
Hana sedang membersih kan diri nya , baru saja dia akan akan tertidur , sedangkan sahabat nya itu masih saja sibuk dengan ponsel nya
"Tidur,,,, udah malem , besok tugas nungguin" Hana sudah naik ke ranjang nya, sampai akhir nya bunyi telpon nya membuat nya kembali duduk
" Innalillahi , kapan mah? Hana gak bisa pulang besok pagi, ada ujian" Hana mematikan telpon nya, Cici sudah berada persis di depan Hana
"Siapa na" Raut wajah Cici pun tak kalah khawatir
"Bokap Rey meninggal" Terlihat Hana sangat sedih
"Rey mantan lo?" Tanya Cici, Hana pun mengangguk
"Lo kaya nya sedih banget" Cici memperhatikan sudut mata Hana yang berair
"Lo tau dia udah kaya bokap gua sendiri," Hana menahan isak nya "Dia sayang banget sama gua,,,,," Akhir nya tangis Hana pun pecah , dia memeluk sahabat nya yang ada di hadapan nya itu
Sepulang kuliah Hana berencana pulang dia ingin memberikan dukungan kepada ibu Wati, wanita yang pernah ia bayang kan menjadi mertua nya itu, tak Lupa ia mengabari Surya , Karna kesibukan nya Surya tak bisa mengantarkan nya
Hana sudah sampai di depan rumah Rey, tampak masih sangat ramai kerabat dari keluarga Rey ,Hana sedikit ragu tapi kedatangan nya untuk ibu Wati menguat kan nya
"Assalamualaikum " Hana berdiri di ambang pintu yang terbuka, terlihat ibu Wati sedang duduk di sofa masih terlihat sembab wajah nya pun sangat pucat
"Hana " ibu Wati memberi isyarat agar Hana mendekat, tak segan ia pun mendekat
"Maaf tan Habba gak bisa langsung pulang ada ujian,,," Ucapan Hana terhenti saat ibu Wati memeluk nya, tangis nya pecah, Hana pun ikut menangis
"Om udah ga ada na " Kembali ibu Wati menangis, setelah tangis nya reda, ibu Wati bercerita tentang pak Wahyu
Di balik kamar, Rey memperhatikan Hana , sungguh bukan hal yang mudah dia datang ke sini, tapi dia menapikan semua sakit hati nya untuk memberi dukungan kepada ibu nya, Rey pun ikut menangis di balik pintu
Setelah pulang dari rumah Rey dia langsung berbelanja bahan kue, untuk acara tahlilan,
"Kamu mau bikin kue sekarang?" Tanya ibu Rika yang melihat Hana sedang merapikan belanjaan nya
"Besok pagi mah, nanti aku kasih pas berangkat kuliah, kebetulan aku besok kelas nya siang" Jawab nya
"Surya tau kalau yang meninggal itu ayah Rey mantan kamu?" Tanya ibu Rika lagi & Hana menggeleng kan kepala nya
"Saat ini aku bukan liat pak Wahyu ayah mantan aku mah, tapi pak Wahyu tetangga kita yang udah sayang sama aku" Jelas Hana , ibu Rika pun tersenyum mengusap pucuk kepala Hana
" Kamu udah dewasa ternyata" Ibu Rika melihat putri nya itu lekat lekat
"Aku udah 20 tahun lebih satu bulan mah" Ucap Hana
Sore ini Hana mengabari Surya bahwa diri nya tak perlu menyusul Hana ,karna dia akan berangkat sekitar jam 10 pagi besok, dengan berat hati Surya pun menyetujui nya
Pagi pagi sekali Hana sudah berada di dapur , dia harus selesai secepat mungkin karna dia harus berada di kampus siang ini juga
__ADS_1
"Udah beres sayang" Ibu Rika tengah membantu Hana, "Kamu cepetan mandi biar bisa ke kampus tepat waktu"
Hana langsung bersiap siap, setelah selesai dia pun bergegas ke rumah ibu Wati
"Tan ini sedikit buat tambahan tahlilan nanti malam" Hana menyerah kan dua box besar kue,
"Makasih sayang," Ibu Wati menerima nya,
Setelah mengobrol sebentar Hana pun langsung pamit,
"Kamu di anter sama Rey yah, biar ga telat kuliah nya" Pinta ibu Wati
