Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 12 Cemburu Buta


__ADS_3

"Bye bye kelas, " Linda melambai lambaikan tangan nya


" Ah ternyata ini minggu terakhir kita di kelas ini, sebentar lagi kelas 3 aja kita, gua berasa udah jadi wanita bentar lagi 17 plus lho kita" Ucap Linda penuh rona bahagia


Hana hanya terkekeh melihat tingkah lucu sahabat nya ini "Bye bye Deni juga gak Lin? dia kan lulus taun ini" Goda Hana


"Enggak lah" Linda menepuk tangan ku


"Tapi gak tau juga sih, kalau dia jadi kuliah keluar kota gua sih ogah LDRan, males banget gua" Kata Linda dengan santai


" Idiih ni anak cinta nya kalo deket doang" Ucap Hana


"Ya iyyalah, dari pada gua kefikiran mulu cowok gua setia apa enggak mendingan ga usah lha yah, bisa bisa gua setreess!" Jelas Linda seoalah tanpa beban


Hana dan Maya hanya menimpali dengan tertawa, mereka menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabat nya yang menganggap remeh sebuah hubungan.


Rey


"Ah yang mana yah, gua pusing banget ni" tanya Rey pada Ipang sahabat nya itu saat di toko perhiasan, hari ini Rey bermaksud membelikan cincin untuk Hana


"Punya budget berapa Lo? cari yang sederhana, kata Lo dia orang nya simple kan" Saran Ipang


"Gua ada 15 juta nih, ya bener banget dia mah ga suka yang lebay lebay" Rey mengingat Hana memang sangat sederhana


Rey sedang memilih - milih sebuah cincin untuk memenuhi janji nya kepada Hana, meskipun bukan lah berlian, setidak nya itu lebih berharga dari pada cincin emas kadar rendah yang di berikan nya tahun lalu


"Lo bakalan pulang lagi? bukan nya Lo baru pulang kemarin?" Tanya Ipang pasal nya baru beberapa hari yang lalu Rey pulang


"Gua mau bikin kejutan buat Hana, Lo tau cewek gua tuh tambah cantik aja, gua takut banget kalo dia ke goda cowok lain, masa depan gua kan belom jelas, kata sepupu gua, dia banyak banget yang suka" Ucap Rey dengan sangat berat, Maya selalu bercerita tentang Hana, walaupun nyata nya Hana sangat setia, ada sebersit ketakutan di benak Rey


"Maka nya Lo mo iket dia pake tu cincin" Selidik Ipang


"Enggak lah ini tuh buat menuhi janji gua setahun yang lalu" Jelas Rey


*E**sok hari sekolah Hana*


"Akhir nya hari terakhir, besok kita udah mulai liburan" Ucap Maya penuh semangat


"Pulang kuy!" Ajak Linda


"Duluan aja deh gua masih ada yang harus di urus" Karena Hana memang aktif di sekolah jadi ada beberapa urusan yang harus di selesaikan nya.


Linda dan Maya pun meninggal kan Hana, mereka pulang terlebih dahulu


*T*ap tap,, bruukk


Saat di pintu gerbang sekolah Hana bertubrukan dengan guru olah raga nya yang masih muda dan gagah


"Aduuh" Hana mengaduh kesakitan


"Naaf , kamu gak apa - apa Hana? sini bapak bantu" Pak Ari pun membopong Hana yang terkilir kaki nya untuk mencari tempat duduk


"Ia pak ga apa - apa," Hana sebenar nya sedikit malu dan risih, ini kali pertama dia begitu dekat dengan lelaki selain Rey


"Bapak yang salah , sini biar bapak periksa" Pak Ari mendudukan nya di kursi tempat tukang es berjualan, dan membelikan sebotol air mineral untuk Hana "Minum dulu" Perintah Pak Ari sembari menyodor kan botol air mineral nya


"Ah ia makasih" Hana pun menenggak minuman nya

__ADS_1


"Tahan ya" Hana terkesiap saat Pak Ari meraik kaki Hana


kreeek


"Sah, sakitt" Hana merasa kesakitan saat Pak Ari memijat kaki nya


"Bagaimana?" Tanya Pak Ari "Coba gerakan kaki nya"


"Wah benar Pak, kaki Hana sudah mendingan, makasih ya Pak" Hana memutar - mutar pergelangan kaku nya yang sudah tak terasa sakit lagi.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka, yang naas nya Rey hanya melihat dari mulai Pak Ari sedang membopong Hana, dan saat ini mereka sedang tertawa.


Saat Hana sedang menunggu angkutan umum, karna tadi dia menolak untuk di antar pulang oleh Pak Ari dan tiba - tiba


*N**giiik*


Sebuah motor berhenti tepat di depan Hana


"Kak Rey? ko Kakak pulang sekarang?" Tanya Hana sedikit Heran


"Kenapa kalo Kakak pulang kamu gak suka terganggu?" Rey menjawab Hana dingin dan membuat nya menjadi bingung


"Apa sih Kak gak jelas" Hana langsung naik ke atas motor Rey, dia masih meluapkan rasa bahagia nya, sedangkan Rey hanya terdiam membisu.


