
FOLLOW IG AUTHOR:Nis3263.
Happy reading.
Rumah sakit E.D.
Kevin tak henti henti nya melafas kan doa,berharap kondisi sang istri baik Baik saja berikut dengan bayi mereka.
"Bagaimana keadaan Ra?"kevin langsung menanya kan keadaan sang istri begitu dokter Edward Snowden keluar dari IGD.
"Beruntung kau membawa nya cepat,jika tidak aku tak yakin salah satu atau ke dua nya bisa di selamat kan"jelas dokter edward Snowden, mengingat kondisi amerra yg cukup parah membuat nya sebagai tim medis juga khawatir bukan main.
Mengingat yg tengah di kandung nya adalah anak dari sang sahabat,dan juga calon penerus julliano membuat ketakutan yg di dera oleh dokter Edward Snowden semakin menjadi.
"Astaghfirullah"istighfar Kevin,sumpah demi apapun ia tengah berada di fase paling menakut kan seumur hidup nya.
"Tenang lah, berkat kehendak yg kuasa kakak ipar baik baik saja,dia akan di pindah kan ke ruang rawat,sebentar lagi dia akan sadar"Edward Snowden menepuk pelan pundak Kevin,menyalur kan keyakinan bahwa semua akan baik baik saja.
Kini,ibu hamil cantik itu tengah terbaring di bankar rumah sakit dengan selang infus yg melekat di punggung tangan nya,amerra telah sadar beberapa menit yg lalu,tapi entah kenapa sejak sadar amerra terus merengek ingin jalan jalan keluar.
"Mas,Ra ingin keluar sebentar saja"bujuk amerra lagi,tapi tetap sama Kevin menggeleng kan kepala nya tegas pertanda menolak.
"Nak,kau belum benar-benar pulih,sebaik nya istirahat lah dulu"amerra hanya diam tak menjawab perkataan dari ayah kandung nya,entah kenapa hati nya selalu ingin membawa nya keluar.
"Mas Ra mohon,hanya sebentar"amerra tetap keukeh meminta,ia belum bisa tenang selagi ada perasaan yg mengganjal di hati nya.
"Ra"Kevin mendesah kesal melihat sang istri tetap keukeh ingin pergi keluar,akhir nya dengan syarat mengguna kan kursi roda Kevin berserta tuan xio woo Chen mengajak amerra berjalan jalan,baru saja sampai di lobby rumah sakit,amerra terhenti mendengar teriakan yg sangat tak asing bagi nya.
"Neng ame!"amerra menoleh,ternyata bibi tetangga nya yg tinggal tidak jauh dari rumah tuan Adi.
"Eh bibi, sedang apa di sini"jantung amerra berdetak tak karuan entah mengapa ia mulai Khawatir.
"Neng tidak tau,ayah nya Eneng kecelakaan,dan sekarang ayah nya Eneng tidak lagi bisa di selamat kan"
Jeder!
__ADS_1
Bak petir di siang bolong,tubuh amerra melemas,air mata nya mengalir tanpa batas,sakit nya luar biasa kehilangan.
"I-ini ti-tidak mungkin kan bi!"amerra berteriak berharap ini tidak mungkin tapi apa fakta nya adalah sang ayah meninggal.
"Ayah!!aku mau ayah!!"Amerra sudah bersiap turun dari kursi roda,sebelum Kevin kembali memaksa nya duduk dan melihat ke luar ambulans di sana terlihat beberapa tetangga tuan Adi,amerra tetap menggeleng tak percaya.
Dengan langkah pelan amerra mendekat berharap semua ini tidak nyata,tapi lihat lah itu memang wajah ayah nya yg sudah pucat pasi tak bernyawa.
"Ayah!!!!"
💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Kediaman tuan adi.
Bendera kuning telah bertengger indah di pagar,para tetangga juga telah berdatangan, seperti tidak ada semangat hidup amerra hanya memandang kosong ke arah jenazah sang ayah, sementara yg lain sibuk membaca Yasin.
"Sayang"Kevin memeluk erat tubuh amerra, percuma ibu hamil itu tak bergeming sedikit pun, hanya air mata yg terus mengalir tanpa henti.
"Ame"amerra menoleh, Aisyah juga datang bersama dengan kak Yusuf,berikut dua teman divisi nya mbak Ratna, Frans dan juga NiNo.
