Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
part 34 pembalasan hana


__ADS_3

hana tengah menunggu kedatangan surya, dengan dress tanpa lengan yang sepanjang betis melewati beberapa inci dari lutut nya, sangat cantik begitu pas dengan tubuh nya, menunjukan lekuk lekuk tubuh nya, warna navy yang begitu kontras dengan kulit putih mulus hana, tak lupa dia memakai jaket denim agar menutupi bagian tubuh atas nya agar terlihat lebih sopan, riasan wajah nya yang selalu tipis pas dengan usia nya yang baru menginjak 19 tahun ini


" kamu udah rapih " tanya mama rika dan hana mengangguk " surya udah dateng"


" ok mah makasih bentar aku keluar " hana menghela nafas nya ," cuma ini satu satu nya cara , gua harus bisa" kembali hana melihat pantulan wajah nya di cermin " mudah mudahan aku masuk kriteria dia"


hana melangkah kan kaki nya menuju ruang tamu tepat di mana surya sedang meunggu nya, di lihat pemuda itu tengah memainkan smart phone nya yang berharga puluhan juta


" aku harus bisa " gumam nya dalam hati


" kak udah lama" pertanyaan hana lolos membuat surya langsung menengadah kan wajah nya


" cantik" kata itu yang terlebih dahulu muncul dari mulut nya,


" huhh" hana mengangkat alis nya


" ah, nggak ko baru aja " tatapan surya tak bisa lepas dari hana


hana menyadari itu sungguh rasa nya dia sangat risih, tapi dia akan tetap bertahan ,dia harus terbiasa dengan tatapan surya yang seolah ingin memakan nya hidup hidup


" kamu sudah siap ,? kita berangkat sekarang " tanya surya seraya dia terbangun dari duduk nya, hana tersenyum dan mengangguk


" aku izin mamah dulu" ucap nya


setelah meminta izin mereka pun bergegas untuk segera berangkat


" kayak nya dress kamu ga cocok buat pergi pake motor" surya memperhatikan hana dengan seksama lagi dan lagi


" aku pake celana yang sama panjang nya sama dress aku" hana mengangkat dress nya untuk meyakinkan surya bahwa dia aman untuk menaiki moge nya surya pun terkekeh melihat nya


surya mengulas kan senyuman " baiklah aman, tapi kayak nya cuaca hari ini gak aman, nanti kita mampir ke rumah dulu, kita pake mobil aja, kayak nya mau hujan" surya memperhatikan langit yang sudah mulai mendung


hana sedikit terpaku rumah surya yang berada jauh di pinggiran kota apakah dia akan aman, terbersit sedikit ketakutan di benak nya, hana memang tak pernah ke rumah nya dia tau dari heru yang mengatakan rumah surya bukan di komplek tapi di permukiman pinggir kota , bahkan termasuk ke arah perkampungan


" gak apa apa kak bisa neduh kalo ujan mah"


hana merasa keberatan

__ADS_1


" gak lama ko paling 20 menit nyampe, ayo naik" surya sudah bersiap menaiki moge nya


dengan berat hati hana mengikuti nya naik


terpancar jelas kekhawatiran di wajah hana surya pun melihat itu di spion nya


" aku gak bakal culik kamu ko, di rumah juga rame" ucap surya meyakin kan hana


hana pun tersenyum "masih jauh gak?" dia pun melontar kan pertanyaan karna sudah hampir 20 menit dari semenjak surya berbelok ke arah rumah nya suasana asri dan angin langsung menyeruak di area permukiman ini


" udah nyampe" jawab nya


hana terperangah dengan bangunan di hadapan nya pagar menjulang tinggi sangat kontras dengan bangunan rumah di sekekeliling nya, saat penjaga membuka pagar nya, hana menengguk saliva nya sendiri, rumah mewah bak istana yang mungkin hanya di lihat nya di film saja, di lihat nya garasi rumah ini yang bahkan lebih luas dari rumah nya mobil mobil berjejer begitu rapih, " pantas surya meminjam kan mobil nya untuk kak heru" gumam nya,halaman yang begitu luas dengan pepohonan yang hijau membuat rumah megah ini tampak sejuk


" ayok kita ke atas dulu" ajak surya sambil menggenggam tangan hana


seketika hana melepas kan tangan nya , dia tak mau terlihat begitu gampangan fikir nya, hana pun mengangguk " rumah sebesar ini kaka tinggal sama siapa aja " pasal nya surya mengatakan di rumah nya ramai tapi sejauh ini dia tak melihat siapapun kecuali hanya asisten rumah tangga nya


" ber empat, mami papi , aku sama adik aku, kita tiga bersaudara , aku anak kedua , kakak ku sudah menikah dan tinggal dengan suaminya " surya menjelas kan seraya menaiki tangga menuju kamar nya


" kamu tunggu di sini aku ambil kunci mobil dulu"


