
"Rey" Hana berteriak
"Apa?" Rey mengerutkan kening nya
"Kejar" Hana mengeratkan gigi nya
"Kenapa?" Rey benar-benar tak perduli dengan Aqila
"Astagaa, dia cewek kamu" Hana semakin geram "Kejar Rey!"
"Tapi aku udah sering ketemu dia, kita kan jarang ketemu" Rey berkilah, membuat Hana semakin emosi
Hana memicingkan matanya "Kejar! aku bilang. Sekarang!" Setelah mendapat bentakkan dari Hana, akhirnya Rey mengejar Aqila
Aqila sudah berada di luar Cafe, Rey menghentikan langkah nya, terlihat Aqila yang menunduk, Rey terus berbicara, mencoba menggenggam tangan nya. Hana tak bisa mendengar apapun, yang dia ketahui dirinyalah penyebab masalah ini, tak ada rasa sakit saat melihat Rey bersama Aqila, Hana di penuhi rasa bersalah, dia tau persis apa yang di rasakan Aqila saat ini.
Aqila berlalu pergi dalam rintik hujan, Rey pun malah berbalik menemui Hana.
"Gimana? Cewek kamu pasti marah banget kan?" Tanya Hana cemas
"Udah lah gampang, nanti aku jelasin" Rey tak merasa bersalah sedikit pun
"Makanya aku bilang, kita harus jaga jarak, kan gini jadinya" Hana pun berdecak "Gimana ini?"
"Gimana apa nya?" Rey masih bersikap santai
"Kamu kok gitu sih?" Hana menatap Rey lekat
"Ternyata kamu memang masih sama kaya dulu, gak ngehargain sebuah hubungan!" Hana mengambil tas nya, bermaksud meninggal kan Rey
Langkah Hana tertahan, Rey menarik lengan nya "Perasaan aku ke kamu yang masih sama kaya dulu!" Hana menoleh, menarik lengan nya, hati nya berdebar kala tangan mereka bersentuhan, tak ada kata dari Hana dia pun berlalu meninggalkan ruangan Rey.
****
"Bisa-bisa nya kamu bilang rasa kamu masih sama, itu si Aqila apa? katanya gak bisa lupain aku, tapi punya cewek" Hana mendengus kesal, dia terus saja mengumpat di perjalanan nya "Dasar cowok, gak mau rugi, sama aku mau, sama cewek lain pengen" Hana pun memasuki rumah nya
"Assalamualaikum" Hana segera mencari ibu nya, dan memeluk ibu nya setelah melihat sosok yang di carinya tengah berada di dapur
"Wa'Alaikumussalam, kenapa sih kok langsung begini" Ibu Rika menoleh ke belakang memperhatikan putri nya yang tengah bersandar di pundak nya
"Aku cape mah, laper lagi, tapi yang pasti kangen Mamah" Ucap nya manja, Hana hanya ingin memeluk ibu nya itu, karena akan sangat menenangkan nya
"Kamu gak keujanan?" Tanya bu Rika
"Aku turun dari bis, hujan nya reda" Hana menutupi kejadian tadi
"Pas banget ya, ya udah makan dulu yuk!" Ajak bu Rika, Hana pun mengikuti ibu nya ke meja makan
********
Hana tengah sibuk mencari akun medsos Aqila, Hana benar-benar merasa tak nyaman, setelah menemukan nya dia pun mengirimi pesan
"Aqila maaf, ini gak kaya yang kamu bayangin, aku cuma berteduh kehujanan"
Tak ada balasan dari Aqila, Hana pun sadar gadis itu pasti tak mau mendengar penjelasan nya
******
Rey dan Aqila
Sudah seminggu dari kejadian itu, entah apa yang di jelaskan Rey hingga Aqila masih bertahan, seperti biasa minggu ini Rey terus berada di Cafe nya dia tak mengajak Aqila kemana pun
***Tak mungkin menyalahkan waktu
__ADS_1
Tak mungkin menyalahkan keadaan
Kau datang di saat ku membutuhkanmu
Dari masalah hidup ku bersamanya
Semakin ku menyayangimu
Semakin ku harus...
Melepas mu dari hidup ku
Tak ingin lukai hatimu
Lebih dari ini
Kita tak mungkin trus bersama***
Aqila merasa kesal dengan lagu yang di nyanyikan Rey
"Kamu kenapa sih" Aqila langsung berdecak kesal, saat Rey menghampiri nya
"Kenapa sih, apa nya?" Rey merasa heran
"Kamu masih suka mantan kamu?"
"Apa hubungan nya, jangan bawa-bawa Hana"
"Aku gak pernah dengar lagu cinta dari kamu, kamu gak pernah bawa aku kerumah, kamu gak pernah datang ke rumah aku" Aqila sudah mulai frustasi "Bilang sama aku kalau kamu gak cinta dia!"
Rey terdiam, dia memalingkan wajah nya.
Aqila menghela nafas nya berat "Kamu masih cinta dia!"