"A-aku in-ingin ay-ayah"dengan terbata-bata amerra berujar, setelah sekian lama tidak membuka suara akhir nya amerra berujar di peluk kan Aisyah.
"Hiks,,hiks,,amerra"semua orang menoleh ke arah seorang wanita cantik dengan pakaian serba hitam,Nisa.
Ya,begitu mendengar kabar kematian tuan Adi,Nisa yg sedang mengecheck butik di Australia langsung datang,mengingat kedekatan nya dengan tuan Adi tak di pungkiri gadis cantik ini juga merasa kan kesedihan Yg amat mendalam.
Yusuf yg melihat istri ke dua nya tengah terisak langsung mendekat dan mendekap nya erat,mengelus punggung Nisa yg ikut bergetar seiring dengan tangis nya.
"Tenang lah,ini sudah takdir tuhan"bukan nya tangis Nisa mereda malah semakin memilu kan berikut juga amerra.
Andai semalam ia tak kesakitan mungkin ia akan memaksa ayah nya untuk menginap,tapi lihat lah takdir tak berpihak pada nya,ayah nya kini tengah terbujur kaku berbalut kain kafan di hadapan nya.
Ameera mendekat ke arah jenazah sang ayah, meletakan bibir nya tepat di bagian telinga sang ayah lalu berujar"ayah, ame ikhlas,terima kasih telah membesar kan anak orang lain dengan segala kemampuan ayah,ayah tetap akan menjadi satu-satu nya ayah ame"bisik amerra lirih,air mata nya juga tak henti henti nya mengalir.
"Sayang"Kevin mengusap lembut punggung sang istri membuat nya tegar walau pun fakta nya sedikit pun tak berpengaruh.
__ADS_1
Amerra hanya diam tak menjawab,terlalu menyakit kan bagi nya melihat ayah nya terbujur kaku.
"Sebaik nya ayah segera di shalat kan"pinta amerra lirih,Kevin dapat melihat ketidak ikhlasan di mata Amerra,namun ia bisa apa?.
Setelah selesai di shalat kan,kini mereka semua bersiap mengantar kan sosok ayah yg baik bagi putri putri nya ke peristirahatan terakhir,karena jarak dari rumah ke pemakaman cukup jauh mereka memutus kan mengguna kan mobil.
"Nona Nisa,mau bersama saya"Nisa menoleh,mengulas senyum manis nya lalu menggangguk menerima tawaran sekertaris Wahyu.
Sementara Kevin di sopiri oleh body guard amerra yg memang ikut datang ke rumah duka,tentu ke dua body guard amerra mengenal baik tuan Adi,laki laki paruh baya yg di panggil ayah oleh sang nona muda.
Begitu sampai di pemakaman,semua proses telah di lakukan,dengan berusaha ikhlas dan tabah amerra melepas kepergian cinta pertama nya di balik gundukan tanah bertabur kembang,air mata nya sedari tadi tak berhenti menetes,dia terus memeluk papan kayu berukir nama Adi sang ayah.
"Ayah"Isak amerra pelan, ia terus menerus menolak di ajak pulang pada hal banyak yg sudah berusaha untuk mengajak nya untuk pulang,tapi percuma ibu hamil itu tetap keukeh tak ingin pulang.
"Ra ayo pulang"ajak Kevin pelan,ia mengelus lembut bahu amerra.
"Ame,pulang lah kasihan baby mu"kini tersisa Nisa dan sekertaris Wahyu beserta kevin,untuk Yusuf ia telah pamit di karena kan istri pertama nya menelfon.
"Ayo"akhir nya amerra mengangguk dengan cepat Kevin menggendong sang istri,ia tau bahwa sang istri tidak kuat untuk berdiri apa lagi berjalan.
Mobil milik sekertaris Wahyu mulai meninggal kan area pemakaman, meninggal kan kegamangan yg tersisa di hati amerra, sibuk meratapi nasib ke pergiaan sang ayah.
Begitu sampai di rumah,ada tuan Estrank,pak nun,Erik,dan tuan xio woo Chen yg masih berada di sana, melihat keadaan sang putri yg tidak baik baik saja membuat tuan xio woo Chen mendekat ke arah nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote
Sarange 💗💗
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
Kamsahamida 🙏🙏🙏
__ADS_1