
Musik mengalun merdu,menyapa Indra pendengaran semua orang di sekitar nya,langit malam seperti ikut mendukung dengan cerah nya di balik gelap nya langit, rembulan juga bersinar indah menyaksikan dua insan yg sedang berdansa.
Romantis,satu kata yg cocok menggambarkan Kevin dan amerra.kevin memeluk punggung sang istri,ia dapat merasakan perut amerra menonjol mungkin efek sudah 4 bulan fikir Kevin.
Sementara amerra,tangan wanita itu bertengger indah di bahu Kevin,dan satu nya di pinggangnya, langkah kaki nya mengikuti irama sang suami.
"Kau sangat cantik Ra"pipi amerra bersemu mendengar pujian sang suami,angin malam berhembus tak menyurutkan suasana hangat nan romantis itu.
"Aku tahu,banyak yg menyukai ku"amerra berkata dengan bangga nya.
Setelah detik,menit bergulir menghilang,musik yg mengalun merdu mulai menghilang seiring waktu yg mulai larut malam.
Mengingat ini sudah malam Kevin memutuskan mengajak sang istri untuk pulang.
"Secepat ini"wajah tak rela tergambar jelas di wajah amerra,ia tak rela meninggalkan situasi romantis ini.
Melihat wajah tak rela sang istri membuat Kevin membuat Kevin memeluk bahu sang istri, mengusap nya lembut.
"Lain kali kita akan dinner lagi"bujuk Kevin,sontak amerra menyodorkan jari kelingking nya.
"Janji?"tanya amerra, memasang wajah puppy eyes yg tampak amat imut.
"Janji"jari kekar Kevin bertaut dengan jati kelingking milik amerra,lalu tangan mereka berdua saling bertautan seakan-akan tak ingin berpisah.
Sekertaris Wahyu yg melihat kedatangan nona muda dan tuan muda nya datang Langsung membukakan pintu mobil nya.
"Terima kasih"amerra yg menjawab,lalu duduk mantap di dalam mobil.
Mobil yg di kendarai sekertaris Wahyu,melaju cepat membelah kepadatan jalan raya di tengah malam,amerra sosok ibu hamil itu masih saja setia dengan manja nya bersandar di bahu kekar sang suami tanpa memperdulikan jomblo di hadapan mereka.
"Kau bahagia?"Kevin bertanya dengan serius,netra tajam sedingin elang yg mulai meluluh menatap tajam ke arah jari jemari lentik amerra yg sibuk memainkan cincin hadiah dari Nya.
"Sangat"jujur amerra,sesenang itu ia ketika mendapat kan rentetan kejutan yg di berikan Kevin.
DI BELAHAN DUNIA LAIN.
SWISS.
Negara yg indah,sejuta pesona beribu tempat wisata,namun tak membuat sosok Rendy tenang di villa tempat tinggal nya.
Membaring kan tubuh kekar nya di atas kasur bersprai biru tua,menghela nafas berharap berita yg baru saja ia dengar salah.
Ren, beberapa hari lalu aku melihat amerra ke pasar malam bergandengan dengan seorang lelaki tampan.
Pesan dari Roki sang sahabat membuat nya tak percaya,tapi amerra sama sekali tak punya saudara laki laki jadi siapa laki laki itu....
Mungkin kah amerra selingkuh? selingkuh dari nya?karena ia telah lama tak kembali?.
"Ku harap kau tetap jaga hati mu ame"lirih Rendy,sebelum beranjak dari kamar nya.
Memakai mantel lalu berjalan keluar, menikmati musik dingin di sana,tentang rasa entahlah kini dia sedang berusaha.
"Apa mungkin ini yg dia katakan dulu yah?"Rendy mengingat kembali sosok yg mengatakan ada kejutan untuk nya.
Baru saja akan melangkah,ia di kejutkan dengan kedatangan ayah dan bunda nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum bunda"Rendy langsung memeluk tubuh sang ibu,wanita yg sulit ia temui 7 tahun kebelakang ini.
"Wa'alaikumsallam anak bunda yg tampan apa kabar?"gurat kebahagiaan tampak jelas di wajah bunda annissa,ia kembali bertemu dengan anak yg ia rindukan.
