Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 73 Semakin Kacau


__ADS_3

"Hemh,," Rey mengitari tubuh Hana, memperhatikan istrinya itu "Kamu memang sempurna,," Kali ini Rey menarik lengan Hana menghadap cermin besar "Aku yang bergaya urakan, slengean,, kurang cocok emang buat kamu,," Rey memperhatikan Hana lagi "Kenapa kamu mau sama aku, padahal ada Surya yang sempurna,"


"Sayang,," Sudut mata Hana sudah berair, dia tahu suaminya itu mungkin memang akan seperti ini " A,, aku bisa jelasin,, soal sumbangan itu,," Hana memcoba menyentuh tangan Rey, tapi Rey menepisnya


"Kamu pikir aku gak bisa kasih kamu uang untuk sumbangan,, sehingga kamu menyumbangkan perhiasan dari mantan pacar kamu,," Rey sudah mulai meracau, dia pun menahan tangis nya


"Sayang,,," Hana tak mampu berkata lagi, dia menyadari kesalahannya, tapi Hana sama sekali tak bermaksud meremehkan Rey


"Semua orang menginginkan Surya,, minggu lalu,, dia seperti menantu di keluarga kamu,, hari ini teman teman kamu,, bah ,, bahkan kamu,," Rey berbicara tanpa jeda, Hana yang mendengar itu dia hanya bisa menangis "Kalau kamu menyesal kamu boleh pergi sekarang,, nikahi saja dia,," Ucapan Rey pun terhenti seketika


Plakk


Tamparan keras mendarat di pipinya "Cukup,,, cukup Rey,, kamu menyakiti aku lagi,," Hana pun menangis tersedu sedu "Kamu menyakiti aku lagi,," Hana tak menyangka suaminya akan berkata seperti itu, betapa hancur rasanya mendengar perkataan itu, yang keluar dari mulut pria yang paling di cintainya, Hana memang salah, tapi Rey yang menyuruhnya pergi untuk menikahi Surya sungguh sangat melukai hati Hana.


Rey terdiam melihat Hana yang tersedu sedu menangis, tanpa di duga dia malah pergi meninggalkan istri nya itu, melihat itu Hana semakin histeris, hatinya lelah, rumah tangga yang ia dambakan penuh kebahagian ternyata tak ia dapati, Rey pria yang ia cintai sepenuh hatinya, ternyata mampu menyakiti nya lagi, tidak,, Hana tidak menyesalinya, Rey adalah pilihanya apapun yang terjadi sekarang, ia tak menyesal.


Rey malam ini tak pulang, Hana yang menangis semalaman masih tertidur, saat bel pintu berbunyi terus menerus. Mau tak mau Hana akhir nya terbangun, ternyata Dodi lah yang datang.


"Na,, lo baik baik aja,,?" Tanya Dodi yang melihat keadaan Hana yang pucat pasi, dengan mata sembab dan tubuh yang lemas


"Mau apa,,?" Tanya Hana dengan suara parau


"Ada yang harus aku ambil di studio,," Dodi berkata hati hati, Hana terlihat sangat lain dari biasanya.


"Bilang sama boss kamu,, ambil sendiri,," Hana mulai berucap dengan tegas


"Na,, ini penting,,!" Dodi mencoba untuk membujuk Hana


"Aku bilang dia harus ambil sendiri,,!!" Hana sekarang berteriak dengan lantang, Dodi pun sempat tersentak, Hana terlihat benar benar emosi "Pergi,,,!! Pergi,,,!" Hana semakin histeris


Tanpa di duga, bu Rika ternyata berkunjung, suara Hana yang terdengar nyaring membuat nya kaget dan segera berlari.


"Aku udah turutin semua maunya dia, dia larang aku deket dengan temen cowok aku ikutin, tapi apa,,, dia masih gak percaya sama aku,," Hana histeris membuat Dodi serba salah, sungguh Dodi pun menangis, Hana terlihat begitu kacau dan terpukul " Dia gak mau pulang karena ada aku di sini,, aku pergi aku akan pergi,,,!!""


