Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 43 Apa Kamu Bahagia?


__ADS_3

"Aaaa" Teriakan Hana begitu nyaring


"Kalau nyebrang tuh hati-hati untung gua tepat waktu ngerem nya" Pengemudi motor itu meneriaki Hana


Hana terburu buru saat hendak menyebrang, tanpa menoleh ke sekitar dia terus berlari, penampilan Hana sungguh berantakan, rambut panjang nya tak sempat di sisir, semakin berantakan karena kegiatan panas nya tadi, belum lagi pakaian nya, Hana masih menggunakan kaus dan boxer Surya.


Hana menutup wajah nya, saat pengemudi motor itu terus meneriaki nya


"Hanaa!!" Surya berlari mengejar Hana, membawa kantong yang berisi pakaian ganti untuk Hana


"Maaf sayang, tolong jangan pergi aku bisa jelasin semuanya" Pinta Surya menggenggam tahan Hana, dan seketika Hana menepis nya


Melihat perdebatan mereka pengemudi itu melajukan motor nya, meninggal kan mereka berdua


"Gak ada yang perlu di jelasin, harus nya aku yang tahu diri, lelaki dari kalangan atas kayak kamu ini" Hana menunjuk muka Surya "Gak mungkin jadiin aku pacar kamu tanpa imbalan!" Hana tak menjatuh kan air mata nya, tubuh nya bergetar menahan amarah


"Aku gak ada fikiran sampai situ yang" Surya mencoba menjelaskan "Aku udah setahun lebih gak ketemu Bella, aku gak tau kenapa dia datang lagi tapi,,," Ucapan Surya terpotong


"Dia mau seneng-seneng sama kamu! dan ternyata bukan cuma aku yang tau passcode apartmen kamu, bahkan aku gak pernah datang sekalipun" Hana memang tak pernah mendatangi Surya, walaupun dia bisa dengan leluasa masuk kapan pun.


Surya langsung memeluk Hana, dan mendapat dorongan dari nya


"Sampai kan ucapan terima kasih aku sama Bella, Berkat dia kehormatan ku terjaga" Hana memalingkan tubuh nya, bermaksud hendak pergi, tapi dia tertahan karena Surya memeluk nya kembali dari belakang


"Lepas, atau aku teriak!" Ancam Hana


"Aku gak bisa biarin kamu pulang sendiri" Ucap Surya "Aku anter kamu pulang"


"Lepas!" Tapi Surya malah semakin mengerat kan pelukan nya "Tolong,, tolong ,," Hana pun benar-benar berteriak "Lepas aku bilang atau aku terus teriak" Terlihat beberapa orang sudah mulai mendekat


Surya melepaskan pelukan nya "Kamu ambil ini" Surya menyodorkan kantung nya "Kamu gak mungkin pulang dalam keadaan begini" Hana menerima kantung itu dan kemudian pergi "Hana kamu pulang ke tempat kost kan?" Tentu saja Surya tetap mengkhawatir kan Hana, setidak nya tempat kost Hana tak terlalu jauh dari sini


Hana pun mengangguk


Hana berjalan tak tentu arah, ternyata dia lupa membawa kunci kamar kost nya, sedangkan Cici pasti sudah pulang ke rumah nya, meminta kunci cadangan ke Ibu kost bukan ide yang bagus, karena ini sudah larut malam di tambah dengan keadaan Hana seperti ini, Hana akhir nya memutuskan mencari Hotel mungkin itulah tempat yang aman untuk saat ini


Tin tin tin


Hana terus saja berjalan, tak memperdulikan suara klakson yang meminta nya untuk menepi, dia adalah pengemudi motor yang hampir menabrak nya tadi, klakson pun terus di bunyikan membuat Hana akhir nya menghentikan langkah nya

__ADS_1


"Lo mau ngetawain gua? silah kan, gak usah Lo ikutin gua" Bentak nya pada pengemudi motor itu


"Hana aku cuma mau nolongin kamu" Ucap nya


"Rey Lo gak usah urusin hidup gua" Hana kembali melanjut kan langkah nya,


Pengemudi motor itu memang Rey, sungguh memang kebetulan yang mengejut kan, Rey pun memutuskan menunggu Hana di kajauhan, untuk memastikan apakah dia baik-baik saja.


