Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 30 Dunia Rey 2


__ADS_3

Hana tengah bersiap menjenguk pak Wahyu , kue buatannya pun di susun rapih di container tipis bening itu, Hana pun menambah kan satu parcel buah, setelah berpamitan kepada mama Rika, Hana bergegas menuju rumah sakit, waktu sore ini menunjukan pukul 16 :30 butuh sekitar 30 menit untuk sampai ke rumah sakit


"Huhh, tarik nafas ,,, buang,,," Hana mengatur nafas nya, saat dirinya sudah berada di depan pintu ruangan di mana pak Wahyu sedang di rawat


*T**ok tok tok


Kreeek*


"Assalamualaikum" Seraya Hana memasuki ruangan itu , terlihat bu Wati sangat terkejut dengan kedatangan nya


"Hana,,, wa'alaikumussalam, sini nak masuk" Bu Wati menyambut kedatangan Hana mereka pun bersalaman


"Sama siapa kamu ke sini?"


"Sendiri Tan" Seraya Hana memberikan bingkisan nya


"Makasih sayang kamu repot repot" Di lihat nya kue yang Hana bawa "Ini pasti kamu yang buat, om Wahyu pasti sangat senang" Mengingat kue itu adalah kue kesukaan nya, Hana hanya mengangguk


"Gimana kabar nya Om dan Tante? " Hana melihat pak Wahyu yang sedang tertidur


"Alhamdulillah mendingan" Jawab bu Wati


Sudah cukup lama Hana di rumah sakit, tidak ada jarak bagi mereka, ibu Wati sangat bahagia dengan kedatangan Hana


******


"Tumben banget yah bang Rey belom balik" Dodi mondar mandir menunggu kedatangan Rey, pasal nya dia takut kalo Rey mampir terlebih dahulu ke rumah sakit , akhir nya Dodi mengambil inisiatip untuk menghubungi Rey


Bang Lo dimana?


oh ok ok


Dengan panik Dodi langsung menelpon hana


"Bang Rey ke rumah sakit dulu dia udah nyampe"


Hana langsung berpamitan, dengan tergesa-gesa, tingkah Hana membuat bu Wati heran, pasal nya mereka sedang santai mengobrol


"Kamu kenapa buru-buru" Tanya bu Wati heran


"Maaf Tan aku dapet telepon penting ngedadak, aku pulang dulu ya Tan, cepet sembuh Om Wahyu, Tante jangan lupa jaga kesehatan" Hana menyalami ibu Wati, langkah Hana tertahan sejenak, merasakan pelukan dari wanita yang pernah ia bayangkan akan menjadi mertuanya


"Kamu hati-hati ya di jalan" Seraya ibu Wati mengusap pucuk kepala nya, Hana pun mengangguk


Saat Hana keluar terlihat Rey yang sudah berjalan menghampiri nya, Hana salah tingkah melihat Rey ternyata tak sendiri, ya Rey datang bersama Keizia, gadis itu pula yang memintanya untuk ke rumah sakit lebih awal


Rey seperti nya tak menyadari keberadaan Hana, Hana pun berbalik arah, dan tanpa pikir panjang dia memasuki ruangan sebelah yang tak tau siapa penghuni nya, di saat Hana memasuki ruangan itu lah seperti nya baru menyadari keberadaan nya


"Ituuu kaya Hana" gumam rey memperhatikan gadis yang masuk ke ruangan sebelah


"Ah gak mungkin tapi"


"Kenapa Rey?" Tanya Keizia yang mendengar Rey bergumam


"Gak, gua cuma salah orang" Rey pun mengrutkan dahinya, perasaan nya mengatakan itu adalah Hana


Rey dan Keizia memasuki ruangan rawat itu, terdengar suara gemericik air, menandakan Bu Wati berada di toilet, di lihat nya parcel buah dan sekotak kue, jelas baru saja ada yang datang pikir nya, Rey pun membuka sekotak kue itu di lihat nya, dan tercium aroma kue yang tak asing bagi nya, di cicipi nya kue itu

__ADS_1


"Inii ,, gak salah lagi" Gumam Rey dalam hati nya, Keizia tampak kebingungan melihat tingkah Rey, dan terdengar pintu kamar mandi di buka


"Kamu tumben udah dateng" Ucap ibu Wati


Tanpa menanggapi pertanyaan ibu nya Rey malah balik melontar kan pertanyaan "Kue ini mah?"


"Dari Hana, barusan dia kesini, pas sebelum kamu datang" Ibu Wati menjelaskan


Sementara Hana yang terpaksa memasuki ruangan lain untuk menghindari Rey, terpaksa beralasan bahwa dia salah kamar, setelah situasi di rasa aman, Hana bergegas keluar.


Tanpa memperdulikan Keizia, Rey langsung berlari keluar menuju ke ruangan sebelah


"Permisi apa tadi ada seorang gadis masuk sini?" Tanya Rey ke penghuni kamar sebelah


"Oh ia, tadi salah kamar katanya dia langsung keluar lagi" Jawab penghuni kamar itu


"Terima kasih" Rey keluar seraya merogoh saku nya untuk menghubungi Dodi


"Lo tau kan dia mo ke rumah sakit, "


"Siapa bang?" Dodi pura-pura tidak tahu


"Gak usah pura-pura b*go lo, kirim no Hana sekarang!"


