Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Par 70 Prahara!


__ADS_3

Hana diam diam menguping pembicaraan suaminya itu, akhir nya ia tahu apa yang di rasakan Rey selama ini, ternyata Rey merasa kesepian, Hana yang sibuk bekerja tak memperhatikan itu, bahwa ternyata suaminya selama 4 bulan ini telah kesepian, Hana yang berada di rumah pada jam pagi dan malam hari saja, membuat mereka sedikit kurang komunikasi, sedang kan Rey sekarang mengerjakan proyek beberapa lagu dan musik yang ia kerjakan di rumah. Hana pun terisak kenapa suaminya itu sama sekali tak melarang nya, dengan Rey yang terdiam dia menganggap bahwa suaminya itu tak keberatan.


Dodi pun sudah pergi, kini hanya tinggalan mereka berdua saja "Kamu udah bangun sayang,,,?" Tanya Rey seraya menyentuh kening Hana, tapi Hana memundurkan dirinya "Kenapa,,?" Rey mengerutkan kening nya "Masih pusing,,?"


"Kamu gak bisa ngomong sendiri ke aku,,?" Ucap Hana dengan nada ketus


"Apa hemh,,,?" Rey menarik Hana ke pelukannya "Kamu kenapa sih mimpi di kejar harimau?, bangun bangun jadi kaya gini,," Rey terus saja menanggapinya dengan bercandaan


"Diam,,, aku serius" Hana berteriak sambil melepaskan pelukannya "Kamu selalu menanggapi apapun dengan bercanda!"


"Hana,, kamu meneriaki suami kamu,,?" Rey terlihat sangat kecewa "Aku gak tahu kamu marah kenapa,,?"


"Kamu bisa ngomong langsung ke aku kalau kamu gak suka aku kerja,, tapi kamu malah cerita ke Dodi tentang itu,,," Entah Hana kenapa, tapi dia seperti tak terima, saat Rey bercerita tentang keinginan Hana berhenti kerja, kalau Rey pun merasa sangat kesepian, sudah sering Hana bertanya apakah ia harus berhenti, atau di rumah saja, tapi sekalipun Rey tak memberikan jawaban yang pasti.


"Dia Dodi,,, aku cuma cerita ke Dodi,, orang yang sama sama kita percaya,,," Rey mulai berbicara tegas pada Hana "Aku gak ngomong ke kamu,, karena menghargai keinginan kamu untuk tetap bekerja,, kalau kamu gak bisa lihat tentang kesepian aku,, itu salah kamu,,!" Rey meninggalkan Hana menuju ke kamar nya


Kesalah pahampun terjadi, Hana yang tak suka Rey yang tak berterus terang, dan Hana yang tak mengerti kebaikan suaminya itu, padahal semua itu Rey lakukan agar tak membuat Hana sedih.


Sedangkan Rey yang tak menghalangi Hana bekerja, semata mata karena tak ingin dirinya menjadi penghalang kesuksesan Hana, Rey pun ingin jika Hana berhenti itu karena kemauan dirinya sendiri, bukan atas permintaan Rey, tapi Rey tak menduga reaksi Hana akan seperti ini, Rey tak mengerti letak kesalahannya di mana.


Malam itu pun Rey tidur di sofa ruang TV, sedang Hana di kamarnya, Rey memang sedikit kecewa karena Hana bersikap kasar, tapi dia tak benar benar marah pada Hana.


Hana bergulang guling sendiri di ranjang nya, tentu saja dia merasa bersalah, sikap nya memang keterlaluan pada Rey, dia pun mengambil ponsel nya "Lin,, besok ketemu yuk,, urgent,,!" Hana mengirim pesan pada Linda, dia tak sampai hati jika harus menelepon nya pada tengah malam begini.


Pintu kamar terbuka, Hana yang tak sempat menoleh, sudah merasakan tangan suaminya melingkar di perutnya, kecupan hangat pun mendarat di pucuk kepala Hana, nafas Rey begitu terasa menerpa di leher Hana "Aku minta maaf, akhir akhir ini berkali kali kamu bertanya, apa kamu harus berhenti bekerja" Rey semakin nemeluknya erat, dia mulai mengecup bahu Hana, karena Hana memakai gaun tidur tanpa lengan "Tapi aku selalu ingin kamu menebak, dan peka dengan kemauan ku" Hana akhirnya berbalik menghadap istrinya itu


"Aku yang salah,,, " Ucapan Hana terhenti, karena Rey membungkamnya dengan sebuah ciuman hangat


"Aku ingin kamu berhenti kerja, tapi atas kemauan kamu sendiri,, aku ingin mulai program kehamilan,," Rey kembali mengecup istrinya, kali ini ciuman yang singkat "Kamu bisa memikirkan kapan kamu siap untuk berhenti, gak usah sekarang,," Rey membawa istrinya itu lebih dalam ke pelukannya.


