BENCI UNTUK MENCINTA

BENCI UNTUK MENCINTA
Surprise


__ADS_3

Hubungan antara Bimo dan Anisa memang semakin menghangat, apalagi sekarang Anisa yang sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, kini dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah menemani kakek Surya, bahkan Bimo pun jadi sering pulang cepat karena saat di kantor dia selalu merindukan sosok istrinya itu.


'Bukan, ini bukan cinta, ini hanya karena aku terbiasa bersamanya itu saja,' gumam Bimo, lagi-lagi menyangkal perasaannya.


Namun dia tak dapat menyangkal saat bayangan wajah Anisa selalu saja mengganggu pikirannya saat ini, terkadang dia juga suka tersenyum sendiri saat mengingat moment dimana dirinya tanpa sengaja berpelukan saat menginap di rumah Anisa akibat kasur yang sempit itu.


"Rama, belikan aku tiket nonton untuk malam ini, dan juga booking meja di resto romantis untuk dinner," titah Bimo pada Rama sang asisten.


"Bos, apa bos menyiapkan semua ini untuk---?" tanya Bimo tak sampai selesai karena Bimo memotongnya.


"Tidak usah banyak bertanya, lakukan saja perintah ku!" tegasnya tak ingin Rama terlalu jauh mengetahui kisah pribadinya dengan Anisa meski pria yang menjadi asistennya itu merupakan teman sekolah istrinya itu.


Bimo memang menyiapkan semua ini untuk sang istri sebagai bentuk wujud terimakasih nya karena selama ini Anisa sudah mencurahkan semua perhatian dan tenaganya untuk mengurus dirinya, dia ingin menyenangkan hati istrinya itu untuk sekali ini saja tanpa ada maksud apa pun di baliknya.


'NIs, kamu siap-siap ya, sore ini aku mau ajak kamu ke suatu tempat,' begitu kira-kira pesan yang di kirim Bimo untuk Anisa tadi, sengaja dia tak menelpon istrinya itu karena dia akan merasa sangat gugup saat berbicara dengan gadis itu.


akhirnya rapat sore ini selesai juga, meski sedikit molor dari yang di perkirakan, karena perbincangan yang cukup alot, tapi rasanya belum terlalu terlambt untuk menjemput Anisa di rumahnya, asih ada waktu sekitar 1 jam lagi sebelum film di putar.


Langkah Bimo terkesan tergesa-gesa karena ingin segera sampai di ruangan kerjanya, mengambil barang-barangnya yang masih tertinggal di ruangannya itu.


Namun betapa kagenya Bimo, karena saat dia membuka pintu ruangannya yang tak pernah terkunci itu Viona sang kekasih berhambur memeluk dirinya.

__ADS_1


"Surprise,,!" Teriak nya sambil memeluk erat tubuh Bimo yang mematung kaku di ambang pintu.


Entah apa yang di rasakan Bimo saat ini, bahagia karena akhirnya bertemu kembali dengan wanita yang selama ini di rindukannya itu? Atau justru dia sedang merasa kecewa karena janji bertemu nya dengan Anisa harus batal akibat kedatangan Viona yang tiba tiba ini?


"Sayang, apa kamu tak bahagia bertemu dengan ku? Aku menunggu mu selama setengah jam di sini," rengek Viona mencium mesra pipi kekasihnya itu.


"Aku bahkan hampir tiga bulan menunggu kepastin dan menunggu kabar dari mu!" jawab Bimo lirih.


"Sayang ayolah, apa kamu masih marah pada ku? Aku punya kabar baik untuk mu, aku yakin kamu pasti senang mendengarnya," rajuk Viona, jari-jari tangan lentiknya bahkan menari-nari di dada Bimo menggoda pria yang kini tengah bertanya-tanya pada dirinya apa yang harus dia lakukan selanjutnya, dia sampai lupa harus bahagia karena apa yang di inginkan nya akhirnya terwujud, dia bertemu kembali dengan kekasih tercintanya.


