BENCI UNTUK MENCINTA

BENCI UNTUK MENCINTA
Pulang


__ADS_3

"Aku memutuskan kontrak dengan brand terkenal di sana dan aku sekarang kembali di sini, aku kembali untuk mu, aku melakukan semua ini untuk mu, karena ku pikir aku bisa mandiri, tapi ternyata aku tak bisa jauh dari mu, setia hari aku selalu memikirkan dan merindukan mu!" kata Viona yang sukses membuat jatung Bimo seperti berhenti berdetak untuk beberapa saat.


Sungguh dirinya merasa sedikit bersalah, Viona melepaskan semua pekerjaannya demi bisa bersama kembali dengan dirinya, sementara dia sendiri kini malah menghianati cinta Viona dengan menikahi wanita lain, meski pernikahan dirinya dengan Anisa itu terjadi tanpa cinta, tapi tetap saja statusnya saat ini adalah suami dari wanita bernama Anisa, bahkan negara pun sudah mengakuinya dan tercatat di catatan sipil.


"Kenapa kamu malah ngelamun? Kamu pasti gak percaya ya, kalau aku bakal beneran pindah lagi ke sini dan bersama mu kembali, aku bahkan sudah siap jika kita harus menikah dalam waktu dekat!" ucap Viona dengan nada manjanya.


Namun ucapan Viona semakin membaut Bimo merasa sangat tertekan, apalagi saat Viona harus menyinggung masalah pernikahan, seolah dirinya sedang di sindir secara halus oleh kekasih nya itu.


"Sayang, aku kangen, kamu pulang ke apartemen ku ya!" rajuk Viona memeluk lengan kiri Bimo yang kekar dan berotot keras.


"Hemh," hanya dehamaan yang terdengar dari mulut Bimo di iringi anggukan kepalanya, tanda setuju.


Bimo kini berada di salah satu apartemennya yang sudah dia berikan kepada Viona untuk di tinggali.


"Sayang, kenapa sejak tadi kamu banyak terdiam, apa kamu masih marah pada ku? Aku sudah di sini dan akan menemani mu, tak akan pergi kemana-mana lagi," Ucapan Viona seakan di buat mengoda Bimo yang biasanya lebih bersikap agresif dari dirinya itu, karena Bimo tiba tiba menjadi sangat pendiam dari saat mereka bertemu di kantor tadi.


Viona mendekatkan wajahnya ke arah wajah Bimo yang seperti sedang memikirkan sesuatu,


"Aku sangat merindukan mu," bisik Viona tepat di telinga Bimo.

__ADS_1


Tangan Viona juga mengalung di leher Bimo, lalu dia mencium lembut bibir kekasih yang sudah lama di rindukannya itu, beberapa detik awal tak ada balasan dari Bimo atas aksi beraninya itu.


Namun setelah Viona memainkan Cuiman yang lebih intens dan menggoda, akhirnya benteng pertahanan Bimo runtuh juga, dia membalas ciuman itu dengan tak kalah panasnya, sama halnya dengan yang di rasakan oleh Viona, pria itu pun merindukan kekasihnya, hanya saja semenjak Anisa mengisi hari-hari nya, ketidak hadiran Viona sudah di rasa biasa saja baginya.


Ciuman itu terasa semakin panas dan semakin menuntut, bahkan mereka sudah saling bergumul dengan pakaian atas Viona yang sudah tak di kenakannya lagi.


Melepas rindu di atas sofa ruang tengah apartemen mewah yang memang tempat mereka biasa melepaskan gairah di waktu sebelum mereka terpisah jarak dan waktu.


Sebagai seorang laki-laki normal yang di suguhi tubuh molek seorang model yang bodinya aduhai dan dambaan semua pria tentu saja Bimo tak akan pernah menolaknya.


Seperti saat ini, lama tak menyentuh tubuh kekasihnya itu, membuat dirinya menjadi merasa sangat 'lapar' dan ingin cepat-cepat memakan wanita yang berada di dalam kekuasaannya itu.


