
"Oh, Nyonya Hill, bagaimana kabar Kevin sekarang? Apa kodisinya sudah stabil di sana?" Tanya Stanly.
"Maksud anda?" Paula bertanya balik, keningnya berkerut.
"Apa keadaan Kevin sudah membaik dari sebelumnya?" Tanya Stanly lagi.
"Tunggu-tunggu, kenapa anda bertanya pada saya, bukankah seharusnya anda yang lebih tau bagaimana keadaan putra saya karena anda yang merawatnya di sini?" Ujar Paula kebingungan.
"Pau- emh,,, nyanya Hill, sebaiknya ikut aku, ada yang harus aku bicarakan sebentar!" Potong Joshep menarik lengan Paula agar menjauh dari Stanly yang tak kalah bingung seperti yang di rasakan Paula.
"Tunggu, apa maksud ini semua, apa yang ingin kamu bicarakan? Aku ingin bertemu Kevin, aku ingin bertemu putra ku, lepaskan aku!" ronta Paula menolak untuk di ajak pergi oleh Joshep.
Namun sepertinya Joshep tak ingin melepaskan genggamannya, dia juga tidak ingin mendengar rengekan Paula, tidak peduli banyak orang menonton nya, Joshep terus menyeret Paula menuju lorong rumah sakit yang agak sepi.
"Paula, tenangkan diri mu, dengarkan penjelasan ku dulu!" kata Joshep.
"Tidak, aku ingin bertemu Kevin, aku ingin bertemu putra ku, kenapa kamu melarangnya? Kenapa kamu menghalang-halangi ku? Apa yang terjadi? menyingkirlah aku ingin bertemun putra ku!"
__ADS_1
Paula mendorong tubuh Joshep sehingga pria berperawakan tinggi itu terjengkang beberapa langkah ke belakang akibat dia yang kurang waspada dan tidak menyangka jika Paula akan mendorongnya.
Satu hal yang Joshep mungkin tidak tahu, jika seorang ibu akan berubah menjadi harimau sangat kuat dan menakutkan jika itu berhubungan dengan anaknya, sehingga saat itu Joshep pun tidak kuasa menahan dorongan tangan Paula yang kini sudah lari menjauh, sepertinya dia menuju ke kamar rawat Kevin.
Joshep berjalan gontai menyusul Paula, dia tidak berusaha mengejar atau mempercepat langkahnya untuk mengejar Paula, wajahnya kini terlihat pucat dan cemas.
"Kevin!" Teriak Paula saat dia membuka pintu ruang rawat Kevin di mana biasanya dia temui.
Seorang wanita setengah baya yang berada di ruangan itu menengok ke arahnya, dan menatapnya dengan bingung.
"Siapa anda?"
"Maaf nyonya, tapi ini ruang rawat cucu saya, mungkin anda salah masuk kamar." Ujar wanita itu sambil menunjuk bocah perempuan yangvterlihat ketakutan karena mendengar keributan yang di lakukan oleh Paula di ruangan itu.
Paula memutarkan pandangannya ke seluruh ruangan, lantas berlari ke luar melihat papan yang tertempel di pintu, dia tidak salah masuk ruangan, tulisan di sana jelas-jelas adalah ruangan tempat Kevin dimana di rawat sebelumnya.
"Bu, ini jelas-jelas ruang rawat putra ku, dimana Kevin? Dimana anak ku? Kenapa anda menyerobot ruang rawat anak ku? Anak ku sudah membayar biaya rumah sakit, ada apa ini sebenarnya!" teriak Paula semakin menggila karena merangira jika kevin di pindahkan dari ruang rawatnya dan di gantikan oleh pasien lain kerena terkait masalah administrasi.
__ADS_1
"Sa-saya tidak tau apa-apa bu, saya menunggui cucu saya yang baru masuk pagi ini di sini." kata Wanita setengah baya itu ketakuta sambil memeluk bocah perempuan yang kini menangis karena ikut ketakutan melihat neneknya seperti sedang di marahi dan di bentak-bentak oleh Paula.
"Ada apa ini? Kenapa anda membuat keributan di rumah sakit dan mengganggu pasien-pasien yang sedang beristirahat?" Tanya seorang perawat yang sedang melewat di sana dan bergegas masuk ke ruangan itu karena mendengar keributan dari dalam kamar rawat.
"I-ibu ini mencari putranya yang katanya di rawat di sini, tapi saya tidak tahu dengan hal itu." Terang wanita setengah baya itu menenrangkan.
"Suster, bukankah anda suster yang biasa menjaga Kevin, dimana anak ku? Kenapa Kevin tidak berada di sini? Atau jangan jangan?"
Paula berlari ke ruang gawat darurat, dia mengira jika Kevin kembali drop dan kini berada di ruang intensif lagi.
Paula sibuk melihat ranjang demi ranjang di ruangan gawat darurat itu, namun dia tidak menemukan Kevin di sana.
"Maaf, siapa yang sedang anda cari?" Tanya seorang perawat jaga.
"Kevin, Kevin Hill putra ku, apa dia di sini?" Tanya Paula dengan panik.
"Kevin Hill? Nyonya bukankah putra anda sudah di pindahkan ke rumah sakit kota tadi pagi karena keadaannya drop dan rumah sakit ini tidak mampu menangani putra anda," terang perawat itu yang justru malah kebingungan karena ternyata Paula sebagai ibunya tidak tahu tentang kondisi dan keberadaan putranya.
__ADS_1
"Apa? Kevin drop? Dan dia tidak berada di rumah sakit ini?" Teriak Paula histeris, tak peduli jika dirinya kini sedang berada di rumah sakit, kabar yang perawat itu sampaikan padanya bagai kilatan petir yang menyambar tubuhnya, seketika matanya gelap dan dadanya terasa sesak seperti terhimpit batu yang sangat besar.
Ibu macam apa dirinya yang bahkan tidak tau kondisi anaknya, tidak tau jika ananya drop dan sudah di pindah ke rumah sakit yang entah di mana, pikirannya kacau dan dunia seperti berhenti berputar saat itu untuk Paula.