"Hana,,!" Bu Rika terkaget karena di situ hanya ada Dodi, dia sempat mengira bahwa Hana tengah bertengkar dengan Rey, Terlihat Hana yang terduduk di lantai dan sedang menangis "Dodi ada apa,,?" Kali ini bu Rika bertanya pada Dodi, karena Hana hanya menangis


"Tante,, Hana dan Rey ada masalah,, Bang Rey pergi,," Dodi pun harus menjelaskan, walau bagaimana pun bu Rika harus mengetahui ini

__ADS_1


"Apa,,, pergi?" Bu Rika pun terlihat emosi "Dari pertama emang tante gak setuju Hana nikah sama dia,, kelakuan nya gak berubah,,," Bu Rika terus saja mengeluarkan kata kata buruk untuk Rey, memang bu Rika sebenarnya tak terlalu menyetujui mereka


" Mah,, stop,, cukup,,!" Hana masih tak rela jika suaminya itu mendapat makian, bagaimana pun memang yang Hana menyulutkan api nya "Dia masih suami aku, dia pilihan aku,, aku yang salah,, aku yang buat dia kaya gini,," Dengan terisak Hana menjelaskan


"Kamu ikut mamah pulang sekarang,," Ajak Bu Rika, hatinya merasa sakit mengingat bahwa rumah tangga putri bungsunya tak berjalan mulus


"Ini rumah aku mah,, aku juga harus menyelesaikan masalah aku dulu,, tolong mah,, ini masalah rumah tangga aku,," Hana memohon pada bu Rika agar tak mencampuri urusan rumah tangga nya.


"Sayang,, mamah ini ibu kamu,, mamah gak bisa lihat kamu kayak gini,," Bu Rika ikut terisak, sebagai seorang ibu hatinya memang sangat terluka.


"Aku bisa lewatin ini semua,, aku janji,,," Hana meyakinkan bu Rika untuk tak mengkhawatirkan nya


*******


10 hari mereka berpisah, keadaan Rey pun sama seperti Hana begitu menyedihkan, rasa kesal dan khawatir bercampur aduk, Rey merasa telah Hana remehkan, bagaimana Hana masih menyimpan pemberian dari Surya, jika Hana ingin berdonasi dengan jumlah besar, kenpa dia tak meminta pada Rey, kenapa dia harus menyumbang kan kalung pemberian Surya, kenapa? itu yang selalu ada dalam benak Rey, Tapi Rey juga tak bisa mengabaikan Hana yang ia tinggalkan sendiri di rumah, Rey pun menyuruh Dodi untuk melihat keadaannya di rumah


"Bang,, Hana gak di rumah, gak juga di tante Rika, dia tinggal di ruko sekarang,," Dodi melaporkan keadaan Hana "Pulang Bang kasian Hana" Saran Dodi, Rey yang mendengar itu tak berkata apa pun, dia terdiam dalam tangisnya


"Gua malu,,,," Rey pun berucap dengan suara yang tertahan, Rey menahan tangis nya, walau mata nya sudah berkaca kaca "Betapa pengecutnya gua Dod,, gua malu ,," Rey memasuki ruangannya dan meninggalkan Dodi


********


Ponsel Hana berdering entah berapa kali, benda pipih itu terus berbunyi sampai Hana mengangkatnya "Hemh, ia Lin ada apa ? hah Lo di sini,,? ia ok sebentar gua turun"


Hana segera turun dari ruko nya, ruko itu masih kosong, Hana juga tak membawa banyak barang, dia hanya membawa pakaian, dan juga alas tidur seadanya, Hana tak ingin kembali ke rumah orang tuanya, tapi dia juga tak sanggup berada di rumah nya sendirian, terlalu menyedihkan rasanya, seminggu Hana sendirian di rumah sungguh terasa menyiksanya, hingga akhirnya ia putuskan untuk tinggal di ruko miliknya.


