Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 63 Penuh Cinta 2


__ADS_3

Hana terdiam, hatinya meragu untuk mengikuti ajakan Rey, tentu saja ingatan nya kembali ke beberapa tahun silam saat ia di paksa Rey memasuki kamar nya, "Aku tahu kamu gak bakal nyakitin aku lagi, kamu udah janji,"


"Sayang ayok,," Rey terus membawa Hana memasuki kamarnya dengan menarik nya.


Hana akhirnya memasuki kamar itu, tapi dia sungguh benar benar terkejut, tak percaya dengan apa yang di lihat nya, Hana terperangah, dia tak bisa berkata, sudut matanya sudah berair, dia pun terisak "Kenapa kamu seperti ini Rey,,, kenapa bisa kamu begini,,!" Hana memukul Rey dengan masih terisak


"Aku udah bilang,,, aku cinta kamu Hana!"


Rupanya Hana merasa terharu dengan apa yang di lihat nya, dinding kamar Rey di penuhi foto dirinya, dari sejak Hana SMP sampai sekarang, entah bagaimana caranya Rey mendapatkan semuanya, tapi yang pasti Hana merasa sangat di cintai.


"Kamu ingat,,,? itu waktu kita PDKT" Rey menunjuk salah satu foto "Itu waktu kita jadian, waktu kita pacaran, dan itu waktu kamu benci aku,," Rey pun tersenyum


"Kok kamu bisa dapet foto aku sebanyak ini Rey,," Hana terkejut melihat dinding kamar Rey benar benar penuh


"Yang lagi senyum,, ketawa,,, aku dapet dari Dodi, Maya, Linda" Rey menatap Hana "Sisanya candid,,, saat kamu jalan, nunggu bis, turun dari bis, banyak lagi,," Jelas Rey menunjukan begitu banyak foto candid nya


"Psycho kamu,,," Hana pun bergidik "Jadi kamu ngikutin aku terus?"


"Hemh ia, kamu tu gak aktif di sosmed jadi aku susah dapetin foto kamu" Ucap Rey


Cupp


Hana mengecup bibir Rey sekilas "Makasih sayang, kamu bener bener bikin aku melayang,," Rey pun terkejut dengan kecupan yang Hana berikan


"Kamu bilang gak boleh ciuman,,,?" Rey membelalakan matanya


"Itu kan bukan ciuman ,, cuma nempel" sanggah Hana


"Aku mau lagi,,," Rey mulai mendekati Hana


"Gak mau,,, gak mau,,, jangan,," Mereka pun berlarian, seperti anak kecil, cinta memang membutakan mereka, Hana dan Rey seperti kembali pada masa masa remaja mereka, begitu indah, hangat, dan penuh gejolak, "Aah,,," Hana terjatuh di ranjang saat Rey berhasil menangkap nya, mereka pun berbaring berdampingan


"Aku cinta kamu Hana,,," Rey berucap dengan terengah, tanpa menatap Hana


"Aku tau,," Hana pun terengah


Rey berbalik menyamping "Sangat cinta,,!"


"Aku juga,," Hana tersenyum,


Mereka pun berpelukan " Aku sangat,,,, sangat cinta kamu Hana,," Rey berteriak, dan Hana hanya tertawa


Tanpa mereka sadari, ternyata Ibu Wati sudah pulang, sempat terkejut melihat mereka, karena pintu kamar Rey yang tak di tutup, tapi diamati mereka hanya berpelukan dan tak melakukan apa apa. Ibu Wati pun tersenyum tanpa ingin membuat Hana malu dia pun kembali ke teras, dan mengetuk pintu "Rey,,, Kamu udah pulang,,?"


"Tante,,,!"


"Mamah,,!" Rey dan Hana pun terkejut


"Rey tangan kamu lepasin,!" Hana mencoba melepaskan tangan Rey yang masih memeluknya, Hana merapikan rambutnya dan bergegas keluar kamar


Ibu Wati pun sengaja memperlambat langkahnya sebelum Hana terlihat berada di luar kamar "Eh sayang,,, " Ibu Wati segera memeluk nya "Kamu dari tadi,,?


"Eh,,, enggak tante baru sampe,, baru banget!" Hana pun terbata

__ADS_1


"Ohh,,, ya sudah, siap siap sholat magrib yuk, bentar lagi azan" Ajak bu Wati


"Hana lagi halangan tante,," Jawab nya ramah


"Rey yuk siap siap!" Ibu Wati pun mengajak Rey.


