Benih Salah Alamat Sang Casanova

Benih Salah Alamat Sang Casanova
Lamaran


__ADS_3

Setelah menimbang dan mendapat bujukan dari Sakya juga papinya, akhirnya Larei pun menghubungi Sakya dan mengatakan jika dia setuju untuk menikah dengan pria itu.


Sakya segera menyampaikan hal itu pada kedua orang-tuanya, Haira dan Fahar yang mendapat kabar itu, tentu saja juga senang.


Akhirnya, keluarga dari Sakya tidak menunda-nunda lagi dan langsung memutuskan untuk melakukan lamaran terlebih dahulu. Mereka ingin memberikan pernikahan yang normal untuk Larei, seperti pernikahan pada umumnya.


Keesokan harinya, Haira segera mempersiapkan seserahan untuk melamar Larei. Meskipun terkesan mendadak, tapi ibu kandung dari Sakya itu, benar-benar mengatur segalanya hanya dengan waktu satu malam saja.


Kini mobil yang membawa Sakya dan kedua orang-tuanya itu, secara perlahan mulai memasuki gerbang, diikuti oleh beberapa mobil keluarganya yang juga ingin menyaksikan acara lamaran itu.


"Kamu siap 'kan Nak?" tanya Haira pada anaknya, sebelum mereka turun dari mobil yang sudah berhenti di pekarangan rumah Aditya.


"Siap Ma," sahut Sakya dengan mengangguk tanpa ragu.


"Ayo kita turun, Tuan Aditya sama istrinya sudah menunggu kita," ucap Fahar yang duduk di kursi samping kemudi.


"Iya ayo Pa." Angguk Haira.


Mereka pun mulai turun, setiap orang yang mengikuti mereka pun ikut turun dari mobil yang tidak bisa masuk ke dalam halaman semuanya.


Isan dan Gamya, tentu saja tidak ingin ketinggalan moment penting sahabatnya itu, mereka mendekati Sakya, begitu turun dari mobil mereka.


"Kamu tegang gak Sak?" tanya Isam ketika berjalan di samping Sakya yang akan menaiki teras rumah itu yang lumayan tinggi.


"Biasa aja," sahut Sakya dari balik maskernya.


"Kamu gak bisa lepas dulu apa maskernya," ucap Isam yang merasa risih dengan keadaan Sakya itu.


"Kamu mau aku ngacauin acara ini, dengan terus muntah-muntah."


"Ya, masa di saat kayak gini juga tuh hidung gak bisa diajak kerja sama sih." Isam memutar matanya.


"Suttt diam, gak enak dilihat orang kalian bisik-bisik kayak gitu," timpal Gamya menghentikan obrolan mereka, karena kini posisi mereka sudah berhadapan dengan si tuan rumah.


"Selamat datang Mas, dan semuanya," sambut Aditya dengan ramah pada semua tamunya itu.


Mereka pun saling bersalaman beramah tamah, ini adalah merupakan pertemuan pertama bagi mereka, selain Fahar dan Aditya yang memang sudah saling mengenal dari lama.


Setelah itu, Aditya pun meminta mereka untuk memasuki rumahnya, karena di rumah itu bagian yang luas adalah ruang keluarga. Jadi Aditya membawa mereka semua menuju ke ruang keluarga yang sudah diubah menjadi lebih luas dari sebelumnya dengan menata perabotan, hingga cukup untuk menampung semua tamunya yang lebih dari 10 orang itu.


"Silakan duduk semuanya, maaf karena ini acaranya diadakan dengan cara dadakan, jadi saya dan keluarga tidak sempat mempersiapkan semuanya dengan lebih baik lagi," ucap Aditya.


"Tidak apa-apa ini sudah cukup," sahut Fahar yang sudah mendudukkan dirinya di tempat duduk yang sudah tersedia.

__ADS_1


Art di rumah itu, mulai menyajikan bermacam kudapan untuk para tamu di sebuah meja yang di gabung hingga memanjang, dengan dibantu oleh kerabat dari Aditya dan Davira.


"Ma, panggil Larei apa dia udah selesai dandannya," ucap Aditya pada istrinya.


"Baiklah, permisi semuanya," pamit Davira dengan hormat, mulai beranjak dari tempatnya menaiki tangga.


Sementara itu, di dalam kamar Larei, kini wanita yang sudah siap dengan gaun berwarna peach yang menjuntai hingga pergelangan kaki itu, saat ini tengah duduk di depan meja riasnya.


Dia menatap bayangan dirinya yang sudah cantik dengan dandan yang tidak terlalu mencolok, di sebelah kanan dan kirinya ada kedua sahabatnya yang dengan setia menemaninya sejak tadi.


"Kamu yang mau dilamar kok aku yang deg-degan ya Rei," ucap Tari memegang dadanya yang terbalut gaun model vintage.


"Bilang aja, kamu juga mau cepat-cepat dilamar 'kan?" ledek Ivanka.


"Aku sadar diri, siapa aku ini, hanya seorang jomblo yang belum bertemu dengan pangeran berkuda putihnya," sahut Tari mendramatisir ucapannya itu.


Ivanka hanya memutar matanya malas, sedangkan Larei terkekeh dengan kelakuan sahabatnya itu.


