Belenggu Mafia Lapuk

Belenggu Mafia Lapuk
58. Secara Terbuka


__ADS_3

Yansen saat ini sedang berada di salah satu stasiun tv. Hari ini adalah hari ketiga, dimana penyandra Evellyn dan Samudera tidak memberikan kabar apapun. Hal itu cukup meresahkan masyarakat terlebih Yansen sendiri.


Kali ini Yansen merasa musuh yang sedang dihadapi bukanlah orang sembarangan dan tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya mereka sama sekali tidak mempunyai rasa takut, bahkan pemerintah saja mereka tantang secara terbuka.


Kini Pemerintah hanya bisa berhubungan dengan mereka jika hanya mereka yang menghubungi duluan. Mereka menggunakan nomor yang sama sekali tidak bisa dilacak, sehingga membuat repot jajaran kepolisian.


Namun kali ini, Yansen yang sudah hilang kesabaran turut maju kedepan.Dia tidak ingin hilang kesempatan untuk bertemu Evellyn dan Samudera dalam keadaan bernyawa.


Didepan sebuah kamera, dengan mantap Yansen membuat pernyataan yang membuat ketua dari geng itu menyeringai.


"Saya Yansen Lenox, pengusaha dari YL Corp, akan memenuhi semua permintaan dari penyandra. Apapun yang kalian minta, akan saya penuhi asalkan kalian bebaskan anak dan istri saya,"


Pernyataan Yansen cukup menggemparkan Kota J diberbagai kalangan. Terutama dikalangan pengusaha. Pasalnya semua orang tidak pernah tahu kalau Yansen sudah memilikk istri dan seorang anak. Mendengar penyataan itu, si penyandra malah tertawa keras. Pria itu bahkan berteriak dengan kata bodoh.


Tidak hanya si penyandera, Zavier, Owen dan Diego pun berpendapat sama, bahkan termasuk Orland sendiri.


"Dasar bodoh. Apa dia tidak tahu kalau pernyataannya itu bisa membuat penyadera girang dan bahkan tambah membahayakan Evellyn dan Samudera. Dasar Yansen bodoh, ingin rasanya kulubangi kepala pria bodoh ini," Orland menggerutu.


Orland saat ini juga tengah kebingungan mencari cara menyelamatkan Evellyn dan Samudera. Namun dia sama sekali tidak terpikirkan untuk melakukan seperti yang Yansen lakukan.


Kini pemerintah dan Aparat memang tengah melakukan kerjasama dengan salah satu stasiun tv. Jika penyandera itu menelpon, maka akan tersambung secara otomatis dan tersiar secara live ditelevisi. Karena kasus ini, rating stasiun ini jadi melambung tinggi. Karena seluruh lapisan masyarakat nyaris menyimak stasiun ini setiap saat. Mereka sangat ingin Evellyn dan Samudera segera di bebaskan.


"Aku akan menunggu respon dari kalian. Sekali lagi aku tekankan, apapun yang kalian minta akan aku turuti. Ingat! apapun itu, jadi kalian jangan ragu-ragu," sambung Yansen.


Yansen menjauh dari depan kamera setelah mengatakan semuanya. Pria itu bergegas pergi dari tempat itu dan menemui teman-temannya di markas.

__ADS_1


"Yansen. Apa kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan itu sangat salah besar?" tanya Zavier.


"Aku tidak punya pilihan lain,"


"Ya Tuhan...kenapa karena baper, kamu jadi gegabah. Kita tidak tahu orang seperti apa yang sedang kita hadapi ini. Orang itu akan membuatmu tamat, kau tahu? tamat Yansen! game over, you know?" Zavier benar-benar kesal kali ini.


"Jadi aku harus bagaimana? apa aku harus diam saja, sementara Evellyn dan Anakku sedang ketakutan disana? kamu tidak tahu bagaimana perasanku saat ini Zav, jantungku seperti ingin meledak. Tahu tidak? selama aku hidup 44 tahun, baru kali ini aku mengalami ketakutan yang luar biasa. Bahkan kematianpun sama sekali tidak membuatku takut. Kalian...kalian tidak tahu rasanya kan?" Yansen berkata dengan panjang lebar. Mata pria itu bahkan sudah berair.


