Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 48 Tentang Hati


__ADS_3

Setelah pagi itu Hana menjaga jaraknya lagi dengan Rey, walau tak bisa di pungkiri hati nya sangat menginginkan kedekatan itu berlanjut kembali.


Sedangkan Rey tetap tak patah semangat, Rey tetap gencar mendekatinya terus, tak perduli Hana yang bersikap dingin lagi padanya. Rey tetap berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan nya kembali.


Rey tengah berdiri di teras atas Cafe nya, tatapan nya kosong, sudah 3 bulan Hana mengacuhkan nya, entah apa penyebabnya Rey pun tak tahu.


"Kenapa kamu seperti angin, kadang memberiku kesejukan, dan kadang menjadi badai untuk ku" Gumam Rey dalam hati nya.


Sudah terlanjur untuk nya mundur, Rey akan maju walaupun di depannya itu adalah sebuah jurang yang terjal, dia akan tetap melangkah walaupun pasti akan terjatuh.


******


Hana termenung ada apa dengan diri nya, Hana pun tak mengerti, tentu dia harus melupakan Rey, Hana tak ingin keluarganya kecewa, tapi hati nya berkata lain, dia merindukan pemuda itu, entah sebagai teman nya atau sebagai apapun itu, yang jelas Hana saat ini sangat merindukan nya.


Tok tok tok


Ibu Rika mengetuk pintu kamar Hana, gadis itu tengah berada di depan laptop nya, tapi entah apa yang di pikiran nya


"Mamah langsung masuk ya sayang" Saat Hana masih terdiam


Hana melihat Ibu Rika, wanita yang sangat terluka saat dirinya pun terluka, tapi kali ini berbeda Hana sudah melupakan lukanya, dia tak mau mengungkitnya lagi, tapi tetap Hana tak ingin menyakiti nya.


Hana pun memberikan senyuman nya "Kenapa mah?"


"Kamu besok udah semester 5 aja" Ibu Rika mengusap pucuk kepala Hana "Sudah hampir satu tahun kamu sendiri, kenapa?" Tanya Ibu Rika


",Hana mau fokus kuliah aja Mah" Hana memberi alasan.


"Bagus kalau gitu" Ibu Rika mengecup pucuk kepala Hana


******


Hana tetap memilih sendiri, beberapa kali ia di jodoh kan, pak Daden selalu saja mengenal kan nya dengan putra koleganya, kabar itu tentu terdengar oleh Rey, tapi Rey merasa lega, Hana tak menjalin hubungan dengan siapapun.


"Mah Hana mohon, Hana gak mau di jodohin," Hana berdecak kesal, pasal nya ini sudah yang keempat kali nya, Pak Daden menjodohkan nya hanya dalam kurun waktu 10 bulan saja


"Tolong sayang kali ini terakhir" Pinta ibu Rika


Hana menghembuskan nafas nya, kemarin 3 lelaki yang ia tolak pun sangat sulit melepas Hana, walau dia sudah menolak nya, Hana merasa frustasi " Aku gak mau keluar, kalau mamah paksa, aku gak bakalan pulang lagi kesini!" Hana sama sekali tak bersedia menemui lelaki yang pak Daden datangkan


Hana sudah meminta bantuan Heru, agar pak Daden tak menjodohkan nya lagi, tapi tetap saja usaha nya nihil


Hana menangis tanpa air mata, tanpa suara, Hanya hatinya yang terasa sesak, Hana tak bisa memungkiri dia hanya merindukan Rey, pemuda yang tak pernah menyerah untuk mendapatkan nya kembali, sedingin apapun perlakuan Hana padanya, serumit apapun sikap Hana padanya, tetap saja pemuda itu tak menghentikan langkah nya, membuat Hana kembali luluh


Hana kembali sendirian, Kali ini dia tengah menggenggam ponsel nya, di sentuh nya gambar telepon dan mematikan lagi, terus seperti itu sampai ponsel nya tersambung.