"Tapi Rei, kamu gak merasa grogi gitu?" tanya Ivanka menatap Larei dengan intens.


"Gak sama sekali." Geleng Larei apa adanya.


"Mungkin karena kamu tidak memiliki perasaan apa pun pada Sakya kali ya, jadi semuanya terasa datar," timpal Tari.


"Mungkin." Angguk Larei setuju dengan ucapan sahabatnya itu.


"Wanita-wanita cantik, ayo kita turun. Tamunya udah menunggu tuh di bawah," ucap Davira membuka pintu itu dengan lebar dan tersenyum pada ketiga wanita itu.


"Baik Tanteku yang paling cantik tiada tanding," sahut Tari membuat Davira semakin terkekeh.


"Ayo turun ah, jangan sampai mereka kabur lagi karena kelamaan menunggu."


"Oke Tan! Ayo Rei," ucap Ivanka yang langsung menggandeng Larei dengan semangat untuk berdiri.


"Ayo.'


Ivanka dan Tari pun menggandeng lengan Larei untuk turun ke lantai satu, sedangkan Davira berjalan di depan mereka.


Setiap orang yang hadir di sana, melihat ke arah mereka, ketika mendengar suara ketukan yang dihasilkan dari sepatu yang mereka kenakan.


Sakya menatap Larei tanpa berkedip, bagaimana tidak. Saat ini wanita yang dari dulu selalu memasang wajah datar dan juteknya, kini tersenyum dengan lebar.


"Cantik," gumam Sakya tanpa sadar.

__ADS_1


"Benar-benar cantik!"


Setiap orang yang berada di sana langsung menatap heran ke arah Isam dan Gamya yang berbicara dengan suara yang cukup keras.


Sakya pun menatap kedua sahabatnya itu dengan kening mengerut.


"Ekhem!"


Suara deheman dari Fahar itu, membuat Isam dan Gamya yang dari tadi melihat ke arah ketiga wanita di belakang Davira, menjadi sadar dengan apa yang mereka lakukan itu.


Kedua pria itu akhirnya hanya cengengesan, menatap tak enak pada setiap orang yang ada di sana. Sementara Sakya menatap sengit kedua sahabatnya itu.


Davira menuntun Larei untuk duduk, di tengah-tengah antara dirinya dan Aditya, sementara kedua sahabatnya memilih duduk di sofa yang ditempati oleh Ziel dengan saling berdempetan.


"Kak, kenapa kalian gak duduk di tempat lain aja sih," protes Ziel pada Ivanka dan Tari karena membuatnya terhimpit di antara mereka.


"Sebentar aja Ziel, kamu tidak lihat sudah tida ada lagi tempat duduk yang kosong," ucap Ivanka tanpa melihat ke arah Ziel.


Akhirnya Ziel pun tidak bersuara lagi, dia hanya pasrah duduk di antara kedua wanita yang sudah dikenalnya sejak kecil itu.


"Baiklah, karena sekarang semuanya sudah berkumpul, jadi saya akan mulai mengutarakan maksud dari kedatangan saya dan keluarga saya ke sini." Fahar mulai membuka suara, hingga di sana pun tidak ada yang bersuara lagi, fokus padanya.


"Jadi seperti yang keluarga Tuan Aditya dan keluarga ketahui sebelumnya, jika saat ini saya datang ke sini, bermaksud untuk mengantar anak saya untuk meminang putri Tuan Aditya, yaitu Nak Larei, apakah kalian bisa menerima niat anak kami ini?"


"Saya tidak bisa menjawabnya, semua keputusan ada di anak saya, karena dialah yang kelak akan menjalaninya," ucap Aditya, membuat Sakya dan semua orang menatap ke arahnya.


"Jadi Rei, apa kamu bersedia menerima lamaranku ini?" tanya Sakya dengan serius, tanpa melepaskan maskernya.


"Ya, aku bersedia," sahut Larei tanpa ragu.


"Syukurlah kalau gitu," ucap keluarga Sakya dengan serempak.


"Baiklah, karena Larei sudah bersedia, kini waktunya untuk tukar cincin," ucap Haira yang segera mengeluarkan tempat cincin beludru berwarna biru dan menyerahkan pada Sakya.


Sakya pun menerima cincin itu, dia kemudian berdiri dan mendekati Larei yang juga sudah mulai berdiri, hingga mereka pun saling berhadapan.


Tanpa mengatakan apa pun, Sakya mengeluarkan cincin dengan bertahtakan berlian berwarna putih bersih itu. Lalu mengambil tangan Larei dan tanpa ragu memasangkannya pada jari manis Larei, begitu pun sebalik.


Prok … prok … prok


Semua orang langsung bertepuk tangan, katika Larei selesai memasangkan cincin pada jari manis Sakya, cincin yang menjadi bukti, bahwa kini mereka telah terikat satu sama lain.


...----------------...

__ADS_1


Sampai ketemu besok lagi ya semuanya🥰 maaf aku gak bisa up tiga bab lagi, karena kondisi badanku kurang fit, jadi cuma bisa diusahain sampai dua bab aja😔


Selamat malam dan selamat beristirahat ya😘


__ADS_2