"Astaghfirullah Hana,, " Ucap Linda saat melihat kondisi Hana yang menyedihkan dan berantakan, Linda segera memeluk sahabat nya itu, Hana hanya terdiam dia seperti mati rasa "Udah makan,,?" Hana pun menggeleng, Linda membawa Hana ke dalan


" Tahu dari mana Lo, gua ada di sini" Hana bertanya dengan datar


"Tante Rika yang ngasih tahu, gua teleponin lo gak aktif,," Linda mengambil sisir dari tas nya, dia merapikan rambut Hana dan mengikat nya, sekali lagi Linda merasa terluka dengan keadaan Hana, dia sungguh tak menyangka rumah tangga sahabat nya itu akan berjalan sulit.


"Rey pergi,,," Hana sudah berkaca "Dia selalu salah paham sama gua, gak tahu kenapa?" Hana kali ini mulai terisak hati nya seperti teriris mengingat Rey yang tak mempercayai nya "Kenapa hidup gua kayak gini Lin,,?"


"Na,,, rumah tangga tuh emang begitu,," Linda mencoba menguatkan Hana. Walaupun dia merasa jengkel dengan kelakuan Rey, bagaimana bisa dia tidak sedewasa ini, tapi tentu dia tak ingin mengambil ini hanya dari sisi sepihak saja, pasti Rey melakukan ini dengan satu alasan dan pertimbangan.


Hana nampak pucat pasi, dia memang belum memakan apapun hari ini, belum lagi selama sepuluh hari ini sungguh dia sangat tak beraturan. Setelah hampir 2 jam Linda menemani Hana, mendengarkan setiap keluh kesah sahabat nya itu.

__ADS_1


"Makan dulu na,," Linda mulai menyajikan berbagai makanan yang ia bawa,


"Ngaak Lin, gua gak selera,, gua gak bisa makan,," Hana benar benar merasa tak berselera


"Na, please,,, jangan siksa tubuh lo kayak gini, sebesar apapun masalah Lo,, lo harus kuat, lo tetep harus makan Na,,," Linda tetap memaksa Hana, walaupun sahabat nya itu tetap terus menolak, Hana kembali menangis terisak


Hana akhirnya pun menyerah, dia akhirnya pun menyantap masakan yang Linda bawa, tapi dengan terisak, Hana menyantap makanan dengan lahap dan rakus, tanpa jeda dengan air mata yang terus mengalir.


"Na,, please jangan kaya gini,, Na,," Linda mencoba menghentikan aksi Hana yang bagai orang kerasukan, Hana terus saja tak menghiraukan perkataan Linda "Hana ,,!!" Linda berucap lantang


Hana pun berhenti, dia akhirnya menangis kembali, Linda membawa ke pelukan nya, mencoba memberikann rasa aman untuk sahabat nya itu "Gua harus gimana Lin,,?" Tanya Hana dengan putus asa,


"Sabar sayang, Lo harus yakin ini tuh ujian buat lo berdua, pasti akan ada jalan nya, gua yakin ini akan terlewati, dan kalian akan tetap happy ending,," Linda menarik wajah Hana, membuat garis senyuman di wajah nya "Lo itu,, dulu di kerubutin cowok,, tapi sekarang pasti Lo di kerubutin laler,,," Celoteh Linda, dan akhir nya Hana pun terkekeh


"Gila lo,,," Hana mulai merasa beban nya telah berkurang


"Abis nya lo itu bau tau,,," Linda menutup hidung nya,, mandi sono gih,," Perintah Linda pada sahabat nya itu. " Mau gua mandiin,,?" Gurau nya lagi, Hana kembali terkekeh, kedatangan Linda seperti menyejukan hati nya "Habis ini kita ke rumah nyokap lo ya,," Mendengar ajakan Linda Hana terdiam "Dia khawatir banget sama lo,," Hana pun mengangguk


