Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 26 Orang Asing!!


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Hana sudah berangkat menuju ke rumah kedua kakak nya, kali ini Hana memutus kan untuk mengunjungi Dina terlebih dahulu, karena mereka lebih dekat , Hana pun lebih dekat kepada Farhan suami Dina, sedangkan dengan Wulan, Hana kadang berbeda pendapat, karena karakter Wulan yang serius, dan dengan Ferdi pun Hana selalu merasa sungkan karena dia lebih kaku, mungkin karna profesi nya, yang seorang kepala yayasan pendidikan di daerah nya.


Hana tergesa-gesa karena dia ingin sampai sebelum restoran milik Dina buka


"Ah kenapa gua bisa telat bangun sih, ini gara-gara Odoy nih, dia gak pulang pulang semalem" Hana terus saja merutuk, padahal mengingat kejadian semalam bukan lah kesalahan Dodi, Hana lah yang terus tertawa dengan candaan nya Dodi, membuat dia lupa akan jadwal nya hari ini.


Tin tin tin


Hana pun berjalan menepi dan menoleh, ingin tahu siapa sebenar nya pengendara motor yang terus mengganggu nya


"Kamu mau kemana pagi pagi gini? ayo bareng" Ajak pria itu


Hana hanya melirik sinis pria yang menawari nya tumpangan, itu karna tak lain dia lah Rey pria yang saat ini di benci nya


Rey memperlambat laju sepeda motor nya mengimbangi Hana yang tengah berjalan


"Ayo aku anter!" Pinta Rey entah yang keberapa kali


Hana memutar bola mata nya jengah "Denger ya,,,gua gak pernah jalan sama orang asing!" Bentak Hana


"Hana, tapi kita bukan orang asing" Rey tak menyerah,


"Sekarang Lo denger ya baik baik, mulai 5 bulan yang lalu kita adalah orang asing, jadi lo jauhin gua" Hana berlalu pergi begitu saja, tak menoleh lagi sedikit pun


Rey terdiam, ini kali pertama mereka berbicara kembali setelah 5 bulan, tapi kali ini dia tak mengenali Hana , sorot matanya penuh kebencian, tidak ada kamu, aku, sayang, tapi kali ini yang keluar dari mulut Hana adalah elo gua, dia tak menyangka nya hati Hana sudah tertutup untuk nya,


*****


"Permisi saya mau numpang makan gratis di sini" Hana sudah sampai di restoran Kak Dina


"Sory ya ini bukan panti sosial" Jawab Dina di belakang meja kasir nya


"Tega amat lo Iak, asli gua laper nih belom sarapan" Rengek Hana yang seperti anak kecil


Dina pun tertawa dan beranjak bangun dari duduk ny "Sini sini adek gua yang paling manjaaah" Dina merentang kan tangan nya bersiap memeluk adik nya itu "Gak kangen lo dek, lama banget lo gak ke sini, gimana kabar lo?" Dina masih memeluk adik nya itu, Dina sangat merindukan adik nya yang dulu, Hana yang ceria penuh dengan canda tawa


"Yang pasti gua makin kece lah" Hana mengangkat wajah nya


"Idiih PD banget lo" Dina memukul bahu Hana


"Sakit ka, KDRT lo" Hana berdecak


"Emang nya Lo laki gua" Dina terkekeh


"Btw kak Farhan mana Kak" Hana celingukan mencari kaka ipar nya itu


"Udah berangkat kerja lah" Jelas Dina


****


Sudah seminggu Hana membantu Kakak nya, dia senang sekali karena ini pengalaman pertama kali, walaupun Kakak nya tak membedakan nya dengan karyawan lain nya, dia tetap bekerja sebagai pelayan, Hana tak mempermasalah kan hal itu.


"Kamu udah di sini aja, gak usah balik, seneng Kakak, restoran nya jadi rame" Ucap Farhan melihat saat ini tengah ramai pengunjung

__ADS_1


"Emang nya aku kucing penglaris " Jawab Hana


"Kebagusan lo di samain sama kucing" ucap Dina menyela "Pocong penglaris lah baru pas" Ledek nya lagi


"Wah parah lo Kak gua di samain sama demit" Hana mendengus kesal


"Kenapa masih kebagusan juga" Dina semakin terbahak bahak "Tuh ada tamu baru dateng di meja ujung samperin sono" perintah dina kepada Hana


Hana berjalan membawa daftar menu, terlihat tamu itu membelakangi dia menghadap keluar jendela


"Ini mas mau pesen apa?" Hana menyodorkan daftar menu nya


"Kamu,,?? kerja di sini" Tanya tamu itu dengan terkejut


"Bapak kok disini?" Hana tak kalah heran


"Orang nanya malah di tanya lagi" Jawab Pak Ari


"Ah lupa aku, ia Pak lagi ngisi waku luang aja , ini resto Kakak aku, gantian Bapak belom jawab pertanyaan aku nih" Hana pun menarik kursi untuk duduk menemani pak Ari


"Bapak pindah tugas sekarang di sekolah depan" Tak jauh dari resto Dina memang ada sekolah


"Oh, Bapak mau pesen apa nih?" Tanya Hana menyodor kan lagi daftar menu nya


"Ayam bakar madu plus nasi, minum nya jus jeruk aja"


