BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
someone YOU LOVED


__ADS_3

"Jika orang mengatakan melihat salju pertama dengan pasangan membuat cinta itu abadi,saya harap saya akan selalu bersama anda hingga hembusan nafas terakhir"~sekertaris Wahyu (baby CEO)


~•••happy Reading•••~


Nisa mendongak menatap wajah tampan yg jauh lebih tinggi dari nya,dia hanya bisa mengangguk,Nisa sama sekali tak punya tanggapan untuk perkataan sekertaris Wahyu.


"Bisakah jangan seperti ini,kau membuat situasi menjadi canggung sekertaris Wahyu"Nisa memecah keheningan kala yg terdengar hanya hembusan nafas pelan sekertaris Wahyu.


"Memangnya kenapa nona?bukan kah kita sedang ada di kota yg romantis?"romantis dari mana,kau membuat ku merasa canggung sekertaris datar,ingin rasa nya Nisa berteriak di hadapan sekertaris Wahyu,namun ia urungkan.


"Kalian berdua kenapa?"amerra memecahkan tatapan mata antara sekertaris Wahyu dan juga Nisa, mereka berdua langsung membuang pandangan nya masing masing.


"Ayo!kita berkeliling"dengan cepat Nisa meninggal kan mereka semua,di ikuti oleh semua orang.


"Kota ini sangat indah, pantas saja kau betah"amerra sibuk mengamati jalanan di Seoul,jangan lupakan tangan nya yg masih di genggaman sang suami.


"Apa kau ingin tinggal di sini Ra?"amerra menggeleng ketika mendengar tawaran dari Kevin, bagaimana pun Indonesia tetap negara nya.


"Hidup di negri orang bukan hal yg mudah,dan aku tahu itu"jawab amerra pelan,ia memang tak pernah tinggal di negara orang namun ia bisa merasakan dari perjuangan sang sahabat.


"Bagus,aku juga tak kan membiarkan mu pergi"amerra hanya tertawa kecil mendengar nya, jika ia saja tak di izinkan bagaimana bisa ia pergi.


"Bisakah jangan romantis-romantisan di sini,aku dan orang lain jomblo"Nisa berbalik menghadap ke arah sepasang suami istri yg sibuk tebar kemesraan mereka,tanpa memperdulikan makhluk lain yg juga jomblo.


"Iri bilang jomblo"jawab amerra dan Kevin secara bersamaan membuat gadis yg di ledek jomblo itu memutar bola mata nya jengah.


"Iri?aku juga sudah punya suami"ketus Nisa, melangkah menjauh dari mereka semua.


"Sabar,Nisa belum menerima sepenuh nya pernikahan ini,kau masih memiliki satu kesempatan"berlagak sok dramatis,Kevin menepuk pundak sang sekretaris seakan memberikan kekuatan.


Mereka melanjut kan langkah nya mengikuti Nisa yg pergi ke sebuah bangunan besar dengan gaun gaun tertata rapi,di atas terdapat tulisan besar berlambang Bulan.


KNN BOUTIQUE,mereka menginjak kan kaki di butik yg di urus oleh Nisa, interior yg seakan menyatu dengan alam membuat mereka semua terpesona.


Banyak pegawai berseragam biru Dongker membungkuk hormat begitu menyadari kedatangan sang bos beserta rombongan.


"Nisa, apakah di sini kau berkerja"dengan polos nya amerra bertanya,pada hal di sana tertera Tulisan KNN boutique yg bisa di pastikan Nisa berkerja di sana.


"Hem, welcome to KNN boutique"Nisa berkata dengan bangga nya,ia memulai karir dari Nol di negri orang bukan hal yg mudah, karena itu tak semudah membalikkan telapak tangan untuk meninggal kan semua yg sudah ia peroleh.


"Ternyata kau berguna juga"dengan santai nya Kevin menyindir.


Tak!


Hells yg di pakai oleh Nisa dengan sengaja ia injakan tepat di sepatu Kevin,jika menyangkut sang karir gadis ini akan sangat sensitif.


"Awhh"Kevin merintih kesakitan,tijakan Nisa benar benar tak main main.


"Kalian silahkan berjalan jalan,aku masih ada perkerjaan"setelah mengatakan nya Nisa langsung melenggang ke lantai teratas di mana terdapat ruangan nya.


Ruangan yg menjadi saksi bisu perjalanan,jatuh bangun nya memulai karir sebagai desainer.


Masih berada di bangunan tersebut,mereka melangkah ke arah sebuah ruangan tembus pandang, terdapat banyak foto foto model dan penghargaan yg di dapatkan oleh Kim na Na maupun Nisa.


"Aku akan tinggal di sini"mendadak keinginan ibu hamil itu berubah, terutama ketika melihat kesuksesan sang sahabat di dunia desain.


"Ra,Dua Minggu!kita di sini hanya dua Minggu"sanggah Kevin kesal.


"Iya,iya jangan marah marah aku belum siap jadi janda mas"goda amerra,Kevin yg mendengar mendengus kesal ketika sang istri terus membahas tentang janda dan janda.


"Aku tak kan membiarkan mu menjadi janda"Kevin menggeleng tegas,pertanda bahwa sang istri tak boleh membahas hal itu lagi titik.


"Baiklah"amerra menjawab dengan senyum simpul nya,dia hanya bercanda.


"Ayo ke atas,aku ingin melihat ruangan Nisa"Amerra langsung menarik sang suami untuk kelantai atas menggunakan lift.


Begitu sampai di ruangan Nisa, mereka di suguh kan dengan pemandangan indah dari atas.


