Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 62 Penuh Cinta


__ADS_3

Pagi ini Hana sudah di teror oleh sahabat sahabatnya, karena foto nya menjadi trending di IG, karena ulah Rey yang tak sabar untuk mengumumkannya.


Apaan,,? ia nanti gua jelasin


,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,


Itu lah jawaban singkat yang Hana berikan, Sudah lebih dari 10 Orang temannya menghubungi Hana, di tengah kesibukan nya di sabtu pagi ini, walau weekend Hana tetap bekerja, dia sedang menyelesaikan urusan pembelian rumah milik nya bersama Rey.


Hana bergegas keluar kamar nya, dengan terburu buru, tanpa menghiraukan sarapan yang di siapkan ibu nya, Hana setengah berlari menuju pintu, Tanpa melupakan mencium tangan dan pipi ibunya.


"Aku buru buru mah,,, assalamualaikum!" Hana membuka pintu dan ia pun begitu terkejut "Rey,,!" Rey sudah berdiri di depan pintu.


"Kamu gak suruh aku masuk,,?" Rey pun merengut


"Jangan sekarang Rey,,, aku ada janji ketemu clien,," Hana melihat jam di tangannya.


"Kamu ini,,, clien kamu kan aku,,,!" Rey memalingkan wajah Hana untuk melihat ke arah nya.


Hana mengerjap ngerjapkan matanya, "Hemhh,,, aku lupa,, hihi" " Rey menggelengkan kepalanya


""Aku izin dulu ke mamah ,," Rey tengah melangkah menuju ke dalam rumah Hana


"Izin apa,,,?" Hana mengerutkanndahinya


"Ya ampuun Hana sayang,,,," Rey menepuk jidat nya "Izin buat jadi supir kamu hari ini" Rey pun terkekeh kenapa Hana sampai lupa.


"Kamu tahu,,, kamu itu sudah bikin repot aku pagi pagi begini" Hana mendumel saat sudah berada dalam mobil, setelah berpamitan pada ibu Rika "Dari subuh sohib orok, temen sekolah, kuliah, kerja, semua menelepon aku tau gak sih,,,!" Hana bahkan tak sadar kalau dirinya tengah di rekam karena dia sedang sibuk memeriksa berkas "Kamu juga,,,,! beli rumah dadakan, semua surat pengen beres minggu ini!, emangnya kamu fikir beli kacang goreng, segampang itu,,"


"Guys,,, kayaknya ini rutinitas aku selama 2 bulan ini,," Saat Rey berbicara pun Hana masih tak sadar "Dapet omelan dari calon istri!" Rey pun terus terus tertawa terbahak bahak "Martabak kacang enak,,, lha aku di kacangin!"


"Kamu ngomong ama siapa sih,,,?" Hana baru mulai tersadar "Aku gak mau,,, jangan dibuat Vidio!" Hana menutupi mukanya dengan berkas yang ia bawa.


"Calon istri idaman bangsa ya begini,,, malu malu padahal cantik banget begini," Setelah sedikit perdebatan akhirnya Vidio pun di akhiri.


"Kamu tuh membuat tingkat kesetresan aku tambah tinggi tau gak!" Hana mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tuh menambah tingkat kecintaan aku tambah tinggi tau gak,,,!" Gombal Rey


"Udah ah,,, ngomong ama kamu tuh bikin pusing" Hana kembali menyibukan dirinya.


*********


Setelah urusan selesai Hana memperlihatkan rumah nya, karena pembayaran sudah selesai rumah pun menjadi milik Rey, hanya tinggal menunggu berkasnya selesai saja.


