
"Kak,,, aku ngerekam ini gak sengaja"
Maya mengirimkan pesan dan sebuah Vidio
Rey langsung membuka vidio yang telah Maya kirimkan, dia tertawa dalam tangisnya "Hana kamu lucu banget sih, kemaren nangis bilang nya kamu gak cinta aku, sekarang nangis nangis bilang cinta sama aku" Maya memang tanpa sengaja merekam Hana, awalnya hanya untuk candaan karena Hana terus menangis, Maya tak menduga Hana menangis karna menahan perasaannya. Setelah mendapatkan alamat tempat mereka menginap, Rey segera menyusul, Rasa bahagianya membuat Rey tak perduli waktu sudah larut, dia segera mengendarai motornya.
Sudah pukul 01:00 saat Rey tiba di pantai Carita, Hana yang tak bisa tidur memilih menghirup udara segar di teras, Hana terdiam mengarah ke laut "Rey kenapa kamu selalu di pikiran ku,,, kapan kamu pergi,,!"
"Hanaa,,!"
"Aahh,,, kenapa gua seolah olah ngedenger suara Rey manggil nama gua yah,," Hana mengacak rambut nya
"Hanaa,,!"
"Aahh,, bisa bisa gua gila kalau gini caranya!" Hana kembali mengacak acak rambutnya
"Aku juga gila,," Rey tepat berbisik di telinga Hana, membuat nya sangat terkejut dan segera berbalik kebelakang.
"Rey,,, kamu,, kok,,?" Hana masih terkejut dan tak mampu berkata.
"Aku gak bisa jauhin kamu, aku gak sanggup" Rey menarik Hana kepelukannya, Hana kembali menangis
"Aku juga,,," Hana mengeratkan pelukan nya "Kamu kok bisa ada di sini?" Tanpa melepaskan pelukan nya, Hana masih terhanyut dengan perasaannya, dia merasakan kedamaian saat berada dalam pelukan Rey.
"Aku cuma ngikutin wangi kamu" Gurau Rey, Hana pun terkekeh
"Kita kok bisa jadi kaya gini ya,,?" Hana berucap lirih.
"Aku besok ke rumah kamu ya,,?" Pinta Rey
"Ee,,em,, " Hana menggelengkan kepalanya "Kamu besok temenin aku dulu" Mereka semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku sayang kamu Hana!" Rey mengecup kepala Hana
"Aku tau" Hana melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Jadi pulang dari sini,,, aku boleh ke rumah kamu,,?" Tanya Rey dengan penuh semangat.
Hana menarik tangan Rey untuk duduk "Waktu kita cuma 2 bulan,, seperti yang kamu minta,," Mereka memandang laut "Aku gak punya kekuatan buat bilang ke mamah papah, aku takut kak Heru kalap, takut kak Ferdi dan Kak Wulan kecewa, takut di ketawain kak Dina, kak Farhan" Hana tersenyum, dan menghela nafasnya "Aku malu sama mas Tyo, dia udah baik banget sama aku,,,"
"Kamu gak mikirin diri kamu sendiri,,,?" Rey memalingkan wajah Hana ke arah nya "Kamu gak mikirin perasaan aku,,, cinta kita?" Hana hanya tersenyum
"Gak semua kisah harus happy ending,,, kisah kita memang udah sad ending Rey,,, kamu tau itu,," Hana kembali memandang laut "Kayak nya udah malem banget, aku ngantuk "
"Jam 2 lebih,," Rey tetap terdiam, walau Hana beranjak bangun, perkataan Hana yang menyatakan, kalau kisah mereka memang harus berakhir sedih, benar benar memukul jiwa nya, Rey lah yang menyebabkan harus sad ending, tapi dia tak ingin hal itu terjadi, Rey ingin memperbaiki semuanya agar bisa berakhir bahagia.
"Kamu mau di sini terus,,?" Tanya Hana yang melihat Rey masih terduduk
"Aku boleh ikut ke dalem,,?" Rey pun beranjak
"Ada sofa di luar kamar,,, kamu bisa tidur di situ,," jawab Hana, Rey mengikuti langkah Hana
Setelah masuk, saat Hana akan masuk ke kamar nya Rey kembali memeluk Hana dari belakang "Aku kangen banget kamu Hana,,," Tak di duga Linda dan Maya keluar, mereka bermaksud mencari Hana yang tak ada di kamar nya.
"Hemm,,, bagus yah,, kita berdua khawatir ternyata kalian lagi pacaran,," ucap Linda, Maya hanya tertawa "Kok ada kak Rey sih di sini,,?"
"Tidur yuk ah ngantuk banget" Hana memasuki kamar, dan di ikuti kedua sahabat nya "Jangan ada yang nanya apa apa,,, asli gua cape pengen tidur" Mendengar ucapan Hana, Linda hanya mencibikan bibir nya, pasalnya memang dia ingin bertanya.