" sejak kecil papi membantu kake di sawah dan kebun, dia gak bisa lepas dari masa masa kecil nya " surya pun terkekeh" yah maka itulah papi bikin rumah di sini biar memuaskan keinginan nya , setiap akhir pekan papi habis kan waktu nya di saung sana, kamu tau di balik tembok pembatas sana," surya menunjukan sebuah gerbang kecil di ujung sawah nya " itu sungai, " hana benar benar takjub di buat nya, " ayo keburu malem nanti kita" ajak surya


surya memilih BMW sport nya untuk kali ini menemani mereka agar tak kehujanan


dia pun membukakan pintu untuk hana dan mereka pun melaju mencari tempat untuk makan


" kamu suka masakan apa " tanya surya yang menoleh sekilas dan kembali fokus menyetir


" apa aja kak" jawab nya


" oh ok, aku yang pilih resto nya ya" ucap surya


" silah kan" hana pun tersenyum


mobil mereka pun berhenti di restoran mewah , hana sedikit terperangah seharus nya dia sudah menyadari dengan mobil mewah nya tak mungkin surya mengajak nya makan di pinggir jalan dengan harga yang terjangkau

__ADS_1


" kita sudah sampai , ini resto favorit aku hidangan laut di sini mantaap , " ucap surya seraya keluar dari mobil nya dan membukakan pintu untuk hana


ah berapa harga satu hidangan nya di sini ekspresi hana tertangkap oleh surya


" ayo masuk" hana akhir nya mengikuti juga langkah surya


saat tengah duduk dan memilih menu yang akan mereka pesan tak ayal membuat hana terperangah , harga minuman saja satu gelas nya lebih dari 50 ribu, makanan pembuka dan penutup lebih dari 200 ribu apalagi hidangan utama nya " ya Allah aku bangkrut seketika ini mah" hana bergumam tanpa sadar dan surya tentu saja mendengar nya dan membuat nya tertawa


" kali ini aku yang traktir kamu makan, lain kali kamu yang pilih tempat nya baru kamu yang traktir" ucapan surya itu membuat hana lega


" ok , tapi mungkin selera nya ga sebagus kamu" ucap hana dengan melihat sekekeliling restoran ini


" aku terbiasa ko makan di pinggir jalan, tapi kali ini karna momen spesial aku pilih tempat spesial juga " surya menatap hana dalam " aku suka kamu, kamu mau jadi pacar aku"


hana tak terkejut seperti yang heru katakan begitu lah karakter surya, mungkin lebih tepat dia meminta hana menjadi koleksi nya bukan pasangan nya, dia pun mengulas senyuman


" kamu nembak aku? , kita baru ketemu secara intens baru 2 kali lo" hana melontar kan pertanyaan nya


" aku langsung jatuh cinta, dan aku bukan tipe orang yang berbasa basi, aku juga bukan tipe orang yang suka menunggu terlalu lama" jawab surya


" ok, kalo gitu kali ini kamu harus nunggu, aku gak bisa jawab sekarang , nanti saat aku traktir kamu makan" hana ingin membuat surya sedikit penasaran kepada nya " baru aku kasih kamu jawaban"


benar saja surya terkejut dengan penolakan hana yang sementara ini, pasal nya dia terbiasa mendapat kan incaran nya secara langsung, bahkan tak jarang justru wanita lah yang datang secara sukarela pada nya, tindakan hana yang waktu malam itu langsung melompat ke boncengan motor nya yang dia fikir sikap agresif hana ternyata adalah salah


" hhh baiklah kali ini aku akan menunggu" ucap surya sedikit berat, dan makan malam pun di terus kan, setelah selesai hana menolak untuk ke tempat lain, dan surya pun menurutinya, walau pun hujan fikir tak masalah karna dia berada dalam mobil


disinilah hana berbaring di kamar nya menatap langit langit , saat ini yang dia fikir kan hanyalah bagaimana cara nya menjelas kan keputusan nya kepada kakak sepupu nya itu, bagai mana cara dia meyakin kan heru bahwa hana bisa menjaga diri nya dari surya, walau tak dapat di pungkiri tatapan surya sempat menyiut kan nyali nya


surya datang memang di saat yang tepat di saat dia ingin menghindar dari nathan, pak ari dan terutama rey, surya sosok lelaki sempurna yang bergelimangan harta membuat hana memikir kan sebuah rencana,


hana memang tertarik karna status sosial surya yang jauh diatas nya, jika kebanyakan wanita mengincar hartanya tapi tidak hana,


hana bukan lah gadis matrealistis yang haus akan harta, tapi sosok surya lah yang dia yakini mampu membalas luka hati nya


ya hana ingin membalas rey, dia pernah merasakan tersingkir oleh fika, gadis yang saat itu lebih dari diri nya, kepercayaan diri nya jatuh saat itu, dia merasa tak berharga, tapi kali ini sekarang saat rey menginginkan hana lagi, tapi dia justru lebih memilih surya lelaki yang jauh lebih dari rey, setidak nya status sosial mereka jauh berbeda, bukan kah selama ini tolak ukur keberhasilan pria di lihat dari kasta nya, hana hanya ingin rey merasakan diri nya tak berharga, seperti yang dulu pernah ia alami ,


" semoga keputusan ku ini benar, " gemericik hujan membawa nya ke alam mimpi

__ADS_1


******


terima kasih dukungan nya, like dan komen kalian sangat berharga, bisa bikin aku semangat ,,,


__ADS_2