BELENGGU DENDAM

BELENGGU DENDAM
Siaran langsung


__ADS_3

Nama dokter Frans Smith semakin berkibar dan di kenal publik, dan karena kisah karangannya yang menceritakan kisah bohong yang dengan sengaja menjelek-jelekkan menantunya dan seoalah dirinya sebagai orangtua juga kakek yang tersakiti dan di dzolimi, maka semakin banyak pihak yang ingin mengangkatnya sebagai narasumber dan pembicara di setiap acara baik itu televisi maupun media lainnya, terlebih unt7uk media onleine banyak podcast yang dia datangi hanya untuk mengulang cerita kebohongan itu.


Saat ini bahkan nama Frans Smith mejadi kandidat nomor 1 dan paling di unggulkan oleh semua lapisan masyarakat yang yang termakan oleh ceritanya dan mereka menaruh simpati pada pria tua yang pernah menjadi oreang nomor 1 di rumah sakit ternama Permata itu.


Seperti saat ini, Frans tengah menjadi pembicara di sebuah talk show di salah satu chanel tv swasta terbesar di negeri itu, selain membicarakan mengenai kesiapannya dalam pencalonan diri pemilihan walikota, tentu saja menyinggung mengenai kisah sedih rekaannya itu, semua orang baik penonton di rumah maupun yang berada di studio di buat terharu dengan ceritanyanya, namun tiba-tiba di tengah acara yang di tayangkan secara live itu harus terhenti di tengah jalan karena beberapa orang polisi mendatangi studio dengan paksa.


"Ada apa ini, kami sedang menjalani shooting, tolong beri kami waktu, setengah jam lagi acara selesai, tidak bisakah kalian semua menunggu jika ada yang ingin kalian sampaikan pada ku?" ujar Frans saat salah satu anggota polisi mengatakan jika kedatangan mereka ke sana adalah karena ada kepentingan dengan Frans.


"Maaf, tidak bisa. Kami harus menjemput dan membawa anda ke kantor polisi sekarang juga." tolak petugas itu bersikukuh.


"Membawa ku? Apa kalian bercanda? Apa salah ku sehingga aku harus kalian bawa ke kantor polisi? Aku bukan kriminal, aku juga tidak melakukan kejahatan apapun!" tentu saja Frans pun menolak dengan tegas permintaan petugas polisi itu, meski di tangan petugas itu ada selembar surat perintah penangkapan yang di tujukan pada Frans itu, namun Frans tetap tidak mau menurutinya.

__ADS_1


"Maaf, kami hanya menjalankan perintah, kami akan membawa anda dengan paksa jika anda tidak bisa kooperatif dan bekerja sama dengan kami!" ancam petugas itu yang langsung mengeluarkan borgol dari pinggangnya sebagai bentuk ancaman pada Frans yang terus keukeuh menolak untuk ikut para petugas itu.


"Apa ini salah satu gimmick acara? Terus terang saja, aku tidak suka lelucon seperti ini, aku sudah tua masih saja kalian kerjai seperti ini. Tolong hentikan lelucon ini!" Frans kini malah menatap kesal pada kru televisi yang bahkan masih merekam apa yang terjadi di studio dan menyiarkannya secara langsung di acara tv nasional itu, bahkan rating penonton semakin tinggi saat season ini.


"Kami tidak tahu apa-apa dengan kedatangan para petugas ini, lagi pula kami tidak pernah menyelipkan lelucon seperti ini dalam acara kami." elak si ppembawa acara yang langsung di iyakan oleh para kru.


"Matikan kamera! Aku tidak suka acara-acara seperti ini, apa-apaan ini, apa salah ku?" teriak Frans yang sontak langsung marah saat salah satu petugas berusaha memasangkan borgol di kedua tangan keriputnya, Frans menahan tangannya dan menolak sekuat tenaga, namun apa daya tenaga tuanya tentu saja akan kalah dengan tenaga para petugas kepolisian terlatih itu.


"Omong kosong macam apa ini? Mana mungkin aku terlibat hal-hal keji seperti itu, kalian hanya menuduh ku tanpa bukti, ini pasti hanya fitnah, dan Paula si wanita sial itu pasti yang melakukan semua ini!" maki Frans, yang lupa jika semua perkataan dan juga apa yang terjadi saat ini sedang di tonton oleh jutaan orang yang menyaksikan dirinya di acara talkshow yang di siarkan secara langsung itu, karena acara masih terus berjalan.


"Tentu saja bukti bahkan saksi sudah kami amankan di kantor, makanya anda kami bawa ke kantor untuk memastikan semua kebenarannya, dan sayangnya semua ini tidak ada hubungannya dengan menantu anda, karena yang melaporkan anda bukan bernama Paula." kata Petugas polisi itu menjelaskan.

__ADS_1


Melihat secara langsung siaran di televisi mengenai penangkapan suaminya, Bertha yang saat itu tidak ikut menemani Frans dan hanya menonton acara yang menampilkan suaminya lewat televisi di rumah karena dia sedang tidak enak badan, langsung saja dada Bertha terasa sesak, bahkan tidak lama dari itu dia langsung tidak sadarkan diri saat dia mencoba menghubungi ponsel suaminya, namun yang menerima panggilannya justru alah petugas kepolisian dan membenarkan jika apa yang di tampilkan di televisi dalam acara siaran langsung talkshow itu adalah benar adanya.


Beruntung para asisten rumah tangga segera menolong Bertha dan segera membawa nyonya mereka ke rumah sakit.


Keadaan menjadi kacau, di saat Frans harus di bawa ke kantor polisi, bersamaan dengan itu Bertha juga arus di larikan ke rumah sakit, sehingga mau tidak mau, asisten rumah tangga menghubungi Joshep karena tidak tahu harus menghubungi siapa lagi, Frans dan Bertha hanya memilik satu anak dan tidak ada yang lain yang bisa di jadikan penanggung jawab untuk Bertha yang harus segera mendapatkan tindakan di rumah sakit.


**


"Ada apa?" tanya Paula sesaat setelah Joshep menerima panggilan telepon dari asisten rumah tangganya yang menceritakan apa yang terjadi pada ibu dan ayahnya, wajahnya terlihat sangat pucat namun tidak berani berkata apapun pada Paula.


Joshep sungguh bingung entah harus bagaimana dia menceritakan berita yang baru saja di dengarnya dari pekerja di rumahnya, di satu sisi dia merasa jika ini mungkin balasan atas kejahatan yang di lakukan kedua orangtuanya pada keluarga kecilnya, terutama pada Paula, namun di sisi lain dia juga masih tetap merasa khawatir, karena bagaimana pun, Frans dan Bertha adalah orangtuanya, tapi dia tidak tahu apakah Paula akan memberinya izin untuk mengunjungi dan bahkan mendampingi kedua orangtuanya di kantor polisi dan juga rumah sakit?

__ADS_1


__ADS_2