"Aku ngantuk,,,!" Hana menenggelamkan wajahnya di dada milik suaminya itu


"Aku juga,,," Rey mengusap usap pucuk kepala Hana "Kita tidur saja sekarang,," Tak menunggu lama mereka berduapun sudah tertidur.


Pagi ini kembali normal seperti pagi pagi sebelumnya, Hana sudah menyiapkan sarapan dan menunggu suaminya untuk turun "Pagi sayang,, aku bikinin kamu nasi kuning,," Sambut Hana saat melihat suaminya turun, Hana sudah rapih dengan pakaian kerjanya.


"Kamu pakai kaca mata,,,?" Rey melihat penampilan istrinya sedikit berbeda, setelan kerja layaknya sekretaris, dan kaca mata besar nya membuat Hana terlihat seksi untuk Rey


"Soft lens aku tadi jatuh,, ya udah aku pake kaca mata" Hana tengah menata sarapan nya "Aku cuci piringnya nanti aja yah,, pulang kerja,," Hana pun tersenyum


"Gampang,, nanti aku yang cuci,," Rey mendekati Hana dan mulai memeluknya" "Kamu cantik banget pagi ini," Rey mulai memainkan tangan nya, menelesup kedalam kemeja Hana yang berbalut blazer


"Sayang,,, aku udah rapih,,," Hana mulai mencoba melepaskan diri dari suaminya itu


"Sebentar,,, please,,!" Jemari Rey mulai bergerilya kesana kemari, membuat Hana akhirnya menyerah


Di ruang makan ini lah mereka akhirnya memanas, entah berapa lama, yang pasti mereka sudah kehabisan waktu, "Aku telat kan jadi nya,," Hana sedang mengeringkan rambutnya "Kamu bilang sebentar,," Protes Hana yang merasa jengkel karena dia harus mandi kembali.


"Lha,, kok nyalahin aku,," Rey mulai menyuapi Hana


"Aku harus segera berangkat,, keluarin motor kamu sayang,, anterin aku,, kamu harus tanggung jawab,,!" Walaupun dia telat, tapi dia menyempatkan membuat kopi untuk Rey "Aku bikinin kamu kopi dulu,,"

__ADS_1


"Siap kanjeng,," Rey beranjak dan segera pergi ke garasi


Walaupun Rey sempat kesal pada Hana, tapi dia tak ingin bertengkar, kali ini dia ingin bahagia, Hana adalah pilihan nya, Rey akan


menerima Hana dengan segala kelebihan maupun kekurangan nya, itulah janjinya, Rey tak akan membiarkan Hana jika dia salah, tapi Rey akan menegur Hana dengan cara nya sendiri.


"Kaca mata aku,,," Hana sudah berada dalam boncengan Rey "Sayang kaca mata aku ketinggalan,,!" Hana menepuk pundak Rey


"Aku tahu,, aku sengaja gak ngasih tahu kamu" Rey pun menyeringai "Kamu seksi nya di depan aku aja," Ucap Rey dengan terkekeh


"Iih ,, kamu tu yah,, orang itu alat bantu,, bukan buat gaya gayaan,," Ucap Hana kesal


"Wah bener juga,,, ngomongin gaya,, bagaimana nanti kita kalau praktik di tempat lain,, kaya tadi" Rey mulai meracau "Di garasi, dapur, sofa, atau di,," Ucapan Rey terhenti oleh cubitan Hana


"Otak kamu tuh ya sayang, harus di cuci,,, " Ujar Hana dengan nada jengkel "Fokus aja bawa motor nya entar aku telat,,!" Hana memang janji ada temu dengan clien penting


"Aku janji akan segera mengundurkan diri" Hana burucap dalam hatinya, dia pun mengeratkan pelukan nya


Sesampai nya di lobby Hotel tempat Hana meeting, dia pun segera berpamitan pada Rey, "Aku masuk ya sayang,, makasih udah bikin pagi aku berantakan,," Ucap Hana saat Rey membukakan helm nya


Rey pun tersenyum puas "Makasih juga udah bikin pagi aku jadi panas" Rey menimpali Hana dengan gurauan, mendengar itu Hana hanya berdecih "Kamu kenapa gak izin aja sih,, kan sakit,!"


