
"Aku? Harus sopan pada kalian? Pada orang-orang yang sudah menghancurkan hidup ku dan juga hidup anak istri ku? Aku bahkan malu mempunyai orangtua seperti kalian, sekarang segrta putuskan,,, hentikan gugatan hak asuh atas putra ku sekarang juga, atau aku akan membawa perkara ini pada kepolisian, aku akan melaporkan kalian atas perbuatan kalian yang sudah mempitnah istri ku, dan satu lagi,,, tuduhan atas dugaan pembunuhan ayah Paula yang anda lakukan tuan Frans Smith!" tegas Joshep tanpa ampun.
Frans kini gelagapan, dia tidak menyangka jika Ben, orang yang pernah dia bayar untuk memisahkan putranya dari Paula kini malah muncul kembali, ironisnya dia muncul menjadi batu sandungannya di saat kemenangannya dalam gugatan hak asuh atas Kevin yang seharusnya sudah di depan matanya.
Bukankah itu bukti jika Tuhan memang selalu tahu rencana terbaik untuk setiap hamba-hambanya.
"K-kau,,, akan menuntut orangtua mu sendiri?" ujar Frans memasang wajah kaget plus tidak percaya jika putranya akan berani bertindak sejauh itu.
"Kenapa? Apa anda tidak percaya? Jika tidak percaya anda bisa membuktikannya, pih, lanjutkan gugatan mu dan surat penangkapan anda akan segera sampai di tangan anda." tantang Joshep.
Bukannya Joshep ingin menjadi anak durhakan yang dengan tega memusuhi bahkan menuntut orangtua yang sudah membesarkannya, namun tindakan Frans dan Bertha memang tidak bisa di benarkan dalam hal ini, terlebih selain dirinya dan Paula, anak kecil yang merupakan darah dagingnya yang juga harus ikut menanggung semua perbuatan jahat mereka akibat keegoisan dan keserakahan Frans dan juga Bertha, untuk saat ini Joshep benar-benar belum bisa memaafkan apa yang di lakukan orang tuanya terhadap keluarga kecilnya itu.
Sehingga jalan ini menjadi jalan satu-satunya untuk mempertahankan hak dan juga keutuhan keluarga kecilnya. Sungguh Joshep tidak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi, dia tidak mau kehilangan istri dan anaknya untuk kedua kalinya.
__ADS_1
"Aku mempunyai tim pengacara yang hebat dan bisa di andalkan, aku tidak takut dengan ancaman mu, ayo kita bertarung sampai titik darah penghabisan!" putus Frans yang ternyata tidak mau mengalah begitu saja, lagi pula dia mempunyai tim kuasa hukum yang handal yang menurutnya bisa menyelamatakannya dari jerat hukum sekaligus memenangkan gugatan hak asuhnya.
"Baik, jika itu memang keinginan anda. Aku tidak akan mundur selangkah pun. Jangan salahkan aku jika aku bertindak terlalu jauh pada anda!" kesal Joshep.
"Josh, apa itu benar-benar akan kamu lakukan? Mereka orang tua mu!" Paula sekali lagi mengingatkan Joshep, karena bagaimana pun Paula tidak mau suaminya menyesal di kemudian hari karena keputusan yang di ambilnya berdasarkan emosi saat ini.
"Tenanglah, aku sangat yakin dengan keputusan ku, aku tidak akan menyesal jika sampai nantinya aku harus kehilangan mereka, sebaliknya aku akan sangat menyesal jika kehilangan kamu dan Kevin untuk kedua kalinya." Joshep mengusap kepala Paula dengan penuh sayang.
Joshep tahu posisi Paula saat ini serba salah, di satu sisi dia membenci Frans dan Bertha, namun di sisi lain di akui atau tidak mereka kini telah menjadi mertuanya kembali, orangtua dari suaminya.
"Tidak masalah, karena bagi ku saat ini, bukan tentang apa yang aku miliki dalam hidup, namun tentang siapa yang menemaniku dan mendampingi ku dalam menjalani hidup, selama kamu dan Kevin bersama ku, aku akan berusaha demi keluarga kecil kita, meski di mulai dari tidak punya apa-apa lagi, kamu bersedia kan, tetap bersama ku dan menemani aku yang mungkin akan memulai semuanya dari awal lagi?" tanya Joshep sambil mencium kepala paula.
"Hmm, tentu saja. Aku sudah terbiasa berjuang demi hidup dan sudah biasa hidup susah, jadi jangan ragukan ketahanan ku." kawab Paula.
__ADS_1
"Tidak,,, kamu tidak harus ikut berjuang, cukup bersama ku saja, biar aku yang berjuang untuk kalian, dan aku pastikan kalian berdua tidak akan mengalami kesusahan lagi, kamu jangan ragukan kegigihan ku!" balas Joshep di akhiri tawa renyah keduanya, mengabaikan Frans dan Bertha yang memandangi mereka dari kejauhan dengan tatapan tidak suka.
**
Frans tampak sedang berdiskusi serius denga tim pengacaranya, sepertinya dia sedang mediskusikan mengenai permasalah Ben, dan juga ancaman yang di layangkan Joshep terhadapnya, sungguh dia tidak ingin mengalah begitu saja meski itu pada anaknya sendiri.
"Maaf, tapi dengan kasus yang seperti anda ceritakan tadi, sepertinya posisi anda terjepit, akan sangat sulit jika pria itu benar-benar menjadi saksi putra anda, terlebih jika ada bukti-bukti yang memberatkan untuk anda, saya tidak bisa menjamin jika saya bisa menanganinya." ujar salah satu pengacara yang sedang berbicara dengan Frans, mengemukakan ke-pesimisannya jika dirinya di tuntut Frans untuk menyelamatkan dirinya dalam kasus ini.
Frans terdiam, jika sampai kasus ini ter-blow up ke media, maka nama baik yang dia jaga selama ini akan hancur, dia akan tak punya wajah lagi di hadapan para koleganya dan juga citra dirinya di mata masyarakat yang selama ini merupakan dokter panutan dan suka membantu.
Tentu saja semua itu dia bangun sedemikian rupa selama ini karena niatnya yang ingin mencalonkan diri untuk menjadi pejabat daerah pada pemilihan yang akan di langsungkan tahun ini, jika sampai hal ini tercium media, bukan tidak mungkin semua rencananya akan menjadi sia-sia.
Menjadi pejabat daerah adalah satu-satunya jalan agar dia tetap berada di kalangan atas, karena dirinya sudah tidak menjabat sebagai direktur rumah sakit bergengsi lagi, bagi dirinya yang haus akan popularitan, pujian dan sanjungan semua itu sangatlah penting di bandingkan apapun.
__ADS_1
Tadinya Kevin akan di jadikannya sebagai alat untuk menarik simpati masyarakat banyak dimana dia akan di kenal sebagai kakek yang memperjuanngkan hidup cucunya yang mengidap penyakit jantung bawaan itu, namun rupanya semua strategi itu harus segera di rubah karena kehadiran Ben yang tiba-tiba merusak semua rencananya.
"Joshep,,, aku tidak akan melanjutkan gugatan ini, aku akan mencabutnya, tapi---- aku ada satu syarat yang harus kau dan wanita itu lakukan untuk ku, bagaimana?" ujar Frans menghampiri Joshep setelah dia berdiskusi panjang dengan tim pengacaranya.