
"aku memang bukan cinta pertama mu tapi,ku pastikan aku yg menjadi terakhir"(Kevin Arlando Julliano)
•••~happy reading~•••
Karna hari sudah larut mereka memutuskan untuk kembali ke rumah Nisa.
Begitu sampai di rumah Nisa, semua orang masuk ke kamar masing masing termasuk Kevin dan amerra.
"Hugh,,udara nya benar benar dingin"amerra masih sibuk menggerutu di balik selimut berwarna grey.
"Ck, kata nya kau ingin tinggal di sini Ra?"Kevin yg sibuk menutup gorden menyahut ucapan sang istri.
"Ya Allah mas ih!"amerra langsung cemberut lalu membalik kan tubuh nya membelakangi Kevin, sementara sang suami masih sibuk tergelak.
Bagi Kevin sikap amerra yg terkadang manja dan mengesalkan adalah hiburan tersendiri baginya, pemberi warna pada dunia nya yg masih abu abu.
"Ra,besok kita jalan jalan lagi mau yah"bujuk kevin pelan, biasa nya sang istri akan Sangat mudah untuk di bujuk.
"Baiklah"Jawab amerra pelan,kini dia sudah menghadap ke arah sang suami,dengan berbantal kan lengan kekar Kevin.
"Kau baik baik saja Ra?"Kevin Menyelipkan rambut amerra yg berantakan,ia khawatir begitu melihat banyak nya pernyataan bahwa proses persalinan amat menyakitkan.
Amerra tergelak,ia yakin bahwa ini ada sangkut pautnya dengan proses persalinan nya nanti.
"Mas jangan takut,aku lebih kuat dari yg mas bayang kan"bohong jika amerra tak takut,ia sangat takut.namun,amerra tak ingin sang suami juga ikut khawatir, karena hanya Kevin yg bisa menyemangati nya.
Kevin dapat melihat ketakutan yg coba di sembunyikan oleh amerra,dengan Pelan Kevin menggengam tangan sang istri menyalur kan kekuatan.
"Aku akan selalu ada di sebelah mu,tak peduli jika suatu saat nanti Rendy akan mengambil posisi ku"Kevin bertekad mempertahankan posisi nya walau bukan di hati amerra, setidak nya ia sudah berusaha walaupun hasil nya akan mengkhianati usaha.
Wanita di hadapan nya mengangguk, mengerat kan genggaman tangan nya pada Kevin.
"Selama kau ada bersama ku,aku tak perduli mas"lirih nya pelan, walaupun nanti ia harus meregang nyawa ketika melahirkan, setidak nya ia tak perlu khawatir,anak nya akan baik baik saja bersama ayah nya.
"Ra"Kevin buru buru menyela begitu mendengar nada keputusasaan dari nada bicara sang istri.
"Tak apa, setidak nya jika nanti aku pergi"amerra menghela nafas sesak rasa nya,tangan lembut itu mengelus perut buncitnya"anak ku aman bersama mu"luruh sudah air mata amerra,ia juga seorang ibu tapi firasat nya.
Dengan cepat Kevin menarik amerra kepeluk kan nya, berusaha meredam tangis sang istri yg menguar hebat.
"Kau yakin pada Allah kan?Allah tak kan membiarkan mu pergi dari ku"Dengan lantang Kevin berujar,nada penuh keyakinan ia lantunkan berharap sang istri yakin.
"Aku yakin"
"Kau tahu Ra,kau cinta pertama ku,aku akan berusaha untuk selalu menjaga mu sebisa ku"Kevin tetap keukehRa nya akan baik baik saja.
"Untuk mu aku akan baik-baik saja"amerra membalas perkataan sang suami dengan kata kata yg tak kalah serius nya.
__ADS_1
Beda cara beda cerita berikut cerita sekertaris Wahyu dan Nisa.
Gadis cantik dengan jilbab instan berwarna hitam itu tengah menikmati coklat hangat di depan jendela ruang tamu,netra nya sibuk menatap ke arah butiran salju.
"Sedang apa anda nona?"pertanyaan sekertaris Wahyu berhasil membuyarkan lamunan gadis itu.
"Menikmati malam"Nisa menjawab sembari meminum coklat hangat nya.
"Anda tak ingin kembali?"Nisa hanya menggeleng sebagai Jawaban, membuat sekertaris Wahyu lagi lagi menghela nafas panjang.
"Anda bisa membuka butik sendiri"sebenarnya itu bukan saran melainkan bujukan agar gadis di hadapan nya mau kembali ke Indonesia.
"Memulai karir di sini bukan lah hal yg mudah tuan,aku memulai nya dari awal.dan ku rasa anda tahu seberapa sulit nya meniti karir dari titik terendah,tak semudah itu meninggal kan nya"Nisa menghela nafas,ia tak yakin bisa meninggalkan karir yg ia bangun.
Melihat gadis di hadapan nya tetap fokus pada jendela, membuat sekertaris Wahyu langsung beranjak dan bersandar di depan jendela.
"Minggir ih!"kesal Nisa ketika sekertaris Wahyu menghalau pandangan nya keluar jendela.
