BENCI UNTUK MENCINTA

BENCI UNTUK MENCINTA
Klarifikasi


__ADS_3

Puluhan wartawan memenuhi aula Mahesa hotel yang sengaja Viona pakai untuk memberikan klarifikasi atas gosip yang beredar tentang dirinya, acara yang tadinya adkan di laksanakan di resto hotel itu di alihkan ke ruang pertemuan di hotel milik Bimo itu karena membludaknya para pencari berita yang datang.


"Bos, Viona mengumpulkan para wartawan di aula, sepertinya dia ingin memberikan penjelasan perihal kasusnya itu, bagaimana langkah kita?" Lapor Rama.


"Kau pantau saja terus apa yang di rencanakannya itu, selebihnya biar aku yang urus," titah Bimo seraya menyambar ponselnya dan mengetik sesuatu di layar ponselnya itu, beberapa detik kemudian lalu dia tersenyum miring.


"Kau yang memulai ini semua, Viona. Jangan salahkan aku jika aku pun bisa berbuat jahat dan nekat seperti mu!" Gumam Bimo berbicara sendiri.


Sementara di ruang pertemuan hotel, Viona terlihat sedang mempersiapkan diri unytuk berbicara di hadapan puluhan wartawaan yang setia menunggu kata-kata penjelasan arau bahkan pembelaan dari mulut sang artis yang kini sedang banyak di buru oleh para pencari berita itu.


"Terimakasih sudah hadir, siang ini saya akan mengklarifikasi tentang foto saya bersama sahabat masa sekolah saya yang beredar di masyarakat.Sunghuh saya tak menyangka akan menjadi seheboh ini, karena kedekatan saya dengan sahabat saya itu memang sudah terjalin sangat lama, selain sahabat saya yang-- maaf, dia tidak tertarik pada perempuan, di sini saya akan mengumumkan sesuatu, jika saya juga sudah menikah, meski baru secara siri." Terang Viona langsung pada inti permasalahannya.


Ruangan seketika menjadi sangat riuh saat Viona dengan teganya mengatakan kalau pria yang ada di dalam foto itu yang dia akui sebagai sahabatnya atau Aldy sang kekasih adalah penyuka sesama jenis, dan yang tak kalah menghebohkan adalah pengakuan sang artis tentang dirinya yang mengatakan sudah melakukan pernikahan secara siri, tanpa menyebutkan siapa suaminya.


Kontan saja pengakuannya itu menimbulkan rasa kepenasaran bagi para wartawan yang langsung melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis bagi sang artis atas pernyatannya tersebut.


"Ya, saya memang sudah menikah secara siri dengan Bimo Mahesa, pemilik hotel ini, kami sudah berpacaran sekitar 3 tahun terakhir, bahkan saya juga sedang mengandung saat ini," lanjutnya dengan senyum yang sengaja dia lemparkan semanis mungkin, bahkan tangannya dengan lembut mengusap perut ratanya, seolah meyakinkan semua orang yang berada di sana kalau di dalam perutnya memang terdapat janin hasil dari pernikahan antara dirinya dan Bimo.

__ADS_1


Sungguh ini benar-benar santapan lezat bagi para pewarta yang haus akan berita-berita besar.


Tepat saat keadaan sedang riuh di ruangan itu, Bimo datang dan memasuki ruang pertemuan, Viona tersenyum penuh kemenangan, bak gayung bersambut Bimo seolah datang di saat yang tepat ketika Viona baru saja mempublikasikan pernikahan siri mereka, kini Bimo seakan menguatkan pernyataanya itu karena pria itu datang ke sana, berjalan menghampirinya yang sedang berdiri di hadapan puluhan para awak media.


"Sayang, akhirnya kamu datang juga," Viona yang tak menyangka kalau Bimo akan datang menemuinya di sana bersikap seolah-olah mereka memang sudah janjian untuk bertemu di sana, di hotel milik pria tampan yang menghindar saat Viona ingin menggandeng tangannya di hadapan para wartawan, untuk membuktikan apa yang sudah di katakannya adalah sebuah kebenaran.