"Ga,, ga usah tante, masih keburu kok" Tolak Hana halus , dan ibu Wati pun mengerti
Hana pun meninggal kan kediaman ibu Wati dengan tergesa gesa
"Hanaa" Teriak seseorang yang suara nya sangat ia kenali, belum sempat Hana menoleh
Bruuk
Rey sudah menenggelam kan wajah nya di bahu belakang Hana, dia menangis sejadi jadi nya membuat Hana mengurungkan niat nya untuk menjauh, Hana membiar kan sejenak Rey bersandar di bahu nya, terasa air mata Rey membasahi baju nya,
"Rey ,,Rey" Hana mencoba menyadar kan Rey tapi pemuda itu masih menangis, membuat Hana melakukan pergerakan agar bisa menjauh, akhir nya Rey pun mengangkat wajah nya dari bahu Hana
"Kamu yang sabar yah" Hana berucap tanpa menoleh dia menundukan wajah nya, rasanya ingin sekali ia berbalik untuk memeluk nya memberi rasa kenyamanan walau hanya sesaat , tapi tentu saja ego nya tak bisa melakukan itu, akhir nya Hana meninggal kan nya sendiri
Rey
Aku tak bisa memungkiri bahwa aku sangat membutuh kan mu, ingin rasanya aku mendekap mu sebentar saja, rasa nya beban ini terlalu berat, aku tak sanggup , hanya diri mu yang bisa menenang kan ku , ku mohon kembali,,,, kembali lah
Rey masih menatap Hana yang sudah mulai menjauh , tapi harum tubuh nya masih ia rasa kan ,memberi aroma ketenangan untuk jiwa nya .
******
Surya masih terus menatap kekasih nya itu yang sedang memakan kuliner pedas khas jawa barat, yaitu seblak, level pedas yang paling akhir itu membuat nya sedikit berkeringat, wajah nya memerah karna dari rasa pedas nya, saat Hana mulai memakan ceker ayam pedas nya Surya tak bisa menahan tawa nya , kenapa gadis ini begitu lucu fikir nya, jika seorang wanita akan tampak malu malu tapi tidak dengan Hana
"Kamu itu ya" Surya kembali tertawa "Suka banget makanan kaya gitu, aku ngeliat nya cape banget" Ledek Surya, Hana pun mengernyit
"Makanan gini gimana maksud nya?, bukan makanan mewah yang harus di makan pelan pelan" Ucap Hana setengah meninggi
"Mulai deh sensi" Hana memang sering tak satu selera soal makanan dengan Surya
"Makanan pedas gitu apa enak nya coba, ga ada rasa apa apa lagi selain rasa cabe"
"Kamu suka makanan manis apa enak nya coba selain rasa gula" Hana membalik kan ucapan Surya yang membuat Surya tak tahan untuk menarik hidung nya yang mancung
Surya menyalakan smart phone nya dan mulai merekam Hana yang masih sibuk memakan ceker pedas nya
__ADS_1
"Ehmmm apaan sih yang aku lagi blepotan gini kamu vidio in segala, " Hana mengangkat lengan nya menutupi wajah nya
"Ini buat ngobatin kangen aku ke kamu yang" Ucap Surya yang masih tak menghentikan aksi nya merekam Hana
"Ketemu tiap hari juga kita, kangen tinggal cusss" Ucap Hana dengan gaya polos nya
Kini mereka tengah berada di taman kota Surya saat ini lebih banyak terdiam tidak seperti biasa nya,
Mereka duduk di taman berdampingan & Hana berada dalam rangkulan tangan kekar Surya
" Kamu kenapa yang?, dari tadi aku terus yang ngomong," Hana mendonggak kan wajah nya, menatap Surya yang terdiam menatap gelap nya langit
Surya menurun kan wajah nya kini dia menatap Hana yang mengerjap ngerjap kan mata nya menggoda Surya untuk tertawa, senyuman pun terukir di bibir Surya dia mengecup kening Hana
"Bisnis property papi berkembang ke daerah luar Jawa, " Ucap Surya sendu
" Wah selamat sayang , bisnis keluarga kamu makin sukses, ke mana yang" Tanya Hana penuh semangat.
