Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 24 Move On


__ADS_3

Mobil mereka masih melaju di jalan raya, mungkin karena ini hari minggu membuat jalanan masih saja macet walau jam sudah menunjukan pukul 8 malam


"Kak, mmm,, Kak Surya itu masih,," Ucapan Hana pun terhenti saat Heru langsung memotong nya


"Apa ! jomblo? Jangan pernah berpikir ya Na Lo mo deketin si Surya" Ucap Heru tegas


'"Ihh Kakak aku tuh cuma nanya , gak nyampe kepikiran ke situ tau" Hana pun kesal


"Dia mah jomblo tapi cewek nya banyak, Ko pikir lah cowok jelek aja kalo banyak duit mah pada doyan cewek, apalagi dia, rebutan banget tu cewek, gak tau suka sama orang nya atau suka ATM nya," Heru pun tersenyum sinis


"Gak semua lah cewek kaya gitu Kak" Hana tak terima dengan pernyataan Heru


"Elo emang gak termasuk" Heru membelai rambut Hana


"Tapi emang sih yah kak Surya tu kereen" Hana mengingat Surya dengan tinggi 183 cm, kulit sawo matang , badan kekar karna rajin ngegym atau memang anugrah dari lahir, mata yang indah hidung mancung, ah kriteria cowok idaman di tambah harta yang berlimpah, Hana pun tersenyum sendiri


"Kenapa Lo kesambet" Heru menoleh kearah Hana yang tengah tertawa aneh


"Apaan sih Kak?" Hana menjulurkan lidah nya


Mobil mereka pun sampai, Heru membantu Hana membawa belanjaan nya


"Assalamualaikum" Hana langsung masuk ke rumah nya terlihat ibu Rika dan pak Agus berada di ruang TV


"Ya Allah Na belanjaan kamu banyak banget?" Bu Rika menganga melihat begitu banyak nya kantong yang Hana bawa


"Sesekali Tan, aku langsung pamit ya Om Tante" Ucap Heru tergesa-gesa


"Kamu gak makan dulu Ru" Yawar ibu Rika


" Udah tadi Tan, masih kenyang" Heru mengusap perut nya, dia pun langsung berpamitan kepada Om Tante nya, Hana mengantar Heru keluar rumah sampai ke mobil


"Kak makasih ya" Hana mencium tangan Heru


"Hmm ia adik ku yang manis inget pesen Kaka, sama janji kamu juga" Heru mengerling kan matanya dan Hana pun mengangguk , kaca mobil di tutup dan heru pun melajukan mobil nya


Di dalam ternyata ibu Rika sedang memeriksa belanjaan Hana, dia pun menoleh saat Hana sudah memasuki ruang TV


"Na banyak banget ini, Mama liat struk nya hampir sebelas juta ini" Ibu Rika menggelengkan kepala nya


"Sama ke salon, Tra*s studio mini, makan, jajan, kaya nya lebih dari 12 juta Mah" Hana menjelaskan


"Heru lagi dapet bonus gede seratus juta lebih,, proyek nya goal , itu bonus nya aja gede, gimana keuntungan bos nya ya" Ibu Rika geleng-geleng


Hana terkekeh melihat ibu nya "Gak usah di pikirin Mah entar pusing"


Ibu Rika menceritakan Heru yang berniat memberi nya uang, dan dia memutus kan untuk di beri kan kepada putri nya itu, dan Hana menganggkuk karna dia memang tau perihal itu


"Heru juga bakal kasih kamu jatah uang jajan lho perbulan" Jelas bu Rika


"Oh ia Mah, ko kak Heru gak ngomong ya" Hana jadi bingung


"Mungkin nanti karena sekarang baru rencana" Jelas bu Rika lagi


Esok hari nya Hana pergi ke rumah linda, sudah 3 bulan dia tak pernah berkunjung, alasan nya tentu saja adalah Rey, tapi kali ini Hana sudah kuat dia sudah tegar


Hari ini sahabat nya itu tengah bersiap-siap untuk pergi kuliah, orangtua Linda pun tengah sibuk menyiapkan keperluan putri nya itu yang akan tinggal mengekost

__ADS_1


"Assalamualaikum," Hana langsung masuk karena memang pintu nya sedang terbuka


"Hana gua kengen sama Lo" padahal baru dua hari tak bertemu, biasa nya Linda yang menghampiri Hana, tapi kali ini Hana sudah mau keluar rumah lagi, Linda tentu sangat bahagia


"Wah beneran ini Elo?,cantik banget lo," Linda sangat senang dengan penampilan Hana "Sumringah banget ni yang habis shoping 11 juta" Linda menyikut teman nya itu


"Belom pernah kan Ko ngabisin duit 11 juta dalam beberapa jam doang" Ledek Hana


"Ia deh" Linda mengerucut kan bibir nya


Hana membantu mengemas barang Linda , karna besok dia harus berangkat, di selingi obrolan-obrolan yang tak jelas ala mereka, tapi sungguh Linda sangat bersyukur, dengan keadaan Hana yang lebih baik, berkali-kali Linda memeluk Hana


"Ikut yuk besok " Ajak Linda


"Sory gua gak bisa" Hana pun menyesal


"Hmm ya udah deh, kapan-kapan lo main ya ke tempat kost gua" Perintah Linda


"Siap ndorooo" Hana mengangkat tangan nya hormat " Gua balik dulu ya, udah sore"


"Ok beb, ah gua bakal kangen banget sama Lo sayang ku" Mereka pun berpelukan


Hana berpamitan kepada tante nani, ibu linda


"Hana obat patah hati cowok itu gampang" Ucap bu Nani menepuk pundak Hana, dia pun tersenyum "Tinggal cari cowok lagi, ntar kamu lupa" Hana pun terkekeh