"Yakin kamu baru dateng,,?" Goda Rey pada Hana saat dia hendak menyusul ibu nya, Rey tak mendapat jawaban, karena Hana hanya memelototinya, melihat ekspresi Hana Rey malah semakin menggodanya.


"cih,,, bisa bisa nya kamu ledekin aku, gak tahu apa ini jantung rasanya mau copot" Gumam Hana dalam hatinya.


Rey tersenyum terus walau dia sudah sampai mushola di dalam rumahnya, ibu Wati pun memperhatikan itu "Rey kamu kenapa,,?" Tanya bu Wati


"Enggak mah,,, Rey cuma lagi seneng aja" Jawab Rey sumringah


"Rey,,, mamah tadi sebenernya lihat kamu sama Hana,,,"


"Mamah lihat apa,,,?" Rey memotong ucapan Bu Wati


"Tadi kalian di ranjang,,," Bu Wati tak meneruskan ucapan nya


"Kita gak ngapa ngapain kok mah,,!" Rey langsung menyanggah


"Mamah tahu,,, tapi alangkah baik nya kalian tahan dulu,,, kalian sudah bukan dewasa lagi, pasti tahu kalau seperti itu tak baik,," Ibu Wati pun memperingatkan


"Mah,,, beneran kita gak pernah ngelakuin hal yang aneh aneh" Sanggah Rey


"Kamu tahu,,, 2 orang dewasa saling sayang,, keinginan untuk saling menyentuh itu sangat besar, apa lagi kalian menahan nya bertahun tahun,,, inget lo kata nenek itu berbahaya" Bu Wati menahan tawanya dan mendorong pundak Rey perlahan "Jaga Hana,,, kalian memang akan menikah,,, tapi saat ini belum,, jadi tahan dulu ,,,, Ok!" Pinta Bu Wati


"Ok siap mah,,!" Dengan wajah memerah, Rey pun berjanji kepada bu Wati"Kenapa mamah sama Hana sepemikiran sih, gua harus sabar, Rey lo pasti bisa!" Gumam nya dalam hati


******


"Kamu udah telepon kakak kakak kamu,,?" Tanya bu Rika saat sedang membuat kue, Hana pun mengangguk "Kamu jam berapa ke butik,,?" Tanya bu Rika karena melihat Hana masih membantunya.


"Jam sebelas mah,," Jawab Hana yang masih sibuk membuat kue.


"Sekarang jam 10 Hana, kamu belum mandi,," Ucap bu Rika


"Aish,,, ah aduh,,, Hana mandi dulu mah,," Hana pun bergegas


"Sayang,,, ada yang ketuk pintu,, tolong kamu buka dulu" Perintah bu Rika karena mendengar suara ketukan pintu


"Ia mah,,," Setengah berlari Hana menuju ke pintu


"Kamu belum siap" Ucap Rey saat Hana membuka pintu


"Aku baru beres bikin kue Rey, kamu tunggu dulu sebentar ya aku siap siap dulu!" Jawab Hana seraya mempersilahkan Rey masuk.


"Bikinin aku kopi ya,,, buat temen makan kue bikinan kamu" Pinta Rey


"Dih PD banget, aku mau mandi, lagian itu kue buat nanti malem tahu,,, jangan di makan sekarang,,,!" Tolak Hana


"Aku kangen banget kue buatan kamu,,," pinta Rey

__ADS_1


"Ada apa sih ini,,," Bu Rika sudah membawakan kopi beserta kue " Mandi sana cepetan nanti terlambat" Bu rika meletakan kue nya di meja, seketika Rey pun menjadi diam, entah mengapa Rey masih merasa ada jarak dengan calon mertuanya itu.


"Rey,,, nanti malam siapa ikut,?" Tanya bu Rika serius.


"Om Bambang sama kak Dani tante,, " Jelas Rey


"Baiklah,, ayo di minum kopinya,, tante mau lanjutin ke dapur dulu" Bu Rika pun meninggalkan Rey


*******


Di butik Rey dan Hana mencoba beberapa model kebaya dan setelan baju adat untuk Rey, dan akhir nya model baju pengantin pun mereka dapati, dengan konsep sederhana Hana hanya memesan 2 pakaian saja, untuk akad dan resepsi, Hana memang tak berniat mengundang banyak tamu , hanya sahabat terdekat saja yang ia undang, dia ingin acara sakral nya ini berjalan dengan khidmat.


