BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM
Sebuah tawaran


__ADS_3

Dengan menjual cerita sedih palsu di media mengenai dirinya yang di tinggalkan putranya dan tidak di perbolehkan untuk menengok cucunya, pamor Frans yang mencalonkan diri dalam pemilihan walikota menjadi sangat naik dan melejit.


Banyak masyarakat yang simpati kepadanya dan menjagokan Frans sebagai calon walikota terpilih, membuat Mark yang juga menjadi salah satu kandidat yang mencalonkan diri untuk maju menjadi wali kota juga merasa geram, dia sudah menghabiskan banyak uang untuk kampanye dan sogok sana sini tapi malah harus kalah pamor oleh mantan karyawannya plus calon besan yang batal karena pernikahan putra putri mereka yang akhirnya gagal merasa semakin marah dan membenci Frans.


Jujur saja, keikut sertaannya kali ini dalam pencalonan wali kota juga karena dia ingin mengalahkan Frans, dan membuat Frans yang sangat terobsesi dan percaya diri akan berhasil melenggang menjadi walikota itu merasakan kegagalan, malu dan kecewa seperti apa yang di rasakan putrinya dan juga seluruh keluarga besarnya yang di permalukan oleh Joshep yang notabene adalah anak Frans.


Mark mengangkat sebelah alisnya saat dia tidak sengaja melihat Frans sedang berbicara dengan dokter Alex di sebuah kedai kopi kecil di pinggiran kota saat dia sedang meninjau salah satu lokasi yang akan di bangun rumah sakit olehnya.


"Benar tuan, itu dokter Alex, salah satu dokter senior Permata." jawab asistennya.


Mark tiba-tiba merasa tergelitik untuk mencari tahu mengenai kedekatan Frans dengan salah satu staf rumah sakit miliknya itu, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat Frans sedekat itu dengan Alex.


**


Mark merasa sedikit terkejut saat dua hari kemudian tiba-tiba sekretarisnya mengatakan jika Dokter Alex ingin menemui dirinya.

__ADS_1


Alis Mark beradu dengan kening yang berkerut, "Alex?" gumamnya dengan nada seperti bertanya namun yang di tanya adalah dirinya sendiri.


"Suruh dia masuk!" jawab Mark.


Jujur saja, setelah dia tau jika ternyata Alex terlihat dekat dengan Frans, dia menjadi tertarik untuk mengetahui apa alasan dia menemui dirinya.


"Selamat siang, Tuan Mark!" sapa Alex dengan senyum penuh arti.


"Kau, bukankah kau salah satu dokter senior di Permata yang kini juga menjadi kepala penanggung jawab bagian farmasi?" tanya Mark pura-pura tidak begitu mengetahuinya.


"What? Apa kau tidak salah bicara? Kau yang datang meminta bertemu dengan ku, lantas mengapa kau bertanya seperti itu? Seolah-olah aku yang memerlukan mu dan menyuruh mu untuk datang ke sini? Kau sungguh aneh!" kata Mark dengan tatapan yang mulai tidak suka pada Alex yang di anggapnya terlalu banyak intrik dan wajahnya penuh dengan kelicikan.


"Apa anda yakin tidak memerlukan apapun dari saya Tuan?" tanya Alex lagi dengan senyum penuh misterius.


"Hey,,, kau buang-buang waktu ku saja, jika kau tidak ada keperluan dengan ku, silahkan pergi, banyak hal yang harus aku urus selain mengurusi orang gila seperti mu!" umpat Mark kehilangan kesabarannya.

__ADS_1


"Bukankah sudah dua hari ini anda menyuruh anak buah anda untuk mengikuti dan mengamati gerak-gerik saya, jadi saya berinisiatif untuk datang ke sini agar anda bisa menanyakan langsung pada saya jika ada hal yang ingin anda ketahui dari saya, dari pada anda bersusah payah menyuruh seseorng untuk mengintai saya." Ujar Alex membuat Mark merasa terperangah lagi untuk kesekian kalinya karena ternyata Alex tidak sesederhana yang dia pikirkan, dokter itu ternyata bahkan tau jika dirinya mengutus seseorang untuk mengamati gerak geriknya dua hari terakhir ini.


"Nyali mu boleh juga ternyata, bagaimana kau bisa menyimpulkan jika orang yang mengikuti mu adalah orang suruhan ku, aku bisa saja melaporkan mu karena menuduh ku tanpa bukti, selain bisa kehilangan pekerjaan, kau juga bisa di hukum atas tuduhan mu itu. Lagi pula,,, aku tidak membutuhkan informasi apapun dari mu, kau tidak enting, untuk apa aku menyuruh orang untuk mengikuti mu." kelit Mark sembari membubuhkan ancaman.


"Baiklah, saya minta maaf jika ternyata saya sudah salah menduga. Tapi--- bagaimana jika saya ingin memberikan informasi penting mengenai dokter Frans? Apa anda masih tidak tertarik untuk mengetahuinya?" senyum licik Alex lagi-lagi tersungging dengan menyebalkan di mata Mark.


"Apa yang kau tau tentang Frans?" tantang Mark.


Kali ini Mark tidak dapat berkelit lagi, bukan saatnya main tarik ulur dengan orang se-licik Alex, dia hanya harus mengikuti permainan Alex, karena dia yakin jika hal ini pasti akan menguntungkannya.


"Banyak sekali, banyak hal yang saya tahu mengenai dokter Frans, yang mungkin akan menguntungkan anda." jawab Alex.


"Apa yang kau inginkan sebagai bayaran informasi mu?" mata Mark menatap tajam ke arah Alex yang seakan berbinar-binar saat tahu Mark membuka penawaran untuknya.


"Menjadi direktur Permata!" jawab Alex dengan entengnya menyampaikan apa yang selama ini di inginnkannya dan belum dia dapatkan karena Frans hanya menjual janji saja padanya.

__ADS_1


"Apa aku tidak salah dengar? Direktur Permata? Informasi apa yang kau punya sampai kau berani minta bayaran sebesar itu?" Mark tertawa mengejek.


"Informasi yang sangat besar dan membuat anda puas dan bisa membalaskan semua dendam dan kebencian anda padanya." ujar Alex.


__ADS_2