
"dimana pun kau berada,di situ ada aku Ra,kau dan aku seperti satu jiwa yg tak terpisah kan.tahu kah kau kenapa tuhan memberi kan kita satu hati? sementara ginjal,paru paru,mata tangan dan kaki dua?karena satu nya ada di pasangan kita,sama seperti hati ku yg satu nya ada di diri mu"~kevin arlando julliano.
•••~happy reading~•••
Tak terasa perjalanan telah di tempuh oleh mereka semua,kini mereka sudah menapaki lantai bandara Soekarno Hatta.
Di sana sudah ada Erik dan juga tuan Estrank yg menunggu kepulangan mereka.
"Kakak ipar"Erik memekik senang melihat sang kakak ipar telah kembali dari Korea,ia ingin tahu tentang kabar Nisa karena itu ia ikut menjemput di Bandara.
Amerra yg sedari tadi sibuk berbicara dengan Kevin menoleh mendengar Erik memanggil nya, lalu melambaikan tangan di Sertai senyum lebar.
"Dad"amerra langsung memeluk tubuh sang ayah mertua,dua Minggu di Korea membuat nya Rindu kepada ayah kedua nya ini.
"Apa kabar nak?"tanya tuan Estrank.
"Alhamdulillah baik dad, Daddy apa kabar?"jawab amerra di selingi dengan pertanyaan,ia meneliti bahkan berputar-putar di sekitar tuan Estrank mencari apa kah sang Daddy mertua baik-baik saja.
Tuan Estrank tergelak pelan,ia lucu dengan tingkah sang menantu"Daddy baik-baik saja,oh ya Nisa apa kabar?"amerra menunjuk ke arah sekertaris Wahyu, pertanda dia yg harus menjawab.
"Nona Nisa baik-baik saja tuan besar"dengan hormat sekertaris Wahyu menjawab,beda dengan Erik yg langsung menatap ke arah sekertaris kakak nya tajam.
"Apa kau berduaan dengan Nisa ku hah!"Erik menarik kasar lengan sekertaris tampan itu agar mendekat pada nya.
"Apa yg kau lakukan dengan nya di sana hah!"tak ada bentakan,hanya penekanan hampir di setiap kata Erik berikan kepada sekertaris Wahyu.
Seringai tipis muncul di wajah sekertaris Wahyu"menurut anda,kami hanya mengakrab kan diri"
"Sial!kenapa kalian tak mengajak ku sih"Erik sibuk menggerutu, padahal ia sendiri yg bilang tak mau.sebelum nya Kevin sudah mengajak nya,tapi Erik bilang ia tak mau ikut dengan alasan belum siap.
"Salah sendiri"dengan santai dan wajah yg di buat imut amerra menyalah kan Erik.
__ADS_1
"Kakak ipar"sanggah Erik cepat,ia menyesal karena tak menuruti tawaran dari sang kakak.
Amerra hanya menggeleng,dengan cepat ia mengambil dua paper bag pemberian dari Nisa untuk sang adik ipar Erik.
Mendadak mata Erik berbinar melihat dua paper bag itu,dengan cepat ia merebut nya dari amerra,senyum penuh kebahagiaan muncul dari bibir nya.
"Itu dari Nisa"dengan pelan amerra berujar,untung sahabat nya mengingat oleh oleh untuk Erik,jika tidak bisa berantakan cerita nya.
"Dia menitip kan ini untuk ku?ah bahagia nya"Erik senyum senyum tak jelas semakin membuat semua orang yg ada di sana geli sendiri.
"Dad,dari Nisa"amerra teringat sang mertua,dengan cepat ia memberi kan paper bag oleh-oleh dari Nisa.
"Wah,dia tidak melupa kan Daddy rupa nya yah"tuan Estrank tak menyangka Nisa,gadis itu masih ingat dengan nyam
"Ayo!Wahyu ikut lah kami mengantar mereka ke rumah tuan Adi!"sekertaris Wahyu hanya mengangguk,ia tak pernah membantah perintah dari tuan nya.