" Tapi bang, "


"Kirim sekarang atau gua pecat!"


Mendapat ancaman dari Rey, tanpa pikir panjang Dodi langsung mengirim kan nya nomer Hana


*Tut tut tut


"Hallo ,, hallo*"


Rey menengguk saliva nya sendiri, suara lembut yang slalu dia rindu kan, tanpa menghentikan langkah nya sedikit pun, Rey justru berlari karena terdengar suara deru mobil dia tau mungkin Hana sedang menunggu angkutan


" *H*allo" Dengan nafas terengah engah Rey menjawab


Ternyata Rey sudah sampai di depan rumah sakit, terlihat Hana di sebrang jalan sedang mengangkat telepon nya, begitu juga dengan Rey, mereka bertatapan dalam kejauhan tanpa menurun kan telepon mereka masing masing


cukup lama mereka bertatapan, sampai akhir nya terhalang sebuah mobil, dan Hana pun menghilang ikut bersama mobil itu yang tlah melaju jauh


Sementara Kezia yang merasa terabaikan dia sangat kesal, segala umpatan di keluarkan nya dalam hati nya


"Kamu siapa?" Tanya ibu Wati yang melihat Keizia seperti menahan amarah nya


"Ah, Tante aku Keizia, temen Rey" Jawab Keizia yang memberikan senyuman termanis nya, ibu Wati pun hanya ber " oh " saja


"Hana siapa tan?" Keizia memberanikan bertanya


."Calon menantu saya" Jawab ibu Wati santai


Keizia sangat syok mendengar nya , dia menutup mulut nya dengan tangan, "Bukan nya Rey gak punya pacar Tan?" Selidik nya lagi


"Tante bilang kan calon mantu Kei bukan pacar" Jawaban ibu Wati membuat Keizia tambah geram


Di tengah obrolan mereka Rey tiba, terlihat Rey sangat kusut, kemeja nya pun tak serapih tadi, Rey pun berjalan dengan lunglai

__ADS_1


"Gimana kamu ketemu sama Hana?" Tanya ibu Wati, Rey hanya mengangguk


"Tapi dia keburu pergi" Dengan lesu Rey menjawab,


"Berusaha lebih keras Rey" Ibu Wati menepuk bahu Rey,


Keizia sungguh merasa tak nyaman, hati nya terasa panas mendengar percakapan mereka


"Lo udah beres Kei? gua harus ke Cafe sekarang" Ucap Rey yang membuyar kan lamunan Keizia


"Hhh, ia udah" Jawab Keizia


"Mah, Rey ke Cafe dulu nanti malem Rey tidur di sini lagi" Rey mencium tangan ibunya di ikuti oleh Keizia


"Ngomong-ngomong, kue nya buat aku ya mah" Pinta Rey, ibu Wati pun tertawa melihat tingkah putra nya itu


"Buat kamu semua" Ledek bu Wati


"Ko balik sendiri ya Kei, gua mo langsung ke Cafe" Rey sudah tak sabar ingin mengiterogasi Dodi


"Gua ikut" Ucap Keizia manja


"Ngapain" Rey mengerut kan dahi nya


"Gua bete, ikut yah" Rengek nya lagi


"Terserah lo dah" Rey memang tak perduli


Rey langsung menuju ke Cafe nya, pandangan nya tertuju mencari keberadaan sosok yang di carinya, sekali lagi tanpa memperdulikan Keizia, terlihat gadis itu mendengus kesal, terabaikan memang terasa sangat menyesak kan


"Jelasin sekarang Dod" Tanpa berbasa-basi setelah melihat sosok yang di cari nya itu


"Apa bang? gua gak tau bang beneran" Dodi pun berkilah


"Gak biasa nya Lo nanya gua ada di mana, tiba tiba lo telepon gua,, sekongkol kan lo berdua" Tuduh Rey


"Itu bang anu" Dodi akhir nya tak dapat berkilah lagi, dia akhir nya pun menceritakan permintaan Hana


"Lo harus bantuin gua sekarang, deketin gua lagi sama Hana, tanpa buat dia curiga" Pinta Rey


"Ik bang gua tau lo berdua masih saling sayang" Ucap Dodi tulus


Keizia yang sedari tadi tak bergeming mendengar kan obrolan mereka, akhir nya pun buka suara


"Rey, Hana itu mantan kamu? dia itu masa lalu, gak perlu lah balikan lagi, kenapa sih gak buka hati kamu buat aku, aku sayang sama kamu Rey, tulus" Keizia kembali mengutarakan nya


"Keu, Hana memang masa lalu, tapi dia dunia gua Kei, dia inspirasi gua, dia cita cita gua Kei," Mendengar ucapan Rey, Keizia tak bisa menahan air mata nya,


"Lo cantik, baik, pasti bisa dapetin yang lebih dari gua Kei" Rey menyentuh bahu nya


Keizia hanya menangis, tak mampu lagi berkata, dia pun berlalu meninggal kan Rey


*****


Mohon dukungan nya ya, like komen saran dan kritik nya , untuk karya pertama aku ini,


terima kasih😘

__ADS_1


__ADS_2