
"Tidak ku duga jika kau akan secepat ini menemui ku di sini!" ujar seorang pria yang menyambut kedatangan Frans di gedung tua.
Sementara Bertha dia suruh pulang menunggunya di rumah beserta yang lainnya, dia merasa yakin jika dia tahu siapa pelaku yang mengirimi nya pesan dan memintanya untuk bertemu di tempat itu.
"Ternyata kau orangnya, benar-benar sesuai seperti dugaan ku!" jawab Frans.
"Itu hanya sebuah peringatan kecil saja untuk mu, aku harap kau tau jika aku tidak bermain-main dalam hal ini." timpal pria itu lagi.
"Ini urusan kita, tidak perlu melibatkan orang lain, apalagi cucu ku." tegas Frans.
"Hahaha,,, kau sangat menyayangi cucu mu rupanya, tapi--- bocah itu memang menggemaskan, aku bercerita banyak dengan cucu mu itu, lain waktu aku akan kembali menemui cucu mu dan menceritakan kisah bagaimana kakeknya meninggal." ujar pria itu terbahak.
Wajah Frans sontak saja langsung terlihat pucat mendengar hal itu.
"Tutup mulut mu! Kau sudah berjanji untuk tidak membahas masalah itu lagi!" bentak Frans.
"Selama ini aku menepati janji ku untuk menutup mulut ku rapat-rapat, lantas bagaimana dengan janji mu?"
__ADS_1
"Aku sudah memberi mu banyak uang, untuk menyumpal mulut busuk mu itu!" kesal Frans.
"Jangan berlagak amnesia, kau menjanjikan ku untuk menggantikan posisi mu, tapi ternyata kau tidak menepati janji mu, kau rakus, gila harta dan kekuasaan!" maki pria itu.
"Bukan aku yang memberikan posisi itu pada putra ku, tapi tuan Mark sendiri yang memberikannya karena saat itu putra ku akan menikah dengan putrinya, aku bisa apa?" elak Frans.
"Kau pikir aku tidak tahu, jika kau yang mati-matian menjodohkan mereka agar posisi penting itu tetap berada di tangan mu, kekuasaan dan pengendalian rumah sakit tetap berada di bawah kendali mu? lantas bagaimana jika seandainya putra mu dan juga tuan Mark tahu bahwa kau mafia obat-obatan terlarang dan rumah sakit Permata sengaja di jadikan tameng oleh mu untuk pengiriman obat-obatan ilegal mu?" kata Pria itu lagi.
"Alex, tutup mulut mu! Jangan berbicara seolah-olah kau paling brsih dan suci di sini, bahkan kau ikut menikmati hasil bisnis ku itu, tidak sedikit uang yang aku berikan pada mu, lantas untuk apa kau masih mengincar posisi ku?" mata Frans linacah menatap ke sana kemari melihat sekeliling, memastikan tidak ada orang lain yang ikut mendengar pembicaraan penting ini dengan Alex, pria yang banyak tahu rahasia kejahatannya itu.
Alex adalah salah satu dokter di rumah sakit permata, dia juga kebetulan saat itu sedang menangani ayahnya Paula yang terkena sarangan jantung, namun tiba-tiba Frans datang.
"Bagaimana keadaan pasien?" tanya Frans saat memasuki ruang rawat ayah Paula.
"Kondisi pasien sudah stabil, dok." jawab Alex penuh hormat, karena jarang sekali direktur rumah sakit mau terjun langsung melihat pasien, apalagi pasien ini hanya pasien kelas 3 bukan pasien VIP.
"Tinggalkan aku bersama nya, aku akan mengecek kondisinya." ujar Frans.
__ADS_1
"T-tapi,,, saya benar-benar sudah menanganinya dan kondisinya sudah baik." Alex merasa kebingungan, ini merupakan hal yang janggal Frans mau memeriksa pasien dengan tangannya sendiri, apalagi Alex juga sudah mengatakan jika kondisi pasien sudah stabil, bukankah itu berarti Frans tidak percaya dengan pekerjaan yang sudah dilakukannya pada pasien.
"Tidak usah protes, aku ada sedikit urusan dengan pasien ini." ujar Frans.
Meski masih dengan kebingungan dan keragu-raguan, Alex akhirnya menuruti perintah atasannya itu, tentu saja dia tidak berani melawan Frans yang merupakan pejabat tertinggi di rumah sakit tempatnya bekerja itu.
"Kau sudah bangun? Kau pasti kenal siapa aku? Bukankah aku sudah memperingatkan mu sejak lama untuk menjauhkan putri mu dari anak ku? Namun mereka malah menikah, aku mempunyai rencana besar untuk putra ku, dan putri mu menjadi penghalang atas rencana yang sudah aku susun rapi itu, kini jangan salahkan aku jika aku memisahkan mereka dengan cara ku, anak mu akan segera enyah dari kehidupan putra ku, dan putri mu akan segera menjadi janda." ujar Frans.
Ayah Paula yang saat itu bisa mendengar semua ucapan Frans hanya bisa membuka mulutnya berniat ingin mengatakan sesuatu pada Frans, namun apa daya,, tubuh lemahnya tidak dapat melakukan apapun, bakan hanya untuk mengeluarkan suaranya.
"Apa yang ingin kau katakan? Apa kau ingin memohon untuk putri mu? Kau pasti akan merasa bersedih melihat nasib putri mu, bagaimana jika aku membantu mu untuk tidak usah menyaksikan keterpurukan putri mu?" tangan Frans dengan sengaja menutup aliran oksigen yang menjadi alat bantu pernafasan ayah Paula, saat itu setan sudah menguasai tubuh da pikirannya.
"Dokter! Apa yang sedang anda lakukan?" tegur Alex, rupanya Alex yang penasaran tidak benar-benar pergi, dia mengintip dan menguping pembicaraan Frans, dia juga melihat apa yang Frans lakukan pada ayah Paula, sehingga sebagai dokter yang menangani pasien itu, dia merasa ketakutan jika terjadi apa-apa dan dia yang harus bertanggung jawab akan hal itu.
"Jangan ikut campur! Kau tunggu di ruangan ku, ada hal yang ingin aku bicarakan pada mu setelah ini, anggap kau tidak mendengar dan melihat apapun di sini, jika kau masih ingin bekerja di rumah sakit ini!" ancam Frans.
Alex ketakutan dan dia langsung berbalik meninggalkan Frans bersama pasien, lalu tak lama di susul oleh frans yang juga meninggalkan ruangan itu, meninggalkan pasien dengan selang oksigen yang tertutup, sehingga membuat ayah Paula saat itu sesak nafas.
__ADS_1
*Flashback off
"Dokter Alex? Apa yang sedang kalian bicarakan di sini?" tanya Joshep.