Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 09 Jadian!


__ADS_3

Rey terus memamdangi Hana, wajah nya yang damai nafas nya yang sudah naik turun menandakan dia sudah terlelap


" Jirr,, anak ini tidur aja masih cantik imut pula , gua tinggalin apa temenin yah," Rey terus memperhatikan Hana dalam - dalam, dia benar - benar sangat menyukai Hana


" Kak lagi ngapain" Maya menepuk bahu Rey membuat Rey terkejut.


" May kamu ngagetin aja" Badan Rey sempat terkesiap "Ini si Hana kita lagi ngobrol , pas Kaka lihat malah udah tidur" Rey pun terkekeh melihat nya


" Dia mah emang ***** Kak, kalo lagi nobar drakor ma kita aja dia mah malahan tidur" Jelas Maya, memang benar sahabat nya itu mudah sekali tertidur.


" Drakor apaan tuh?" Tanya Rey


" Drama korea Kak, norak ih" Jelas Maya


" Hihi kakak mana tau yang begitu" Rey pun tertawa "May Hana tuh gimana sih anak nya?" Tanya Rey yang sangat penasaran seperti apa gadis incaran nya itu.


" Hana mah baik Kak, orang nya pedulian , dia juga gak suka marah sama kita , padahal sering banget kita bully" Maya menceritakan kebaikan sahabat nya itu


" Kasian banget ih, kenapa di bully?" Selidik Rey


" Hana tuh terlalu cantik, jadi kita gak terlihat" Hahaha , Maya terbahak bahak, di ikuti Rey pun tertawa


" Hana mah orang nya kalo belum deket kaya nya pendiem, memang ga bisa langsung akrab, tapi kalo udah kenal mah, gesrek orang nya Kak" Maya memang jujur karna seperti itulah Hana


"Masa Hana gesrek?" Rey sedikit tak percaya "kalo cowok udah punya belom?" Kembali Rey menyelidik


"Belom, gak boleh dulu sama ortu nya, Hana mah kan tipe anak Mamah, udah sering yang nembak tapi di tolak" Ketika Maya bercerita Hana pun terbangun


" Siapa yang di tembak?" Hana mengucek mata nya


" Burung di langit" Jawab Rey


" Jangan dong kasian burung nya" Ucap Hana dengan polos nya "ini masih lama gak sih , ngantuk banget nih" Tanya Hana


Rey dan Maya pun terkekeh geli, ternyata Hana benar benar tidur lelap


" Lo kan tidur dari tadi" Kata Maya


" Bentar lagi kamu mau pulang duluan ? ya udah Kaka anter" Tanya Rey


" Enggak usah ka, nyampe selesai aja " Jawab Hana


Dan benar saja tidak berselang lama terlihat kembang api bertaburan di langit, entah dari sebelah mana, yang jelas mereka menikmati tontonan gratis ini,


Hana tidak mengerjap kan mata nya, dia sungguh takjub dengan gemerlap nya malam ini


" Kamu suka" Tanya Rey yang menatap ke arah Hana


Dan Hana mengangguk tanpa menoleh mata nya terus menuju ke langit, sedangkan Rey terus menatap Hana tanpa memperdulikan langit yang sedang berubah menjadi warna warni.


" Kakak juga suka,, tapii sukanya sama kamu" Rey sendiri kaget dengan apa yang di ucap yang begitu saja lolos dari bibir nya sendiri


Hana seketika menoleh dia menatap Rey


"Kaka ngomong apa? Hana enggak kedengeran tadi" Hana memang tak mendengar ucapan nya karena suara bising dari kembang api


Rey pun tertawa dia menggeleng geleng kan kepala nya


" Enggak, gak ngomong apa apa, liat itu sebelah sana, " Rey mengalih kan pembicaraan nya dengan menunjuk kembang api "Mungkin memang belum saat nya" Gumam Rey


" Apa harapan tahun baru ini" Kini semua sedang duduk melingkar di lapangan badminton komplek tempat mereka tadi melangsung kan acara.


