
"Bisa bisa nya kamu tidur, padahal kita cuma berdua, di rumah ini, dengan cuaca yang dingin karena hujan" Rey pun terkekeh sendiri karena Hana sudah tertidur dengan sangat lelap.
Rey pun terus membelai Hana, menperhatikan Hana yang tertidur dengan nyenyak, sangat damai dan tenang, dia pun membaringkan Hana, dan ikut tertidur di samping Hana, dengan bertumpu pada lengan nya Rey terus menatap Hana, wanita yang sangat di cintai nya, yang sebentar lagi menjadi istrinya itu "Kamu bisa pegang janji aku sayang, aku gak akan pernah berubah, aku janji bakal bahagiain kamu selamanya,,," Rey pun terkaget karena Hana bergerak, posisinya yang tadi meringkuk pun telah berubah Hana merentangkan badan nya, sehingga blouse nya tersingkap dan perut Hana pun terlihat, Rey bermaksud menutupi nya, tapi saat tangan Rey hendak menggapai ujung blouse Hana, tiba tiba saja Hana memeluknya dengan erat "Ya ampun Hana,,!" Rey pun panik, kaki Hana sudah masuk diantara kedua kaki nya, deru nafas Hana menerpa leher Rey, Tanpa Rey sadari naluri lelakinya pun bangkit
"Hana please jangan kaya gini sayang,," Ucap Rey frustasi, Rey mengoyang goyangkan tubuh Hana, bermaksud membangunkan Hana.
"Apa sih Kak,, Hana ngantuk," Sepertinya alam bawah sadar Hana kembali pada masa dulu, Hana semakin mengeratkan pelukan nya, membuat Rey panas dingin, karena tak bisa menahan nya lagi.
"Sayang bangun,,, kita pulang, hujan nya reda," Rey pun mencoba membangunkan Hana
"Sebentar sayang,," Hana menjawab dengan mata tertutup
"Sayang ayo pulang,," Dengan nafas yang berat Rey berucap
Hana pun membuka matanya perlahan, entah apa yang ada di pikiran Hana, mungkin karena kesadaran nya belum penuh, karena Hana suday tertidur satu jam lebih, dia pun memandangi Rey, dan tiba tiba saja mencium bibir Rey, Rey yang sempat terhanyut pun akhirnya mendorong Hana perlahan.
"Kita pulang sekarang,,," Rey beranjak dari tidur nya
"Ayo,," Hana masih mengucek ngucek matanya, tanpa merasa bersalah atas tingkah nya Hana pun beranjak bangun, Hana memperhatikan Rey yang tak menatap nya lagi "Rey tunggu" Hana menghentikan langkah Rey yang berjalan dengan cepat "Kenapa sih,," Hana pun melihat wajah Rey yang memerah "Muka kamu merah!" Hana meraba wajah Rey, dia pun meraba tangan Rey, dan leher nya, "Badan kamu juga panas,,," Hana menyentuh dada Rey yang terlihat naik turun " Nafas kamu gak teratur!"
"Sayang aku gak apa apa,, kita pulang sekarang,,!" Rey melanjutkan langkah nya
"Tapi kamu sakit Rey,, " Hana terus mengekori Rey dan terus saja membujuk nya untuk ke rumah sakit,
"Hana,,, kita pulang aku gak apa apa!" Rey pun menghentikan langkah nya, dan Hana berdiri tepat di hadapan nya
"Tapi,, Aah,," Hana berteriak karena Rey mengendong nya ala bride style dan segera keluar
"Andai kamu tahu Hana, kamu yang membuat aku jadi gak karuan gini, bisa bisa nya kamu seolah olah biasa saja, padahal aku sudah bersusah payah menahan nya"
"Rey,, kamu marah sama aku,, kenapa,,?" Tanya Hana polos
"Enggak sayang,, aku gak punya alasan buat marah sama kamu,,!" Rey masih menggendong Hana sampai ke motor nya.
"Kamu kenapa cemberut,," Hana sudah Rey turunkan
"Huuh, " Rey membuang nafasnya kasar "Aku lapar!"
"Ayo kita makan dulu " Seketika Rey pun tersenyum lebar untuk menutupi, bahwa dia sedang menahan naluri kelelakiannnya, ponsel Hana pun berdering. "Kak Heru,,," Hana menatap Rey cemas, pasalnya Heru memang tak suka dengan keputusan Hana
"Angkat sayang,,," Kata Rey
__ADS_1
Ia kak
,,,,,,,,
Ia ok, aku sampein sama Rey
,,,,,,
Sambungan telepon pun terhenti, sekali lagi Hana menatap Rey cemas " Kak Heru pengen ngomong sama kamu,,, sekarang!"
"Ok,,, di mana?" Rey menjawab dengan tenang
"Udah nunggu di rumah,," Hana masih terlihat cemas
Rey mengusap pipi Hana "Tegang banget sih,,, santai aja, aku pasti dapat restu" Ucap Rey dengan semangat, tapi berbeda dengan Hana yang terlihat sangat tak tenang "Senyum dong sayang," Rey menarik ujung bibir Hana
Hana memeluk Rey saat sudah berada di atas motor nya "Aku gak mau pake helm pusing!" Hana menyandarkan kepala nya di punggung Rey, dan memeluknya sangat erat
"Aaah, mulai lagi deh Hana mancing mancing gua mulu"
"Sayang,,, helm kamu taro di tengah, di depan susah" Rey pun beralasan agar Hana tak terlalu menempel padanya.