"Kau semakin seksi saja, sayang," puji Bimo yang sedang memainkan squishy di dada Viona yang terasa semakin bulat dan berisi.


"Kamu juga semakin tampan dan menggoda saja, membuat ku selalu merindukan mu berada di atas ku seperti ini," celoteh Viona nakal dan menggoda, dengan tangan yang mulai ikut bergerilya di tubuh kekasihnya yang juga kini sudah sama-sama bertelanjqng dada, menunjukkan dada bidang dan perut kotak-kotaknya yang sangat memanjakan mata Viona.


**


Sementara di rumah kediaman Bimo, Anisa yang sejak tadi sudah bersiap-siap karena di janjikan akan di ajak pergi oleh suaminya itu masih saja menunggu meski ini sudah gampir lewat trngah malam, berkali-kali dia mencoba menghubungi ponsel suaminya, namun tak pernah di angkat oleh pemilik nomor itu, sebenarnya ingin dia bertanya pada Rama yang menjafi adisten sekali gus sekretaris suaminyavitu, dia yakin kalau Rama pasti tau kemana Bimo pergi.

__ADS_1


Namun dia takut Rama menjadi curiga dan membuat Bimo murka padanya karena di anggap membocorkan tentang rahasia pernikahannya.


Sampai akhirnya dia lelah menunggu dan tertidur di kasur dengan ukuran sangat luas itu, bahkan Anisa sampai lupa mengganti baju, dia masih mengenakan pakaian yang tadinya akan dia pakai untuk pergi bersama Bimo.


**


Setelah puas menyalurkan hasratnya bersama Viona, tiba-tiba Bimo teringat kalau dia mempunyai janji dengan Anisa, dia melirik layar ponselnya, ada sekitar 4 panggilan tak terjawab dari Anisa yang tak sempat di angkatnya karena selalin ponselnya di setel dalam mode sunyi, dia juga sedang asik melepas rindu dan melepas gairah bersama kekasihnya, sehingga dia tak tau kalau Anisa menghubunginya.


Bimo langsung terduduk di sofa empuk itu, lalu memunguti baju-bajunya yang berceceran di lantai, lalu mengenakannya kembali.


"Sayang, kamu mau kemana?" rengek Viona, karena biasanya kekasihnya itu akan melanjutkan aksinya itu di kamar untuk ronde ke 2, Bimo memang sangat memuaskan kalau urusan ranjang sehingga membuat Viona selalu berdecak kagum dengan kekuatan kekasihnya itu.


"Aku harus pulang!" Jawab Bimo.


"Pulang? Tapi kenapa? Biasanya kamu menginap di sini, lagi pula kita lama tak berjumpa, kenapa malah kamu pulang?" Viona merengek kembali berusaha mencegah agar kekasihnya itu mengurungkan niatnya untuk kembali ke kediamannya.


"Besok aku ada rapat pagi, banyak berkas yang aku tinggal di rumah, besok aku datang ke sini lagi," kelit Bimo beralasan, padahal fia sedang memikirkan Anisa saat ini, tiba-tiba dia sangat khawatir dengan istrinya itu, Bimo sangat merasa bersalah karena tidak dapat menepati janjinya untuk mengajak Anisa keluar, padahal dia sendiri yang menjanjikan hal itu kepada istrinya.


Meski mati-matian Viona menahan kepulangan Bimo, namun usahanya sia-sia saja, karena Bimo bersikukuh untuk tetap pulang malam itu, dia gak bisa di bujuk dengan apapun, bahkan saat Viona dengan terang-terangan menggodanya untuk melakukan kegiatan panas nya di ronde ke 2, namun Bimo tak bergeming, dia tetap memilih untuk pulang dan tak menghiraukan ajakan dan iming-iming Viona.

__ADS_1


__ADS_2