" Hmm semoga tahun ini menjadi pribadi lebih baik lagi" Doa Angga


" Klise banget sih, yang spesifik dong" Kata Heru


Dan merekapun menyebutkan harapan mereka satu persatu

__ADS_1


" Hana harapan kamu apa?" Tanya Dion


" Tahun ini lulus dengan baik & masuk di SMA favorit" Hana mengusap wajah nya " Aamin" Heru merangkul Hana memberikan dukungan nya


" Rey harapan Lo?" Tanya Angga


"Mendapat kan apa yang lagi gua kejar" Ucap Rey


" Cape dong ya lo lari - larian mulu" Dion pun tertawa


Acara pun telah selesai, Heru mengizin kan Rey untuk mengantar kan Hana pulang, Karena sebelum nya Ibu Rika meminta Heru yang mengantar Hana pulang.


" Hana Kaka mo ngomong dulu sebentar" Rey menghentikan langkah nya di depan gerbang rumah Hana


" Ia ka" Hana pun mendengar kan Rey berbicara


" Kaka sayang sama kamu" Ungkap Rey terus terang Hana hanya mengedip ngedip kan mata nya


"Kamu mau jadi pacar kaka?" Rey mengutarakan keinginan nya


" Kak Hana masih kecil, umur Hana aja baru beberapa bulan lagi 15 taun, " Jelas Hana


" Kaka tahu , Kakak bukan ngajak kamu nikah ko" Goda Rey, Hana pun tertawa


" Kata Mamah kalo kak Rey bilang suka sama aku, jawab nya harus gini" Hana meniru ucapan Mama nya "Kita mendingan jadi temen deket, tapi jangan pacaran dulu" Jawab Hana polos


Rey pun terkekeh " emang beda ya temenan deket ama pacaran?" Tanya nya


" Kata Mamah kak Rey pasti ngerti ko" Hana sendiri sebenar nya tak mengerti makna ucapan nya.


Rey pun tersenyum lagi, " Ia Kaka ngerti" Jawab Rey


Setelah malam itu Rey & Hana benar - benar berteman dekat, sampai semua orang bertanya tanya tetang status mereka,


kini Rey lebih sering pulang, setelat nya sebulan sekali dia datang, bahkan saat Hana ulang tahun dia membuat kejutan kecil kecilan


Dan hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu, hari kelulusan sekolah, Hana sebentar lagi masuk SMA


Rey tengah bersiap siap dia kembali ingin membuat kejutan di hari kelulusan Hana dengan datang tiba tiba , karena sebelum nya dia sudah mengabari Hana kalau tidak bisa hadir, sebuah hadiah dan sebuket bunga sudah Rey siap kan untuk Hana


" Rey bagaimana hubungan mu dengan Hana" Pak Wahyu ayah Rey bertanya dan di dampingi bu Wati


" Mungkin hari ini akan Rey perjelas pah" Ucap Rey sembari bersiap siap


" Kamu yakin Nak?" Tanya pak Wahyu


" Maksud Papah?" Rey terdiam sejenak dari kegiatan nya mendengar pertanyaan dari Papa nya itu


" Rey kita sangat dekat dengan keluarga Hana, apa kamu yakin? karna Papah hanya takut nanti jika hubungan kalian terjadi masalah, akan membuat keretakan di keluarga kita," Rey pun tertegun sejenak "Bagaimana pun kita di sini semuanya sudah seperti keluarga, kita bukan hanya sekedar tetangga Rey" Pak Wahyu menjelas kan dengan hati - hati


"Pah, Rey yakin sama perasaan Rey sendiri , Papah jangan khawatir Rey gak akan membuat Papa malu" Rey pun meyakin kan Pak Wahyu


"Papa percaya Rey, dan harap kamu akan selalu mengingat itu!" Bu Wati menggenggam tangan Rey , dia percaya pada anak nya itu,


" Mama tenang aja , Rey serius mah" Kali ini Rey meyakin kan ibu nya.


