
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
recomended.
Tak terasa sudah dua hari berlalu, kehidupan Rendy hanya berada di sekitar Nisa, merawat sang sahabat masa kecil,menjalan kan amanah dari ke dua orang tua nya yg tengah berada di Palembang.
Sebisa mungkin Rendy berusaha untuk menghindari amerra maupun Kevin,dia tak ingin membuat rasa cinta nya berubah menjadi benci.
"Assalamualaikum"Rendy mendengus pelan,tentu dia tau suara siapa ini.
Tak lama terlihat amerra beserta Kevin datang, terlihat amerra membawa sebuket bunga mawar indah yg selalu tergeletak di atas nakas Nisa.
Untuk urusan butik, sekertaris Wahyu telah memberi kabar keluarga Kim.
Selama dua hari ini,tak sedikit pun Nisa membuka mata nya,mata yg selalu memberi kan amerra kekuatan dan ketegaran di waktu yg bersamaab, dengan pelan jari jemari lentik milik amerra mengusap lembut pipi sang sahabat.
"Assalamualaikum,aku datang,tak mau kah kau membuka mata mu sedikit saja untuk ku hem?"tanya amerra.
"Nis,aku merindukan mu"lirih amerra, berharap sahabat nya merespon namun nihil,tak sedikit pun Nisa merespon.
"Sudah selesai kan?silah kan kaluar pergi!"usir Rendy,netra nya memandang keluar jendela,dia sama sekali tidak ingin melihat amerra sedikit pun,dia khawatir rasa cinta itu masih tumbuh.
Mendengar perkataan Rendy yg mengusir nya tentu saja kevin tak terima,sikap arogan dan juga kejam nya yg sempat menghilang kini kembali timbul.
"Kau fikir kau siapa hah!"sentak Kevin kesal,mata nya menajam aura yg di miliki oleh nya pun semakin kelam, dia tak menyukai sikap Rendy akhir-akhir ini,sikap yg slalu berhasil memancing emosi Kevin.
"Mas sudah"melihat kondisi tidak terkendali,amerra memilih untuk mendekat lalu mengelus pelan lengan kekar Kevin, berusaha untuk meredam kemarahan Kevin namun percuma,tampak nya emosi Kevin sudah di ujung.
"Aku tidak menyukai sifat nya!dia fikir dia siapa hah!"teriak Kevin semakin menjadi, urat-urat leher kevin menonjol efek kemarahan yg di miliki nya tak terbendung.
"Kenapa kau selalu memancing emosi ku!"Kevin menarik kerah baju Rendy kasar,tubuh nya dan Rendy kini tak berjarak sedikit pun.
__ADS_1
"Memancing?bukan kah kau memang tempramental!"teriak Rendy keras,dia memsng sengaja memancing kemarahan Rendy.
"Kau!"bugh!
Satu tujuan melayang indah di wajah tampan milik Rendy, tampak nya baku hantam tidak bisa di elak.
"Eugh"sebelum baku hantam terjadi, terdengar lenguhan pelan dari ranjang,dengan sangat pelan Nisa mulai mengerjap kan mata nya.
Semua orang refleks menoleh ke arah ranjang, Mereka semua melihat Nisa mulai sadar, satu hal yg menjadi fokus Nisa sekarang sudut bibir Rendy yg tampak berdarah dan juga lebam.
"Nisa kau sudah sadar?"tanya amerra,Nisa hanya mengangguk pelan sembari perlahan melepas kan alat bantu pernapasan nya agar lebih leluasa untuk berbicara.
"Tinggal kan aku dan Rendy"mendengar Nisa sendiri yg meminta, membuat amerra dengan cepat menarik lengan Kevin keluar, begitu berada di luar ruangan amerra langsung mengomel tidak jelas.
"Mas apa-apaan sih!"amerra sibuk menggerutu,lalu memukuli lengan kekar Kevin, amerra benar-benar tidak habis Fikir dengan sikap kekanakan.
"Ra,kau tidak bisa memarahi ku begitu saja,ini semua salah Rendy,dia yg mulai duluan"elak Kevin,andai saja Rendy tak memancing emosi nya lebih dulu, sekarang mungkin dia tidak akan berada di posisi ini,di omeli oleh ibu hamil yg berstatus sebagai istri nya.