Hallo Hana,,,,


Miss you,,,


Sambungan telepon pun terputus, Hana kalah lagi dan lagi, bagaimana pun Hana memang sangat merindukan lelaki itu. Sudah 4tahun kisah mereka berakhir, tapi tetap saja kenangan itu tak bisa hilang


*****"****


"Tante aku izin ya mau ajak Hana main besok" Linda mendatangi rumah Hana


"Ia Tante izinin tapi ingat jangan malam-malam ya pulang nya" Ibu Rika pun memberi izin Linda untuk mengajak Hana pergi


"Mau kemana sih besok?" Tanya Hana saat


mereka sudah berdua

__ADS_1


"Udah Lo pokoknya besok ikut gua sama Ricko" Jawab Linda , Ricko adalah kekasih nya


"Idiih ikut sama kalian, Sory ya Lin gua tau Ricko belom punya mobil, Lo mau ngajak gua bonceng bertiga gitu?" Hana pun begidik "Ogah amat gua"


"Pokok nya besok Lo gua jemput, jangan lupa bawa ganti" Linda masih bersikeras supaya Hana bisa ikut "Jangan ada pertanyaan lagi, jam 9 harus udah siap!"


********


"OMG Linda, Lo yakin ini kita berangkat bertiga" Hana masih enggan untuk ikut dengan Linda.


"Naik buruan!" Linda memerintah kan Hana untuk naik di belakang nya, Hana hanya berdecih dia pun menuruti Linda


Setelah cukup jauh dari komplek mereka, Hana pun di turunkan oleh Linda di tepi jalan


"Eh ini apa-apaan?" Hana yang kebingungan karena dirinya turunkan begitu saja


"Sampai ketemu di sana yah, dadah,,," Linda pun meninggalkan nya


Tin tin tin


Sebuah motor sport menghampiri nya, Hana mengenal siapa pengemudi motor itu


"Miss you to" Rey menatap Hana lekat-lekat "Semalem belum bales, Udah kamu tutup telepon nya" Rey pun turun dari motor nya


"Aaku gak sengaja telepon kamu, kepencet" Hana mulai gugup saat Rey mendekat


"Jadi yang kamu bilang juga gak sengaja?" Tanya Rey menahan senyum nya


"Ia, aku gak sengaja, setengah sadar lagi tidur" Hana mencoba berkilah, Hana tak mampu menatap Rey, matanya mengitari kearah lain


"Jadi kamu lagi gak sadar juga tetap ingat aku?"


"Ayo!" Ajak Rey, mendengar ajakan Rey Hana pun berbalik


"Kemana?" Hana mengerutkan kening nya


"Nyusul Linda lah" Rey mengambil helm untuk Hana "Gimana mau nyusul gak? atau kita cuma jalan berdua aja?" Goda Rey karna Hana masih mematung


"Kita nyusul Linda aja" Hana masih kebingungan


Rey memakaikan Hana helm, membuat mereka semakin dekat, mata mereka beradu, detak jantung pun berdegup kencang, rasa yang sama seperti saat pertama Hana jatuh cinta padanya.


"Kita mau kemana?" Tanya Hana saat sudah di boncengan nya


"Apa,??" Rey setengah berteriak "Aku gak bisa denger kamu" Ucap Rey karena memang Hana mengambil jarak "Kamu nya deketan dikit dong, biar bisa jelas" Ucap Rey setengah menoleh ke belakang


Hana tak menyahuti, dia hanya mengerucutkan bibir nya, kenapa dia harus terjebak dalam keadaan ini, Rey mengintip di kaca spion nya, dia hanya tersenyum melihat Hana yang cemberut


Mereka pun sudah sampai di air terjun, tempat sama yang pernah mereka datangi beberapa tahun lalu, Terlihat Linda dan Ricko tengah menunggu mereka.


Hana dan Rey pun menghampiri mereka yang tengah asyik berfoto, Rey merogoh kantong nya, mengambil ponsel nya untuk mengabadikan gambar mereka, saat Rey mengayunkan ponsep nya, Hana seketika menutupi wajah nya.


"Aku gak mau di foto!" Hana membelalakan mata nya


"Linda dan Ricko juga foto bareng" Ucap Rey santai


"Mereka itu pacaran!" Hana memalingkan wajah nya, Rey hanya tersenyum


"Kita ke Curug yang sebelah sana aja yah" Ajak Linda


"Itu jalan nya terjal jauh lagi" Hana tak setuju dengan usulan Linda

__ADS_1


"Sekali-kali jalan terjal, jangan jalan mulus terus, biar ada sensasinya" Linda berucap seraya berjalan meninggalkan Hana menuju air terjun pilihan nya.


