BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM
Artis dadakan


__ADS_3

Hari ini Kevin sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit dan kontrol setiap beberapa hari sekali setelahnya, hati Paula dan juga Joshep tentu saja sangat bahagia, bisa berkumpul bertiga merupakan keinginan terbesarnya, terlebih kini mereka sudah sepakat untuk melupakan masa lalu lantas memulai hidup baru yang lebih tenang dan bahagia, Joshep bahkan sudah merencanakan jika Kevin sudah benar-benar sembuh dia akan membawa anak dan istrinya itu pindah jauh dari kota yang menyimpan banyak kenangan buruk untuk dirinya dan juga istrinya itu.


Saat itu Paula yang sedang mendorong Kevin yang duduk di kursi roda karena belum boleh berjalan jauh, tiba-tiba di hadang oleh beberapa orang wartawan saat mereka berada di depan loby rumah sakit saat mereka menunggu Joshep yang sedang mengambil mobil di parkiran.


Paula juga berusaha menutupi wajah Kevin yang tiba-tiba di foto oleh beberapa wartawan yang berkerumun seakan menghalangi jalan mereka.


"Kevin, lihat sini! Apakah ini Kevin yang sedang ramai di bicarakan oleh tuan Frans di media saat ini?" ujar salah satu wartawan.


"Permisi, tolong jangan ganggu putra ku, tolong tinggalkan kami!" ujar Paula sambil tetap menghalangi putranya dari sorot kamera, sungguh dia tidak mengira jika dirinya dan Kevin akan menjadi artis dadakan saat ini.


"Oh, ini rupanya Paula Thompson, wanita yang sudah menggagalkan pertunangan dokter Joshep dan jona Bella, ternyata wajahnya biasa saja, todak secantik nona Bella!" timpal salah satu wartawan wanita yang juga berada di kerumunan itu.

__ADS_1


"Nona, emh, nyonya, apa benar anda menggunakan anak ini untuk menggagalkan pertunangan doktet Joshep dengan Nona Bella? Bukankah anda sesama perempua., bagaimana anda bisa berbuat se kejam itu? Padahal saat itu andalah yang meninggalkan dokter Joshep lima tahun yang lalu, apa yang anda inginkan saat ini? Mengapa anda menghancurkan karier dokter Joshep dengan melarangnya bekerja di rumah sakit ini hanya karena rumah sakit Permata milik keluarga besar nona Bella?" pertanyaan para wartawan itu terus memberondong Paula tanpa henti, bahkan beberapa di antara mereka menyampaikan pertanyaan yang sunghug tidak enak di dengar, dan tidak peduli jika saat ini ada seorang anak kecil yang juga sedang ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


Terlebih saat ini Kevin juga masih dalam masa pemulihan dan tidak boleh terlalu lelah, namun para wartawan itu seakan tidak mau peduli dengan semua keadaan itu.


"Jadi dia, pelakor itu? Wanita selingkuhan dokter Joshep itu??


"Dasar wanita tidak punya hati, spesialis pemisah ayah dan anaknya, setelah dia memisahkan anaknya dengan dokter Joshep yang merupakan ayahnya, memisahkan dokter Joshep dari ayahnya juga, dan kini memisahkan kakek dari cucunya, ishhhh,,,, amit-amit,,,!"


Sontak saja kerumunan yang para wartawan buat di depan loby rumah sakit itu menarik perhatian para pengunjung rumah sakit, mereka mengemukakan pendapat dan asumsi mereka dengan seenaknya, bahkan cacian itu di ungkapkan di hadapan Paula secara langsung.


Dia bahkan terlihat sangat marah saat mendengar ucapan-ucapan sadis orang-orang dan pertanyaan-pertanyaan pedas wartawan yang di layangkan pada istrinya, belum lagi bagaimana sibuknya Paula melindungi Kevin seorang diri.

__ADS_1


Para wartawan itu langsung menjauh dari Paula dan Kevin saat mendengar ancaman dari Joshep yang terdengar sangat marah dan berapi-api.


"Apa anda lupa siapa yang menjadikan anda seorang dokter hebat? Apa anda buta memilih wanita jahat ini dan meninggalkan nona Bella yang jelas-jelas sangat mencintai anda dan tuan Mark bahkan rela memberikan rumah sakit ini untuk anda?" seorang wartawan memberanikan diri mengatakan semua itu di hadapan Joshep secara langsung.


"Setidaknya kasihanilah orangtua anda, mereka hanya ingin bermain dengan cucunya di masa tua mereka, anda telah di cuci otak oleh wanita itu rupanya!" timpal satu orang yang lainnya seperti tergerak untuk ikut mengomentari Joshep juga.


Mendengar semua itu, wajah Joshep memerah dengan rahang yang menegang, matanya terbelalak denga pandangan yang tajam mengarah pada sekumpulan wartawan yang entah dari mana datangnya dan entah apa maksud dari kata-kata menyakitkan dan juga menyudutkan mereka pada dirinya dan juga Paula saat ini.


"Apa maksud kalian mengatakan semua itu? Kalian tidak pernah tau apa yang terjadi dalam hidup ku, jadi jangan pernah mengomentari hidup ku dengan pemikiran-pemikiran liar kalian, aku akan memproses perbuatan kalian semua saat ini, tunggu saja, kalian telah memfitnah aku dan juga istri ku!" marah Joshep.


"Kami tidak memfitnah kalian, semua yang kami katakan sebagai reaksi atas cerita dokter Frans yang telah menceritakan tentang kisah beliau yang telah di buat bertengkar dengan anda karena nyonya Paula, dan tentang bagaimana di persulitnya beliau hanya ingin bersama cucunya, bagaimana kami tidak kesal mendengarnya!" jawab salah satu wartawan itu.

__ADS_1


"Aku sudah bilang, jika tidak tau cerita yang sebenarnya, lebih baik kalian diam dan tidak usah sok tahu! Sekali lagi aku lihat kalian mengganggu istri dan anak ku, aku tidak akan tinggal diam untuk membuat kalian bungkam selamanya!" ujar Joshep seraya menepis sebuah kamera yang masih saja ngeyel menyorot ke arah Kevin, sampai kamera itu terhempas jatuh ke tanah dan menyulut amarah para wartawan yang tidak terima karena merasa Joshep merusak kameranya, sehingga keributan tidak dapat di elakkan lagi saat itu.


perkelahian antara Joshep melawan puluhan wartawan akhirnya pecah juga.


__ADS_2