BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
season 2:Rasa bersalah.


__ADS_3

FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


"Ra sayang!"


Terdengar suara memekik keras dari kamar,membuat Amerra yang sedang termenung di dapur menoleh.


Secepat kilat Amerra berlari,mendobrak pintu dengan sangat keras.


"Ada apa mas?"tanya Amerra sangat panik, netra nya mencari-cari keberadaan baby karra.


"Bantu aku mengguna-kan dasi"


"Mas!"Amerra memekik kesal dia berfikir ada sesuatu yang urgent hingga Kevin berteriak.


"Kenapa Hem?"Kevin mengelus pelan rambut Amerra yang tengah memasang kan dasi pada nya.


"Aku merasa bersalah pada Nisa"gumam Amerra lirih.


Flashback on.


"Nisa tunggu"Ameera berteriak dan mendekat mendekat,merentang kan kedua tangan nya,menahan kepergian Nisa.


"Apa kita saling kenal?"bersikap tenang,Nisa mengalih kan pandangan nya ke arah lain.


"Kau tidak mengingat ku?apa sebegitu benci nya kau pada ku? hingga kau melupakan sahabat mu sendiri,aku Amerra"wanita yang tidak lain adalah sahabat Nisa,Amerra terisak.


"Sahabat?saya tidak merasa memiliki Sahabat seperti anda.”


Mark menggenggam tangan Nisa lembut,memperingat kan gadis itu untuk tidak bersikap berlebihan.


"Nis,aku akan melakukan apapun untuk membuat mu memaaf kan ku.dua tahun sudah berlalu nis, bagaimana cara membuat mu memaaf kan ku.”


Mark memandang iba ke arah sahabat Nisa, Amerra. Di mata mark, penyesalan terlihat jelas di mata wanita itu.


Sudut bibir Nisa terangkat.


"Kembali kan milik ku yang sudah kau rebut.”


"Nisa!sampai kapan kau ingin menyalah kan Ra ku atas segala yang terjadi hah?.tidak ada yang menginginkan kematian sekertaris Wahyu,dia mengorban kan nyawa nya sendiri untuk Amerra, mendonor kan mata nya tanpa di pinta.Kami sama kehilangan nya seperti diri mu,tidak seharus nya kau membenci kami seperti ini.”


Seorang laki-laki tampan datang, Kevin arlando julliano,suami dari amerra.tuan muda dari mendiang sekretaris Wahyu, laki-laki yang sangat di cintai oleh Nisa.


Mereka?apa mereka orang-orang dari masa lalu Nisa.


Mark menebak-nebak asal,menatap ke arah Kevin dan Amerra.


Tangan Nisa mengepal,mata nya memerah, berkaca-kaca bersiap untuk menangis.


"Tiga tahun Nisa!semua sudah berlalu.sampai kapan kau akan terus-terusan membelenggu Ra ku dengan penyesalan tiada henti?,tidak cukup ya kau membuat hidup kami menderita karena kebencian mu?!"

__ADS_1


Kevin kehilangan kendali,hingga tanpa sadar membentak nisa.untung butik belum terlalu ramai,jadi tidak ada uang menyaksi kan perdebatan mereka.


"Jangan naik kan nada bicara anda pada istri saya!"Mark berujar tegas tidak terima.


"Menikah?kau sudah menikah Nis? Kenapa tidak memberi tau ku?"Amerra mendekat, mengguncang bahu Nisa kencang.


"Kau dan aku tidak sedekat itu, hingga aku harus memberi tau mu"Nisa mundur dua langkah,menjaga jarak dengan Amerra,sahabat nya.


"Nis,ku mohon jangan seperti ini.kita bersahabat,kau selalu ada untuk ku,tanpa kenal lelah, jangan seperti ini ku mohon.”


Mark menatap drama di hadapan nya datar.Bingung, Nisa tidak bergeming sedikitpun pada hal sahabat nya tengah terisak di depan nya.


"Itu dulu"Nisa menjawab santai.


"Nisa, aku tau kau marah karena Wahyu mengorbankan nyawa nya demi Amerra, mendonor kan mata nya untuk Amerra.tapi apa kau fikir dia bahagia karena permusuhan kita?,dia ingin melihat mu tersenyum melalui Amerra, kenapa kau tidak mengerti?.”


Kevin menjelas kan pelan.


"Tidak mengerti?!apa yang anda maksud tidak mengerti tuan julliano?!"Nisa yang Sedari tadi bersikap tenang, mendadak berteriak.


"Tenang lah"Mark mendekat,mengelus pelan punggung Nisa.


"Apa aku kurang mengerti selama ini?!kurang mengerti apa lagi aku hah!aku mengerti sekertaris Wahyu lebih mencintaimu dari pada ku!"Nisa menunjuk langsung ke arah Kevin.