"Hemhh,,, akhirnya beres juga ya sayang" Ucap Rey seraya terus memegangi kameranya


"Hemhh ia sayang,,, doakan ya semua biar lancar" Ucap Hana mengarah ke kamera, setelah penutupan Vidio pun di hentikan, "Kamu tahu,, kenapa aku gak aktif di sosmed?" Tanya Hana pada Rey yang tengah sibuk memeriksa hasil vidionya


"Kenapa sayang,,?" Rey menengok sekilas


"Aku tuh gak suka kehidupan pribadi aku terpublish,, eh malah dapet calon suami seorang pejuang konten" Ucap Hana dengan mencibikan bibir nya.


"Bukan nya kamu memang gak mau sama aku ya,,,?" Pernyataan Rey pun mendapat cubitan di pinggang nya


"Pulang,,, aku harus siap siap buat nanti malem," Ajak Hana, dan mereka pun akhirnya pulang


"Aku langsung pulang ya sayang,,, gak turun dulu, ada yang harus di beresin di rumah,," Saat Rey sudah sampai mengantarkan Hana tepat di gerbang rumahnya, Hana pun mengangguk "Terus kenapa kamu gak turun?" Tanya Rey heran saat Hana masih terdiam


"Kamu gak cium kening aku dulu,," Hana pun merengut


"Nanti aja kalau udah sah,, tanggung kalau cuma cium kening doang mah,," Jelas Rey dengan setengah menahan tawa nya


"Cihh,,," Hana hanya berdecih dan segera turun dari mobil Rey


Saat Hana memasuki rumah, ternyata semua sudah berkumpul, mereka tengah memasak dan bersiap untuk acara nanti malam, kadang Hana masih merasa tak percaya, sekarang dia akan benar benar menjadi pengantin, impian nya sekarang terkabul menikah dengan seseorang yang sangat ia cintai, walaupun dia pernah membencinya, akhirnya Hana pun tersadar, dia membenci Rey karena memang sangat mencintainya.


Malam hari pun tiba, keluarga Rey pun sudah datang, perbincangan pun terus berlangsung, setelah memberikan hari baik dan mengatur dengan jadwal srluruh anggota keluarga, tanggal pun di tentukan tak sampai 2 bulan pernikahan pun akan di langsungkan, semua persiapan harus di rampungkan secepat mungkin.


"Nak Hana,,, bagaimana dengan barang barang seserahan untuk lamaran nanti,,?" Tanya bu Wati mengingat waktu nya yang terbatas


"Jadwal kerja aku masih padat tante, aku juga mau selesain sebelum nikah, biar bisa cuti agak lama habis nikah nya,, jadi semua barang barang aku pasrahin sama Kak Rey, dia pasti tahu jelas selera aku,," Jawab Hana dengan sopan.


Rey pun menatap Hana dengan berbinar, mendengar Hana memanggil nya "kakak" lagi, sungguh membuatnya senang, sudah lama sekali ia tak mendengar Hana memanggil nya dengan sebutan itu.


"Ia mah,, nanti kita aja yang siapkan" Rey pun menyetujui.


Pertemuan pun di akhiri dengan acara makan bersama, dengan waktu yang singkat mereka harus bisa mempersiapkan semuanya.


"Kamu gak mau ikut belanja,,,?" Tanya Rey saat mereka tengah berdua


"Aku gak bisa izin dari kantor, sabtu kita prewed, minggu belanja furnitur, belum cari souvenir, nyetak undangan, fitting baju, aku gak bisa kaya nya, sedangkan pernikahan nya cuma tinggal sebulan lebih seminggu doang,, ya kan," Jawab Hana.


"Ok lah sayang,,, jangan sampe kecapean yah calon manten" Ucap Rey, Hana pun mengangguk.


*****

__ADS_1


Akhir nya Hana jadi manten juga yah,,, Terima kasih yang udah nunggu up dari aku, maaf gak bisa cepet cepet up, karena HP nya di bagi bagi buat daring anak sekolah juga😊


__ADS_2