Mau tak mau Hana mengikutinya, Linda dan Ricko bergandengan tangan, sedangkan Hana dan Rey tetap menjaga jarak nya, Karna jalan yang licin Hana sempat akan terjatuh, Rey beberapa kali menyodorkan tangan nya Hana tetap menolak. Saat Hana akan terjatuh lagi, Rey menarik tangan nya tak perduli akan penolakan dari Hana.


"Lepasin tangan aku!!" Hana mencoba menarik tangan nya kembali


"Kamu lihat Linda dan Ricko mereka saling bergandengan" Tunjuk Rey yang tak melepaskan tangan Hana


"Mereka pacaran" Hana mengerucutkan bibir nya


"Mereka saling menjaga, agar seimbang" Rey pun beralasan, agar Hana tetap berada di genggaman nya


Jalan yang terjal pun berlalu tapi Hana dan Rey tetap bergandengan, Rey tersenyum lebar, sedangkan Hana menikmati itu dia tak menyadari nya kalau mereka sebentar lagi sampai.


"Ehm ehm, Cieee" Linda melihat Hana dan Rey yang begitu dekat


"Gua cuma jaga keseimbangan doang kok" Hana seketika melepaskan tangan Rey


"Keseimbangan apa?" Linda menggerak kan dagu nya "Jalan nya rata kok" Linda menahan tawanya, tak terkecuali Rey yang tersenyum lebar.


Hana sangat salah tingkah, tak menjawab pertanyaan Linda, Hana justru melewati mereka menuju Air terjun "Ayo Lin gua udah gak sabar pengen nyebur" Hana mulai melepaskan sepatu dan tas nya,


Rey terkekeh melihat itu, Tak lupa dia mengabadikan semua gambar Hana, tentu saja tanpa sepengetahuan Hana.


Waktu menunjukan sudah sore hari, tapi mereka masih tetap berada di kawasan ini, walaupun sudah mulai berkabut


Rey dan Hana berdiri bersampingan di tepi tebing memandang rimbun nya pepohonan yang tertutup kabut


"Kamu udah nolak berapa kali di jodohin?" Rey bertanya menahan tawa nya


Hana pun terkekeh "4 kali"


"Kenapa?" Rey mulai menghadap ke arah Hana


"Belum siap berhubungan serius, mungkin nanti kalau udah skripsi" Hana tetap menatap lurus "kamu kenapa belum nikah?" Hana menoleh sekilas "Umur kamu udah cukup, usaha Cafe kamu kayak nya juga udah maju"


"Lagi ngumpulin dana, mungkin tahun depan" Ucap Rey kembali menatap lurus


"Oh, udah punya calon?" Tanya Hana datar


"Kamu!" Hana pun langsung menoleh "Orang yang yang akan aku lamar ya cuma kamu" Rey berucap datar


"Rey jangan bercanda" Hana membelalakan matanya


"Aku gak pernah ngebayangin nikah sama siapapun kecuali kamu!" Rey menatap Hana "Aku tahu, memang sekarang keluarga kamu benci sama aku, aku akan terus berusaha agar mereka bisa terima aku lagi..." Ucapan Rey pun terpotong


"Jangan, lebih baik jangan! Itu akan sia-sia"


"Kamu tau Hana, kamu adalah tujuan hidup aku, bukankah kita harus berusaha mewujudkan nya" Rey berucap sangat meyakinkan


"Ya, kamu betul, tujuan hidup aku gak mau ngecewain mamah dan papah" Hana menatap Rey "Jadi kamu gak usah lakuin itu, semua itu percuma" Hana berbalik arah, seketika langkah nya terhenti, dan menoleh kearah Rey


"Jawaban nya ada di hati kamu hana" Rey berjalan mendekati nya, membuat mereka hanya berjarak beberapa inci saja


"Aku gak bakalan mundur, apapun keputusan mereka, aku akan tetap berjuang"


Hana menatap Rey, dia pun tertunduk "Aku mau pulang"


*******


Kira kira Hana mau balikan lagi gak ya,,? kita simak part selanjut nya yah. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2