"Mas!kalian berdua sama-sama salah"amerra masih saja sibuk menyalah kan Kevin"mas seharus nya faham,en masih marah pada ku"mendadak suara amerra memelan, di ikuti dengan mata yg mulai berkaca-kaca.
Dia tidak ingin sang istri merasa bersalah karena telah memilih nya,Kevin meyakini bahwa segala hal di dukung dengan keputusan.
"Ra,semua akan baik-baik saja"Kevin mengelus lembut pipi amerra,lalu menghadiahi kecupan manis di bibir sang istri,untung lah di dakam lift Hanya ada mereka berdua.
"Mas"rengek amerra kesal,Kevin tak mengerti perasaan nya sedikit pun.
Ting!
Terdengar dentingan lift pertanda berhenti,baru saja mereka berdua Hendak melangkah di depan sudah berada sekertaris Wahyu yg membawa kan sebuket bunga mawar merah.
"Wahyu?"Kevin mengeryit bingung melihat kehadiran sekertaris nya,ah tak lama dia mulai mengerti alasan kedatangan sekertaris Wahyu.
"Selamat pagi tuan dan nona muda!"sapa sekertaris Wahyu sembari membungkuk hormat,sebenar nya dia kikuk saat harus menyapa mereka, tapi sebisa mungkin sekertaris Wahyu memasang wajah datar.
"Cih!apa kau mau mengunjungi kekasih mu?"ledek Kevin, sekarang hobi baru nya adalah meledek sekertaris Wahyu, bagaimana bisa dengan tampang nya yg datar itu dia bisa mengejar seorang gadis.
__ADS_1
"Saya habya ingin menjenguk nona Nisa tuan"jawab sekertaris Wahyu kikuk, berhadapan dengan tuan muda seperti Kevin yg selalu berargumen sesuka hati memang menyulit kan.
"Baik lah terserah kau saja,dan ya aku lupa satu hal,kau harus berhati hati sahabat nya yg super posesif itu sedang memasang alarm siaga"setelah berujar Kevin langsung menarik amerra menjauh,meninggal kan sekertaris Wahyu yg mengangkat bahu acuh.
"Mas,kenapa berkata seperti itu pada sekertaris Wahyu"amerra berkata dengan kesal,bukan nya menjawab dengan serius Kevin malah balik menggoda nya.
"Kenapa?tidak mungkin kan mas mengatakan mas mencintai mu"Kevin menggesek kan hidung mancung nya ke hidung mancung amerra,jadi lah hidung ke dua nya saling bergesekan,di ikuti tawa kecil yg keluar dari bibir tipis amerra.
"Ah mas hentikan"amerra segera menjauh kan wajah nya dari jangkauan Kevin,lalu segera berlalu dari sana.
"Sayang,tega ya ninggalin mas"kevin mendadak berubah menjadi manja,jiwa manja yg dulu ingin ia tunjuk kan kepada sang mommy,kini di tunjuk kan kepada sang istri.
"Mas buruan!Ra lapar"amerra mengerucut kan bibir nya lucu saat dia sudah ada di depan mobil, sementara Kevin hanya berjalan santai tanpa memperduli kan gerutuan sang istri.
"Iya iya sabar sayang"sebelum memasuki mobil,Kevin menyempat kan diri mengecup lembut bibir amerra, membuat ibu hamil itu mendengus kesal suami nya memang tidak tau malu.
Setelah amerra dan Kevin memasuki mobil, mereka berdua mulai mencari restauran,biasa lah ibu hamil selalu merengek tanpa henti.
Untung saja Kevin adalah perfect husband dengan segala kesempurnaan dan kesabaran di atas rata-rata,banyak orang yg pasti akan sangat mengingin kan untuk berada di sebelah laki-laki itu.
WANITA AKAN MENJADI RATU DI TANGAN LAKI-LAKI YG TEPAT.
kata kata itu memang benar,entah di dunia halu atau di dunia asli,tuhan telah memberi kan sosok laki-laki seperti Kevin mungkin 1:1000,menjadi kan sosok amerra paling beruntung.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys.
Like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like, like'like komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote.
Sarange 💗💗
I love you all para readers kesayangan author bidadari ayah
Kamsahamida 🙏🙏🙏
__ADS_1