
Sudah 4 bulan semenjak hari itu, Hana masih belum sepenuh nya menjadi kan Rey teman nya, Hana sudah memaaf kan, tapi tetap memutus kan untuk menjaga jaraknya dengan Rey.
Akun medsos Rey pun masih terblock, Rey hanya bisa mengiriminya SMS, sedangkan untuk menelepon Hana, tentu saja masih sangat sulit.
Rey : Hai Hana
Hana : Juga
Rey : Udah makan siang
Hana : Udah
Rey : Ganggu gak?
Hana : Ganggu
Rey : Oh maaf yah
Hana : Ya
Rey meletakan ponsel nya secara sembarang,
ternyata hubungan nya tak seindah yang di harap kan, perubahan Hana hanyalah dia kembali ramah, tapi Hana masih enggan untuk lebih dekat lagi, mungkin di karnakan Rey juga masih menjalin hubungan dengan Aqila.
"Kenapa sih kamu masih acuh juga, aku kira kamu udah mau buka semua akun medsos aku, ternyata masih kamu block juga" Rey sedang bergumam dalam hati nya, dia menyenderkan tubuh nya di kursi kebesaran nya di dalam Cafe nya,
Tok tok tok
"Bang gak malmingan Lo?" Tanya Dodi saat melihat atasan nya itu tengah melamun
"Masih siang kali" Ucap Rey sembari ia melihat jam tangan nya
"Tapi cewek Lo udah di depan Bang" Dodi melirik ke arah luar ruang kerja Rey
Rey melirik keluar, terlihat Aqila tengah menunggu nya " Bilangin, gua gak ada gitu" Rey mencoba menghindari Aqila lagi dan lagi
"Dia tau Lo ada Bang, itu motor Lo nongkrong di depan kan" Jelas Dodi yang tak mau ikut campur dengan urusan nya dengan Aqila
"Gak tau gua Dod, gua kasian sama si Aqila, gak tau harus apa" Seperti buah simalakama, dia tak tega memutus kan Aqila tapi dia pun tak bisa meneruskan hubungan ini
"Kak, malming nih? gak kemana-mana kita?" Aqila tersenyum manis menunggu jawaban dari Rey
"Kamu pergi sama temen-temen aja yah" Rey menyandarkan tubuh nya ke kursi "Kerjaan aku masih banyak"
"Ini weekend, masa masih kerja?" Aqila mendengus kesal
"Aku gak bisa, beneran Sorry!" Rey mengambil dompet nya "Kamu bisa bawa ATM aku" Rey menyodorkan kartu ATM nya
"Aku pengen kamu temenin, bukan ATM kamu" Aqila pun semakin merengut "Tiap jalan selalu sama temen, sama kamu nya kapan, berasa jomblo aku tuh" Aqila beranjak berdiri "Punya cowok serasa percuma, gak pernah ada buat aku" Aqila beranjak pergi, Rey tak mencegah nya sedikitpun
"Aku pengen kamu bosan, biar kamu yang pergi sendiri tinggalin aku" Gumam Rey melihat Aqila pergi
*****
Hana memeriksa ponsel nya dia terkejut, dengan banyak nya panggilan tak terjawab dari Rey, yang mencapai 25 kali panggilan
Hana akhir nya memutuskan menghubungi balik Rey.
Hana : Ada apa? nyampe banyak misscall gini
Rey : Pengen ngobrol aja
Hana : Gak ada yang penting?
Rey : Maaf aku emang gak penting buat kamu
Hana : kamu tau itu, ya udah
Kali ini Hana yang meletakan ponsel nya sembarang, Hana berada di tempat kost nya, jika biasanya hari sabtu dia pulang, tapi kali ini dia merasa lelah dan memutus kan pulang esok hari minggu
__ADS_1
Ponsel Hana terlempar tepat mengenai Cici
"Ini di buang? Kalo iya gua pungut" Cici mengambil ponsel Hana yang bernilai puluhan juta yang ia dapat dari Surya dulu.