"Aku suka ini, gak terlalu besar dan view menghadap danau" Hana menatap Rey "Kamu gimana?" Hana menunggu jawaban Rey dengan cemas


"Suka sayang,,," Rey mengelus rambut Hana

__ADS_1


"Kamu siapin dokumen kamu, untuk sertifikat"


Hana berucap dengan sambil mengitari seisi rumah, dan tak henti henti nya ia tersenyum, Hana tak pernah mengira bahwa salah satu rumah ini akan menjadi miliknya bersama Rey


"Rumah ini atas nama kamu" Rey memeluk Hana dari belakang,


"Apa,,,?" Hana tak percaya apa yang di dengarnya


"Rumah ini milik kamu,,, rumah bagi aku itu ya kamu,,," Rey mengeratkan pelukan nya "Kamu tempat aku pulang, kamu tempat aku kembali, kebahagian aku ada di kamu, kenyamanan aku itu kamu,,, kamu itu rumah bagi aku" Ucap Rey penuh cinta.


"Rey,,, kenapa kamu sampai seperti ini" Hana sangat terharu dengan perkataan Rey.


"Because i love you,,," Rey mengecup kepala Hana "Aku pernah kehilangan kamu,,, dan rasanya,,, sakit! itu hal yang paling aku sesali sampai sekarang" Rey menyandarkan kepalanya di bahu belakang Hana.


Hana mengenggam tangan Rey, dan menciumnya "Itu gak akan terjadi lagi,,, kita akan bersama selamanya,," Hana melepaskan pelukan Rey "Because i love u,,," Mereka pun saling menatap, tampak Rey sudah memiringkan wajahnya "Gak usah ada kisse!" Hana mendorong tubuh Rey, dan kembali berbalik meninggalkan nya


"Kenapa?" Rey menjadi heran seraya mengikuti langkah Hana


"Sabar sampai kita menikah!" Jawab Hana santai


"Cuma 2 bulan lagi,,," Itu mah gampang "Kemana kita,,,?" Rey sudah merangkulkan tangan nya di bahu Hana


"Pulang!" Hana menengok sekilas "Ke rumah calon mertua aku,,, aku udah kangen banget ngobrol ngobrol ma tante Wati" Tampak Hana tersenyum lebar


"Assik,,, masakin aku yah,,, aku juga udah kangen banget masakan kamu!" Rey tampak menelan salivanya sendiri


"Aku kok sekarang berasa kaya abegeh ya," Rey terkekeh "Cinta itu memang membuat orang lebih muda" tak berhenti Rey tersenyum


"Aku yang masih muda,,, kalau kamu mah bucin tua!" Hana pun tertawa, lalumelepaskan rangkulan tangan Rey, dia pun menggenggam tangan Rey "Jangan sampai ini terlepas lagi!"


"Tidak akan!" Rey mengecup tangan Hana


******


Hana terlihat lelah, tanpa di sadari nya dia tertidur dalam perjalanan pulang, kebiasaan Hana yang tak hilang sampai sekarang "Masih aja pel*r! Gak boleh nemu sandaran enak langsung tidur,,," Rey menatap Hana seksama, wanita yang ia cintai selama ini ada di hadapannya, sesuatu yang selalu ia impikan, dia menyentuh wajah Hana, merapikan rambut panjangnya, perlahan ia membelai mata, pipi hidung, sampai akhirnya menyentuh bibir Hana "Auw,,,!" Ternyata Hana menggigit jari Rey yang tengah asyik memaikan bibirnya.


"Geli tau,,,!" Hana beranjak duduk "Udah sampai?"


"Belum,,, kita ke pasar dulu!" Rey pun membuka sabuk pengamannya


"Ke pasar,,??" Hana melihat sekeliling nya, memang dirinya telah berada di pasar "Aku saltum atuh Rey!" Hana memakai setelan kerjanya yang berwarna putih


"Hihi ia juga yah,,, aku yang turun, aku udah biasa ke pasar, udah ada langganan!" Rey pun meninggalkan Hana di mobil, Rey memang terbiasa ke pasar tradisional, karena semua bahan yang ia pakai berasal dari pasar.


Hana kembali sibuk dengan ponsel nya, mengecek konten yang baru saja Rey unggah, ternyata memang penggemarnya sangat banyak sekali, terlihat belum sehari sudah ratusan ribu kali di tonton "Aku banyak banget sih saingan nya,," Tapi Hana tersenyum karena Rey mengganti nama chanel youtube nya "ReyHana"


"Sayang,,," Rey pun kembali dari pasar "Kata Dodi,, Maya, Tata, Linda dan Lily ada di Cafe!"

