BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)

BABY CEO (Tragedi Cinta Satu Malam)
tentang En


__ADS_3

Menghela nafas,ini waktu nya Kevin mengangguk yakin.2 bulan dalam waktu dua bulan ia bertekad membuat amerra jatuh cinta pada Nya,dan juga terus berada di dekapan nya tanpa berpaling.


Tak terasa seminggu sudah amerra di rawat, setiap hari sebelum berangkat atau sepulang kerja Kevin akan berkunjung mengchek keadaan sang istri.


Jika ia tak sempat maka ia akan meminta sang ayah atau Erik untuk mengecheck,amerra nya adalah nyawa nya.


"Ra ayo pulang"amerra yg tengah berdiri menghadap ke jendela langsung menoleh, mengukir senyum semanis mungkin lalu mengangguk.


Kevin sudah memutuskan bahwa mereka berdua akan tinggal di rumah tuan Adi untuk sementara waktu,selain sang istri merindukan nya Kevin juga ingin membuat sang istri lebih rileks,jika berada di rumah ia tak yakin sang istri akan baik baik saja.


"Ayo!"amerra melangkah mengenakan dress biru Dongker panjang semata kaki,rambut nya ia biarkan terurai dengan bandana yg bertengger indah di sana.


"Wah Ra ku tampak cantik"pipi amerra mendadak memanas mendengar godaan dari sang suami, hubungan nya dengan Kevin semakin dekat semenjak ia di rawat.


"Tentu saja putri ayah Adi"Kevin mendengus pelan,ia berfikir amerra akan mengatakan tentu saja istri Kevin arlando Julliano,tapi kenyataannya berbanding terbalik.


Setelah menyelesaikan biaya administrasi dan sebagainya mereka langsung menunju ke rumah amerra,dengan sekertaris Wahyu sebagai supir.


Sekertaris itu menghela nafas pelan,rasa nya sesak andai waktu itu dia melarang gadis itu kembali ke Korea, mungkin dia kini bisa berada di posisi yg mirip dengan sang tuan muda.


"Aku merindukan mu"lirih sekertaris tampan itu pelan,mata nya masih fokus ke arah jalanan yg padat, dengan kedua tangan kekar yg bertengger indah di setir mobil.


"Ra"amerra yg sibuk dengan pandangan di sekitar menoleh kepada sang suami yg masih asik bersandar di bahu nya.


"Hem"singkat,amerra sedang tak mood berbicara panjang lebar karena bagi nya tak penting.


"Kita ke taman dulu yah"kini giliran sekertaris Wahyu yg mengeryit bingung,sejak kapan sang tuan muda ingin ke taman dan tanpa bodyguard?.


"Hem"ham,Hem,ham,Hem,ingin rasa nya Kevin memaki sang istri yg berbicara mirip dengan diri nya dulu.


Setelah sampai di taman Kevin turun di ekori oleh amerra dan juga sekertaris Wahyu.


Apa aku terlihat seperti obat nyamuk Fikir sekertaris Wahyu, lihat lah kemesraan kedua sejoli ini membuat nya iri saja.


"Ra,kau harus sering sering bahagia agar putri ku baik baik saja"Kevin mengelus lembut bahu amerra yg tertutup jas nya,karena lengan bahu amerra sedikit terbuka membuat nya geram sendiri.


"Hem,aku akan selalu bahagia"amerra menjawab dengan mengelus perutnya yg tertutup jas,jadi tak terlalu terlihat bahwa ia sedang hamil sekarang.


"Aku tahu, karena aku yg selalu membuat mu bahagia"amerra tak dapat menampik fakta tersebut, karena yg selalu membuat nya bahagia,nyaman dan merasa tenang adalah Kevin ia juga yg membuat nya merasa terlindungi.

__ADS_1


"Amerra"seseorang laki laki di hadapan nya memanggil,membuat wanita yg sibuk dengan pembicaraan nya dengan sang suami mendongak.


"Roki"satu kata terlintas di bibir amerra,tubuh nya menegang kala melihat sahabat sang cinta pertama datang dan berdiri di hadapan nya.


Laki laki yg di panggil Roki itu mendekat,mata nya menghunus tajam kearah tangan yg saling bergenggam itu.


"Dia siapa me?"mata Roki memicing,laju kaki ini laki laki yg sama dengan yg di pasar malam fikir nya.


"Sedang apa kakak di sini?"amerra mengalihkan pembicaraan,dan dengan cepat ia melepaskan genggaman tangan nya dari Kevin.


"Sedang berjalan jalan,Rendy menitipkan salam untuk mu"Rendy lagi,ingin rasa nya Kevin menarik paksa laki laki bernama Roki satu ini.


"En? bagaimana kabar nya"tanpa sadar amerra kembali menanyakan sosok yg sangat ingin ia lupakan di hadapan sang suami.


"Dia baik,yg pasti dia sudah tahu kau berdekatan dengan nya.jangan salah kan aku jika nanti hubungan kalian berantakan"mata Roki mengode ke arah Kevin, pertanda bahwa Kevin lah yg ia maksud.


