Berdamai Dengan Hati!!

Berdamai Dengan Hati!!
Part 52 Permainan Hana


__ADS_3

Rey terus saja memandangi ke arah luar, entah berapa gelas kopi yang ia pesan di warteg itu, menunggu berjam- jam untuk Hana, tak membuat nya kesal, dia terus saja menunggu, sampai kapan pun ia akan tetap menanti kedatangan nya. Dari pukul tujuh Rey sudah berangkat dari rumah nya, Rey sangat bersemangat sampai tak ada rasa kesal sedikit pun yang ia rasa kan, walau sudah berjam- jam ia menunggu.


Hana merasa gelisah, sungguh ia tak menyangka Rey benar - benar menunggu nya selama ini, akhir nya ia pun sampai di depan warteg tempat Rey berada, Ia menghentikan langkahnya di depan pintu, terlihat Rey dengan segelas kopi nya, Hana pun tersenyum, tak bisa di pungkiri hati nya terenyuh, dengan usaha yang Rey lakukan


"Eh neng Hana, udah pulang? ni temen nya kasian udah ngabisin 6 gelas kopi" Ibu warteg pun menjelaskan, dan Rey langsung seketika menoleh ke arah Hana, dengan mengembangkan senyuman nya.


"Ia bu, tadi aku banyak kerjaan di tempat magang, makasih ya bu udah jagain temen aku" dengan sikap yang imut Hana berucap kepada ibu warteg


"Rey,,, aku kira kamu udah pulang?" Kali ini Hana menoleh ke arah Rey dengan raut muka menyesal, Rey pun menggelengkan kepala nya "Maaf,,,!" Hana berucap tulus


"Santai aja sih" lagi-lagi Rey terlihat tak masalah "Kita pulang sekarang?" ajak nya, Hana pun mengangguk


"Rey,,, aku mandi nya lama!" Hana berbicara hati-hati, Rey terkekeh mendengar ucapan Hana


"Maksud nya?" Rey mengerutkan kening nya


"Kamu masih mau nunggu?"


"Hemm,,, aku tuh udah nunggu kamu berapa jam yah?" Rey seperti berpikir dan menghitung dengan jari nya, untuk menggoda Hana "Nunggu sejam lagi mah gak apa-apa lah"


Mendengar ucapan Rey, Hana pun tersenyum terbesit iba di hati nya, tapi ia tak ingin melewat kan kesempatan mengerjai Rey, hati nya masih tak menentu, tentu saja masih teringat sakit di hati nya, luka nya sudah terlanjur membekas, maaf sudah terucap tapi untuk melupakan,,, tentu saja dia tak mampu.


Hana berlama lama di kamar mandi, tak memperdulikan Rey yang tengah menunggu nya, ada kepuasan bagi Hana membuat Rey mengejar nya kembali, Rey pernah meninggalkan Hana dengan luka yang tak bisa sembuh dalam waktu sebentar, tapi kali ini dia mengejar Hana kembali, memohon, memintanya untuk kembali, sungguh sesuatu yang ironi. Setelah satu jam Hana keluar dari kamar mandi, sudah lengkap dengan pakaian yang ia bawa ke kamar mandi.


"Kamu pasti BT yah,,, aku udah buru buru banget ini mandi nya,, " Hana berucap sambil mengeringkan rambut panjang nya


Buset udah buru buru kata nya, gua udah jamuran gini, nungguin dia kelar mandi


"Gak kok,,, aku dari tadi buka buka HP, jadi gak berasa nungguin kamu nya" Rey pun beralasan, padahal tentu saja gak mungkin dia baik baik saja


"Oh,, ok, aku dandan dulu" Hana mengeluar kam semua alat makeup nya, membuat Rey membulat kan mata nya


Duh berapa lama lagi gua nunggu,,, sabar Rey,,, tahan dulu sebentar lagi,, demi bisa jalan sama Hana


"Ayoo,, udah beres nih" Setelah 30 menit lebih Hana membuat Rey menunggu kembali, tanpa ada rasa bersalah sedikit pun, dia berjalan keluar di ikuti oleh Rey.


"Aku laper cari makan dulu ya,,," Pinta Hana yang di anngguki oleh Rey, mereka pun segera mencari sebuah restoran.


"Kita makan apa?" Tanya Rey


"Aku pengen makan sea food!" Hana pun sejenak berfikir "Lobster,,, aku pengen makan lobster" Hana menatap Rey dengan tersenyum, dan tentu saja Rey menatap Hana dengan lembut


Aku gak nyangka kita bisa ngelawatin hari bersama lagi, aku gak perduli apapun niat kamu mau deket lagi sama aku, sekalipun kamu mau balas dendam, aku gak bakal ngelewatin kesempatan ini


Rey terus saja menatap Hana, dan bergumam dalam hati nya, tentu saja itu membuat Hana merasa tak nyaman.

__ADS_1


"Kamu gak bawa uang?" Tanpa berpikir Hana pun bertanya, membuat Rey membulat kan mata nya


"Hemm,,,apa?" Rey seakan tak percaya dengan ucapan Hana


"Kamu gak punya uang?" Sekali lagi Hana bertanya


"Heemh,, aku mungkin gak sekaya pacar kamu,, tapi masih bisa buat traktir kamu jalan hari ini" Ucap Rey sendu


"Ok,,, bagus lah,, soal nya aku gak biasa makan di tempat murah,, terakhir makan pinggir jalan itu,,, sama kamu waktu malem malem" Ucap Hana dengan sedikit merendahkan, tentu saja itu hanya akal akalan dia saja untuk mengerjai Rey


"Wah sekarang kamu,,, "Ucapan Rey terhenti, tak berani mengucapkan apa yang di pikiran nya itu


"Apa,, aku sekarang matre maksud nya!" Hana berbicara lantang dengan nada yang tegas "Aku tuh realistis,,, hidup itu perlu ongkos mas,, skincare tuh mahal,,!"