Akhirnya iring-iringan mobil milik keluarga julliano meninggal kan parkiran Bandara Soekarno Hatta.
"Ayah amerra rindu"amerra memeluk tubuh sang ayah,sedari dulu ia memang sering di manja oleh tuan adi.
"Ya Allah putri ayah, bagaimana kabar nya sayang?"tuan Adi mengelus pelan rambut sang anak yg sangat di rindukan nya.
"Alhamdulillah yah baik,ayah tau ame jalan jalan loh di Korea"amerra menggandeng tangan sang ayah untuk masuk,di ikuti oleh tuan Estrank,Erik,dan sekertaris Wahyu.
Di meja sudah tersedia beberapa minuman dan juga cemilan untuk para tamu,sebelum nya tuan Adi sudah tau kehadiran mereka karena amerra menghubungi nya.
"Ame sayang, istirahat di kamar sana, pasti ame lelah kan? istirahat yah kasihan baby nya"amerra mengangguk, dengan cepat ia menarik tangan Kevin untuk mengikuti nya.
Setelah sampai di kamar,amerra langsung bersih-bersih,untung saja pakaian lama milik nya masih tersusun rapi di lemari.
Dengan setelan celana dan juga kaos berwarna putih,ia juga mengepang rambut nya menjadi dua.
__ADS_1
"Mas,mau bersih-bersih?"tawar amerra pada Kevin yg sibuk berbaring di ranjang,entah lah rasa nya ranjang amerra sangat lah nyaman untuk Kevin.
"Ra peluk"Kevin mendadak manja begitu melihat sang istri,dengan cepat amerra duduk di sebelah Kevin,membiar kan sang suami memeluk perut nya,jari jari lentik nya juga ikut mengelus rambut sang suami.
"Ra,aku mau mengatakan sebuah kalimat romantis boleh tidak?"Kevin masih sempat sempat nya bertanya, membuat ibu hamil cantik istri CEO itu menghela nafas pelan.
"Hm"singkat nya.
"dimana pun kau berada,di situ ada aku Ra,kau dan aku seperti satu jiwa yg tak terpisah kan.tahu kah kau kenapa tuhan memberi kan kita satu hati? sementara ginjal,paru paru,mata tangan dan kaki dua?karena satu nya ada di pasangan kita,sama seperti hati ku yg satu nya ada di diri mu"
Deg! perkataan Kevin berhasil membuat amerra membeku di tempat,Kevin berhasil membuat jantung nya kembali maraton.
Kata kata itu? ya,kata kata yg baru Kevin ucap kan terdengar amat tulus bagi Indra pendengaran amerra, amerra benar benar heran dengan hati nya.
Cukup!Kevin suami nya sudah kewajiban nya untuk mencintai Kevin bukan Rendy,yah en nya laki laki yg telah menghilang selama beberapa tahun ini.
"Ra"kevin menggoyang kan lengan amerra, berhasil!Kevin berhasil menyentak kesadaran nya kini.
"Mas belajar dari mana sih kata kata itu?"amerra bertanya dengan nada serius nya,ia benar benar heran dari mana sang suami mendapat kan kata kata bucin itu.
"Dari hati mas dong?"dengan bangga nya Kevin menunjuk ke arah dada nya yg masih terbalut kemeja,kancing kemeja nya pun sudah terbuka beberapa.
"Mas lama lama bucin nih sama Ra"Kevin tergelak, tapi tunggu bucin?apa itu bucin.
"Bucin?apa itu bucin sayang?"Kevin sibuk mengelus lembut perut amerra.
"Budak cinta"amerra sengaja menekan kan arti dari bucin itu,supaya Kevin sadar bahwa ia benar benar sudah bucin pada nya.
# assalamualaikum 🙏💗
author balik lagi yah guys 💗💗💗💗
__ADS_1
like, like, like, like, like, komen, komen, komen,and VOTE.