Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 49 Mungkin Kah Kembali?


__ADS_3

Tak ada satu patah katapun terucap saat mereka tengah berada di atas motor Rey. Hana hanya melihat kearah samping, Rey hanya bisa menatap Hana di kaca spion nya dalam diam, sungguh menyakitkan baginya, Rey sungguh mencintai Hana, dan pernah melakukan kesalahan terbesar dengan meninggalkan nya


Hana berpikir keras dalam hatinya, hidup itu lucu, pemuda yang pernah orang tuanya banggakan, kini menjadi satu-satunya pemuda yang harus ia jauhi. Seperti Rey, Hana juga tidak pernah membayang kan menikah dengan lelaki lain, dia hanya pernah bermimpi menikah hanya dengan Rey, tiada yang lain.


Tentang masa lalu bukankah semua orang pasti punya itu, mungkin Rey melakukan kesalahan tapi itu dulu, 4 tahun yang lalu, tak pantas kah dia menerima ampunan Hana


Hana mulai menengok kearah depan,hatinya ingin memastikan kembali, apakah benar dia masih mendamba Rey untuk di sisinya


Greeep


Hana memeluk Rey dengan erat , dia menghirup aroma tubuh Rey, ya dia masih menginginkan nya, Rey pun sangat terkejut badan nya sempat terkesiap, tapi senyuman langsung mengembang di bibir nya, tangan nya pun meraih tangan Hana dan mengecup nya lembut, Rey tak berkata apapun, yang ia tahu Hana masih menginginkan nya untuk tetap di samping nya.


Mereka pun sampai di depan komplek tempat mereka tinggal, "Aku turun di sini aja" pinta Hana yang menepuk bahu Rey


"Gak baik, aku anter kamu sampai rumah" Rey mencoba untuk menyala kan mesin motor nya kembali


"Kamu tadi gak jemput aku di rumah, tapi di jalan, jadi sekarang kamu turunin aku di jalan juga" Hana sudah bersiap turun dari motor Rey


"Ok, mungkin waktunya gak tepat" Ucap Rey dengan senyuman lebar


"Gak ada waktu yang tepat untuk kita Rey" Hana berucap sendu


"Pasti ada Hana, kamu harus yakin itu" Pinta Rey


"Aku gak tau" Hana pun berbalik meninggal kan Rey


Rey hanya terpaku, tapi dia tetap tersenyum, setidak nya sekarang dia tahu isi hati Hana.


Hana baru sampai di rumah nya, sudah terlihat Heru duduk di teras, entah apa yang di lakukan nya di rumah Hana, karena waktu hampir menjelang magrib.


"Kak nungguin aku ya" Ucap Hana dengan ceria


"Tante tuh yang nungguin kamu!" jawan Heru datar, sedangkan Hana mengerutkan dahinya


"Ini kan masih sore kenapa Mamah nungguin aku ya" Hana masih heran


Saat Hana baru saja melangkah memasuki pintu, terlihat Ibu Rika sudah menunggu nya


"Dari mana kamu?" Ibu Rika menegur Hana dengan penuh emosi tak seperti biasanya


"Aku kan main sama Linda mah" Hana mulai bergetar ketakutan


"Kamu bohongin Mamah Hana!" Ibu Rika mulai terisak dan terduduk "Kamu berani bohongin Mamah karena Rey Hana!" Ibu Rika pun tak dapat menahan tangis nya, melihat itu Hana segera bersimpuh


"Mah maafin Hana, Ini gak kaya yang Mamah bayangiin" Hana mencoba menjelas kan, tapi Ibu Rika justru terbangun meninggal kan Hana yang masih bersimpuh.


Heru berdiri diambang pintu melihat adik nya yang masih menangis "Kamu kok bisa sih Na?" Suara Heru membuat Hana menoleh


"Kak aku bisa jelasin" Hana masih terisak


Heru mengeluarkan ponsel nya "Ini udah cukup!" Heru memperlihat kan postingan Linda, yang tak sengaja Hana terlihat di belakang Linda dan Ricko, walau pun tampak tak jelas, setelah di perhatikan terlihat begitu jelas itu adalah Rey dan Hana.


