Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 19 Kamu Ketahuan!!


__ADS_3

Rey


Sebenar nya hari ini Rey berniat mengajak Hana untuk keluar, setelah 2 bulan tidak bertemu rasa nya ia ingin menghabis kan waktu dengan nya, melepaskan semua rasa kerinduan


*D*ert dert


"Kak aku sakit " Ujar suara di sebrang sana


"Hah, aku kesana sekarang" Tanpa fikir panjang Rey segera bergegas untuk menjumpai nya


Suara di sebrang sana adalah Fika, gadis yang sekarang lebih akrab dengan nya, tanpa di duga juga, ternyata mereka satu daerah ,


sebelum ke daerah Rey terlebih dahulu melewati daerah rumah Fika.


Belum lagi jarak tempat kost mereka yang hanya berjarak beberapa blok saja, dan mereka pun satu kantor , yang membuat mereka semakin dekat saja setiap hari nya


"Maaf Hana, aku gak bermaksud bohongin kamu" Dengan menyesal Rey pun membatal kan janji nya


Rey bergegas menuju ke rumah Fika, walau tak di pungkiri dia sangat merasa bersalah kepada Hana


*****


Hari berganti hari, bulan pun berganti, hari ini Hana sedang melakukan Ujian Nasional


hubungan Hana dan Rey masih seperti dulu


dia hanya pulang sesempat nya dan Hana tetap percaya pada nya, tak pernah Hana menaruh curiga sedikit pun pada Rey


Setelah pulang sekolah Hana menyempat kan berkunjung ke rumah Rey, saat ini pak Wahyu ayah Rey memang tengah menderita stroke, jadi Hana lebih sering mengunjungi nya & bahkan beberapa kali menemani ibu Wati, mengantar untuk ke rumah sakit


"Tan maaf ya aku kesini ga bawa apa apa " Ucap Hana yang memang langsung mampir masih menggunakan seragam sekolah nya.


"Ya ampun sayang kamu ke sini aja Tante udah senang banget" Hana pun tersenyum


"Bagaimana ujian kamu?" Tanya ibu Wati


"Alhamdulillah Tan lancar , besok hari terakhir" Jawab Hana


"Semoga kamu lulus dengan nilai baik ya sayang" Ibu Wati mengusap pucuk kepala Hana


"Aamiin, makasih Tan doa nya" Hana sangat beruntung, ibu Wati dan pak Wahyu benar-benar sangat menyayangi nya


Setelah hampir satu jam di sana, Hana pun pamit


*T*in tin


Hana pun mengerjap kaget,


"Ya ampun kak Nathan, ngagetin aja" Hana mengelus dada nya


"Lagian kamu ngelamun aja, yu naik lumayan beberapa meter lagi" Ajak Nathan


"Gak usah Kak" Hana menolak nya halus


"Kamu kenapa sih susah banget, gak pernah mau kalo di ajak bareng, jangan terlalu setia lah, belom tentu cowok kamu juga setia " Ucap Nathan yang berlalu pergi


"Itu orang ya,, kebiasaan kalo ngomong seenak nya aja," Hana di buat nya geram


"Assalamualaikum Mah" Hana mencium tangan Ibu nya dan mengecup pipi nya


"Gimana pak Wahyu" Ibu Rika memang sudah tau anak nya itu akan mampir terlebih dahulu ke rumah ibu Wati


"Mendingan Mah, cuma masih harus di kursi roda" Jelas Hana


"Untung ada pak Andi yang menerus kan yayasan nya ya Na" Pak Andi adalah kaka Rey,


Hana pun mengangguk


"Aku laper Mah" Hana memasang tampang memelas


"Kamu mau Mama suapin?" Goda bu Rika

__ADS_1


"Hihi mau" Hana memang sangat manja pada ibu nya itu


'"Ih udah gede juga, kamu ganti baju dulu, memang kamu gak di kasih makan di sana" Canda bu Rika


Hana menggeleng "Aku kan gak bisa makan kalau bukan Mama yang masak, gak ada masakan seenak bikinan Mamah" Hana mengacungkan jempol nya


"Hmm gimana nanti kalo kamu kuliah?" Tanya mama Rika


"Mamah ikut aku" Hana memeluk Ibu nya


"Manja ih, enak aja suruh ikut kamu" Ibu Rika menyentil kening Hana


"Mah besok terakhir UN, aku mau main ke rumah temen, sama Linda juga, mau kumpul-kumpul, bikin momen seru gitu, boleh mah?" Pinta Hana


"Boleh sayang , ciptakan momen indah bersama teman teman mu" Bu Rika berucap seperti seorang penyair


"Ciee Mama bahasa nya" Hana tertawa mendengar Ibu nya bicara


*E**sok hari*


"Lo ikut kan?" Tanya Linda


"Yup, berapa orang sih yang ikutan?" Kini Hana yang bertanya pada Linda


"Hampir semua lah" Jawab Linda


"Rumah vania tuh gede banget lho, muat lah buat sekelas" Kata Maya yang tiba-tiba muncul


"Oh" Hana manggut-manggut


Sepulang sekolah mereka langsung menuju ke rumah vania, memang benar rumah dua lantai itu sangat besar dengan halaman yang sangat luas


Mereka benar-benar menciptakan momen yang sangat indah, seharian mereka hanya tertawa bahagia, karna mungkin setelah ini mereka akan sangat sibuk bahkan hanya untuk sekedar kumpul saja akan sangat lah sulit bagi mereka.