__ADS_1


"Haduuh,,,, mereka tuh nodong penjelasan dari kita Rey" Hana terlihat panik


"Ya sudah ayok,,, kita ke Cafe apa susah nya" Rey bersiap menyalakan mobil nya


"Aku lagi gak siap di bully,,," Hana menekuk wajah nya


"Kamu ini,, sekarang di bully nanti juga di bully,, apa beda nya coba,?" Rey menyalakan mobil nya.


"Ok lah,,," Hana pun menuruti Rey "Siap siap mental ini mah,,"


*********


Rey dan Hana menuju Cafe cabang,, yang terletak di tengah pusat kota, karena di situlah yang terjangkau jarak nya oleh teman teman nya, karena mereka sudah tak tinggal satu komplek lagi dengan Hana.Tentu saja Hana harus siap di bully, bagaimana dulu ia sangat menolak Rey, seperti alergi ketika Hana melihatnya dulu, tapi sekarang berbeda mereka akan menikah tiba tiba, tentu saja membuat teman teman Hana tercengang.


"Duh duh ,,,,, pasangan kontroversial kita telah datang!" Seru Linda saat Hana dan Rey telah tiba


"Kalian udah pesen,,,?" Tanya Rey "Hari gratis,,, pesan apa yang kalian minta,,, hayu lah bebas apa aja,,"


"Aku tau kak, biar kita gak bully Hana kan,," Kata Maya "Gak mempan,,!"


"Udah sayang ngapain juga di gratisin,,," Ucap Hana pada Rey dengan nada kesal


"Wow, kita gak salah denger nih,,, sayang apa peyang sih,,?" Linda terus saja mengejek


Tak berhenti sampai di situ, mereka terus saja meledek Hana dan Rey sampai puas, Tak perduli Hana yang sudah cemberut tak karuan.


"Selamat ya buat kalian,,, kita pokok nya bahagia buat kalian,," Ucap teman teman Hana dengan tulus saat berpamitan pulang.


Tentu saja mereka merasa bahagia, akhirnya sahabat mereka menemukan kebahagiannya lagi.


"Sayang udah sore, jadi ke rumah aku?" Tanya Rey saat melihat jam tangannya telah menunjukan pukul 5 sore.


"Paling cuma mampir sebentar,," Hana mengikutu Rey melihat jam tangannya "Yuk pulang sebelum kemagriban di sini"Ajak Hana pada Rey.


Hanya butuh 20 menit Mereka sudah sampai di rumah Rey "Yang mamah aku kayak nya gak ada deh, tadi aku gak bilang kalau kamu mau mampir soalnya" Ucap Rey saat membuka pintu rumah nya yang terkunci "Tapi tenang aku bawa kunci,," Rey membuka pintu rumah nya "Aku telepon mamah dulu ya" Rey mengeluarkan ponsel nya dan segera menelepon ibu Wati "Mamah lagi di jalan Sayang,,, yuk masuk" Rey mengulurkan tangan nya "Ayo sayang" Ajak Rey karena Hana masih terdiam


"Kita cuma berdua aja di sini,,?" Tanya Hana terbata, Rey pun mengangguk seraya menarik lengan Hana memasuki rumah nya


"Aku cuma ngasih kenangan buruk doang sama kamu!" Rey tertunduk, dia tahu Hana sedikit ragu, karena teringat masa lalu mereka


"Sayang kita ke kamar aku yah" Rey menuntun Hana ke kamar nya


Nafas Hana naik turun, entah apa yang di pikirkan Hana saat ini "Ma,,mau apa?" Hana pun gugup di buat nya


******


Jreng jeng jeng,,,, mau apa yah,,? tunggu part selanjutnya yah,,, terima kasih🤗

__ADS_1


__ADS_2