"Dia mengorban-kan nyawa nya hanya itu wanita kekanak-kanakan seperti amerra!wanita yang selalu ingin semua kemauan nya di turuti!.dia bahkan melupakan janji nya untuk melamar ku,hanya demi Amerra!"Nisa berteriak tidak kendali.


"Nisa,tenang lah"Mark memeluk bahu Nisa.


Telak,semua orang terdiam.


Nisa memang sempat membenci Amerra, karena laki-laki yang ia cintai meregang nyawa demi Wanita itu.


Tapi itu hanya sebentar.kebencian Nisa semakin bertumbuh karena Amerra sama sekali tidak meminta maaf pada nya,Amerra sibuk dengan kebahagiaan nya seorang diri.


"Kalian asik berbahagia!menyelenggara kan pernikahan dengan sangat megah tepat di 2 bulan setelah kepergian nya.dan dengan tidak punya hati,kalian mengundang ku?pada hal kalian tau kan seberapa berduka nya aku?kalian yang tidak punya hati!kalian yang egois!.”


Nisa berteriak lantang,mengungkap kan semua kebencian nya pada Amerra.


“Jika kalian mengatakan juga berduka!aku dengan sangat yakin mengatakan bahwa aku lebih berduka dan menderita di banding kan Dengan kalian!.”


Mark terdiam,sibuk memeluk bahu Nisa.menyalur-kan sebuah kelembutan,tidak melarang Nisa untuk mencurah kan segala keluh kesah nya.


"Aku minta maaf Nis.”amerra terisak kencang, berlutut di hadapan Nisa.


“sayang.”


Kevin berteriak tidak terima.Amerra seharus nya tidak melakukan itu, karena semua yang terjadi bukan lah murni kesalahan Amerra.


“Nona,anda tidak perlu berlutut seperti itu.”


Mark menggeleng.Dia sangat menghargai sosok perempuan sedari lahir, karena nya lah Mark tidak ingin melihat wanita manapun berlutut dan menjatuh-kan harga diri nya.

__ADS_1


“nisa,sudah lah lupakan yang terjadi.sekertaris itu tidak akan tenang di sana, jika dua orang paling berharga dalam hidup nya bertengkar.”


Mark berusaha membujuk Wanita yang masih diam tidak bergeming,bahkan ketika sahabat nya tengah berlutut.


Nisa hanya mengangkat sudut bibir nya,tidak tersentuh sedikit pun.


“nisa!berani sekali kau membuat istri seorang Kevin arlando julliano berlutut.”


Nisa tersenyum sinis.


“Mengancam?aku lebih berpengaruh di dunia bisnis dari pada anda tuan julliano.selain istri dari pengusaha nomor satu,aku juga seorang pebisnis,ku rasa kita berdua cukup tau semematikan apa aku?.”


Nisa menjawab santai.sebagai seorang istri dari pengusaha besar dan Juga salah satu orang paling berpengaruh di dalam dunia bawah.


“apa kau merasa diri mu suci dan hebat karena membuat istri ku berlutut?!”kevin semakin berteriak.


“aku tidak meminta nya,aku tidak membenci nya,hanya saja aku tidak mengenal nya,mungkin dia salah orang.”


Tangan Mark mengepal, perkataan Nisa terdengar menyakitkan.terutama ketika wanita itu tetap keukeh pada pendirian nya,tidak ingin memaafkan sahabat nya sendiri.


"Nisa kau keterlaluan.”


"Berdiri lah,aku sudah memaafkan anda nona julliano”nisa mundur satu langkah kebelakang.


"Nisa,aku ingin memeluk mu.”amerra hendak berhamburan ke dalam pelukan Nisa,tapi urung karena gadis itu kembali mundur memberi jarak.


“aku memang tidak pernah benar di mata mu, walaupun status ku seorang istri.”


Nisa menatap tajam ke arah mark.tatapan yang berhasil membuat Mark terdiam,tatapan itu adalah tatapan yang sama.


“nis,aku...”


Nisa mengangkat satu tangan Nya,melarang Mark berbicara.


“aku sadar posisi ku tidak lebih dari mempelai pengganti.”


Deg.


Jantung Amerra berhenti di tempat,mata nya membelalak tidak percaya.


Nisa mempelai pengganti?.


“nis,apa maksud mu?dia memaksa mu?.”amerra mencekal tangan wanita yang akan pergi itu.


“jangan ikut campur.”nisa menepis tangan Amerra,berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun ke belakang.


Flashback off


"Aku merasa bersalah mas"


Pertemuan kembali dua sahabat,Nisa dan Amerra kembali memupuk rasa bersalah dalam kalbu Amerra.

__ADS_1


"Sayang,jangan seperti itu.nisa hanya butuh waktu, sedikit lagi"Kevin menenang kan.


__ADS_2