"Sayang, kamu benar-benar tak merindukan ku? Kamu tak sekali pun mengunjungi ku di sana, padahal aku selalu menunggu kedatanganmu," cicit Viona menyandarkan kepalanya di dada bidang Bimo dengan manjanya.


"Maaf bos, apa bos lupa kalau satu jam lagi--"


"Cansel saja, klau kamu mau kamu boleh memakainya, aku mungkin hanya akan makan malam dengan Viona setelah ini," potong Bimo tak membiarkan asisten pribadinya itu lebih mendetail menceritakan apa yang sudah di rencankannya untuk malam ini di hadapan Viona, dia tak ingin kekasihnya itu berpikiran yang tidk-tidak atau bahkan mencium gelagat yang membuatnya curiga.


"Baik!" Angguk Rama patuh dan membiarkan sepasang kekasih yang lama tak berjumpa itu saling melepas rindu.


"Aku lapar!" Ucap Viona kemudian.


"Hmm,, ayo kita makan!" Ajak Bimo bergegas meninggalkan ruangannya bersama Viona menuju rumah makan yang sebelumnya di reservasi Rama untuk makan malam dirinya dengan Anisa, namun ternyata kenyataan berkata lain, yang akhirnya pergi bersamanya ternyata Viona.

__ADS_1


***


"Sayang, apa kamu menyiapkan semua ini untuk ku? Ini romantis sekali!" Lagi-lagi Viona mencium mesra pipi Bimo, suatu hal yang biasanya paling anti Viona lakukan di depan umum karena tak ingin orang-orang mengetahui entang hubungannya dengan Bimo dan akan merusak reputasi kariernya yang saat ini sedang menanjak.


"Vio, banyak orang di sini, apa kamu tak takut jika ada yang melihatnya?" tegur Bimo.


Dunia seakan terbalik saat ini, binya Bimo yang selalu protes pada iona karena dirinya selalu di larang kekasihnya itu untuk mengungkapka rasa sayangnya lewat pebuatan, bahkan terkadang untuk berjalan saja mereka tak boleh beriringan demi menghndari wqrtawan yang mungkin saja memergiko mereka dan mencuri foto mereka diam-diam.


"Kenapa? Bukankah ini yang kamu inginkan? Kamu ingin hubungan kita di ketahui publik? Kita bisa merealisasikan itu, mewujudkan keinginan mu, keinginan kita!" Ucap Viona penuh antusias menyampaikan berita itu pada kekasihna.


Sayangnya wajah Bimo tak menunjukkan mimik antusias yang sama dengan yang Viona tunjukka saat ini.


Jika dulu Bimo memang menginginkan hubungan nya dengan Viona 'go public' namun berbeda dengan saat ini, justru banyak ketakutan dan pertimbangan yang Bimo rasakan, tentang bagaimana jika sampai kakeknya tau tentang hubungan ini, bagaimana jika orangtua Anisa sampai tau, tentu saja itu akan menjadi masalah baru untuk dirinya, dia belum siap dan belum menemukan jawaban yang tepat jika sampai itu terjadi.


"Sayang, kenapa? Apa kamu tak senang dengan ini semua?" Viona menyadari perubahan sikap Bimo yang telah di pacarinya bertahuntahun itu.


"aku senang, aku bahagia mendengarnya!" Ucap Bimo berusaha menutupi kegugupannya.


"Tapi itu belum seberapa, karena aku punya berita penting lagi untuk kamu, dan ini pasti akan lebih membuat mu bahagia," Viona menyunggingkn senyum termanisnya.


"Aku memutuskan kontrak dengan brand terkenal di sana dan aku sekarang kembali di sini, aku kembali untuk mu, aku melakukan semua ini untuk mu, karena ku pikir aku bisa mandiri, tapi ternyata aku tak bisa jauh dari mu, setia hari aku selalu memikirka dan merindukan mu!" kata Viona yang sukses membuat jatung Bimo seperti berhenti berdetak untuk beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2