
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
[Sombong?jangan lupa kan satu hal nona Amerra,orang asing tidak berhak menceramahi kehidupan orang asing lain nya]jawab Nisa santai.
[Kau benar-benar berubah Nisa,jangan lupa kita berasal dari tanah!dan akan kembali pada tanah!.apa kau dengan dengan kematian sekertaris Wahyu?aku tidak pernah meminta nya berkorban!aku menyayangi nya sama seperti ini].
[Berhenti berbicara omong kosong nona julliano.anda berani menghina saya?jangan lupa satu hal saya yang bersama anda di saat anda terpuruk,menemani anda selama Anda hamil.tapi anda?di saat saya berada di titik terendah anda bahkan tidak ada.]
Tut.
Nisa memati kan panggilan secara sepihak.
"Ra sayang,sudah lah.jangan mencari masalah dengan Nisa,kau tau kan dia belum melupakan duka sekertaris Wahyu,jadi jangan seperti itu."
Amerra menghela nafas sangat pelan,menetral kan emosi nya.
"Bagaimana bisa kau memiliki nomor nya?"pertanyaan polos keluar dari bibir Kevin.
"Mari tuan,hari ini ada rapat pemegang saham!"sekertaris Al tidak menjawabnya pertanyaan Amerra.
"Sebaik nya kita semua ikut!"ujar tuan estrank julliano.
Menggendong tubuh gembul baby karra,lagi dan lagi Amerra terfikir perkataan Nisa.
__ADS_1
"Ayo sayang!"begitu sampai di sana,Kevin langsung merangkul pinggang Amerra dengan sangat mesra.
"iya"Amerra mengulas senyum lebar.
mereka terus melangkah bersama, hingga suara pekikan heboh seseorang membuat pasangan itu berbalik.
di depan pintu sepuluh orang berpakaian hitam membuka kan pintu,di ikuti seorang gadis cantik dengan gaya nya yang super stylish dan seorang laki-laki yang mampu membuat semua orang menjerit kaget.
"ah king of businessman!"
"calon imam!."
"astaga bagaimana karyawan rendahan seperti nya mendapat kan king of businessman."
"honey,jangan dengar kan mereka"sang suami menenang kan.
"Nisa!!!!"
Amerra yang sedari tadi diam membisu,tersentak kaget mendengar suara teriakan erik yang menggelegar.
para bodyguard membentuk formasi, ketika Erik berlari hendak mendekat.
"biar kan!"instruksi dari sang nona,membuat mereka membuka barisan.
"Nisa,aku benar-benar merindukan mu."Erik memegang ke dua lengan Nisa,netra nya berkaca-kaca melihat kehadiran wanita yang singgah di hati nya dulu.
__ADS_1
"aku juga,apa kabar?"Nisa melepas kaca mata nya, mengulas senyum dingin.
"kau tidak tau,aku meng-khawatir kan mu.aku berulang kali ke Seoul,tapi mereka tidak mengizinkan ku bertemu dengan mu,aku hanya ingin tau keberadaan mu."Erik menunduk.
"aku sibuk,ini untuk mu."Nisa mengulur kan sebuah paper bag.
bagaimana pun erik laki-laki yang peduli pada nya,terlepas dari apa yang terjadi di masa lalu.
"mas Nisa datang?"Amerra berbisik.
"em,dia pemilik saham terbesar tentu saja dia datang"Kevin menjawab singkat.
"bisa lepaskan tangan anda?"Mark berujar sinis pada Erik.
"maaf"segera melepaskan tangan nya dari lengan Nisa.
Nisa menoleh,menatap dingin ke arah Amerra.
dengan langkah anggun,di iringi dengan banyak bodyguard Nisa melangkah maju,mendekati tempat di mana Kevin dan Amerra berdiri diam.
"Nisa,aku ingin bicara dengan mu?"Amerra to the points.
"Kim,my name is kim."Nisa menjawab acuh,meminta bekal makanan yang sedari tadi di bawa Mark.
"ini untuk mu,kau pasti belum makan kan?"Nisa mengulur kan bekal yang ia masak sendiri,di rumah sang ayah.
__ADS_1