"Aku tak salah,Rendy yg salah dia pergi tanpa mengabari ku!tak tahu kah dia sulit nya menunggu tanpa kejelasan!tak tahu kah tertekan nya aku kak! terutama ketika aku tahu fakta bahwa dia tidur dengan orang terdekat ku"deg! Roki tercengang ketika mendengar perkataan Amerra,tak mungkin kan gadis itu tau dari Rendy.


setelah mengatakan hal tersebut,amerra langsung menarik tangan kekar milik sang suami untuk kembali ke dalam mobil.


Bahkan saat sampai di ruamah tuan Adi, amerra sama sekali tak berbicara apapun.


"Eh neng ame udah pulang neng?"sapa salah seorang tetangga nya,bukan pertanyaan yg jadi fokus amerra melainkan seorang balita mungil di gendongan sang tetangga.


"Huaaa,,bibi si arum sudah besar yah"amerra mendadak histeris, langsung merebut balita itu dan mencium semua bagian wajah Arum.


"Kamu juga perut nya sudah besar, selamat yah neng"Amerra hanya mengangguk lalu mengulas senyum tipis.


"Oh ya,bibi lihat ayah tidak?"amerra baru teringat alasan nya menghampiri sang tetangga.


"Oh ayah nya si Eneng lagi jaga ruko,neng ame tahu kan di mana ayah nya Eneng meletakan kunci"amerra mengangguk, setelah memberikan Arum amerra mengambil kunci rumah di bawah pot.


"Ayo masuk!"amerra melangkah ke dalam di ekori sekertaris Wahyu dan sang suami.


Amerra berjalan ke dapur membuat kan minum untuk sang sekertaris dan suami nya.


"Ini di minum"amerra meletakan dua cangkir jus jeruk dingin,lalu duduk di hadapan sang suami.


"Sayang kau baik-baik saja?"Kevin sontak mendekat ke arah sang istri yg sibuk memijat kepala nya efek pusing.

__ADS_1


"Hem,hanya pusing,aku akan baik baik saja, jangan khawatir"bodoh memang,jangan khawatir tak ada satu pun suami yg tak khawatir jika sang istri tak baik baik saja.


"Aku akan beristirahat, permisi"amerra langsung melangkah ke kamar nya, begitu masuk banyak kenangan tentang Rendy yg masih tersimpan rapat Di sana.


"Aku akan melupakan mu dengan cara ku en"amerra menghela nafasnya pelan,lalu merebahkan tubuh nya di kasur bersprai Lilac milik nya.


Tak lama,mata milik amerra kembali terpejam erat memeluk boneka panda hadiah dari Kevin yg sengaja ia bawa.


Di ruang tamu menyisakan keheningan antara sekertaris Wahyu dan sang tuan muda.


"Rendy dan Rendy!tak bisakah laki laki itu musnah!"Kevin berteriak kesal,ia benar benar kesal kala hubungan yg baru ia rajut harus di rusak karena Rendy dan Rendy.


"Anda tahu ini prosesnya tuan,tidak ada yg bisa instan"sekertaris Wahyu menengahi tak mungkin ia membiarkan sang tuan muda pusing sendiri.


"Bagaimana hasil pemeriksaan nya?"mulai menyadarkan tubuh kekar nya di sofa,Kevin mulai mengatur emosi nya yg akhir akhir ini sering meledak.


"Semua pemeriksaan nona berjalan baik tuan,baik ibu atau kandungan nya"sebelum pulang amerra telah menjalani rangkaian pemeriksaan, memeriksa apa kah ibu hamil jni kuat untuk menikmati perjalanan ke luar negeri.


"Huffh, setidak nya sepuluh hari di sana bisa membuat hubungan ku dan amerra membaik"Kevin amat berharap perjalanan kali ini menjadi batu loncatan awal misi nya


"Semoga saja tuan, selama anda tak berlibur ke Swiss"sekertaris Wahyu berujar dengan santai,ia sangat handal dalam segala sesuatu.


"Aku akan menyingkirkan Rendy dari hati Ra ku!yg ada hanya Kevin dan Kevin"Kevin mengulas senyum Devils,ia sudah memikirkan banyak hal yg nanti ia lalui dengan amerra.


Ia tak menyangka gadis yg ia temui secara tak sengaja karena tragedi cinta satu malam,kini bisa bertahta indah di hati nya.


Amerra permata sari,nama sang istri yg melekat jauh ke relung hati terdalam,cinta pertama, walaupun ia yakin ia bukan cinta pertama sang istri.


# assalamualaikum πŸ™πŸ’—πŸ₯°πŸ™πŸ’—πŸ₯°


Bismillahirrahmanirrahim author balik lagi yah SarangeπŸ’—.


Wah si babang Kevin sudah mengambil langkah pertama yah,dan semua orang yg berkaitan dengan Rendy kembali...


Apakah ini pertanda sang tokoh kembali yah?


Like like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, like, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, komen, and, vote, vote, vote, vote, vote, vote.


I love you all the best

__ADS_1


__ADS_2