"Gak bisa sayang, clien aku kali ini penting banget, aku gak bisa izin" Jelas Hana


"Hana,,," Panggil seseorang yang tak lain adalah atasanya


"Pak Adit,," Hana dan Rey pun menoleh


"Pak Rey,," Sapa atasan Hana seraya menyodorkan tangan nya "Hana ayo,, jangan sampai telat,," Ajak pak Adit


Saking terburu burunya Hana sampai tak menoleh lagi ke belakang, walau Rey masih berada di sana "Aku intip kamu dulu ah sebentar,,," Rey pun nemarkirkan motor nya dan segera menyusul Hana


*****


"Mudah mudahan pak Hendra Pratama belum menunggu kita, pasalnya beliau menginap di hotel ini " Ucap atasan Hana dengan cemas


"Mudah mudahan pak" Jawab Hana


Terlihat sosok yang tak asing bagi Hana, walaupun sedikit ragu karena sudah bertahun tahun tak bertemu, tapi tentu saja Hana masih mengenali dengan jelas sosok yang duduk menyamping


"Pak Hendra?" Tanya atasan Hana saat menghampiri clien mereka


"Hana,,,!"


"Kak Surya,,,?" Ucap mereka bersamaan,


Mereka berdua pun sempat terpaku, sudah 5 tahun mereka tak bertemu, sampai akhirnya sesuatu yang tak di duga terjadi, Surya tiba tiba memeluk Hana, dan Hana yang terperangah pun sempat terdiam seketika, sampai akhirnya Hana pun melepaskan pelukannya.


"Kak,, eh maaf,, Pak,," Hana pun sangat canggung dan gugup "Kok bisa,, meeting hari ini kan dengan pak Hendra Pratama?" Tanya Hana heran, tak kalah heran juga atasan Hana yang tak mengerti apa apa


"Kamu apa kabar,,?" Surya menuntun Hana duduk " Gak usah formal kaya gini lah" Ucap Surya dengan santai " Jadi, kita ini dulu pernah menjalin hubungan" Jelas Surya melirik pada atasan Hana, yang terlihat sangat kebingungan, mendengar itu Hana menjadi sangat salah tingkah " Jadi aku itu Surya Pratama,, anak pak Hendra Pratama" Jelas Surya

__ADS_1


Hana masih terdiam, kenapa dia sama sekali tak ingat dengan perusahaan property ayah nya Surya, rasa rasa nya dia malu sekali pada atasan nya, kenapa Surya dengan begitu santai menyebutkan masa lalu mereka.


Dan tanpa di sadari Rey menyaksikan itu, Rey yang pencemburu tentu saja sangat kesal melihat itu, darah nya seperti mendidih, pikiran nya pun sudah entah kemana, Rey tak mengetahui ini hanya kebetulan, seketika hati nya merasa sakit, dia merasa telah di bohongi Hana, pandangan nya tajam mengarah ke meja tempat mereka berkumpul, Rey mengeratkan gigi nya, mata nya memerah, tampak jelas kemarahan tengah membakar dirinya "Tega kamu gak cerita sama aku Hana,, kenapa,,? kamu gak sungguh sungguh sama aku,, atau jangan jangan kamu hanya ingin membalas dendam sama aky" Pikiran Rey benar benar kacau, sehingga pemikiran buruk pun terus berputar putar di kepala nya.


Tentu Rey tak melupakan tentang Surya, lelaki yang mendampingi Hana cukup lama, Surya lah lelaki yang menjadi kekasih Hana setelah nya, Surya lah yang selalu Hana bangga banggakan dulu, selain dirinya tentu Surya lah lelaki yang sangat membekas di hati Hana


"Aku memang pernah salah sama kamu Hana,, masih kah kamu dendam sama aku" Lagi lagi pikiran Rey di rasuki oleh perasaan yang kalut.


