BENCI UNTUK MENCINTA

BENCI UNTUK MENCINTA
Kekasih masa lalu


__ADS_3

"Mah, tolong jangan mulai lagi, dan tolong jangan ungkit masalah dia, aku tau mamah pasti akan membicarakan tentang dia, kan?" Potong Viona dengan wajah kesalnya.


"Cih, masih saja kau bela pria tak tau diri dan kere seperti itu, ingat,,, kau sudah bersuami, dan mamah tak akan tinggal diam kalau kamu sampai berani bermain api lagi dengan si pria kere berengsek itu!" Ancam Wati tak kalah galak dari putrinya.


"Mah, lebih baik mamah keluar dari kamar ini, atau kalau perlu pergi jauh dari apartemen ku, kalau sekiranya mamah hanya ingin menambah kepusingan ku saja!" Mata Viona membelalak dengan jari telunjuk yang mengacung ke arah pintu kamarnya.


"Dasar anak durhaka, anak tak tau diri, ibu sendiri kau usir-usir! Kuwalat kau nanti!" Ceroscos Wati sambil berjalan menuju ke luar pintu hendak keluar dari kamar milik putrinya itu.


Seperti itulah ibu dan anak itu selalu saja bertengkar jika sudah membahas masalah kedekatan Viona dengan seorang pria yangnmerupakan cinta pertamanya dulu di jaman SMU, namun sayangnya Wati tak pernah menyetujui hubungan mereka karena Pria cinta pertama Viona yang bernama Aldi itu dari keluarga yang sederhana, bukan dari kalangan atas seperti yang di harapkan Wati.


"Akh, Aldi,,, iya aku butuh dia sekarang ini, cuma dia yang bisa bikin aku tenang," gumamnya seraya menyambar tas dan kunci mobilnya dari atas meja riasnya.

__ADS_1


"Hey Viona mau kemana kamu dini hari begini?" Teriak Wati saat mendapati putrinya sudah menenteng tas dan berada tepat di ambang pintu keluar, bersiap untuk pergi.


"Pengantin mau berbulan madu dulu!" Selorohnya melengos pergi tanpa memperdulikan ibunya yang menahan marah atas kelakuan putrinya itu.


"Viona,,,,!" Bentak Wati yang tak sedikitpun di pedulikan oleh putrinya yang tetap saja pergi meninggalkan kemarahan ibunya.


**


"Hai sayang!" Sapa Viona saat seorang pria membukakan pintu dengan mata yang masih serengah terpejam dan wajah juga rabut kusut khas orang bangun tidur.


"Bisa gak, kalau sesi tanya-tanya dan wawancaranya nanti saja, aku kangen." Viona mengalungkan kedua tangannya ke leher pria itu.

__ADS_1


"Vio, ada apa pagi buta begini kamu datang ke sini, apa sesuatu terjadi pada mu?" Tanya pria itu balik membelitkan tangannya ke pinggang ramping perempuan di hadapannya.


"Aku sudah bilang sejak tadi, aku hanya merindukan mu, Aldi. Apa aku tak boleh datang ke rumah mu jika subuh-subuh begini?" Rajuk Viona seraya menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu kekasih gelapnya itu.


"Maksud ku, ini adalah hari pernikahan mu, dan seharusnya menjadi malam pernikahan mu, apa suami mu tak curiga dan tak mencari mu?" Wajah pria itu terlihat khawatir.


"Dia tak akan mencari ku, karena dia pergi, dan aku tak peduli, selama kamu masih ada di sini dan tak pergi dari ku, aku akan merasa baik-baik saja," rayu Viona mulai menciumi pipi kekasihnya itu, menggodanya agar terpancing dan mau membalas godaannya itu.


"Tunggu,,, tunggu Vio, apa itu maksudnya sumber uang mu itu tak jadi menikahi mu? Benarkah itu, katakan pada ku kalau kamu tak jadi menikahinya?" Aldi terlihat begitu antusias dengan wajah yang langsung berseri-seri.


"Aku sudah menikah dengannya, sudahlah tak usah membahas dia, bikin gak mood, tau!" Cebik Viona.

__ADS_1


Aldi terlihat agak mengernyit, banyak hal yang ingin dia tanyakan pada kekasihnya itu, namun sepertinya Viona tak ingin dia tanyai, jadi Aldi mencoba untuk mengubur semua rasa kepenasarannya.


Sepertinya mengimbangi pelakuan manis kekasihnya lebih menarik saat ini, meski selama bertahun-tahun semenjak mereka masih di bangku sekolah mereka menjalani hubungan diam-diam, selain karena orang tua Viona yang tak menyetujui hubungan mereka, di tambah lagi tim manajemen Viona juga tak memperbolehkan Viona terikat hubungan dengan siapapun saat dia berada di awal karirnya.


__ADS_2