"Jak ko diem aja sih, sariawan ya" Ucap Hana yang ingin mencairkan suasana , tapi lagi - lagi usaha Hana gagal, sampai akhir nya mereka berehenti di depan rumah Rey


"Kak ko kita ke rumah kaka, om sama tante kan lagi ga ada, ga enak nanti kita cuma berdua" Ucap Hana yang mengetahui Pak Wahyu dan Bu Wati sedang tak ada di rumah


"Masuk ke kamar aku" Perintah Rey, dan hana masih tak mengerti ada apa dengan Rey


"Hah kamar mau apa?" Tanpa persetujuan dari Hana, Rey langsung mendorong nya masuk dan mengunci pintu kamar nya


Saat Rey semakin liar Hana berusaha mendorong nya sekuat tenaga


*B*ruuk


Rey pun terjatuh, Hana merapikan pakaian nya, Hana tak percaya dengan yang di lakukan Rey


"Kakak kenapa !! kakak kasar,kaka nyakitin aku!!" Hana berteriak menahan amarah nya dia menangis sejadi - jadi nya


Tanpa memperdulikan tangisan Hana, Rey hanya semakin beringas, nafas nya naik turun dengan kencang menandakan dia sedang di penuhi dengan amarah


"Kenapa? bukankah ini yang kamu mau? aku gak tau karena gak ada di dekat kamu, bisa saja kamu melakukan nya dengan orang lain" Kepala Rey hanya di isi kemarahan dan cemburu dia tidak berusaha menanyakan apa yang sebenar nya terjadi, dan membuat tuduhan yang salah kepada Hana


"Kakak! stop kaka ngomong apa?" Hana membelalakan mata nya mendengar ucapan dari Rey


Rey melancar kan lagi serangan nya kali ini seragam sekolah Hana sudah terlepas, Hana memohon, kali ini dia tak tau siapa yang ada depan nya, Rey yang lembut dan humoris langsung lenyap seketika


"Kak aku mohon kak hentikan!!" Hana terus memohon sembari terus melakukan perlawanan


Hana menangis dia tak ingin masa depan nya terkoyak, tanpa di duga Rey kini berusaha membuka celana dalam Hana, membuat nya mempunyai kekuatan lebih dengan sekuat tenaga hana menendang rey


"Reynaldii!!" jangan rusak aku , tolong jangan, aku mohon" Hana melantang kan suara dan tangisan nya


Saat Rey terjatuh Hana langsung meraih selimut untuk menutupi tubuh nya


Hana pun menangis sejadi jadi nya.

__ADS_1


Rey akhir nya tersadar dia telah menyakiti gadis nya itu, hanya karna cemburunya yang tak beralasan, mereka sudah berkomitmen tidak akan melakukan hal itu sampai mereka menikah, tapi kali ini dia berusaha melanggar nya


Rey mulai memunguti pakaian Hana , dan memberikan nya ,


"Ma-- maaf maaf" Rey pun terisak


rey ingin menyentuh tangan Hana , dan seketika di tepis oleh Hana


"Aku gak ngerti kenapa Kakak ngelakuin ini sama aku" Hana terus saja menangis


"Salah aku apa? aku takut ,Kakak bukan orang yang aku kenal"


Hana sangat berantakan, mata nya sembab, entah apa yg di fikir kan Mama Rika kalau melihat anak nya seperti ini


"Kamu mandi dulu" Perintah Rey, setidak nya akan membuat Hana lebih segar, dan Hana langsung menoleh tajam


"Kakak gak akan ganggu kamu kunci pintu nya" Dan Rey pun langsung meninggal kan Hana sendirian kamar nya.


Saat mandi Hana terus saja tak bisa menghentikan tangis nya


sedangkan Rey pun terus saja menyesali apa yang telah di lakukan nya,


"B**o b**o Rey ,Hana gak mungkin selingkuh, sekarang dia nangis gara kelakuan gua" Rey terus saja merutuki diri nya


*K**reeek*


Hana membuka pintu nya, dia sudah lebih baik walaupun matanya masih sangat sembab, dia langsung duduk di sofa dan di susul Rey yang bersimpuh di kakinya, Hana masih terisak walaupun tangis nya sudah reda.


"Maaf,, maaf aku kacau , aku emosi" Ucap Rey yang penuh penyesalan


Hana menatap rey "Kenapa? salah aku apa" Kembali Hana menanyakan


Rey menceritakan apa yang di lihat nya di sekolah Hana, yang sampai membuat nya lepas kendali


"Kakak salah paham, aku gak ada apa - apa, tadi kaki hana terkilir, Pak Ari guru olah raga yang bantuin Hana gak lebih Kak" Hana menjelas kan kejadian yang sebenar nya


"Maaf , maaf" Dan Rey pun memakaikan cincin yang dia beli tadi, Hana melirik Rey


"Anniversary kita yang ke dua, Kakak menuhi janji Kakak untuk mengganti cincin ini" Rey menyentuh cincin yang telah terpasang di jari Hana yang ia berikan setahun yang lalu


Rey ingin mengecup tangan Hana seketika replek Hana menepis nya.


"Kasih Hana waktu Kak, Hana bingung" Hana pun memalingkan wajah nya


"Kakak ngerti" Rey pun memundur kan tubuh nya memberi jarak dengan Hana


"Hana mau pulang" Hana berucap dingin.


"Kakak antar ya" Pinta Rey dengan lembut


"Hana mau sendirian" Mungkin itulah yang di butuh kan ole nya sekarang


Hana meninggal kan rumah Rey, dan Rey hanya bisa memandangi Hana yang semakin jauh tak terlihat


"Maaf Hana, maafin Kakak"


*******

__ADS_1


Jangan lupa like & komentar nya ya makasih😘😊😉


__ADS_2