Sebagian ada yang pindah ke lantai atas , ada yang ikut bersih-bersih di kamar vania , atau sekedar melihat suasana sore hari yang cukup asri di lingkungan rumah nya vania itu


Hana mengarah kan ponsel nya ke beberapa penjuru , tiba-tiba dia melihat sosok yang tak asing lagi, dia mencoba menzoom nya untuk meyakinkan nya


dia mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang di sebrang sana


"Aku lagi lembur," Jawab seseorang di sebrang sana


Dia masih ragu, karena sosok yang di lihat nya itu tak sendiri, dia tengah mengantar seorang wanita dan sekarang mereka tengah mengobrol sebelum lelaki itu akan pergi lagi


"Vania, itu siapa?" Hana menunjuk ke arah dua orang itu


"Oh itu kak Fika, kamu kenal?" Tanya vania


Hana menggeleng kan kepala nya "Cowok itu siapa?" Tanya Hana


"Mungkin cowok nya, karna gua sering liat tu cowok nganterin kak Fika pulang, ada mungkin sebulan sekali, kak Fika kuliah di kota A" Jelas Vania


Tanpa sadar Hana terduduk dia menangis memeluk lutut nya, Linda yang melihat itu langsung berlari menghampiri nya


"Hana Lo kenapa?" Linda mengguncang bahu Hana, tapi Hana tetap menangis sejadi-jadi nya, dia tidak memperdulikan teman teman nya yang bertanya


"Vania dia kenapa?" Linda melirik vania yang juga tak mengerti dengan keadaan Hana


"Hana melihat mereka" Vania menunjuk ke arah dua orang yang tengah asik mengobrol


"Kak Rey" Linda seperti tak percaya


Maya yang berada di lantai bawah langsung menghampiri Hana, saat mendengar Hana menangis


"Lin, Hana kenapa?" Tanya Maya panik


"Lo bisa tanyain sama Kakak sepupu Lo" Linda menunjuk ke arah Rey dan Fika


Maya hanya menganga dia tak percaya apa yang di lihat nya


Maya dan Linda mencoba menenang kan Hana yang terus saja menangis sesenggukan, mata nya sudah sembab, muka nya pucat

__ADS_1


"Hana kita pulang ya sekarang" Ajak Linda,


Hana hanya mengangguk


Tentu saja teman temanya semua menjadi sangat heran, pasal nya tadi Hana terlihat sangat ceria


"Gak ada apa-apa kok" Linda mencoba menjelaskan kepada teman-teman nya yang bertanya


Mereka menaiki taksi online yang Linda pesan, Hana terus saja terdiam , tatapan nya sangat kosong, dia tak lagi menangis , tapi dada nya sangat merasa sesak


Terngiang ngiang setiap janji yang Rey ucap kan, yang sangat Hana percayai semua nya akan menjadi nyata, tapi kini semuanya hilang sekejap saja, tapi apa yang di lihat nya sekarang berbeda, Rey melupakan janji nya.


"Aku gak pernah macem macem sama cewek lain, cuma kamu"


"Aku kerja demi kita, masa depan kita"


"Kita akan menikah setelah aku sukses, kamu temenin aku berjuang ya"


Masih banyak kata-kata yang terus terngiang ngiang di kepala nya, Hana menatap jari manis nya, di mana tersemat cincin pemberian Rey


"Saat kita nikah, aku bakal ganti ini dengan berlian"


Akhirnya Hana kembali menangis, sungguh sakit yang di rasakan nya saat ini


" Whoaaaa, salah gua apa,, kurang gua apa" Hana kembali histeris


" Whoaaaaa"


Linda dan Maya memeluk nya bersamaan


"Kalian tau gua gak pernah macem-macem kan?" Hana berucap dalam tangis nya


Kedua sahabat nya itu terus memeluk nya


"Sabar Na, belom tentu apa yang kita liat hari ini sama dengan apa yang Lo fikirin" Ucap Linda


"Siapa tau itu cuma temen nya" Maya menenangkan Hana


Hana tak menjawab apapun, dia terus menangis, sampai akhir nya mereka sampai di rumah Hana,


"Kita temenin ya, kita nginep di sini" Linda bermaksud menemani nya


Hana menggelengkan kepala nya "Gua mau sendirian" Hana masih sesenggukan


Kedua temannya itu mengantarkan nya masuk


"Hana kenapa?" Ibu Rika panik melihat keadaan putri bungsu nya itu


"Itu Tan, anu anu" Maya tak bisa menjelaskan nya


"Hana gak apa-apa Mah" Ucap Hana parau


Ibu Rika melirik kepada Linda dan Maya, dan mereka tak tahu harus berkata apa


"Hana gak pernah kaya gini" Ucap Ibu Rika.


Sewaktu Rey kasar pun beberapa bulan lalu, Hana memang tak sekacau ini


"Nanti kita jelasin Tan, sekarang belom pasti" Ucap Linda hati-hati


"Kita pulang dulu ya Tan" Maya pun berpamitan, mereka menghampiri Hana ke kamar nya terlebih dahulu


"Na kita pulang ya, Lo baik-baik, kalau Lo mau kita temenin, telepon aja ya, kita berdua pasti dateng'" Kedua sahabat nya itu memeluk nya


Hana mengangguk kan kepalanya


"Gua gak apa-apa kalian berdua balik aja" Pinta Hana


Hana kini sendirian, dia memejam kan mata nya yang sudah sangat lelah menangis


*******

__ADS_1


Like dan komen nya ya terima kasih😘🤗


__ADS_2