Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 10 LDR


__ADS_3

Rey pun mengantar Hana pulang , dengan perasaan bahagia dia terus menggenggam tangan Hana


" Kak jangan pegang tangan aku terus, takut jatuh aku nya, Kaka pegang stang motor aja" Pinta Hana karens Rey mengendarai motor nya hanya dengan sebelah tangan saja.


" Tenang aja Hana ku, kan pelan pelan jalanan nya juga rata, kamu peluk Kaka aja kalau takut jatoh mah," Rey semakin mengerat kan pelukan Hana


" Idiih , ogah itu mah kaka modusss" Ucap Hana yang tak bisa menolak, Karena tak ada pilihan lagi dengan kebaya yang di gunakan nya membbuat Hana harus duduk menyamping.


" Enggak usah muncrat juga kali ngomong nya" Ledek Surya


" Emang iya muncrat?" Tanya Hana polos , tak menyadari kekasih nya itu hanya menggoda nya


" Coba kamu pegang," Rey menyodor kan pipi nya


" Idiih si Kaka mah moduss teruss" Hana mendarat kan cubitan di perut Rey.


Sesampai nya di rumah Hana, Rey pun masih tak percaya, saat ini dia datang ke rumah ini dengan status pacar, dia tersenyum mengingat beberapa bulan lalu dia pernah membuat kekacauan dengan mengajak Hana keluar tanpa izin.


" Na sekarang ini Kaka lagi ngapel beneran kan ya? ini bukan mimpi" Rey berucap sembari mata nya mengitari rumah Hana.


" Ya udah kaka ngepel aja biar sadar ini gak mimpi" Goda Hana


" Idih ga nyambung" Rey pun tertawa


" Sambung- sambungin dong" Entah sudah terbiasa bersama, Hana masih mengangap hubungan mereka seperti dulu.


Hubungan mereka berjalan lancar


Hana semakin dekat dengan orang tua Rey


ibu Wati sering meminta di temani Hana untuk membuat kue, atau pun berbelanja di pasar


sedang kan ayah Rey lebih sering meminta hana mencabuti uban nya kalau sudah kepala nya gatal, itu lah yang membuat mereka menjadi lebih dekat, dengan melakukan hal hal kecil bersama- sama.


Rey pun tak masalah dengan sifat Hana yang tak bisa romantis, tak seperti diri nya yang selalu tak sungkan sungkan mengutarakan isi hati nya, dia sangat menyukai Hana karna di balik sifat nya yang terkesan cuek, Hana sangat lembut dan pengertian, serta sangat perhatian kepada Rey dan juga orang tua nya.


Hubungan mereka pun tak terasa sudah 6 bulan, waktu memang terasa cepat berlalu


" Perasaan baru kemaren kita masuk sekolah, tau tau nya udah UTS aja," Kata Linda


" Ya enak dong bentar lagi liburan" Kata Maya


" Ga enak lah gua ga bisa ketemu ka Deni" Linda memutar bola mata nya


" Kita tuh libur sekolah ya, bukan mau pindah ke luar pulau Jawa" Hana meledek Linda


" Tapi kan ga bisa ketemu tiap hari, mana gua baru jadian dua hari lagi, kan lagi kengen - kangen nya" Linda memasang tampang memelas


" Belajar tuh dari si Hana, dia kalo lagi untung paling cepet ketemu dua minggu sekali , kalo lagi rugi ya sebulan" Haha ledek Maya


" Ko bisa sih lo Na? berarti 6 bulan ini lo baru ketemu berapa kali?" Tanya Linda


" Di bisa - bisain lah" Hana memang tak mempermasalah kan nya "Ya gak sesering Lo sama Deni lah, di hitung - hitung paling baru 10 kali dia pulang" Jelas Hana


" Jamuran dong lo Na?" Kata Linda


" Jamuran?? kan ada kalpanax" Ucap Hana dengan santai


" Yeuh dia nya malah iklan" Linda hanya geleng - geleng kepala


" Tapi kan bentar lagi liburan , pasti dia bakal pulang, dan lebih lama di rumah" Kata Maya

