BENCI UNTUK MENCINTA

BENCI UNTUK MENCINTA
Kepo!


__ADS_3

###


POV Bimo


Aku tak mengerti dengan perasaan ku saat ini, tanpa bisa ku kendalikan tiba tiba aku kesal saat melihat keakraban Rama dan Anisa, gadis itu tak pernah se ceria itu saat bersama ku, atau mengobrol dengan ku, meski pun tak pernah terlihat tertekan,


Tolong jangan ada yang mengatakan kalau aku sedang cemburu, aku keukeuh akan mengatakan kalau aku tak peduli dan tak cemburu, titik!


Aku tekan kan sekali lagi, aku hanya tak suka saja.


Entah lah, semenjak aku melihat dia saat di hari pernikahan kami saat itu, aku merasa Anisa itu ternyata sebenarnya cantik, hanya saja dia terlalu cuek dengan penampilanya, ini aku hanya sekedar memuji saja ya, jangan sangkut pautkan dengan perasaan.


Oh iya, waktu pertama kali aku mencicipi sarapan hasil masakannya juga sebenarnya aku sangat menyukai rasa masakannya, sayangnya dia sudah menyimpulkan nya sendiri kalau aku tidak suka dengan masakannya, padahal aku waktu itu ingin memujinya, hanya saja memilih kata-kata yang tepat agar tak membut dia geer dengan pujian ku.


Saat tadi aku bertemu klien, hati ku merasa tak tenang dan merasa bersalah dengan kejadian saat di meja makan tadi, aku ingin meminta maaf padanya, tapi ternyata aku malah di suguhkan adegan drama reuni teman lama yang sangat menyebalkan dan membuat aku mengurungkan niat ku untuk meminta maaf padanya, bahkan mood ku siang ini pun berubah menjadi sangat jelek sekali


Tolong jangan ada yang mengatakan kalau aku mulai jatuh cinta padanya, ini semua tidak mungkin terjadi karena sampai kapan pun seperti yang sudah aku katakan sebelumnya kalau aku masih mencintai Viona dan hanya akan selalu mencintai Viona saja, titik!


"Seberapa dekatkau dengan Anisa?" tanya ku pada Rama yang kini sedang sibuk berkendara mengendarai mobil ku yang hendak kembali ke kantor lagi.

__ADS_1


"Oh, itu seperti yang Anisa katakan pada anda bos, aku kakak kelasnya saat SMU." ucap Rama dengan mata yang serius menatap jalanan siang itu.


"Aku dengar itu tadi,yang aku tanyakan itu seberapa dekat dan bagaimana kalian bisa dekat?" tanya ku agak kesal karena asisten ku ini sepertinya seolah menutup nutupi hubungan mereka sebenarnya, atau mungkin ini hanya perasaanku saja?


Rama langsung memutarkan kepalanya dengan cepat ke arah ku, mungkin dia sedikit kaget dengan pertanyaan ku yang terkesan mendetail, karena aku biasanya terkenal sebagai bos yang tak pernah peduli dengan kehidupan karyawannya selain masalah pekerjaan.


"Kenapa? Apa aku tak boleh tau? Ada rahasia antara kalian?" aku semain terpancing dengan tanggapan Rama yang bersikap seperti itu.


"Bu-bukan begitu bos, hanya saja sedikit aneh bos ingin tau masalah yang di luar pekerjaan," kelit Rama, aku tau kalau Rama kini sedang merasa tak enak hati hendak mendebat ku, karena bagaimana pun dengan posisinya saat ini dia akan tetap salah karena aku bos nya di sini.


"Ada masalah? Atau kau merasa keberatan bercerita dengan ku?" aku masih tetap mengejarnya, rasa ingin tahu ku membuat ku memaksanya dengan gaya ku.


Aku merasa sangat penasaran dengan hal itu, tapi sekali lagi ini hanya karena aku ingin tau saja, tak ada alasan lain.


"Kenapa kau tiba-tiba menjauhinya, apa kau suka padanya, lalu tak terima karena dia memilih jberpacaran dengan sahabat mu?"kejar ku.


Rama terlihat sedikit menyunggingkan senyumnya, "Sempat suka, tapi di tolak saat aku menyatakan cinta padanya bos, lantas kalau masalah kenapa aku memilih menjauh darinya, itu lebih ke rasa kesal dan marah saja karena dia berpacaran dengan pria yang aku sangat tau kalau dia itu playboy, sudah aku ingatkan tapi Anisa tak percaya ucapan ku, ya sudah, lagi pula setelah itu aku juga lulus dan tak pernah bertemu lagi dengan Anisa dan Alan karena aku kuliah di luar kota." beber Rama menceritakan semuanya pada ku.


"Cih, kau cemburu pada sahabat mu sendiri, marah dengan ketidak mampuhan mu mendapatkan cinta Anisa, berkedok sok peduli. Lantas apa sekarang kau masih mencintainya?"

__ADS_1


Ah,,,kenapa pula mulut ini malah bertanya yang tidak-tidak, bukan urusan ku dia masih mencintai istri ku itu atau tidak.


Rasanya aneh sekali, aku punya istri.


***


Ini malam ke 2 aku berbagi kamar ku dengan orang asing, memang bukan hal baru jika aku harus berbagi ranjang dengan seorang wanita, sebelumnya aku sering menginap di apartemen Viona, dan kam sering tidur bersama.


Tapi kenapa ini rasanya lain, aku berpura-pura tidur saat malam pernikahan kami karena aku bingung dan canggung satu ruangan hanya berdua dengannya, sementara aku juga tak bisa keluar kamar, karena akan menjadi pertanyaan kakek jika di malam pertama aku malah tak berada di kamar bersama istri ku.


Aku rasa Anisa juga merasa kecanggungan yang sama dengan apa yang aku rasakanmalam itu, terbukti malam itu dia memilih untuk mengerjakan pekerjaannya sampai subuh, dan aku memilih untuk tetap berpura-pura tidur sambil diam-diam memperhatikannya yang sedang serius bekerja.


Malam ini aku sengaja pulang larut malam, berharap dia tak begadang lagi karena canggung ada aku, setidaknya dia akan memilih tidur atau ketiduran jika menunggu ku sampai larut malam begini.


Namun saat aku sampai di kamar ku, aku sedikit terkejut saat melihat Anisa memang sudah tertidur lelap seperti dugaan ku, namun dia tidak tidur di ranjang, dia memilih tidur di sofa panjang yang berada di kamar ku di seberang kasur king size ku.


Sepertinya takmungkin kalau dia ketiduran di sana, ku lihat begitu prepare dengan membawa bantal dan selimut ke sofa itu untuk dia gunakan, mungkin dia memang tak ingin tidur satu ranjang dengan ku, ya sama lah kalau begitu, aku juga tak mau!


Jika ada yang berharap aku akan menggendongnya ala bridal style dan memindahkannya ke ranjang, itu tak akan pernah terjadi,aku tak mungkin melakukannya, tidak! Sangat tidak mngkin aku melakukannya, terserah dia, lah!

__ADS_1


Ya sudah lah, mungkin memang dia ingin tidur di sana, lagi pula yang penting setidaknya dia tidur, tak begadang lagi sampai pagi, tentang dia yang sekarang ini memilih tidur di sofa, aku tak merasa tersinggung, malahan bagus lah, aku tak harus berbagi ranjang dengan istripalsu ku itu meski pun aku juga tak mungkin berbuat apa-apa padanya.


__ADS_2