"Aku tidak perduli mereka mau apapun dariku. Perusahaanku, hartaku, kekuasaan bawah tanah, bahkan nyawaku sekalipun. Aku hanya ingin Evellyn dan anakku selamat, agar saat mati aku bisa mati dengan tenang," sambung Yansen.


Zavier, Owen dan Diego menghela nafas panjang. Memang benar mereka tidak mengalami semua yang Yansen katakan. Tapi mereka tetap menyayangkan sikap gegabah yang Yansen lakukan.


"Yan. Semua yang kamu rasakan memang kami tidak merasakannya. Tapi apa yang kamu lakukan saat ini sangat salah. Sekarang mereka tahu kelemahanmu, bagaimana kalau sebenarnya tujuan mereka bukan uang? bagaimana kalau Evellyn dan Samudera hanya mereka jadikan sebagai bulan-bulanan saja? kita ini tidak tahu sedang berhadapan dengan orang seperti apa," ujar Zavier.


"Sudahlah, tidak perlu disesali apa yang sudah terjadi. Sekarang ini yang harus kita pikirkan, bagaimana cara menghadapi semua kemungkinan yang ada nanti," ujar Diego.


"Iya. Aku yakin tidak lama lagi si penyandera akan menghubungi. Aku rasa tidak ada orang di dunia ini yang tidak menyukai uang, aku yakin dari banyaknya permintaan orang itu, salah satunya pasti terselip permintaan uang," timpal Owen.


"Aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka sekarang, terutama Samudera. Aku yakin dia sedang ketakutan saat ini," ujar Yansen.


"Bersabarlah. Semoga orang-orang kita segera menemukan markas mereka, sebelum mereka membuat permintaan itu," ucap Zavier.


"Iya Yan, sebaiknya kamu istirahat gih, atau makan deh, aku perhatikan badanmu sangat kurus sekarang," ujar Owen.


"Bagaimana aku mau makan atau tidur, sementara aku tidak tahu bagaimana keadaan mereka saat ini. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu aku jadi stres sendiri," timpal Yansen.

__ADS_1


"Tapi kamu tetap harus banyak istirahat. Bukankah kamu ingin menemukan Evellyn dan anakmu? kamu harus punya tenaga kalau ingin melawan mereka," ujar Zavier.


"Baiklah. Aku pulang saja kalau begitu, sepertinya aku memang butuh tidur. Kepalaku juga terasa sakit,"


"Apa kamu butuh diantar ke dokter?" tanya Diego.


"Tidak perlu. Mungkin ini efek dari kurang tidur akhir-akhir ini." Jawab Yansen.


"Apa kamu masih bisa menyetir sendiri? kalau tidak bisa biar aku yang antar?" tanya Zavier.


"Masih bisa. Tenanglah, aku tidak selemah itu," ujar Yansen.


Yansen bangkit dari tempat duduk dan pergi dari tempat itu. Sementara itu di tempat berbeda, seorang pria memasuki ruangan sembari memegang sebuah ponsel ditangannya. Pria berkepala plontos itu tampak menyeringai saat Evellyn dan Samudera melihat kearahnya. Evellyn mengerutkan dahinya, karena merasa pernah bertemu dengan pria yang tidak memiliki rambut itu.


"Hai...kita berjumpa lagi, apa kamu masih mengingatku?" tanya pria itu.


Evellyn mengerutkan dahinya dan berusaha mengingat-ingat pria yang berada dihadapannya itu. Setelah lama berpikir, mata Evellynpun terbelalak, karena gadis itu sudah mengingat siapa pemilik kepala plontos itu.


"Melihat dari ekspresimu sepertinya kamu sudah mengingatku. Aku kesini ingin menunjukkan sesuatu padamu, sesuatu yang mungkin akan membuatmu terharu atau bisa jadi malah tidak sama sekali, itu tergantung bagaimana cara kamu menanggapinya."


Pria itu kemudian menyodorkan ponsel kedepan wajah Evellyn, gadis itu kemudian meraihnya dengan tangan yang tidak terikat. Yah...Evellyn memang tidak di ikat atau diperlakukan sadis seperti kebanyakkan sandra, namun tidak ada celah bagi Evellyn dan Samudera untuk melarikan diri karena ruangan itu sangat tertutup.


Evellyn meraih ponsel itu, dan mulai menekan tombol play untuk melihat isi video itu.Mata Evellyn terbelalak saat melihat dan mendengar video di dalamnya.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2