__ADS_1


" Dia lagi banyak job, paling seminggu kata nya" Lagi - lagi Hana tak mempermasalah kan jadwal pulang Rey


" Ko Lo bisa percaya sih?" Tanya Linda


" Ya gua yakin aja lah ama dia" Jawab Hana


" Dia lulus kapan?" Tanya Linda lagi


" Tahun depan" Kali ini Maya yang menjawab pertanyaan Linda


*Re**y*


" Rey lo tuh udah kaya om - om yang pacarin anak ingusan, hati - hati lo kena pasal pelecehan anak di bawah umur" Kata Ipang teman Rey, yang sedang membantu nya memasang foto ukuran poster diri nya dan Hana


" Muka nya masih kaya bocah tapi ko body nya??, " Ipang mengangkat angkat alis nya


" Sialan lo , cewek gua tuh" Rey menabok lengan Ipang


" Udah lo apain aja ni bocah" Selidik Ipang


" Otak lo ya dasar mesum" Rey pun menoyor kepala sahabat nya itu


" Gak mungkin kan lo anggurin gitu aja" Ucap Ipang yang terus saja mengikuti langkah Rey


" Emang gua anggurin" Jelas Rey, dia menatap Foto mereka


"Enggak mungkin broo,iman lo emang kuat, tapi si imin apa yakin kuat" Ledek Ipang seakan meragukan Rey


" Gua kuat kuatin bro, gua gak bakalan nyentuh dia lebih jauh kalo bukan dia yang minta" Jelas Rey lagi


" Berarti lo udah nyentuh dia dong" Ipang semakin penasaran


" Ya udah lah, pegangan tangan pas nyebrang" Rey menjawab pertanyaan ipang sambil melengos begitu saja


" Gua kenal dia dari kecil bro, makanya gua sayang banget ma dia, blom waktu nya lah, tau nanti kalo gua udah ga tahan" Rey pun menutup pintu kamar mandi dengan keras membuat sahabat nya itu terpentok pintu.


Liburan tengah semester telah tiba, dan Rey pun pulang selama seminggu, tidak seperti pasangan seperti biasa nya Rey dan Hana lebih sering berkumpul bersama dengan teman - teman nya, mungkin karna mereka setiap hari bertukar kabar, bercerita, vidio call, jadi saat mereka bertemu mereka lebih memilih berkumpul dengan teman mereka,


" Hana lo ngapa sih mau sama si Rey, Lo putih dia item, Lo cantik dia jelek dan kaya nya bentar lagi Loo tinggi dia pendek" Ledek Dion yang di ikuti gelak tawa yang lain nya.


" Sialan lo!!" Bukan Hana yang menjawab melainkan Rey " Manusia itu di ciptakan berpasang pasangan , gua yang nggak sempurna ya pasangan nya Hana ini yang sempurna, makanya gua pilih Hana biar memperbaiki keturunan" Rey pun beralasan


Mereka pu tertawa tak terkecuali Hana,


untuk fisik Rey memang tidak terlalu tinggi, kulit nya sawo matang, tapi wajah nya sangat kharismatik, sedangkan Hana memang berperawakan bongsor dan berkulit putih bersih, wajah nya tentu sangat cantik.


" Kamu ketawa apa ngetawain kaka?" Rey jengkel karna Hana terus saja tertawa


" Apa sih kak, sensi banget, lagi PMS yah?" Hana masih saja tertawa "Kak Rey itu dia bukan item tapi manis, coba deh perhatiin kaya Rangga Azof kan?" Hana membela kekasih nya itu, dan di ikuti sorakan dari teman - teman nya


" Yaudah ayo ke rumah kamu" Rey tersenyum mendengar Hana yang memuji nya


Merekapun pergi ke rumah Hana, setelah Rey berbincang - bincang sebentar dengan orang tua Hana, akhir nya kini mereka hanya berdua