"Apa yang kau lakukan di sini? Kau membuat para tamu tidak nyaman karena ribut-ribut seperti ini, kau juga tak meminta izin dari pihak hotel untuk mengadakan acara ini!" Ucap Bimo dingin.


"Pak Bimo, apa benar kalian sudah menikah secara siri, dan kapan itu di laksanakan? Lantas bagaimana perkembangan bayi kalian sekarang, berapa usia bayi dalam kandungan istri anda?" pertanyaan-pertanyaan para wartawan membuat kepala Bimo terasa pusing.


Viona mengernyit, dia sepertinya tak paham dengan apa yang di katakan Bimo saat ini.


"Tapi kata Viona tadi kalian menikah secara siri, dan dia sedang mengandung saat ini, kenapa pengakuan kalian berbeda?" para wartawan semakin ribut setelah mendengar penjelasan dari Bimo yang pengakuannya benar-benar berbeda dari apa yang di katakan Viona sebelumnya.


"Tentu saja berbeda, karena istri yang aku maksud bukan Viona, tapi dia istriku yang sebenarnya." Bimo melirik ke arah Anisa yang berdiri di antara kerumunan wartawan, tiba-tiba di tunjuknya dan menjadi pusat perhatian seketika.


Bimo berjalan menuju ke arah kerumunan wartawan dan menghampiri Anisa yang tertunduk menyembunyikan wajahnya akibat merasa malu menjadi tontonan orang banyak.

__ADS_1


"Bimo,,! Apa-apaan ini, apa maksud mu dengan semua ini?" teriak Viona dengan wajah yang memucat.


Dengan santainya Bimo merangkul pinggang Anisa dan membawanya ke tengah tengah ruangan, berdiri di antara Viona dan ibunya yang kini sedang menahan rasa marah dan malu secara bersamaan.


"Dia benar-benar menatuku, aku punya foto-foto pernikahannya!" Wati membuka layar ponselnya dan memperlihatkan foto-foto saat akad nikah anaknya dengan Bimo tempo hari, sungguh dia tak ingin kehilangan menantu yang kaya raya seperti Bimo.


Para wartawan langsung mengerubungi ponsel Wati melihat keaslian foto pernikahan itu, namun semua itu tak membauat Bimo gentar sama sekali, karena seketika layar putih di ruangan itu tiba-tiba memutarkan video rekaman cctv di apartemen Viona saat Viona pulang dalam keadaan mabuk dan mengakui tentang kelicikannya dalam menjebak Bimo agar mau menikahinya, bahkan di sana juga dia mengakui kalau dirinya tidak sedang hamil.


Video rekaman cctv yang di ambil oleh Rama itu akhirnya dapat membungkam mulut Viona dan Wati yang sejak tadi berkoar-koar dan bersikukuh kalau Bimo adalah suami dari Viona, pernyataan mereka akhirnya harus terpatahkan oleh pengakuan Viona sendiri dalam rekaman video itu.


"Me-mereka juga tidak menikah, itu semua bohong, wanita itu hanya pegawainya saja, Bimo apa maksud mu melakukan semua ini?" Teriak Viona, sepertinya dia sudah melupakan pencitraannya yang harus selalu menjaga imej di depan para wartawan, karena mereka akan memberitakan tentang ini semua.


"Sayang, apa kamu membawa apa yang aku pesan tadi?" Bimo menengadahkan tangannya di hadapan Anisa yang sigap membuka tote bag nya dan memberikan 2 buah buku pernikahan mereka.


"Tentu saja ini semua asli, dan kalian boleh melihatnya!"Bimo menunjukkan dua buku nikahnya kepada Viona di hadapan puluhan wartawan yang terus membidik dan merekam setiap detik kejadian yang berlangsung di hadapan mereka saat ini.


"Ini,,, ini tidak mungkin, kalian menikah saat aku pergi ke Singapura? Kamu jahat Bimo, kamu jahat!" Tangisan Viona kini menjadi senjata di hadapan semua orang, berperan seolah-olah dirinya wanita yang teraniyaya dan di hianati oleh Bimo saat ini.

__ADS_1


__ADS_2