"Batam!" Surya menghela nafas nya berat "Aku yang di utus papi untuk mengurus perusahaan baru itu" Surya kembali menatap langit
Hana langsung beranjak dari rangkulan Surya , tubuh nya menegak nafas nya bergemuruh, "Kamu sayang?" Surya mengangguk "Kenapa,,, kenapa harus kamu" Hana mencoba mengatur emosi nya
"Proyek ini lumayan besar , tidak bisa begitu saja papi serah kan ke orang luar," Surya menggenggam tangan Hana "Papi butuh aku untuk proyek ini, aku bisa pulang sesering mungkin" Surya mengangkat wajah Hana yang tertunduk "Kamu percaya kan sama aku sayang" Surya mencoba meyakin kan Hana
Hana nemandang wajah Surya, baru saja dia mempercayai pemuda itu, tapi kini justru dia akan meninggal kan nya, Hana yang sudah terbiasa dengan kehadiran Surya di sisi nya, membuat nya merasa tak sanggup, LDR seperti menjadi trauma buruk untuk Hana
Hana melepas kan genggaman tangan Surya dia menggeleng kan kepala nya, Hana pun terbangun dan meninggal kan Surya, tak memperdulikan Surya yang terus memanggil nama nya berulang, terdengar langkah Surya yang terus mengikuti nya tak membuat Hana menghentikan langkah nya , sampai akhir nya Surya meraih tangan Hana dan membawa nya ke pelukan Surya, seketika tangis Hana pecah ,walau pun sudah menahan air mata nya agar tak terjatuh, tapi rasa nya sesak sekali terasa di dada nya, Hana tak menyambut pelukan Surya dia masih saja menangis menenggelam kan wajah nya di dada bidang pemuda itu
"Aku gak mau, aku gak bisa, aku takut" Hana berucap dalam sesenggukan
" Aku sayang kamu Hana , aku gak mau kita pisah ,cuma setahun, aku janji sesering mungkin pulang" Surya meyakin kan Hana kembali
" Aku gak tau, aku gak tau" Hanya itu yang di ucap kan Hana
Mungkin kah dia akan bisa melepas Surya , Hana teringat kembali di mana Surya sebelum bertemu dengan diri nya, Surya yang tak pernah bisa menjalin komitmen, Surya yang hanya menganggap wanita sebagai koleksi, apakah hati nya hanya untuk Hana di saat mereka berjauhan
Surya menatap Hana dalam dalam mencoba membaca apa yang ada di benak nya , tentu saja Surya tau Hana tak percaya diri nya akan masa lalu nya
" Aku udah berubah sayang , kamu tau itu! kamu yang membuat aku seperti ini, kamu yang membuat aku merasakan cinta, kamu sayang,, cuma kamu Hana" Surya menganggat wajah Hana yang tertunduk
"Aku mau pulang" Ucap Hana ,Surya pun mengangguk dan mengikuti keinginan gadis nya itu mencoba memberikan Hana waktu, tentu itu adalah yang terbaik saat ini
" LDR,, apa aku sanggup" Guman nya dalam hati
*******"
Makasih yang udah nge vote, aku terharu sekali😍, makasih juga yang udah nge like , mohon dukungan nya ya🤗
__ADS_1