"Alhamdulillah Bun,Rendy baik"jawab Rendy,pemuda tampan itu tak menyapa ayah nya sama sekali,rasa kecewa terhadap ayah nya masih mengakar hingga saat ini.
"Di mana bang Aldi bun?"Aldi Eka Pratama putra,putra pertama keluarga putra ayah dua orang putri dan seorang single Daddy,sang istri pergi bersama dengan selingkuhannya.
"Bang Aldi dan Aldo tak bisa datang nak,mereka berdua ada urusan"bunda menjawab dengan logat khas nya kalem nan lembut.
"Kapan kau wisuda?"ayah nya alias tuan Putra angkat bicara ketika sang anak tak menegur nya,reflek Rendy menoleh.
"Dua bulan lagi"entahlah firasat Rendy buruk,ia sang pemilik insting paling kuat di antara yg lain, insting nya sangat tajam.
"Urus restauran di Korea"kan, firasat Rendy tak salah lagi dan lagi entah ini ke berapa kali nya sang ayah seakan mencegah nya kembali,kembali ke tanah air.
Tangan nya mengepal erat,cukup ia tak mau di kekang lagi di penjara di negri tempat syuting crash landing on you.
"Baiklah,nanti setelah Rendy pulang ke Indonesia"jawab nya santai,namun dapat bunda Annissa rasakan kemarahan tertahan dari suara nya.
"Ayah tak mengizinkan mu kembali!"suara tuan putra mendadak meninggi, memekakkan telinga Rendy sang Putra.
"Rendy tetap akan kembali dengan atau tidak izin ayah"sanggah Rendy kesal,ayah nya selalu menghalangi nya.
Amarah Rendy tertahan,ia bisa saja meluapkan nya tapi,ia tak bisa kasar di hadapan sang bunda.
"Rendy!"bentak tuan putra geram,dengan cepat Rendy berdiri membalas tatapan sang ayah.
"Ayah kenapa tidak membiarkan Rendy pulang?tak bisakah perduli dengan perkataan Rendy!Rendy ingin kembali yah!"runtuh sudah pertahanan Rendy yg tak ingin menaikan nada suara nya.
"Nak,dia ayah mu"bunda Annisa dengan lembut mengelus punggung sang anak, berharap emosi sang anak mereda namun percuma.
"Aku akan tetap kembali demi amerra"suara itu menggema di ruang tamu berasal dari sosok Rendy yg emosi nya sudah memuncak.
Setelah mengatakan nya,Rendy langsung berlari ke kamar nya, mengatur emosi nya yg tak stabil dengan meminum air dingin.
Ini yg Rendy benci,ayah nya selalu tak mendukung hubungan mereka sama sekali.
JAKARTA.
Setelah pulang dari dinner romantis,amerra dan Kevin membersihkan diri mereka masing-masing,lalu meminum teh di balkon kamar amerra.
"Manis kan?"amerra bertanya dengan polos nya, dia sendiri bahkan sudah meminum nya, pertanyaan konyol yg langsung mengundang tawa Kevin.
"Tentu saja Ra ku yg buat"Kevin mencubit gemas hidung mancung amerra,lalu merapihkan rambut yg berterbangan.
"Aku tahu"jika sudah tahu kenapa bertanya,ingin rasa nya Kevin berteriak di hadapan sang istri namun ia tak ingin mengulang kembali kesalahan yg sama.
"Kau mau liburan?"Kevin sudah membuat scenario agar amerra semakin dekat dengan nya, berharap benang takdir dengan Rendy merenggang.
"Kemana?"amerra masih sibuk dengan minuman nya,bahkan ia kini menumpu wajah nya dengan ke dua telapak tangan, memfokuskan netra nya pada makhluk Tampan di depan nya.
"Ke Korea"mengingat kegilaan sang istri terhadap blackpink,Kevin berfikir mungkin Korea tempat yg cocok untuk berlibur romantis.
"Benarkah? bagaimana jika kita mengunjungi butik tempat Nisa berkerja"selain berkunjung ke negri gingseng,ia juga sangat ingin pergi ketempat di mana sang sahabat berkerja dan tinggal.
