
Follow Ig author:Nis3263.
Happy reading.
Di sebuah ruang rumah sakit,duduk seorang amerra yg dengan santai nya berbaring, sementara Kevin terus memijat kepala nya pusing, karena sedari tadi amerra tak ingin berbicara sedikit pun dengan nya.
"Ra, sayang maaf"Kevin menggengam tangan amerra,ia berfikir sang istri kecewa karena dia lebih memilih perkerjaan di bandingkan menjaga amerra yg tengah terbaring di rumah sakit.
"Tidak perlu mas"hanya itu yg di keluarkan oleh amerra,netra ibu hamil itu sibuk memandang keluar jendela, menerka-nerka apa yg terjadi pada en Nya.
"Kau menghawatirkan Rendy?"nada ketidak sukaan terdengar jelas dari pertanyaan Kevin, tidak ada satu pun laki-laki yg menyukai jika istri yg memikirkan pria lain.
"Berhenti cemburu mas"Kevin terkesiap mendengar amerra berkata sangat tegas kepada nya, biasa nya sang istri adalah gadis yg kalem,dan penurut,tapi lihatlah sekarang semenjak Rendy kembali sikap amerra seakan berubah 360°.
"Sayang"rengek Kevin kesal,bibir nya mengerucut seperti anak bebek yg sangat lucu.
"Mas!"amerra tidak menatap ke arah Kevin,ia masih memikirkan keadaan Rendy.
Satu malam berlalu,pagi ini Amerra telah di izin kan untuk kembali ke rumah,di mansion juga terdapat Nisa dan juga Rendy,laki laki yg tengah berusaha melupakan amerra melalui cara mengikhlaskan walaupun ini sulit.
"Selamat datang kembali"ucap mereka semua serempak, amerra berbinar bahagia mendapat kejutan yg tidak dia duga,terutama kehadiran Rendy.
"En"Kevin memutar bola mata nya malas mendengar yg di sapa pertama kali oleh amerra adalah Rendy,rasa cemburu semakin menjadi walaupun ia sadar bahwa amerra hanya milik nya.
"Selamat datang kembali me"Nisa menoleh begitu mendengar sahabat nya dengan tenang berujar,untuk beberapa detik tatapan ke dua sahabat kecil itu bertemu sebelum......
"Ehem"deheman seseorang menghancur kan semua nya,siapa lagi jika bukan sekertaris Wahyu,dengan cepat Nisa menoleh kan kepala nya ke arah sekertaris Wahyu,lalu mendengus pelan.
"Apa kah dia sedang cemburu nis"bisik Rendy di telinga Nisa, sementara yg di tanya hanya mengangkat bahu acuh.
"Kakak ipar ayo masuk!"ajak Erik,dia sedikit mendorong pelan tubuh kakak nya agar bergeser menggunakan jari telunjuk kekar nya,lalu dengan cepat kursi roda amerra di ambil alih.
Ruangan mansion memang tidak ada yg berubah,hanya saja di taman belakang yg terlihat sedikit berubah,sudah ada karpet khusus untuk piknik di sana,di atas nya tersedia berbagai macam jenis makanan dan juga cemilan.
__ADS_1
"Ren mau?"Nisa menawar kan satu cup pudding mangga kepada Rendy yg sedari tadi diam dan hanya menunduk.
"Terima kasih"jawab Rendy setelah mengambil alih cup pudding,dia beruntung ada Nisa di sisi nya,di mana gadis itu sangat mengetahui suasana hati nya yg tengah memburuk.
"Nona coba ini!"Erik menyerah kan sepotong cake coklat yg dari tampilan nya saja cukup menggugah selera,cake coklat ala chef tampan Erik narlando julliano.
"Emm,manis"begitu cake buatan Erik masuk ke mulut, satu hal yg terlintas di fikiran Nisa, coklat bisa mengubah mood yg buruk bukan.
"Ren!cicipi ini"begitu Rendy menoleh Nisa langsung memasuk kan satu potong kue coklat ke dalam mulut nya.
Jika Nisa sedang berusaha memperbaiki mood Rendy,maka beda dengan Kevin yg sedari tadi tak henti-henti nya menempel kepada amerra, ada saja tingkah dari CEO JL group itu yg membuat ibu hamil cantik ini risih bukan main.
