
Sudah 6 bulan Surya & Hana berpacaran , Surya tak pernah melakukan hal yang aneh aneh , dia tetap menjaga kehormatan Hana seperti janji nya
Hana sudah mulai dekat dengan keluarga Surya begitu pun kebalikan nya , rasanya kali ini Hana sudah benar benar bahagia
****
" Lo bahagia banget na, gua seneng liat nya" Heru memperhatikan Hana yang sedang memakai sepatu olah raga nya
" Banget kak, aku ngerasa beruntung jadi cewek, Surya tuh paket komplit buat aku" Hana sangat berseri seri
" Gua juga seneng akhir nya Surya jadi lebih baik" ucap Heru tulus " Mau kemana lo?"
" Mau ngegym sama Surya" Hana menoleh sekilas "Mingguan dong kaya kita kasian tu si Lita " sindir Hana
"Dia sakit , gua gak mau ganggu" jawab Heru
" Tengokin lah " ucap Hana
Tin tin
Surya sudah sampai menjemput Hana ,
" Hai Her ,," Surya menyapa teman nya itu
" Hhh , " Heru Hanya menjawab asal
" Kenapa lo gitu amat ama calon adik ipar " Goda Surya
" Ngarep banget lo, Hana masih kecil" Jelas Heru,
Mereka menatap Hana yang sedang mengambil air minum "Percaya sama gua dia gak sekecil yang lo bayangin" goda Surya yang mengangkat alis nya memperhatikan Hana yang berjalan ke arah mereka, Heru pun menoyor kepala Surya
" Si***n lo,, " Heru tak terima dengan tatapan Surya yang memperhatikan semua bagian tubuh Hana, terdengar keributan kecil
" Kenapa sih ih udah pada gede juga ribut mulu" Hana meletakan minum nya
Heru memperhatikan Hana yang mengenakan baju fit body "Ganti baju lo bahaya"
" Kenapa sih nama nya juga ngegym " ucap Hana
Surya tertawa terbahak bahak dia membuka sweater nya memakai kan nya ke Hana yang membuat Hana kebingungan
"Ayo keburu sore, mamah kamu mana yang, kita pamit dulu " Ajak Surya
Setelah berpamitan mereka pun berangkat
" Her lo jangan anggap Hana anak kecil lagi,, ukuran nya udah 38" ledek Surya yang menepuk bahu nya
"Setaaan!!" Heru berteriak geram
" Kenapa sih " Hana penasaran
" Kakak kamu yang,,, lebay" Surya kembali tertawa
Di tempat gym Surya berniat membuka baju nya, terlihat jelas perut Surya yang seperti roti sobek
" Jangan buka!" Perintah Hana
" Kenapa sih" Surya heran
" Kalau kamu buka Aku juga buka , biar perut aku keliatan juga" Ucap Hana kesal
Surya tertawa " Kamu cemburu?"
Hana memalingkan wajah nya " Diih sory ya"
" Yaudah gak ngaku aku buka nih" Surya mengangkat setengah baju nya
" Ia ia aku cemburu," Hana mengakui nya Surya tersenyum puas
dert dert
Ponsel Surya berbunyi , "sayang kamu lanjutin aja ya, aku terima telpon dulu", Hana mengangguk, dia pun melanjut kan latihan nya di tread mill
Tak di sadari Hana, dua orang pemuda sudah berdiri di dekat nya
" Woiii" teriakan Dodi mengaget kan Hana
"Ya ampun ngagetin lo, kebetulan banget yah bisa bareng" Ucap Hana, dia melirik malas kerah samping Dodi yang tak lain adalah Rey
"Sombong banget lo ya, mentang mentang udah punya Cowok, gua lu buang" Dodi mendengus kesal
__ADS_1
" Bukan nya gitu ya seharus nya , di saat kita punya yang baru yang lama ya di buang kan?" Sindir Hana, Rey langsung menoleh ke arah Hana sedangkan Dodi tak mengerti maksud Hana
" Sia**n lo tega banget, turun ngapa puyeng gua ngeliat lo " Dodi menyuruh hana turun dari tread mill nya
"Lo sendirian, " Tanya Dodi
"Gak lah ,gua punya cowok yang setiap saat ada buat gua, ngapain sendirian" jelas nya
Rey merasa tersindir kembali ,mengingat dulu dia jarang menemani Hana, karna Rey selalu mencari tahu tentang Hana dia pun tau kalau apartmen Surya juga dekat dengan kampus nya, pasti mereka sering menghabis kan waktu bersama, membayang kan hal itu membuat nya kesal sendiri
Rey melihat Hana wajah nya yang sudah tegas mulai menunjukan kedewasaan nya, serta tubuh Hana yang sudah terbentuk sempurna, membuat Hana terlihat semakin cantik
"Sayang!" Surya menghampiri Hana
" Hmm kenapa yang" Jawab Hana ,Hana melirik ke arah Dodi dan Rey memberi isyarat kepada Surya
" Surya"
"Dodi"
" Oh kamu temen Hana ku yang lucu kata nya" Tanya Surya ,dan diangguki oleh Hana
Surya menyalami Rey
" Rey " ucap Rey yang sebenar nya malas
" Oh ini tetangga kamu,," Surya menatap Hana dan berbisik "Aneh kan" Tawa Hana pecah dia pun mengangguk, Dodi dan Rey tak mengerti, apalagi Rey yang seolah jengah
" Sayang aku harus meeting ngedadak nih" Ucap Surya merasa tak enak
" Terus kita pulang maksud nya" Jawab Hana merengut