Hana mendengus kesal dia mengusap-ngusap ponsel milik nya itu "Gak mampu beli gua, kalo ini Lo pungut" Cici pun terkekeh "Gua sebel, Gua maafin dia, tapi gak tau diri dia nya" Hana berdecak kesal
"Surya?" Tebak Cici
"Bukan, gua ama Surya mah baik-baik aja" Memang begitulah hubungan mereka, setelah Surya pergi ke Batam, saat Surya pulang kembali mereka, masih menyempatkan kan jalan bersama "Rey, mantan gua, dia ngeSMS gua udah melebihi minum obat" jelas Hana
Cici malah tertawa terbahak-bahak "SMS?" kembali Cici tertawa, dan mendapat lemparan bantal dari Hana
"Sorry, abis nya SMS emang masih jaman gitu?" Cici menahan tawa nya "Dia masih sayang tanda nya tuh"
"Justru itu gua gak mau lebih akrab lagi" Hana merebah kan tubuh nya
"Takut CLBK yah Lo, cinta lama belum kelar!" Hana langsung terduduk mendengar ucapan Cici "Kalau Lo gak takut Lo pasti biasa aja, gak perlu menghindar"
"Enak aja! gua gak takut!" sangkal Hana dengan meninggikan suara nya
"Eitss, santuy dong sis, gua cuma nanya ya" Cici terkekeh "Reaksi Lo berlebihan" Cici menunjuk hidung nya "Kaya maling yang ketangkap basah"
"Gua gak berlebihan tuh, biasa aja" Hana kembali tidur, dia berbalik memunggungi Cici dan menutup seluruh tubuh nya
Bola mata Hana masih terbuka di balik selimut nya, dia berpikir apakah ucapan Cici itu benar, kenapa dia harus takut untuk berteman, bukan kah perasaannya sudah hilang kepada Rey, apa benar di takut CLBK?
memikirkan itu Hana menjadi tak tenang, Hana membuka selimut nya, terlihat Cici yang sudah tampak pulas tertidur, Hana melihat jam dinding sudah jam 11 malam
Hana mengambil ponsel nya, mencari kontak Rey, dia menyentuh gambar telepon kemudian mematikan nya lagi karena ragu, begitu terus menerus entah berapa kali
Ting
Rey : Kenapa?
Hana : gak ada apa-apa
Hana : Ia
Hana : Sorry
Rey di sebrang sana tersenyum, dia belum sempat membalas, Hana sudah mengiriminya pesan lagi, Rey tahu dari semenjak Hana menelepon dan mematikannya berulang-ulang, Rey tahu Hana seperti sedang ragu
Rey : Maaf untuk? kamu gak punya salah kok
Hana menepuk jidat nya "Ah kok gua kaya orang bodoh yah?'"
Hana tak membalas nya lagi dia membiarkan semua nya berlalu, dia lebih memilih menggulung dirinya dengan selimut.
****
Rey tersenyum sendiri dia menatap ponsel nya, rona bahagia tak dapat di sembunyikan nya, sampai tonjokan di lengan nya membuyarkan nya
"Kesambet Lo?" Dion melambai-lambaikan tangannya tepat di wajah Rey
"Gua yakin Hana masih ada rasa sama gua" Rey berucap dengan bibir yang terus tersenyum
"Beneran kesambet Lo Rey" Dion menggelengkan kepala nya
******
Hana sudah bersiap pulang, setelah Surya tinggal di Batam, Hana lebih memilih pulang ketika pagi, Hana merasa itu lebih aman baginya
"Lo pulang sendirian?" Tanya Cici
"Gak usah di ingetin kalau gua lagi jomblo" Hana merasa tersindir
"Emang Lo jomblo?" Cici mencibik kan bibir nya "Itu Surya apa loh dong?"
"Kita tuh cuma MTM yah" Hana pun tertawa
__ADS_1
"Apaan tuh?" Cici mengerutkan kening nya
"Mantan tapi mesra" Hana pun tergelak "Udah ah gua takut ketinggalan bis" Hana pun bergegas meninggal kan tempat kost nya
******
Hana meneriksa tas nya, Cuaca pagi hari ini sangat mendung "Gawat gua lupa bawa payung lagi" Hana masih mengacak-acak isi tas nya.