*********


Rey tertidur di sofa Cafe nya, sama seperti Hana, beberapa hari ini Rey pun tak beraturan, saking rindu nya dia pada Hana, Rey pun bermimpi tentang Hana, begitu cantik nya saat Hana tersenyum, tertawa dengan manja, dalam mimpinya mereka tengah berada di suatu tempat yang asri, dan berkabut, mereka berdua berpegangan tangan dengan mesra, tapi Hana melepaskan genggaman tangan Rey, dia pun tersenyum, dan berjalan meninggalkan Rey, dan terus tersenyum, tapi,,, tiba tiba Hana pun menghilang dengan seiringnya kabut tebal, seketika Rey pun terbangun dengan nafas terengah engah, wajahnya pucat pasi, dia menelan salivanya sendiri, bagaimana mimpi itu terasa begitu nyata untuk nya, dia kehilangan Hana, Rey sekali lagi kehilangan Hana, Rey menggelengkan kepala nya, dia tak ingin itu terjadi "Gak,, gua gak mau kehilangan Hana lagi,, " Rey pun bermaksud menemui Hana,, tapi tanpa di duga saat dia membuka pintu ruangan nya, Linda terlihat sedang berdiri di depan pintu, dengan tatapan tajam dan menusuk "Linda,,?"


"Boleh aku masuk,,," Tanya Linda tanpa ekspresi "Ada yang harus aku bicarakan" Ucap nya lagi, dan mendapat anggukan dari Rey. Linda tau keadaan Rey sama seperti Hana, melihat dari kondisi fisik nya saat ini.


Rey tak berani menebak apa yang ingin Linda sampaikan, tentu saja ini twntang Hana, karena tak biasanya Linda menemui Rey "Hana apa kabar Lin,," Rey tentu sangat penasaran dengan keadan istrinya itu


"Kak Rey bisa temuin dia, atau telepon dia untuk melihat kondisinya saat ini," Ucap Linda santai "Kak aku ke sini bukan untuk mencampuri urusan rumah tangga kalian berdua, itu bukan urusan aku" Linda menyodorkan ponsel nya pada Rey, Memperlihat kan foto Hana, yang tengah tertawa dengan ceria, Rey pun melirik pada Linda, sedari tadi dia hanya terdiam, tak ada sepatah kata pun yang terucap dari mulutnya "Tolong percaya wanita ini, dia telah merelakan semua impian nya, dan menukarnya dengan cinta, wanita ini begitu tulus" Linda berucap tenang, Rey tetap terdiam "Kak,, tolong jangan ragu pada Hana" Pinta Linda dengan tulus


Setelah Linda pergi, memori Rey seperti berjalan mundur, mengingat bagaimana perjuangan mereka untuk sampai di titik ini, rasa nya tak rela jika ini harus berakhir begitu saja, Rey tentu saja tak berniat untuk mengakhiri semuanya, dia hanya ingin menenang kan diri nya, bukan dari Hana, tapi dari keegoisan nya sendiri, tapi mungkin kali ini saatnya dia kembali pada Hana, pada wanita yang telah menjadi rumah untuk nya.


Bagaimana dia sangat mencintai Hana, tentu ia tak akan lupa, dan cinta itu tetap besar untuk Hana, walau memang sempat terhalang oleh kecemburuan Rey, tapi kali ini dia tak akan membiarkan ego mengalahkanya, Rey akan pulang pada cintanya, pada hidup nya yang damai lagi "Hana maaf kan aku,,"


Rey melajukan mobil nya ke ruko milik Hana, hatinya berdegup kencang, mungkin ini memang terlalu lama, sudah sepuluh hari mereka terpisah, walau dengan alasan menenangkan diri, tapi Rey menyadari kesalahan nya, karena tak seharusnya ia meninggalkan Hana sendiri "Maafkan aku,," Hanya itu yang terucap dari mulutnya, tak ada ,,,, tak ada kata lagi yang Rey mampu ucapkan, yang jelas ia tak ingin kehilangan Hana lagi, tanpa di sadari dirinya sudah sampai persis di depan ruko Hana, Rey pun melangkakkan kaki nya dengan langkah yang cepat, dia tak ingin menundanya lagi, rasa rindu pun terasa begitu besar.


*******


Terima kasih untuk para readers, maaf kan aku yang tak selalu bisa up sering, lagi sibuk di dunia nyata dulu😊

__ADS_1


__ADS_2