"Aku tau kamu masih takut naik kendaraan umum sendirian!" Ucapan Rey menghentikan langkah Hana, memang benar apa yang di katakan nya itu "Ini udah malem kamu gak bisa terus jalan kaki" Rey pun turun dari motor nya, dia membuka jaket nya dan memakai kan nya ke Hana


"Gua mau pulang" Hana pun akhir nya tak bisa menolak Rey


"Kamu bisa nyampe lewat tengah malam kalau pulang, kamu yakin mau pulang?" Tanya Rey, Hana pun mengangguk


Entah kenapa justru Rey yang menemukan Hana dalam keadaan seperti ini, Hana menurunkan sedikit ego nya untuk menerima pertolongan dari Rey


Tak ada sepatah kata pun yang terucap, saat di perjalanan yang cukup jauh ini, Hanya fikiran Rey yang terus berjalan, ada apa dengan Hana? kenapa dia bisa dalam keadaan seperti ini, belum lagi melihat pakaian nya yang sama dengan Surya, di tambah aroma tubuh Hana yang sudah tercampur dengan feromon Surya, membuat Rey berfikir jauh "Tapi apakah Hana sudah sejauh ini?" Rey mengingat betapa polos nya gadis itu, atau kah Hana yang sudah salah pergaulan fikir nya.


"Gua mau cari tempat buat ganti baju" Suara Hana membuyar kan lamunan Rey


"Kamu bisa ke kafe aku kalau mau?" Ajak Rey


Sejenak Hana terdiam, apa yang harus dilakukan nya, sedangkan saat ini Hana hanya ingin pulang, malam ini terasa sangat menyakitkan bagi nya, bukan karena Surya yang telah berselingkuh, tapi karna diri nya yang hampir saja begitu dengan mudah nya melepaskan sesuatu milik nya yang paling berharga, yang selama ini selalu ia di jaga.


"Kamu bisa percaya sama aku!" Jelas Rey dengan lugas


Deg,, seketika hati Hana bergetar mendengar ucapan Rey, yang memintanya untuk percaya pada diri nya, sungguh itu terasa menusuk Hana, sekilas dia teringat masa lalu saat Rey meminta hal yang sama, emosi Hana bergejolak kembali.


"Gua mau turun!" Dengan suara yang bergetar Hana berucap


"Apa? Kenapa? tinggal sebentar lagi kita sampai" Ucap Rey dengan heran kenapa Hana meminta untuk turun, tapi Hana masih terdiam "Hana kamu kenapa?" Rey mengulangi pertanyaan nya lagi


Hana melihat sekitar tinggal beberapa ratus meter lagi sampai, kembali dia berpikir haruskah dia percaya Rey, atau pulang dalam keadaan berantakan, saat Hana tengah berpikir, ternyata dia sudah tiba tepat depan kafe milik Rey


"Hana kita sudah sampai, gimana?" Tanya Rey yang melihat Hana tak bergeming walau motor Rey telah berhenti "Hana,, gimana?"


"Huh,, apa nya?" Hana benar-benar tak menyadari kalau dia sudah sampai, melihat itu Rey pun terkekeh


"Kafe aku, kita sudah sampai, gimana kamu mau masuk?" Rey memberikan pilihan agar dia tak terkesan terlalu memaksa

__ADS_1


Hana pun turun "Ya udah gua turun di sini" dengan gaya angkuh nya Hana turun dari motor Rey "Lo maksa sih" Hana tak ingin menurun kan ego nya sedikit pun, dia bersikap acuh tak acuh seolah bukan Hana yang butuh pertolongan Rey


Rey pun menahan tawa nya, sikap Hana benar-benar membuat nya serba salah, tapi Rey menerima nya, membiarkan Hana melakukan apa pun semau diri nya.


Rey membuka pintu kafe nya, menyalakan lampu, membuat Hana terperangah, desain yang istragamable, dengan suasana cozy, membuat Hana harus mengakui kehebatan Rey.


"Kamar mandi di sebelah sana" Ucapan Rey membuyar kan lamunan Hana, dan Hana pun mengikuti arahan Rey.