"Susah atuh, kamu taro di stang motor aja, biasanya juga gitu,," Tolak Hana yang tak mau melepaskan pelukan nya
"Aku sakit kepala, kalau gak pegangan entar aku jatoh,, bukan meluk kamu sayang,,," Hana pun beralasan
"Sama aja tahu,,, apa beda nya sih coba, peraturan yang aneh, aku gak boleh cium kamu,,, lha kamu seenak nya pegang pegang aku,," Rey terus saja mendumel saat menaiki motor nya
"Hah,,,, apa,,?" Hana sedikit berteriak, karena suara Rey berbarengan dengan deru motor yang baru di nyalakan, Rey pun mengulangi ucapan nya "Aku itu cium kamu karena lupa"
"Hemh,," Rey pun terkekeh "Aku cinta kamu Hana!" Mereka bersahut sahutan dengan suara kencang.
Setelah sampai di rumah Hana, sudah terlihat mobil Heru terparkir di halaman rumah Hana,
"Kak Heru Rey,,,?" Ucap Hana saat Rey membukakan helm milik nya
"Kan Kak Heru emang udah nungguin kita,, kan kamu yang bilang,, lupa?" Rey memperhatikan Hana yang gugup dan tampak pucat "Kamu kenapa pucat banget?"
"Lupa,, Enggak apa apa, mungkin karena sedikit lapar" Hana memang belum makan seharian ini
"Kamu juga tadi gak makan camilan, cuma minum doang,," Rey memeriksa suhu tubuh Hana "Agak anget kamu sayang"
__ADS_1
"Ayo masuk,," Ajak Hana, mereja pun segera memasuki rumah Hana
Nampak Heru yang tengah menunggu mereka, terlihat dingin dan acuh "Dari mana kamu,,?" Tanya Heru saat Hana menghampirinya "Basah begini,, naik apa?" Heru menyentuh ujung rambut Hana yang sedikit basah, karena gerimis dan tak pakai helm.
"Naik,,, motor! aku yang pengen,, " Ucap Hana sinis karena Heru seperti nya hendak protes.
"Gak pake helm,,? rambut kamu basah gitu" Heru kembali menyentuh ujungbrambut nya, matanya melirik ke arah Rey yang menghampirinya untuk bersalaman "Kok Hana di biarin aja gak pake helm?"
"Itu,,,," Baru saja Rey hendak berbicara, Hana sudah menyahuti
"Aku yang pengen,,, " Hana mukul bahu Heru karena mereka duduk bersmpingan " Bawel banget sih!"
"Jeuh,,, orang nanya ke siapa,, nyamber aja Kamu kayak bensin!" Protes Heru
"Jadi,, Lo kemana aja baru muncul,, berasa hebat sekarang udah sukses,,," Heru memicingkan mata nya, Ia pun kesal karena ucapan nya tak di dengarkan oleh Rey, Rey malah fokus menatap Hana "Gila ni anak gua di cuekin"
Tiba tiba tanpa kata, Rey beranjak dari duduk nya, belum sempat ia menjawab ucapan Heru, bukan tanpa alasan, karena Hana sejak tadi terlihat makin lemas, dan meringis, tanpa permisi karena paniknya, Rey bahkan melangkahi Heru yang tengah duduk di hadapan nya "Hana sayang,,, bangun sayang,,," Ternyata Hana pingsan "Heru cepet panggil tante Rika,,, cepetan,,!" Rey sangat panik melihat kondisi Hana, Heru yang gelagapan pun menuruti perintah Rey.
Bu Rika pun datang karena dia sedang di kamar nya "Rey kenapa Hana,,?" Bu Rika pun tak kalah paniknya dengan Rey
"Tan,,, minyak angin,," Pinta Rey pada bu Rika, dan tanpa banyak bicara bu Rika pun menuruti.
Tak lama Hana pun sadar, Heru memperhatikan Rey yang seperti orang tak waras saat Hana pingsan "Gua tahu sekarang Rey,, lo memang layak buat Hana"
"Sayang,, kamu gak apa apa? kita ke rumah sakit yah " Rey menggosok gosok telapak tangan Hana
"Ia Hana kita ke rumah sakit ya sayang"Bu Rika menimpali
"Enggak,,, gak mau, aku cuma cape,, aku mau bubur aja, tadi kan gak jadi makan" Ucap Hana parau
"Ok,, aku beli dulu" Rey langsung sigap "Tapi kalau kamu masih pusing kita ke rah sakit yah,," pinta Rey, Hana pun tersenyum
"Hujan Rey,," kata Bu Rika
"Gak apa apa Tan, cuma gerimis,," jawab Rey seraya beranjak.
"Pake mo,," Heru berniat menawari Rey mobil nya, tapi Rey sudah berlari keluar.
"Dulu waktu di lamar Tyo kamu juga pingsan,,, sekarang juga sama, jangan jangan kamu juga ragu,, " God Heru
"Apaan sih kak, sana ambilin aku minum" Jawab Hana
__ADS_1
Heru pun terekeh "Akhirnya aku tahu jawaban nya, kenapa kamu terima Rey lagi"
"Mah,, kak Heru rese,,!" Rengek Hana pada bu Rika, sedangkan bu Rika hanya tertawa melihat tingkah mereka.