"Wah!ini indah,lihat lah salju nya"pekik amerra girang, sementara Nisa gadis yg tengah memakai kaca mata itu sibuk dengan beberapa kertas di atas nya.


"Ku rasa aku akan membeli salah satu gedung"kevin berfikir akan membeli salah satu gedung atau apartemen,agar jika sang istri pergi ke Korea mereka tak perlu repot-repot mencari tempat tinggal.

__ADS_1


"Untuk apa mas?"amerra yg sedari tadi sibuk dengan kaca tembus pandang di hadapan nya menoleh ke belakang begitu mendengar perkataan sang suami.


"Agar kita bisa kemari kapan pun,tak perlu repot-repot kan?"amerra menggeleng takjub ke arah sang suami, bisa bisa nya sang suami menghabis kan uang untuk pulang-pergi ke Korea.


"Tidak perlu, memang kita akan sangat sering ke Korea?"dahi amerra berkerut dalam,ia sedang berfikir alasan nya untuk ke Korea terus menerus.


"Kata dokter kau tak boleh stres,dan di sini kau terlihat bahagia,karena itu aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mu"lagi dan lagi perkataan Kevin sukses membuat amerra terenyuh,entah sejak kapan si CEO dingin jadi pandai berbicara romantis.


"Ahhh,,kau terlalu romantis mas"pipi amerra bersemu malu,dengan cepat ia memaling kan wajah nya kembali ke arah jendela menatap butiran salju dari sana.


Jari jari lentik ibu hamil itu menyentuh kaca tembus pandang, seperti menyentuh salju itu yg ada di fikiran nya.


Pemandangan yg indah, pemandangan yg ia dapat kan dari sosok Kevin,jika bukan karena nya mungkin ia belum bisa pergi ke Korea.


Ia akan terus di Indonesia menunggu Rendy, laki laki yg memberi harapan tanpa kepastian.


Melepas kan,itu yg sedang di pelajari oleh amerra,ia akan melepas kan sesuatu yg sudah ia tunggu selama 7 tahun untuk laki laki yg ia kenal karena tragedi cinta satu malam.


"Kau bahagia?"Kevin melingkar kan tangan nya di pinggang amerra, menyentuh perut yg buncit di balik mantel.


"Sangat"amerra tersenyum menatap ke arah sang suami,senyum penuh kebahagiaan.


"Aku berharap waktu berhenti"agar aku bisa melihat mu untuk waktu yg lama fikir Amerra, kepala nya kini menyender indah di lengan kekar sang suami.


"nis! boleh pinjam piano"Kevin memecah kan keseriusan gadis itu dari kertas kertas di hadapan nya.


"Silahkan"tanpa mengalihkan pandangan nya dari leptop dan juga kertas Nisa menjawab.


Dengan cepat Kevin berjalan ke pojok ruangan di mana terdapat piano indah berwarna hitam nan elegan di sana.


Duduk dengan gaya gagah nya,hari jari kekar milik Kevin mulai mendayuh menyentuh dan menari nari di atas piano.


Nada yg menghipnotis setiap orang di ruangan itu lagu berjudul SOME ONE YOU LOVED (seseorang yg kami cintai)mendayuh indah dari suara merdu Kevin.


Verse 1]


I'm going under and this time I fear there's no one to save me


(Aku akan jatuh dan kali ini aku khawatir tidak ada yang akan mau menyelamatkanku)


(Ini semua sama sekali benar-benar membuat ku gila)


I need somebody to heal


(Saya butuh seseorang untuk menyembuhkanku)


Somebody to know


(Seseorang untuk bisa dikenal)


Somebody to have


(Seseorang untuk bisa dimiliki)


Somebody to hold


(Seseorang yang bisa kupeluk)


It's easy to say, but it's never the same


(itu mudah untuk dikatakan, tapi tidak pernah sama)


I guess I kinda liked the way you numbed all the pain


(Kupikir aku menyukai caramu menghilangkan rasa sakit itu)


[Chorus]


Now the day bleeds into nightfall


(Sekarang hari berdarah hingga malam tiba)

__ADS_1


And you're not here


(Dan kau tak ada disini)


To get me through it all


(Untuk bersamaku melalui semua itu)


I let my guard down


(Aku membiarkan pertahananku runtuh)


And then you pulled the rug


(dan kemudian kau tiba tiba menghilang)


I was getting kinda used to being someone you loved


(Aku sudah terbiasa menjadi orang yang kamu cintai)


[Verse 2]


I'm going under and this time I fear there's no one to turn to


(Aku akan jatuh dan kali ini aku khawatir tidak ada orang yang bisa dituju)


This all or nothing way of loving got me sleeping without you


(Cara penuh kasih ini semua atau tidak membuatku tidur tanpa kamu)


Now, I need somebody to know


(Sekarang, aku perlu seseorang untuk dikenali)


Somebody to heal


(Seseorang untuk menyembuhkan)


Somebody to have


(Seseorang untuk bisa dimiliki)


Just to know how it feels


(Hanya untuk mengetahui bagaimana rasanya)


It's easy to say, but it's never the same


(itu mudah untuk dikatakan, tapi tidak pernah sama)


I guess I kinda liked the way you helped me escape


(Aku pikir aku menyukai bagaimana caramu membantuku kabur)


[Chorus]


Now the day bleeds into nightfall


(Sekarang hari berdarah hingga malam tiba)


And you're not here


(Dan kau tak ada disini)


To get me through it all


(Untuk bersamaku melalui semua itu)


I let my guard down.


# assalamualaikum 🙏💗🥰🙏💗🥰🙏.

__ADS_1


author balik lagi yah guys 💗💗💗


like like komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote


__ADS_2