Bis yang Hana tumpangi pun berhenti, Hana sudah bersiap turun, dia menengadah ke langit yang sudah cukup gelap "Mudah-mudahan keburu sampe rumah baru hujan" Hana melangkah kan kaki nya
Hujan mulai turun seiring langkah Hana, dia mulai panik kemana harus berteduh, makin lama hujan semakin deras tepat di depan Cafe milik Rey, Hana pun tak dapat menghindar dia terpaksa berteduh di parkiran Cafe.
Hana memeluk tubuh nya menjaga tubuh nya dari air hujan, Hana menoleh saat ada sebuah payung tersodor kearah nya.
"Kenapa di sini, masuk yuk, hujan nya deras banget" Rey mengajak Hana
"Gak usah disini kan gak keujanan" Tolak Hana lembut
"Tapi nanti kamu kecipratan mobil lewat loh" Rey tetap mencoba sampai Hana pun bersedia
"Sepayung berdua gini kok gua jadi deg degan yah" Rey bergumam dalam hatinya
"Kamu tunggu di ruangan aku aja" Rey menaruh payung nya dia hendak menuju dapur nya
"Aku di sini aja, gak usah di dalam" Hana merasa tak enak
"Kamu itu di sini tamu istemewa" Rey kemudian mengantar Hana ke ruangan nya, baru dia menuju dapur.
"Rey berlebihan banget sih" Hana sudah di ruangan Rey, dia melihat ruangan nya yang sangat rapih, Hana pun berdecak "Kamu tuh masih rapih aja kaya dulu"
"Aku emang masih sama kaya dulu!" Suara Rey mengejut kan Hana, membuat nya terlonjak kaget
"Kamu ngagetin" Hana mengelus dada nya
"Kamu ngelamun aja" Rey menyuguh kan Hot cocholate nya "Biar anget" Hana tersenyum menerima cangkir nya itu
"Kamu semalem kenapa minta maaf?" Rey menatap Hana, dan Hana pun langsung menoleh
"Sikap aku ke kamu gak bisa biasa" Hana menghela nafas nya "Aku gak mau ada gosip, kalo kita kelihatan akrab pasti orang-orang nyangka yang aneh-aneh" Hana kembali menyeruput minuman nya
"Nyangka kita balikan maksud kamu?" Rey menimpali, Hana pun mengangguk
"Kamu kan udah ada cewek juga"
"Aku bisa putusin kalo kamu mau balikan" Rey berucap santai, sedangkan Hana terbelalak mendengar ucapan nya
"Gampang banget sih kamu ngomong, gak di pikir dulu apa?" Hana sangat kesal mendengar ucapan Rey
Nampak seorang gadis yang tengah di bicarakan nya itu muncul, Hana terkejut, sedangkan Rey tampak santai saja,
"Cewek kamu dateng" Hana tampak mencari tempat untuk sembunyi
"Teruss" Rey mengerutkan kening nya
"Sembunyi dimana aku?" Hana sangat tak nyaman, dia membayangkan menjadi Aqila, bagaimana perasaan nya jika melihat kekasih nya sedang tengah asyik mengobrol dengan mantan nya "Rey dimana?" Rey hanya mengangkat bahu dia tak mengubris nya,
Aqila semakin dekat, akhir nya Hana bersembunyi di balik pintu
"Hai Kak" Sapa Aqila
Aqila tersenyum tapi seketika itu, raut muka nya berubah melihat secangkir Hot cocholate dan tas perempuan, kening nya berkerut, dia melihat ke arah belakang pintu, Hana sedang menutup matanya, merasa ada yang memperhatikan Hana pun membuka mata, dia tersenyum dengan sangat merasa bersalah kepada Aqila, sungguh ini bukan kesengajaan, Hana sama sekali tak menginginkan ini terjadi
Tak ada terucap dari mulut Aqila, hanya nampak jelas kekecewaan di wajah nya, dia pun berbalik segera, meninggal kan Hana dan Rey
*********
Ini salah siapa ya kira-kira? Kasian banget yah Aqila, kita lihat apa yang terjadi ya selanjutnya di part berikut.
Terima kasih, mohon dukungan nya ya Like dan komentar nya, masukan buat novel aku ini, terima kasih😙😍
__ADS_1