********


Meeting mereka pun telah selesai, Surya yang tak bisa melepaskan pandangan nya dari Hana , sedikit membuat Hana tak nyaman "Pak Adit, saya akan pertimbangkan kerja sama ini secepatnya, dan bolehkah saya meminta waktu sebentar dengan Hana" Pinta Surya


"Ah,, bagaimana ya,," Jawab Pak Adit ragu "Tentu saya harus menanyakan secara langsung "Hana,, bagaimana?"


"Ia Pak,, tentu bisa" Bagaimana pun dulu mereka berpisah secara baik baik, rasa nya tak pantas jika Hana menolak nya, lagi pula mereka tak hanya berdua


"Aku udah menikah,, 4 bulan yang lalu" Jelas Hana walaupun sebenarnya Surya belum bertanya


"Aku tahu,,," Surya pun terkekeh "Heru cerita, aku emang gak bisa hadir, kamu tahu kan aku waktu kamu nikah gak ada di Indonesia" Jelas Surya


Hana pun mengangguk "Ia aku tahu, makanya aku kaget tadi, " Kali ini mereka sudah terlihat lebih santai, kebetulan pak Adit sedang ke toilet


"Rey,, suami kamu namanya Rey,, tetangga kamu yang kamu bilang aneh," Surya pun menahan tawa nya, dulu ia tak curiga pada Hana


"Ia,," Hana pun tertawa "Rey, cinta pertama dan terakhir aku," Mata Hana berbinar saat menyebut nama suaminya itu "Kamu udah nikah,,?" Tanya Hana, ia memperhatikan jari Surya yang tak memakai cincin pernikahan


"Belum,, aku masih sibuk" Surya menghela nafas nya "Tapi aku gak jomblo kok" Surya meluruskan ucapan nya saat melihat kening Hana yang mengerut penuh pertanyaan "Mungkin kami berdua belum nyampe untuk ke pelaminan"


"Sabar ya kak, aku doain kamu cepat nikah,," Ucap Hana tulus, akhirnya mereka pun berpisah reuni yang tak di sangka nya itu, telah sukses membuat nya terkejut.


********


Rey mendatangi Cafe nya, tampak sekali wajah nya yang kacau, membuat Dodi pun terheran heran "Kenapa Bang,,?" Tanya Dodi, Rey hanya terdiam "Tumben kesini jam segini,, gak ngasih kabar lagi,," Tambah Dodi


"Ini Cafe gua,,!" Rey melantangkan suaranya " Punya hak apa Lo ngatur ngatur gua hah,,?" Rey semakin meninggikan suaranya


"Santai bang,, kalem,, ada apa sih,,?" Dodi bertanya dengan hati hati


"Hana gak tulus sama gua Dod,, dia cuma mau bales dendam,," Ucap Rey dengan penuh amarah


"Astagfirullah,, nyebut Bang,, gak baik Lo ngomong kaya gitu,, emang ada apa sih,,?" Dodi masih berhati hati, karena dia tahu boss nya itu sedang kacau, Dodi hapal betul sifat Rey, possesif itulah Rey, dia bisa mensikapi masalah apapun, kecuali cemburu,


"Hana ketemuan sama Surya,,, !" Rey terlihat frustasi "Gua lihat sendiri" Jelas Rey


"Bang,, Lo pasti lihat dari kejauhan kan,,?" Dodi menenangkan Rey "Emang Lo udah tanya ke Hana,, apa itu kebetulan, Hana itu istri Lo bang sekarang,, gua tahu,, dia sayang banget sama Lo bang,,!' Dodi menepuk nepuk pundak Rey "Buang jauh pikiran buruk Lo Bang!"


Rey mereda, kenapa dia bisa berpikiran buruk pada Hana, wanita yang jelas jelas sangat mencintai dirinya, "Gua gak tahu Dod,, gua cuma takut,, Hana ninggalin gua,, gua gak mau itu terjadi" Ucap Rey


"Lo bicarain baik baik ya bang,,!" Pinta Dodi


Ponsel Rey berdering, tak lain dari Hana, untuk meminta izin ke rumah Linda, Hana memang hanya menghadiri meeting saja, dan pagi pagi yang di lewat kan mereka dengan panas, membuat Hana terlupa memberitahukan perihal temu janji dengan Linda, setelah sambungan telepon tertutup, Rey terdiam "Kamu gak cerita soal Surya!"

__ADS_1


******


Gimana yah kelanjutan pernikahan mereka,, tunggu kelanjutan nya ya😉


__ADS_2