Hana memandangi diri nya di cermin kecil yang hanya terlihat wajah nya saja, dia menghela nafas nya, dia merutuki dirinya sendiri, bukan karna Bella yang telah mengacau, tapi justru Hana benar-benar berterima kasih atas kehadiran Bella yang tepat waktu, "Si bodoh Hana! Apa yang Lo lakuin hah? kenapa Lo bisa hilang kendali" Hana memarahi pantulan diri nya di cermin


semakin lama dia menatap cermin, akhir nya air mata nya pun jatuh, Hana menangis tanpa suara, sungguh diri nya merasa sesak, ia ingin berteriak tapi tak mungkin, Hana tak sedikit pun terbayang Surya, mungkin karena Hana sudah membentengi diri nya untuk kejadian ini, ya Hana sudah membayangkan hal seperti ini memang akan terjadi, karena dia tahu persis, seperti apa kelakuan Surya di masa dulu.


Hana menyisir dan mengikat rambut nya, membasuh wajah nya dengan facial foam, dan mengelap seluruh badan nya, dengan tissu basah yang selalu ada di tas nya, memoles riasan sedikit agar tak terlihat pucat, mengenakan pakaian yan Surya belikan, tentu saja pakaian dari Surya adalah kualitas yang terbaik, cukup lama hana bersiap membuat Rey khawatir, Rey gelisah takut kalau Hana melakukan Hal aneh


Ceklekk


Hana akhir nya keluar, Rey pun memperhatikan dengan seksama, Hana begitu cantik tak seberantakan tadi, tapi saat mata Rey tertuju kearah leher Hana, terasa sakit untuk nya, terlihat ada tanda merah, Hana menyadari itu dia membuka ikatan rambut nya dan membiarkan rambut panjang nya tergerai, menutupi jejak jejak yang telah di tinggal kan oleh Surya


"Hot cocholate" Rey meyodor kan secangkir coklat panas, Hana menelisik dengan teliti "Kamu takut?" Rey mengerutkan dahi nya, Hana hanya tersenyum kecut "Ini cuma coklat panas" Rey kembali menyodorkan cangkir nya


Hana menerima nya, menyesap wangi yang begitu menggoda, coklat dan eskrim makanan favorit nya, tentu saja Rey masih mengingat nya, Rey menarik kursi mempersilahkan Hana untuk duduk.


"Kamu tahu Hana? hidup aku gak pernah bahagia sejak kita putus" Rey mengucap kan nya sendu. Hana pun menoleh Rey tajam "Tidak Hana kumohon dengarkan" Pinta Rey saat Hana mendorong kursi nya untuk bangkit


"Tidak aku gak akan maksa kamu untuk memaafkan aku, tapi aku hanya ingin kamu tahu, aku sudah mendapatkan balasan ku!" Rey menghela nafas nya kembali, menghirup oksigen lebih banyak agar dia mampu meneruskan ucapan nya "Aku gak bahagia, aku sedih, hidup aku gak tenang, aku menyesal! Kamu tahu Hana? aku seperti kena kutukan dari kamu" Rey mengucap kan nya dengan terkekeh, Hana kembali mengerutkan dahi nya "Ya kena kutukan, apa kamu mengutuk aku"


"Huh?" Hana tak mengerti kenapa Rey bertanya seperti itu


"Jika kamu mengutuk aku? tolong cabut agar aku bisa melanjutkan hidup" Pinta Rey


Hana terkekeh "Gua bukan nenek sihir! Lo tau gua cukup bahagia ngeliat keadaan Lo sekarang yang mengakui kesalahan Lo terus menerus" Hana pun melihat jam tangan nya, sudah jam 12 malam lewat "Gua mau balik!" Hana meletakan cangkir nya yang telah kosong


"Apa kamu bahagia?" Rey menghentikan langkah Hana


"Bukan urusan Lo!" Jawab Hana dingin


Hana setengah berlari meninggal kan Rey, dia meminta Dodi menjemput nya di depan komplek


"Lo abis dari kafe bang Rey" Tanya Dodi , Hana hanya mengangguk

__ADS_1


"Kenapa Lo ga balikan Lagi?"


"Sampai kiamat pun gua gak bakal balikan lagi sama dia!" Hana mengucap kan kata nya penuh penekanan


__ADS_2