"Anda tahu nona,Erik mengkhawatirkan anda,bohong jika saya juga tak mengkhawatirkan anda bisakah anda kembali?"sekertaris Wahyu berkata dengan nada serius.
"Entahlah"Nisa menjawab dengan acuh.
"Nona,saya akan menunggu kembali nya anda"sekertaris Wahyu berharap gadis di hadapan nya ini mau kembali.
Waktu perlahan berlalu,jam sudah menunjukkan pukul 07:09 tapi sepasang suami istri yg berada di kamar tak kunjung keluar.
Ketika masih asyik berkelana di dunia mimpi,Kevin di bangun kan oleh suara ketukan pintu yg amat keras,dan pagi pagi ia sudah di sajikan dengan pekikan wanita yg sangat menyebalkan.
"Ame!bangun!"terdengar dari balik pintu Nisa berteriak, membuat Kevin buru buru mengumpulkan kesadaran nya lalu turun menemui sang empu rumah.
Srek!
Kevin membuka pintu, setelah di buka ia melihat Nisa berdiri sudah rapih dengan dress biru Dongker panjang di bawah lutut, dengan jeans hitam jangan lupakan jilbab hitam nya.
"Kalian belum bangun?"Nisa terperangah takjub melihat kedua manusia ini belum bangun.
"Masih pagi"singkat padat dan jelas, walaupun hari sudah hampir Siang bagi Kevin Sultan mah bebas.
"07:10,bangun lalu sarapan!kami menanti"setelah mengatakan nya, Nisa langsung turun.
"Ra,bangun yuk"Kevin menepuk pelan pipi chubby sang istri,tampak amerra menggeliat tak nyaman karena terusik.
"Ughh"amerra melenguh pelan"jam berapa mas?"setelah mengumpulkan kesadaran nya amerra duduk dan bersandar di dada sang suami.
"Tujuh lewat"bola mata amerra melebar begitu mendengar jawaban dari sang suami,tak biasa nya ia bangun kesiangan.
Dengan langkah cepat,amerra masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, meninggal kan sang suami yg terdiam di tempat.
__ADS_1
"Ra kau sedang apa di dalam"ide jahil Tiba tiba terlintas di otak Kevin untuk mengerjai sang istri.
"Makan! ya mandi lah"terdengar teriakan nyaring dari sang istri.
"Sayang aku ikut"Kevin merengek dengan nada yg amat manja dan di buat buat.
Kevin dan amerra memang tak pernah melakukan hubungan suami-istri kecuali Malam tragedi,ia masih menghormati keinginan sang istri.
"Dasar mesum!!"kali ini bukan terikan namun pekikan,Kevin yg mendengar langsung terkekeh.
Kurang lebih 15 menit amerra keluar dengan kimono handuk,dengan wajah kesal amerra melewati sang suami yg sibuk terbahak.
Setelah selesai berpakaian,Kevin menatap ke arah sang istri yg sibuk menyisir rambut nya.
Dengan cepat Kevin mengambil nya, lalu menyisir rambut sebahu milik amerra.
"Kau cantik dengan rambut pendek Ra"Kevin sengaja memuji sang istri agar amerra tak marah pada nya gara gara godaan tadi.
"Memang nya Ra tak cantik dengan rambut panjang!"amerra berkaca-kaca, perasaan nya tergores ketika Kevin mengatakan ia cantik dengan rambut pendek.
Kevin kelabakan ia tahu amerra sedang hamil,karena itu mood nya mudah berubah ubah.
"Ra ku cantik dengan rambut apapun"Kevin mengelus kepala sang istri dengan lembut agar amerra berhenti marah pada nya.
Setelah selesai,kedua pasangan itu langsung turun bak model papan atas bagaimana tidak? mereka serempak memakai warna hitam, amerra memakai dress hitam lengan panjang selutut, menenteng mantel abu abu, sementara Kevin memakai kemeja hitam serta celana abu abu,tangan kiri nya menenteng mantel hitam.
Baru saja turun,mereka sudah di suguhkan perdebatan antara sekertaris Wahyu dan juga Nisa.
"Anda bisa bersabar nona?"sekertaris Wahyu di buat kesal,kala sang nyonya rumah tak henti hentinya menggerutu karena sarapan nya tertunda.
"Tuan!saya masih banyak perkerjaan"walaupun sudah lembur hingga pukul 02:00 malam perkerjaan nya tak sudah sudah.
"Saya juga"sekertaris Wahyu menjawab dengan santai.
"Bisakah tak perlu berdebat?"amerra datang menengahi perdebatan un faedah kedua orang di meja makan.
"Dia yg mulai"Nisa tak mau kalah,dengan santai nya ia menunjuk sekertaris Wahyu padahal dia yg memulai duluan.
"Jika kalian tak bisa diam,aku nikahan sekarang juga!"ancam amerra, namun percuma kedua orang di hadapan nya bukan sosok yg mudah di ancam.
"Aku sudah menikah"lagi dan lagi itu menjadi senjata telak.
#assalamualalikum guys 💗💗💗💗
bismillahirrahmanirrahim 🙏🙏🙏 author cantik rajin up.
like like like like like like like like komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote
__ADS_1