"Mas geser ih"kesal amerra, berusaha menggeser kan kepala Kevin dari leher nya,tapi percuma kevin sama sekali tak bergeming.
"Sebentar saja sayang,mas rindu"amerra memutar bola mata nya malas,dia kesal bukan main setelah meninggal kan nya sendiri sewaktu dia di rumah sakit, sekarang malah bersikap manja kepada nya.
"Shutt"Kevin meletakan telunjuk nya di bibir amerra,memaksa bumil yg sedari tadi tak berhenti mengoceh itu terdiam.
"Ini untuk mu sayang"Kevin sengaja menyiapkan potongan buah kiwi langsung agar membuat kevin cemburu.
"Mas!"amerra berteriak kesal, mendadak mood nya hancur berantakan, bagaimana pun dia masih menghargai sosok Rendy sebagai orang yg mencintai nya, karena itu dia memilih untuk tidak bermesraan dengan Kevin.
"Ra sebenar nya kau kenapa sih!"balas Kevin kesal.
"Mas,Ra kan belum pulih"elak amerra,pada hal sebenar nya dia tak nyaman dengan keadaan seperti ini.
"Sayang"belum juga Kevin selesai bicara,Nisa dengan cepat menyela nya.
"Bisa kah tidak bermesraan di hadapan kami,ingat di sini mayoritas nya jomblo"sela Nisa santai.
"Nis"Nisa menoleh ke arah Rendy yg baru saja menyapa nya.
"Kapan kau pulang ke Korea?"tanya Rendy.
__ADS_1
"Entah lah mungkin dua bulan lagi,soal nya aku harus mengecheck butik yg ada di Swiss, Hungaria,cina, Selandia, Praha dan juga new Zealand"jawab Nisa,jadwal nya memang terlihat sibuk,namun entah kenapa gadis cantik itu sangat pintar dalam memeneg waktu.
"Memang nya kenapa en?"tanya amerra,ia tidak bisa menutupi keinginan nya untuk tau, terutama alasan Rendy yg mendadak menanyakan jadwal Nisa pulang ke Korea.
"Tidak ada,aku hanya akan ikut"Rendy sudah membulat kan tekad untuk meninggal kan Indonesia,dan mulai kehidupan baru di Korea Selatan bersama sang sahabat.
"Kau mau menghindari ku en?"lirih amerra pelan,netra nya sudah berkaca-kaca menandakan kesedihan yg amat mendalam, terutama ketika ia sadar telah menyakiti sosok yg di panggil nya en.
"Tidak bukan begitu me"Rendy berusaha bersikap tenang meskipun itu lah kenyataan nya"hanya saja,aku ingin mengurus restauran yg ada di sana"huh! Rendy bernafas lega setelah mendapat kan alasan yg tepat.
"Lagi pula kau tidak akan pergi sekarang kan ren?"tekan Nisa,mata nya mendelik ke arah Rendy pertanda mau tidak mau Rendy wajib meng-iya kan.
"Ah iya,aku hanya akan pergi jika Nisa juga pergi"jawab Rendy pelan.
"Ah,aku tau kau akan menurut,aku menyayangi mu Rendy"memang biasa terjadi bagi persahabatan mereka,saling menunjuk kan kasih saya seperti ini,namun sekarang tampak nya berbeda ada dua orang laki laki yg tengah memalingkan wajah cemburu.
"Ehem"tuan Estrank berdehem pelan,di lanjutkan dengan godaan yg di keluarkan oleh tuan Chen.
"Nisa ingat jangan terlalu dekat dengan Rendy,kau tidak lihat nak ada dua orang yg tengah cemburu di sini"goda tuan Chen, membuat mereka semua yg ada di sana menoleh ke arah sekertaris Wahyu dan juga Erik.
"Aku tidak cemburu,hanya Rendy kan?bukan Irfan Luqman atau Yusuf"elak Erik kesal, terutama ketika mereka semua terus saja menatap ke arah nya.
"Cih!dia tidak tau sedekat apa kita nis"ledek Rendy, kedekatan persahabatan antara Nisa dan Rendy memang sangat kuat,mungkin karena sejak kecil mereka telah bersama.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.
Sarange 💗💗
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
__ADS_1
Kamsahamida 🙏🙏🙏