__ADS_1
"Tentu saja,aku akan menyiapkan segala nya,kau juga butuh liburan agar princess Daddy tak lelah di sana"princess,kala mengatakan kata itu hati kecil Kevin terasa amat menghangat.
Mungkin ini saatnya fikir Kevin.
"Ra, apa benar ibu mu juga ibu tiri Vania Chen?"netra amerra kembali berkaca-kaca, mengingat hal itu dada nya kembali sesak.
"Entah lah,tapi aku bertemu dengan wanita itu tadi"wanita itu,ya amerra tak kan mau lagi memanggil ibu nya dengan sebutan mulia itu,amerra tersentak ketika tangan kekar Kevin menggengam erat jemari nya.
"Kau juga akan menjadi ibu Ra sayang, jangan membenci ibu mu bagaimana pun dia wanita yg melahirkan mu Ra"bujuk Kevin,yah walaupun jujur ia sendiri tak percaya dengan hal itu,namun ya sudah lah yg terpenting agar tidak terjadi kesalah pahaman yg merajalela dan mempengaruhi kandungan amerra.
Amerra membalas genggaman tangan Kevin erat, menyalurkan semua rasa nya menggelayut di hati nya.
"Terima kasih, terima kasih untuk segala nya mas"jawab amerra tulus,mata nya mampu menyihir sosok Kevin.
Dua kepribadian yg amat bertolak belakang,saling menguar dalam diri masing masing,namun melebur menjadi satu seiring sang waktu berjalan.
Mungkin itu lah Kevin dan amerra, hanya waktu yg bisa menjawab pada siapa cinta amerra akan berlabuh,pada sang kakak senior sekaligus cinta pertama nya atau sosok suami yg selalu ada untuk nya.
"Semua akan baik-baik saja"dapat Kevin lihat netra amerra meragu,bahkan jari jari nya bermain di cincin berlian putih yg baru di belikan oleh nya.
"Aku harap begitu"amerra mengulas senyum tipis meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja,tak ada yg perlu ia khawatir kan selama ada Kevin di sebelah nya.
"Kapan mas ulang tahun?"amerra bertanya dengan polos nya, berharap ia juga dapat memberikan kejutan untuk Kevin sama seperti tadi.
"Ulang tahun ku sudah lewat"jawab Kevin,benarkan ulang tahun nya tanggal 23 Januari berarti sudah lewat.
"Yah"amerra mendesah lesu,ketika kenyataan tak semanis ekspetasi.
"ini sudah malam,ayo tidur!"ajak Kevin,menarik paksa tangan amerra agar ibu hamil satu ini mau mengistirahatkan tubuh nya yg lelah.
Tubuh kekar Kevin memeluk amerra lembut, mengelus surai lurus sebahu itu berharap sang pemilik cepat tertarik ke dalam dunia mimpi.
"Aku tak bisa tidur"rengek amerra manja, akhir akhir ini porsi tidur nya berkurang membuat Kevin khawatir.
Terutama usia kandungan yg menginjak 4 bulan 2 Minggu, kekhawatiran Kevin semakin menjadi.
"Ra, tidur lah nanti kau sakit"Kevin menepuk punggung amerra tapi tunggu ia seperti melupakan sesuatu....susu ibu hamil,ah ia lupa istri nya belum meminum nya.
"Mas mau kemana?"amerra kembali merengek, begitu menyadari sosok sang suami ingin beranjak.
"Membuat kan mu susu"setelah mengatakan hal tersebut,Kevin berlalu turun menuju dapur.
Peraturan di mansion yg wajib di patuhi termasuk di larang membuat kan nona muda susu kecuali tuan muda yang membuat kan.
Setelah kepergian sang suami,amerra mengambil sebuah buku novel yg tersimpan rapih di nakas,membaca nya Pelan.
Dia memiliki hobby yg sama seperti Nisa membaca,tapi untuk menulis?yg tangan nya gampang lelah.
#assalamualaikum 🙏🙏
Author balik lagi yah guys, gimana nih mau nya Rendy sama Amerra Or Kevin sama Amerra?.
Bagus nya baby Kevin sama Amerra cowok apa cewek yah?.
Like, like, like, like, like, like, like, like, like, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, and, vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote, vote
__ADS_1