kevin yg langsung mendapat hadiah tamparan keras di lengan kekar nya,bukan nya marah Kevin malah sibuk tertawa lucu.


"Mas,urat malu mas kemana sih"amerra membuang pandangan nya ke arah lain,ia bukan kesal melainkan malu.menurut nya Kevin sudah keterlaluan, tak seharusnya ia berbicara di depan orang banyak.


Ya,mereka sibuk membakar jagung bersama para bodyguard dan juga Nisa sepaket dengan sekretaris Wahyu.


"Putus"jawab Kevin asal.


"Mas!jangan aneh aneh"amerra mengerucut kan bibir nya kesal, jawaban Kevin benar benar tak masuk akal.


"Aku kan aneh aneh nya dengan mu,kau tahu Ra"kevin mendekat ke telinga amerra"mesum sama istri sendiri itu pahala"sontak amerra yg mendengar bersemu merah,ia benar-benar malu kini.


"Mas"pekik amerra kesal,ia memaling kan wajah nya karena malu.


"Sayang jangan marah marah kasihan baby nya"Kevin tak henti hentinya menggoda amerra membuat semua orang yg ada di sana tertawa.


Semua orang mendongak ke arah langit yg indah, berlapis kaca transparan.

__ADS_1


Dari kaca transparan terlihat butiran butiran indah salju menyapa langit Seoul, menjadi kan kota ini amat indah dan romantis.


Indah, namun tetap tak bisa membuat perasaan Kevin tenang,bayang bayang kembali nya Rendy semakin dekat, mengacaukan suasana hati sang pemilik dari JL group.


"Tuan muda Anda baik baik saja?"sekertaris Wahyu bertanya karena mendadak sang tuan muda diam , dengan segala kebimbangan di wajah nya.


Amerra yg mendengar ikut menoleh, reflek ia memegang dahi sang suami"panas!"pekik amerra khawatir.


"Aku baik baik saja Ra"Kevin menyingkir kan dengan lembut tangan sang istri yg masih setia di kening nya.


"Permisi!bisa tolong ambil kan kontak obat di laci nomor 4 dapur"pinta Nisa kepada salah satu bodyguard yg ada di sana.


"Baik nona!"salah satu bodyguard berdiri lalu menuju ke dapur.


Tak lama ia kembali dengan segelas air dan juga kotak obat obatan yg memang Nisa stok.


"Terima kasih"ucap Nisa,mata nya sibuk meneliti jenis obat obatan, hingga akhir nya ia melihat obat penurun panas.


"Berikan ini pada nya"amerra menerima obat yg di berikan Nisa,lalu membantu Kevin untuk meminum nya.


"Sudah baikan mas?"amerra mengelus lembut bahu sang suami,raut kekhawatiran juga tampak di wajah amerra.


"Hem"


"Lebih baik ajak suami mu untuk istirahat me"saran Nisa, dengan Cepat amerra membantu Kevin berdiri lalu mengajak nya naik ke kamar.


Setelah Kevin membaring kan tubuh nya,amerra langsung menyelimuti laki laki yg amat mencintai nya dengan selimut berwarna grey.


Tangan bercincin berlian putih itu terus menggenggam tangan kevin, berharap bisa menyalur kan kehangatan.


"Mas,mau ke rumah sakit?"amerra mengelus lembut rambut sang suami,jari jari lentik itu merapikan rambut Kevin yg sedikit berantakan.


Kevin menggeleng"aku baik baik saja Ra"jawab nya.


"Mas yakin?"Kevin mengangguk,ia senang melihat kekhawatiran amerra,bagi Kevin itu lebih dari cukup untuk nya.


"Mas lapar?"amerra seakan lupa bahwa sang suami baru saja makan malam, kekhawatiran nya melebihi segala nya.


"Dulu waktu Ra lapar sewaktu sakit,ayah akan membuat kan Ra bubur yg sangat lezat"senyum manis terukir di wajah amerra, begitu mengingat keperdulian ayah Adi yg notabene nya bukan lah ayah kandung nya.


# assalamualaikum 🙏💗🥰


author balik lagi yah guys,like,like komen and VOTE.

__ADS_1


wih ada part sekertaris Wahyu yg datar dan dingin sama Nisa nih yg banyak tingkah.


__ADS_2