"Tante senang kamu udah ceria lagi, semangat ya sayang masih banyak cowok baik di luar sana" Bu Nani memberi semangat kepada Linda yang sudah di anggap nya seperti putri sendiri


"Makasih Tante, Hana pulang dulu ya" dia pun mencium tangan bu Nani


Saat Hana sudah keluar gerbang rumah Linda, Rey pun tengah berada di depan gerbang rumah nya, Hana melirik sinis, tapi kali ini dia tegar, Hana tak perduli lagi dengan nya kali ini dia bisa berjalan dengan tegap, Rey pun tertunduk, Hana berlalu meninggal kan Rey


jika dulu Hana masih menatap Rey penuh kesakitan, tapi kali ini hanya kebencian yang tersisa


Hana pun mulai membuka hati nya lagi,


Nathan lah yang paling gencar mendekati nya,


sedangkan pak Ari yang sudah menyatakan perasaan nya harus Hana tolak, karena dia sudah serius dan mengajak Hana untuk menikah, sedangkan hmHana merasa belum siap


Nathan tak gentar walaupun Hana selalu menolak nya, dengan alasan yang sama dia tak mau mengulangi kisah kasih dengan tetangga nya, apa lagi Nathan yang persis bersebelahan


******


Hana sedang lari pagi, sekarang dia benar-benar sudah move on, lebih dari 3 bulan Hana mengurung dirinya, tapi kali ini dia tak ingin bersembunyi lagi


*B**yurr*


Tibatiba Hana di siram air mineral dari belakang, dia sangat marah


"Apa maksud Lo?" Hana terbelalak mulut nya menganga melihat pria yang berdiri di hadapan nya


"Odoyy ya Allah ini beneran lo " Hana berjingkrak kegirangan


"Ia ini gua Hana,, Dodi ya, bukan Odoy, emak gua udah selametan seenak nya aja lo ganti nama gua" Protes Dodi karena memang selalu memanggil nya Odoy


Dodi adalah teman nya Hana, rumah nya persis di depan rumah Hana, dia bersekolah di tempat kaka nya , ayah nya yang telah meninggal sejak dia kecil, membuat Dodi harus tinggal dengan Kakak nya, ibu nya sekarang berpropesi sebagai penjual nasi uduk

__ADS_1


"Apalah yang jelas lidah gua terbiasa nyebut lo Odoy, " Hana pun tertawa Gua kangen banget sama Lo" teman yang tak di jumpai nya selama 6 bulan ini


"Gua mah biasa aja yak" Ucap Dodi yang mendapat tonjokan dari Hana


"Lo tau gua kesepian, Linda Maya Lili kuliah, Tata sekarang dia sama kaya Lo pindah ke rumah kakak nya" Hana memang sangat kesepian saat ini,


"Lo sendiri di rumah aja nih" Tanya Dodi


"Gua tunda dulu tahun depan, Lo gimana" Hana menatap sahabat nya itu


"Gua gak ada modal kasian kakak gua, sekarang gua balik lagi ke sini karena dapat kerjaan, dan gua juga pengen jagain nyokap gua" Ucap Dodi yang tertunduk


"Oh, semangat Doy, siapa tau tahun depan kita bareng" Hana menepuk bahu Dodi memberi nya semangat "Lo dapat kerjaan di mana Doy?"


"Rey ngajakin gua gawe, dia katanya buka Cafe"


Seketika Hana pun tersedak, dia sedang menenggak minum nya


"Dimana Cafe nya" Hana mulai penasaran


"Lo gak tau?" Tanya Dodi heran "Gua pikir Lo yang paling tau, tu depan gang utama , di ruko depan" Jelas Dodi


"Ya Allah cobaan apa lagi ini" Gumam Hana


"Hhh Ko ngomong apa barusan?" Dodi sekilas mendengar nya bicara


"Gak ah, angin kali" Ucap Hana


"Ngeles aja Lo" Ledek Dodi


"Btw dia udah gak kerja?" Tanya Hana


"Siapa?" Dodi pun mengerutkan dahi nya


"Rey lah!" Gana mendengus kesal


"Lo beneran gak tau, bukan nya lo itu,,?" Ucapan Dodi pun terpotong


"Udah putus gua 4 bulan yang lalu" Jelas Hana dengan santai


"Hah, massa,,?? boong kali Lo? Lo kan pasangan harmonis & romantis sepanjang abad ini" Puji Dodi, pasal nya dia tak mendengar sekalipun mereka bertengkar,


"Gak usah lebay deh Lo, yang kawin aja bisa cerai" Mimik wajah Hana datar, dia tetap mengunyah nasi uduk nya


"Tapi Lo gak kaya orang patah hati" Dodi memicingkan mata nya "Jangan-jangan Lo selingkuh ya" Tuduh Dodi


*P**lakk*


Hana menampar mulut Dodi, rasa nya sakit sekali mendengar candaan nya, Dodi tak tau perjuangan Hana untuk kembali lagi melanjut kan hidup nya


"Sembarangan ya Lo ngomong, dia tu yang selingkuh, gua gelonggong juga mulut lo tu pake sambal '" Hana mengambil semangkuk sambal dan mengarah kan nya ke mulut Dodi


"Ampun, ampun, gua bilangin emak lo ya" Dodi berakting seolah olah dia sedang menangis seperti anak anak, mengucek ngucek mata nya "Emaaaak Hanaa galaaaakk,, huhu"


"Hahaha,,, kalo gua punya anak kaya lo mending gua pensiun dah jadi ibu" Ucap Hana terbahak bahak


***

__ADS_1


Makasih untuk yang udah baca , tolong like & komen nya ya, 🤗


__ADS_2