" Anak mamah ternyata sudah dewasa sekarang, Mama pegang janji kamu Rey" Ibu Wati menepuk bahu Rey


" Dari kemaren kemaren kali Mah" Rey berucap dengan membusungkan dadanya


*Se**kolah Hana*


Hari ini Hana sangat cantik dia menggunakan kebaya warna maroon yang sangat kontras dengan kulit Hana yang putih bersih, Linda , Maya, Tata , dan Lili pun tampak cantik juga


walaupun Hana tidak menjadi juara umum, tapi Hana bersyukur bahwa dia masih berada di peringkat pertama, rangkaian acara demi acara berjalan dengan lancar Hana tak tau kalau Rey ternyata hadir


" Akhir nya selesai juga," Kata Hana

__ADS_1


" Jangan lupa !" cekrek cekrek ,tanpa aba aba Tata langsung mengambil foto dan mereka memang sadar kamera, langsung bergaya dengan lihay nya


" Kamu mau bareng Mamah pulang nya" Mamah Rika mengampiri


" Ah ia mah, Mama tunggu dulu bentar ya" Dan mama Rika pun kembali ke kursi nya


Dan tiba tiba seseorang datang


" Selamat ya Na kamu dapat juara "


Hana langsung menoleh "Kak Rey? katanya ga bisa dateng" Hana di buat heran dengan kedatangan Rey


" Mana mungkin di acara penting kamu ini aku gak datang" Ucap Rey


" Kakak dari kapan?" Tanya Hana


" Dari tadi" Goda Rey


" Iih serius" Hana mencubit tangan Rey


" Auww, serius tau dari tadi, " Rey pun memperlihat kan gambar yang Rey tangkap saat acara


'" Tapi ko aku ga liat yah" Hana sedikit mengingat - ingat


" Kamu sibuk sendiri" Jelas Rey


Rey pun menyodorkan buket bunga mawar merah nya "Kamu sekarang mau jadi pacar kaka? kan udah lulus?" Rey menagih janji nya


" Cie cie, ganti status ni temen deket jadi pacar" Teman - teman Hana meledek


Hana melirik ke arah orang tuanya mereka tersenyum , walaupun mereka tak tau apa yang Rey utarakan tapi mereka mengerti bahwa gadis itu meminta persetujuan


Hana pun mengambil buket bunga itu, dia pun hanya tersenyum


"Kamu kan belom jawab na," Tanya Rey lagi


" Kita ganti status" Hana tersenyum malu - malu wajah nya bersemu merah


" Na kaka liat kamu pake kebaya gini kaka jadi pengen bawa kamu ke KUA, biar ganti status beneran" Goda Rey


" Dih kaka ngomong apa sih?" Hana pun kembali mencubit tangan Rey


" Auww, kamu kasar ih, main cubit cubitan mulu kaya lagu dangdut aja" Ledek Rey dan Hana pun tertawa "Kamu pulang bareng kaka ya" Pinta Rey


" Hana izin dulu ya kak" Baru saja Hana hendak melangkah kan kaki nya ,Rey menarik lengan nya


" Hngan gak usah" Ucap Rey


" Lho ko" Hana mengernyit


" Biar Kaka yang izin sayang" mendengar kata sayang wajah Hana kembali bersemu merah


" Ehm ehm, yang sayang sayangan adem benerrr, dunia serasa milik berdua , sampe lupa kali kalo kita ada" Kata Linda, di susul gelak tawa teman yang lain nya,


" Lha kita emang lupa kirain kalian ga ada, karna Kakak cuma liat Hana doang" Rey bertingkah melihat sekekeliling seakan dia sedang mencari cari


" Oek oek, bucin banget dah ni Kakak gua" Kata Maya


" Selamet yah pecah telor juga ni jomblo atu" Tata menimpali


"PEJE nya yah jangan lupa ya" Kata Lili


Dan mereka pun tertawa


*********************


Terima kasih ya buat readers yang udah mau baca ini cerita pertama aku, lagi belajar nulis, mudah mudahan bisa di terima๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰

__ADS_1


mohon minta komentar nya buat motifasi


terima kasih ๐Ÿ˜˜


__ADS_2