" Gak,, bukan gitu yang,, kamu ikut kebetulan di mall acaranya, kamu bisa nungguin aku sambil nyalon" Jelas Surya dan Hana mengangguk
" Terus masalah nya apa" ucap Hana
" Meeting nya kurang dari 2 jam lagi, jadi kita pulang sekarang, aku anterin kamu siap siap, aku pulang dulu trus jemput kamu lagi baru berangkat " Surya menjelaskan panjang lebar
" Diih ribet banget sih , aku ga usah pulang dulu lah,, baju aku ada kan di rumah kamu yang?" Dan di angguki oleh Surya " yaudah kita siap siap nya bareng aja, jadi gak ribet kan"
Ucapan Hana sungguh sangat mengejut kan Dodi dan Rey, terlebih Rey fikiran nya melayang jauh , Hana sampai meninggal kan baju nya, bagai mana bisa fikir nya
" Ya ampun makasih sayang" Surya mencubit pipi Hana gemas, "Aku ambil tas dulu ya sayang , Love u" Surya menarik hidung Hana
"Ehmm love u more beb" Ucap Hana
" Jijik gua ngeliat kalian berdua" Kata Dodi
" Yee syirik lo" Hana menjulur kan lidah nya meledek Dodi
Surya pun datang mereka berpamitan
" Bang lo ga papa?" Tanya Dodi melihat Rey yang terdiam
" Menurut lo?" Rey tampak kesal " Cabut!! gua udah gak mood" Dodi pun mengikuti Rey kembali keluar
" Bang si Hana pesat juga ya , nyampe baju nya bisa ketinggalan di rumah cowok nya"
" Berisik lo" Rey makin kesal di buat nya
*****
" Kak di rumah ada siapa?" Tanya Hana dalam boncengan Motor nya
" Kenapa?"
" Aku malu ,,,numpang mandi di sana" Jawab Hana yang membuat Surya tertawa
" Mami arisan , sedangkan papi dia pasti di belakang sibuk sama laptop nya percaya atau nggak, walau kami se rumah kadang kadang gak pernah ketemu, " Aneh menurut Hana tapi yasudah lah yang penting dia tidak harus sampai ketauan mereka kalau Hana menumpang mandi
**"**
Rey berada di kafe nya, kebetulan bertemu dengan Hana membuat mood nya buruk jika biasanya dia bersemangat tapi kali ini rasa nya berbeda ada rasa sakit , walau pun sebenar nya dia bahagia melihat Hana yang melanjut kan hidup nya
***Kadang hati, berharap ku terbangun
Dari sebuah mimpi
Ini bukan kenyataan
Namun ada nya, tak ada di sini
__ADS_1
Kau meninggal kan ku
Karna kesalahan ku
Mungkin ingin bertemu masih ada
Ingin memeluk masih
Tapi kini tak bisa
Kau telah memilih nya
Wo oooo***
Seorang pengunjung tengah membawakan lagu dari Arsy widianto , seperti yang di rasakan nya saat ini
Mungkin saat hati ku masih sayang
Salah ku memutus cinta
Dan kini ku menyesal
Rindu hanya di dalam hati
Di lantai atas kafe nya memandang langit gelap ,rasa nya hati nya begitu merasa tak karuan , sekeras apapun dia melupakan Hana nyatanya ia tak mampu
Dia memejam kan matanya menarik nafas nya dalam ,merenung kan kebodohan nya dulu
"Kak" Suara itu memecah kan lamunan nya
"Hana?" Rey membuka mata nya perlahan melihat gadis di hadapan nya dia tersenyum getir
"Hana? siapa? " Gadis itu bertanya tanya sedang memikir kan siapa kekasih nya itu
" Aqila ?" Ya gadis itu adalah Aqila kekasih Rey yang masih SMA
"Apa? kamu salah denger kali, aku gak ngomong apa apa" Rey menenangkan kekasih nya itu, tapi tentu saja gadis itu tak percaya begitu saja
******
Sudah satu jam Hana menunggu Surya meeting, dia sudah selesai ke salon tapi pemuda itu belum juga datang , Lamunan nya terbang saat dia menatap langit ,langit yang sama yang sedang Rey tatap
***Sendiri ku menangis
tak seorang pun tau luka ku
air mata seakan
luap kan rasa sedih ku
***Percuma semua penjelasan mu
kini ku tak kan perduli pada mu
simpan saja semua kata kata mu
simpan tuk korban mu yang baru
Sadis nya kau bagai tak punya hati
tega nya kau bermain di belakang ku
harus slalu kau ingat
aku tak pernah sesakit ini
kan ku ingat kau slalu
sampai mati***,,,
Hana sedang menunggu Surya tapi entah yang ada di fikiran nya hanya Rey saat ini, terlebih lagu yang di putar di mall ini begitu mengingat kan nya, entah rasa cinta atau benci tapi pemuda itu selalu mengisi sudut hati nya,
"Sayang kenapa di sini" Surya menghampiri Hana
Hana terdiam memperhatikan pemuda yang ada di hadapan nya, yang selalu bisa ia andal kan itu " I love u" Hana mengucap kan nya tanpa ekspresi
Surya mengernyit kan dahi nya tapi akhir nya dia membalas nya " Love you to" Surya sedikit heran dengan tingkah Hana, tapi dia justru membawa Hana ke pelukan nya
Hana ingin meyakin kan hati nya bahwa dia sudah benar benar jatuh cinta pada Surya , tapi nyata nya masih terasa ada yang kurang
****
__ADS_1