"Jangan bawa-bawa Hana dalam masalah kita" Rey menatap Aqila
Rey mematung, ada rasa kelegaan dalam hati nya "Kok gua malah ngerasa lebih baik yah" Rey bergumam dalam hati nya
****
Hana tengah menunggu bis nya untuk kembali ke kampus, keadaan masih pagi sekali, di hari senin Hana akan berangkat lebih pagi dari biasanya, untuk menghindari kemacetan
"Ayo bareng" Rey juga akan berangkat ke kantor nya
"Takut kepergok cewek kamu lagi" Hana memalingkan wajah nya
"Aku jomblo!" Jawab Rey sumringah
"Jomblo kok bangga" Hana terkekeh
"Kamu jomblo juga kan?" Tanya Rey, Hana langsung memicingkan matanya, menatap Rey dengan tatapan dingin nya
"Bukan urusan kamu" Hana menyilangkan tangannya di dada
"Mungkin kita emang jodoh?" Ucap Rey dengan percaya diri
"Jangan terlalu percaya diri mas nya!" Hana membalikkan tubuh nya dia perlahan melangkahkan kaki, untuk menjauh dari Rey,
"Kamu hadir kan! Di Reuni minggu depan SMA kita?" Tanya Rey yang menghentikan langkah nya
"Hadir" Jawab Hana menoleh kembali ke arah Rey
"Aku perform" Rey tersenyum lebar "Kamu sendiri kan?"
__ADS_1
"Mungkin aku gak bisa lihat kamu perform, paling cuma sebentar" jawab Hana
"Kenapa?" Rey menjadi patah semangat
"Siang nya aku harus ke Bandara, nganter Surya!" Jelas Hana, seketika Rey pun merengut
"Ayo aku anter, please" Rey memohon kembali
"Kamu berangkat aja duluan, aku gak biasa naik motor pagi-pagi" Ucap Hana jujur
"Hmm aku emang belum mampu punya mobil mewah!" Rey salah mengartikan ucapan Hana, membuat Hana merasa tak enak Hati
"Asli aku gak bisa naik motor pagi-pagi" Hana pun tersenyum "Kamu boleh jemput aku nanti kapan-kapan" Mendengar ucapan Hana membuat Rey sumringah, bibir nya tersenyum lebar
"Benarkah?" Rey tak dapat menyembunyikan Rasa bahagia nya
"Ia tapi jangan minggu ini" Jawab Hana, Rey pun mengangguk, "Kamu sana duluan"
Rey pun melajukan motor nya, tanpa di sadarinya Hana terus tersenyum, melihat kepergian Rey, perasaan apakah ini Hana pun tak tahu itu
"Kamu Hana?" Tanya seorang gadis berseragam SMA, Hana mengerutkan kening nya, karena Hana tak mengenali gadis ini "Cantik, modis, tapi sayang PELAKOR!" Ucap gadis itu dan berlalu
Hana seperti hancur, ucapan gadis itu membuat nya seperti terjatuh dari gedung pencakar langit, rupanya gadis itu adalah teman nya Aqila.
"Sakit banget sih hati gua denger nya, Gua bukan Pelakor!" Hana tertunduk "Lo itu selalu bawa masalah Rey buat gua!" Hana menyalahkan Rey atas kejadian hari ini
*******
"Kenapa Lo?" Aina mengambil buku yang Hana pegang, tapi dia sendiri sedang melamun.
"Masa tadi gua di bilang pelakor" Hana menghela nafas nya "Sedih banget gua"
"Kok bisa?" Aina mengerutkan kening nya
"Mantan gua di putusin cewek nya, gara-gara ngeliat gua di Cafe nya" Hana memandang langit
"Wah parah tu cewek, semua orang kan boleh datang ke Cafe, terlalu lebay tu anak" Aina mendengus kesal
"Dia ngeliat gua lagi ngumpet, di belakang pintu ruangan pribadi mantan gua." Hana berucap datar
"Gila lo! ya iyyalah gua juga naik darah, kalo kejadian nya kaya gitu" Aina meninggikan suara nya "Lagian kalau masih saling sayang balikan lagi aja sih, apa susah nya" Hana menatap Aina tajam mendengar ucapan nya.
Hana terdiam, hatinya berkecamuk, apa begitu lemahnya kah diri nya, karena perhatian dan usaha Rey yang mendekati nya lagi, membuat pertahanan nya runtuh, atau kah Hana memang tak pernah membenci Rey, mungkin kah memang sebenarnya dia selalu mencintai nya, Sudah hampir 3 tahun mereka berpisah, tapi mengapa hatinya tak bisa benar-benar melupakan cinta pertamanya itu
"Gua bukan pelakor, bisa besar kepala dia kalau gua mau balikan lagi sama dia" Hana mencibikkan bibir nya
"Fix,,, Lo masih sayang dia, cuma gengsi!" Aina mencoba mengartikan sikap Hana
"Sok tau Luh!" Hana menjadi geram
"Gua emang gak tau, Lo yang tau tentang hati Lo sendiri!" Aina menunjuk dada Hana "Kalau cinta gak usah gengsi entar nyesel loh"
Hana kembali berpikir, tapi segera dia menyangkal nya "Gua udah gak cinta sama dia, Lo bisa pegang omongan gua!"
"Terserah gua gak perduli" Aina tertawa melihat sikap sahabat nya itu
******
"Lo tau tempat kost Hana?" Tanya Rey pada Dodi
"Gak tau bang, cuma yang gua tau gak jauh dari kampus nya" Jawab Dodi
"Kenapa?" Tanya Dodi heran
__ADS_1
"Gua udah dapet lampu hijau, tinggal gasspoll" Rey sangat bersemangat
"Aku tau aku pasti masih ada di hati kamu" Rey tersenyum sendiri, Dodi hanya geleng-geleng kepala melihat atasannya itu