"Ok, bentar ya Pak"


Hana berjalan membawa baki yang berisi satu porsi pesanan pak Ari


"Silah kan selamat menikmati " Hana tersenyum layak nya pelayan kepada pelanggan nya


"Terima kasih nona cantik" Goda pak Ari, Hana membalas senyuman nya


Pak Ari menikmati makanan nya tapi mata nya terus saja tertuju pada Hana, gadis itu tidak menempatkan diri nya sebagai adik dari pemilik tempat ini, dia bekerja seperti yang lain nya, setelah selesai pak Ari pun melambaikan tangan nya


"Berapa" pak Ari mengeluarkan dompet nya


"Aku yang traktir Pak" Ucap Hana


"Kenapa? " Pak Ari keheranan


"Sebagai tanda terima kasih murid sama guru nya" Hana pun tersenyum


Pak Ari tersenyum getir, seperti petir yang menyambar dia tersadar bahwa hanya itulah ikatan diri nya dan Hana


"Gak usah na, nanti gaji kamu di potong" Dia berusaha menutupi kekecewaan nya


"Gak apa-apa Pak, ini jatah makan siang aku, nanti kalau di hitung sama Kakak, aku mau bilang tadi makan nya nambah jadi 2 porsi" Hana mengacungkan jempol nya di susul gelak tawa pak Ari


Pak Ari memeriksa kembali daftar menu untuk mengetahui harga nya, dia pun meninggal kan lembaran uang merah di meja dan meninggal kan restoran itu


Hana tersenyum saat membersih kan meja itu, "Ah si Bapak ni gak mau gua traktir malahan ngasih tip, gak apa-apa lah lumayan" Hana tersenyum gembira, sebenar nya uang tip nya tak seberapa, mungkin karena Hana mendapat kan dengan susah payah, dia sangat senang sekali

__ADS_1


"Kenapa gak lo masukin kasir semua tu duit" Ucap Dina, yang melihat Hana hendak mengantongi uang kembalian nya


"Lha ini kan tip masuk kantong dong" Tolak Hana sambil mengantongi kembalian nya


"Huh katanya tadi mo traktir guru lo" Ledek Dina


"Ya gak jadilah orang dia nya bayar"


Setelah saat itu, setiap hari Pak Ari makan siang di restoran Dina ini, Hana pun sesekali menemami nya makan dan mengobrol, setidak nya sekarang saat ini status mereka bukan guru dan murid lagi, sehingga mereka tak canggung lagi.


"Saya mau ajak kamu keluar nanti malem bisa?" Ajak pak Ari


"Kemana?" Tanya Hana heran


"Makan atau nonton"


"Bapak ngajak aku ngedate?'" Hana pun tertawa mendengar ajakan pak Ari


"Bisa jadi" Pak Ari pun tersenyum "Besok kamu pulang kan?" Tanya pak Ari


"Besok aku mau ke rumah Kakak yang pertama " Jawab Hana yang tengah menikmati jus jeruk nya


"Ya tetep aja kamu gak di sini lagi" Pak Ari pun nampak sedih "Saya pasti bakalan kangen terus sama kamu" Pak Ari menerus kan bicara nya


Hana pun tersedak mendengar ucapan guru nya itu "Bapak lagi ngerayu aku nih" Ucap Hana dengan sedikit menahan tawa, karena memang baru kali ini mereka sedekat ini, saat pak Ari mengutarakan perasaan nya dulu, memang tak secara langsung hanya lewat telepon, karena Hana saat itu masih belum move on.


"Bukan ngerayu lah, karena memang bener kok, pasti kangen banget sama kamu" Jelas Pak Ari sambil menatap Hana lekat


"Mm kayak nya aku bakal sering sering kesini sebelum kuliah, bete juga di rumah gak ada temen nya" jelas hana


"Oh ya" Pak Ari pun kegirangan dan Hana hanya tersenyum


"Nanti aku minta izin Kakak dulu ya, aku nanti kabarin Bapak" Jawab Hana atas ajakan guru nya itu


***


"Kak gua minta izin yah, balik dari sini mau keluar dulu bentaran"


"Kemana lo ama siapa?," Kak Dina membrondong nya dengan pertanyaan


"Nonton sama pak Ari Kak" Jawab Hana


"Ya Allah na, lo kan udah nolak dia, jangan kasih dia harapan kasian lo, anak orang lo PHPin" Dina memberikan nasihat nya


"Gua gak bermaksud kaya gitu Kak, nanti kan gua sering kesini, lumayan lah udah ada yang nemenin jadi nya" Hana berucap sambil tertawa


"Sama aja dodol lo PHPin dia, kalau gak mau ya udah gak mau aja, jangan banyak alasan bela diri terus lo" Dina pun menjewer kuping adik nya itu


"Ah sakit Kak" Hana mengelus ngelus kuping nya "Malem ini doang kak" Mohon nya


" Ya udah malem ini doang ya, inget selama lo disini jadi tanggung jawab gua" Dina pun memperingat kan Hana


"Ia Kak, paling sebentaran doang" Hana mengerlingkan mata nya

__ADS_1


__ADS_2