"Kak itu gak sengaja"


"Kalian bergandengan itu gak sengaja!" Heru meninggikan suara nya "Kamu ingat 4 tahun lalu, kamu kaya orang gak waras Hana!" Heru mengingatkan Hana. "Kita semua sedih, sakit hati, kamu seperti zombie, kamu masih ingat kan penyebab nya hah?" Hana semakin menangis "Si bre***ek itu Hana, yang hari ini kamu genggam tangan nya," Heru tak menghentikan ucapan nya walau Hana semakin histeris "Apa yang dia katakan hingga kamu percaya hah?" Hana hanya menggelengkan kepala nya tak menanggapi pertanyaan Heru "Kamu lemah Hana!" Heru meninggalkan Hana yang menangis tersedu-sedu

__ADS_1


********


Rey terus tersenyum lebar, kelakuan nya tak pun tak luput dari perhatian para karyawan nya.


"Menang lotre Lo bang, girang banget" Tanya Dodi


"Lotre mah kalah sama yang gua dapet hari ini," Rey berucap penuh berseri-seri


"Apaan sih Bang? penasaran nih gua" Selidik dodi


"Gua dapet hidup gua lagi Dod"


Dodi mengerutkan dahi nya "Gak kesambet kan Lo Bang" Dodi menggelengkan kepalanya


Tut tut tut


Rey mencoba menghubungi Hana entah yang keberapa kali, tapi Hana tak mengangkat nya,


Rey terus memcobanya sampai panggilan itu pun tersambung


***Hai Hana belum ada satu jam kita pisah tapi aku udah kangen kamu**


"Jauhi gua, kenapa Lo selalu bikin hidup gua susah, masih gak cukup Lo nyakitin gua hah"


Hana kenapa? Kamu baik-baik aja kan


"Hidup gua gak akan pernah baik-baik kalau lo masih terus ganggu gua"


Hana memutus telepon nya, Rey pun terdiam, ada apa dengan Hana, Rey masih bisa merasakan pelukan Hana, tapi sikap nya sudah berubah.


Pintu Cafe Rey terbuka dengan kencang, seseorang yang di penuhi amarah memasuki Cafe itu.


"Kenapa Bang,? Bang Rey ada kok di dalem" Ucap Dodi menunjukan ruangan Rey


Heru berjalan dengan tatapan Emosi, semua orang pasti sudah bisa melihat nya kalau lelaki ini sedang murka


Brugg


Pintu ruangan Rey di tedang Heru, belum sempat Rey menyapa, Heru sudah menghadiahi Rey dengan bogem mentah


"Bre**gsek Lo Rey jauhi Hana!" Heru penuh emosi, Sedangkan Rey tak membalas nya sedikit pun, Rey membiarkan Heru melampiaskan emosinya


"Belom cukup Lo sakiti ade gua hah!"


Susana menjadi ramai, para pengunjung pun menjadi histeris, Dodi dan karyawan lainnya berusaha melerai mereka, Rey sudah babak belur, darah segar mengalir di ujung bibir nya akibat tonjokan Heru


"Kak Heru udah, cukup!" Hana pun akhir nya mencoba menghentikan Heru, dia memeluk Rey yang sudah terkapar, Hana datang karena Dodi menelepon Hana, saat melihat Heru memasuki Cafe nya dengan penuh amarah.


"Hana minggir!" Heru masih merasa belum puas


"Aku gak akan dekat dia lagi kak, aku bakal jauhi dia" Hana masih memeluk Rey menjaga nya agar tak mendapat pukulan lagi dari Heru.


"Hana gak apa-apa, aku baik-baik aja, biar Heru melampiaskan amarah nya, aku emang pantas dapetin ini" Rey berucap lambat-lambat


"Lo emang pantes dapetin ini! dan seharusnya ini udah gua lakuin dari dulu" Heru menarik Hana "Gua peringatin sekali lagi jauhin Ade gua!" Heru menarik lengan Hana meninggalkan Rey, Hana menoleh sekilas

__ADS_1


Hana dan Rey hanya saling menatap, mereka tak menyangka kisah mereka akan seperti ini, Rey menitikan air mata begitupun dengan Hana.