" Na duduk sini" Rey menepuk - nepuk sofa nya, dan Hana pun langsung menuruti, seketika itu Rey langsung memeluk Hana


" Kak " Hana bermaksud melepas kan pelukan Rey


"Sebentar aja sayang sebentar, Kaka lagi cape butuh dukungan" Ucap Rey lirih


" Kaka ada masalah" Tanya Hana dengan penuh kecemasan

__ADS_1


" Hmm" Ucap Rey tanpa melepas kan pelukan nya, Hana pun membalas pelukan nya dan membuat nya makin erat


tapi Rey langsung melepas kan pelukan nya seketika


" Na kaka pulang dulu" Rey beranjak duduk


*C*up cup cup


Rey mencium kening dan kedua pipi Hana,


Hana pun menjadi heran di buat nya


" Kak kenapa ko buru buru pulang?" Hana mengernyit kan kening nya


" Si Imin kasian!" Ucap Rey yang tengah memakai jaket nya


" Iminn??" Hana mengerutkan dahi nya "siapa?" Tanya Hana penasaran


" Nanti Kaka kenalin jangan sekarang" Rey pun tersenyum dan langsung pulang, dan membuat hana semakin bingung, sebenar nya Rey tidak ada masalah, itu hanya alasan nya saja agar Hana bersedia Rey peluk.


5 bulan kemudian


" Si Deni masih ngambek lin?" Tanya Maya


" Lagian Lo mah segala jalan sama Adi, " Kata Hana


" Tenang aja sih semalem juga langsung beres, lagian gua tu jalan doang ga ngapa ngapain" Bela Linda


" Lo udah baikkan sama dia? segampang itu?" Selidik Maya


" Ya gampang lah dia lagi ngomel ngomel gua langsung bekep mulut nya, lumer deh dia" Linda mengedip - ngedip kan mata nya


"Wah parah Lo, main bekep - bekep aja anak orang , kasian tau Lin'" Kata Maya


"Bekep nya pake ini dong" Linda memonyong monyong kan bibir nya


" Idiih oek " Kata Hana,


" Ah lo yang lebih lihay kali dari pada gua" Tuduh Linda


Hana pun terdiam dia mengernyit kan dahi nya "Pernah juga belom gua" Ucap nya jujur


" Gak mungkin!!" Kata Linda dan Maya bersamaan


" Sumpah oneng, gua mah masih suci!" d?Dengan membusungkan dada nya Hana merasa bangga.


" Kalian tu ya pacaran udah hampir setahun, belom lagi jadi 'temen deket' berbulan bulan, masa sih ga pernah ngapa - ngapain" Tanya Linda hera


"Ya mana gua tau dia gak pernah tu mau cium gua, kalo pipi sama kening sih tiap dia pulang" Hana memang tak tahu alasan nya


" Mulut lo bau kali Na" Ledek Linda yang di susul gelak tawa


" Emang harus ya pacaran tu cium - ciuman? nggak juga gapapa kali" Hana heran "Bukan nya emang gak boleh kan?"


" Ya gua heran aja tu kak Rey jauh - jauh dia bela - belain pulang, mana ketemu nya lama lagi, tapi dia gak minta apa - apa, gua jadi heran, jangan jangan dia,," Haha Maya pun ikutan meledek


" Ia dia pacaran sama Lo buat kamuflase doang" Timpal Linda


" Gilaaa lo berduaa" Teriak Hana


" Nanti kalo lu pulang jangan lupa tanyain ya,, takut nya beneran dia belok, kan kasian aku tu sama kamu" Linda terus saja meledek Hana

__ADS_1


"Sialan lo, bully terus gua bully, pasrah gua mah, nantu kalo gua loncat dari pohon toge, Lo yang gua datangin duluan" Hana mendengus kesal, di susul gelak tawa kedua sahabat nya yang merasa puas telah mengerjai Hana


__ADS_2