Akhirnya Hana bisa tertidur pulas, dia lega sudah tak berpura pura lagi, tapi berbeda dengan Rey, tidur nya sangat gelisah, dia hanya punya waktu 2 bulan, Rey harus terima keputusan Hana, walau itu sungguh berat, 2 bulan waktu yang sebentar, tapi itulah waktu yang ia minta dulu, memang jalan hidup kadang tak sesuai dengan keinginan, tapi Rey menyadari itu, dia harus terus berusaha agar jalan hidupnya berjalan indah.
Pagi pagi sekali Hana sudah rapih, tidur nyenyak nya membuat Hana segar walau hanya tidur sebentar, di saat Linda dan Maya baru terbangun, Hana bahkan sudah terlihat cantik.
"Lo bangun jam berapa,,?" Tanya Maya yang masih mengantuk, pasal nya ini baru pukul 6 pagi,
"Subuh seperti biasa,," Hana sangat bersemangat
"Lo masih hutang penjelasan sama kita,,," Linda yang baru saja terbangun tak bisa menahan rasa penasaran nya.
"Gak ada yang bisa gua jelasin, Rey emang tiba tiba muncul,," Hana langsung terdiam, dan menatap Maya " Kok Lo gak terkejut saat Rey dateng yah,,,?" Maya menjadi salah tingkah mendengar tuduhan Hana
"Pagi pagi udah pada ngeributin aku aja sih,, " Tiba tiba Rey menghampiri mereka
__ADS_1
"Jadi, yang hutang penjelasan tuh kalian berdua,,," Hana menunjuk Maya dan Rey
"Ada yang laper?" Rey mengalihkan pembicaraan nya
"Aku laper banget,," Hana langsung menjawab
"Aku mandi dulu,,, kita cari sarapan" Rey terhenti saat mendekati Hana "Kamu cantik banget"
Hana tersipu, sedangkan kedua teman nya itu terus saja menggoda Hana "Syirik aja sih kalian,,," Hana menuju keluar, dan kemudian terhenti di pintu, "Kalian mau ikut nyari sarapan apa mau di bungkusin?"
"Gak usah basa basi Na,,, gua tahu Lo pengen jalan berdua doang" Jawab Linda
"Diih,,, sensi deh kalian" Hana berbicara terus meninggalkan mereka berdua.
Rey memandangi Hana yang tengah menunggu nya, sungguh perasaannya tak bisa ia gambarkan, bahagia karena Hana menerimanya lagi, tapi mengingat kenyataan mereka hanya berteman untuk 2 bulan saja, rasanya hatinya merasa hancur "Ayo,," Rey mengulurkan tangan nya.
Hana seperti ragu, hati kecilnya mengatakan ini adalah sebuah kesalahan "Gak usah pegangan tangan juga kali,," Hana tak meraih tangan Rey "Kita kan temenan, masa jalan harus pegangan tangan"
"Semalam kita pelukan,,," Rey dan Hana berjalan beriringan
"Itu kan aku nya lagi gila,,, lagian sesekali aku suka pelukan sama Odoy" Sudut hati Hana merasa bersalah pada Tyo, tapi dia hanya ingin bahagia, walaupun itu hanya 2 bulan saja
Rey merangkulkan tangannya ke pundak Hana, Hana terkejut berusaha melepaskan diri, Rey justru merangkulkan tangannya ke leher Hana, membuat mereka semakin dekat "Kamu sama Dodi juga suka kaya gini,,"
"Rey,,, tapi aku sama Dodi gak punya perasaan apa apa, tapi sama kamu,,," Hana langsung terdiam tak meneruskan ucapannya
"Kalau kita apa,,,? Heem, hayo,," Rey terus berusaha menggoda Hana yang berhasil lepas dari rangkulan nya.
"Kamu macem macem, kita musuhan lagi,,,!" Ancam Hana.
Rey terkekeh mendengar ancaman Hana "Kamu masih sama kaya dulu,,, polos!" Rey melirik Hana sekilas, dan Hana memberikan senyuman nya.
Waktu memang benar benar telah menyembuhkan luka Hana, sekarang waktu juga lah yang akan memberikan jawaban untuk mereka berdua, apakah mereka bersama, atau benar benar berpisah.
Cinta mereka memang kuat, tapi Hana tak punya kekuatan untuk berkata jujur, Hana memilih diam dan mengikuti semua keinginan keluarganya. Luka yang Rey tinggalkan memang membekas di hati keluarga Hana, tanpa bertanya pada Hana tanpa mendengarkan keinginan Hana, mereka sudah menjadikan Rey daftar hitam untuk mereka, padahal Rey lah yang membuat hidup Hana berwarna.
__ADS_1
****