Rey pun bangkit sekujur tubuh nya merasa remuk, tapi tentu saja hatinya lah yang terasa lebih remuk, harapan nya hancur seketika, apa yang harus dia lakukan, untuk mundur tentulah tal mungkin lagi baginya.


******


Hana sudah berada dikamar nya dengan Heru, tapi Hana tak ingin bersandar pada nya, kali ini dia merasa ketakutan dengan sikap Heru, tak pernah Heru semurka ini sebelum nya.


"Hana maafin Kakak, tapi ini buat kebaikan kamu" Heru berusaha mengusap pucuk kepala Hana, tanpa di duga Hana menjauh tak membiarkan Heru mrnyentuh nya


"Bukan kaya gini kak caranya, bukan dengan Kakak gebukin Rey" Hana terisak


"Kakak gak mau dia nyakitin kamu lagi Na, cuma itu" Heru pun memberi alasan.


"Tanpa Kakak pukulin dia, Hana bakalan jauhi dia Kak" Hana pun tertunduk


"Kakak takut kamu melemah Hana" Heru membalikan tubuh Hana menghadap nya "Cowok itu keahlian nya bermain kata, jangan sampai kamu terbujuk lagi cuma karena denger kata-kata manis dari nya" Hana hanya menunduk "Kamu denngerin Kakak yah, jauhin Rey!" Hana hanya mengangguk


*******


Rey diantar Dodi pulang ke rumahnya, melihat keadaan Rey seperti itu tentu Ibu Wati histeris


"Ya Allah Rey kamu kenapa,? berantem ama siapa kamu nak?" Ibu Wati memeluk Putranya itu


"Au,au mah sakit" Rey mengaduh sakit saat ibu Wati terlalu erat memeluk nya


"Rey tadi berantem sama tikus mah" Rey masih saja bercanda walau keadaan nya seperti itu


"Sayang, masih aja kamu bercanda" Ibu Wati mengusap pucuk kepala Rey


"Sama Bang Heru tante" Dodi memberi penjelasan


"Dod!" Rey pun memelototinya


"Kenapa Heru mukulin kamu Rey? salah kamu apa?" Ibu Wati tampak kesal


"Rey emang pantes dapetin semua ini mah" Rey menghela nafasnya "Heru cuma melampiaskan rasa kesal nya yang dari dulu di pendamnya"


"Rey,,," Ibu Wati mengerti ini pasti tentang Hana.


"Hari ini Rey ngajak Hana keluar Mah" Rey memandangi wajah ibu nya "Heru tau itu, dia minta Rey buat jauhin Hana!"


"Kamu nyerah aja Rey, ini sudah bertahun-tahun" Ibu Wati mulai terisak melihat putranya yang seperti ini.


"Gak akan Mah, Rey gak akan nyerah sampai kapanpun!" Rey menyentuh tangan ibu nya "Dukung Rey mah!" Pinta Rey menatap ibu nya


"Kamu tau yang terbaik Rey, tapi jangan siksa diri kamu seperti ini nak" Ibu Wati tak bisa menahan tangis nya


"Rey justru lebih tersiksa kalau gak dapatin Hana lagi Mah" Rey berucap penuh optomis "Rey yakin bakal dapatin Hana lagi Mah!" Ibu Wati pun tersenyum


*******


Hana menggenggam ponsel nya, dia ingin sekali menelepon Rey untuk mengetahui keadaan pemuda itu, tapi dia teringat kemarahan Ibu dan Kakak nya itu, Hana pun mengurungkan niat nya, Hana memejam kan matanya terlihat bayangan saat Heru memberi Rey pukulan secara membabi buta, sudut mata nya mengeluarkan air mata,


"Kenapa harus seperti ini!"

__ADS_1


Hana membenam kan wajah nya di Bantal menahan sekuat tenaga agar tak menangis,


dia harus bangkit "Mungkin kita memang gak bisa bersatu Rey!"


__ADS_2