"Mas,,?" Rey mengerutkan dahi nya


"Duh aku lagi inget mas Tyo nih,,,"Tanpa merasa bersalah sedikit pun Hana berucap, sedangkan raut wajah Rey terlihat sendu


"Ayo ah, jalan lagi, buruan!"


"Kamu lagi jalan sama aku, tapi mikirin yang lain" Dengan nada berat Rey berucap


"Lah bukan nya kamu juga gitu dulu,, jalan sama aku tapi mikirin yang lain, seenggak nya aku tuh terang terangan lho, ngak kucing kucingan" Goda Hana, yang membuat Rey tak bisa berkata.


"Kapan berangkat nya ini, sensi banget sih kamu, PMS ya,,?" Dalam hati Hana tertawa puas. Ini masih permulaan Rey, aku tuh pengen mainin kamu, hari ini aja Rey,, cuma pengen tahu reaksi kamu doang kok. Gumam nya dalam hati, setelah itu mereka pun pergi ke sebuah restoran.


Setelah selesai makan malam dengan harga yang lumayan mahal, Hana mengajak Rey ke sebuah mall. Dengan maksud yang sama, karena tentu saja Hana belum merasa puas, dia ingin mengerjai Rey sedikit lagi.


"Aku mau belanja bulanan, kita ke Mall dulu ya ?" Ajak Hana, lagi lagi Rey terus mengikuti nya.


Malam ini di akhiri dengan menonton film, setelah lumayan menguras kantong Rey, Hana memutuskan pulang, mereka berpisah di depan komplek, karena Hana tak ingin ada yang tau.


"Aku jemput lagi nanti,,?" Tanya Rey saat dia menerima helm dari Hana


"Gimana nanti ya, udah sana giih,,, takut keburu ada yang liat, lagian kamu gak pake jaket ojol" Ucap Hana dengan ketus nya, sembari tangan nya sibuk merapikan rambut nya.


"Ok siap,,, minggu depan pake samaran" Dengan senyuman yang terkembang Rey berucap.


Setelah memastikan Hana berbalik dan berjalan jauh darinya, Rey pun melajukan motor nya kembali ke Cafe milik nya, sedangkan Hana tanpa ia sadari terus saja tersenyum di perjalanan pulang nya.


"Hanaa!" Sapa Linda, saat Hana tepat melintasi rumah nya.


"Hai,, Lin balik juga loh?" Hana pun berbelok masuk ke rumah Linda


"Ia lah, ini kan Weekend,,, shoping sendirian lo?" Tanya Linda sembari memperhatikan barang bawaan Hana

__ADS_1


"Enggak,,, berdua kok, sama Rey" Senyum Hana pun lolos dari bibir nya


"Gila lo,,? Mau di kemanain itu mas Tyo Hanaa,?" Linda mencubit pipi Hana dengan gemas nya


"Ihh ada lah,,, mas Tyo tu ada di hati gua, lagian gua jalan sama Rey cuma main main aja" Jawab Hana dengan mengerucut kan bibir nya "Gua tuh cuma iseng, pengen aja bikin dia sakit hati pas nanti gua tinggal kawin" Ucap Hana dengan tegas.


"Coba ucapin nama mereka,," titah Linda


"Siapa? Rey,,, mas Tyo" Hana mengerutkan dahi nya


"Dari cara lo ngucapin nama mereka berdua aja udah jelas banget beda nya"


"Maksud nya?" Hana semakin tak mengerti


"Na,,, saat lo ngucapin nama mas Tyo, lo tuh biasa aja,, tapi pas Lo ngucapin nama kak Rey,,,"Linda menghela nafas sejenak "Ada cinta di mata Lo,,," ucapan Linda pun terpotong


"Apaan sih Lo! gua udah bilang! kalo gua cuma mau main main aja!" Hana meninggikan suara nya


"Ya udah Lo berhenti main main dari sekarang,,, Lo tu cuma gak mau ngakui perasaan Lo sendiri!" Linda pun tak kalah meninggikan suara nya "Gua sayang sama lo Hana, gua gak mau lo sakit hati lagi, mumpung hubungan lo belum terlalu jauh sama mas Tyo,, Lo balikan lagi sama Kak Rey"


"Omongan lo ngelantur Linda,,, gua balik, Lo gak asik!" Tanpa mendengarkan ocehan Linda lagi, Hana pun bergegas pulang


********


Sementara itu Rey terus saja tersenyum mengingat hari tadi, walaupun separuh waktu hari ini terbuang hanya dengan menunggu Hana, tapi tak membuat nya kesal.


Dodi yang sedari tadi memperhatikan bos nya itu ikut tersenyum, sudah lama ia tak melihat Rey sebahagia itu


"Tampang Lo Bang,,, kaya bocah esdeh lagi jatuh cintaah,," Ledek Dodi


"Cinta gua emang selalu kaya cinta pada pandangan pertama,,, setiap kali gua ngeliat dia selalu terasa berdebar,," Ucap Rey setengah tertawa


"Jijik gua Bang denger nya,,, Lo aseli lebay" Dodi pun tertawa


"Dod Hana,,," Rey pun tak meneruskan ucapan nya, dia teringat Hana yang ingin menyembunyikan kedekatan mereka.


"Udah lah bang,,, Hana tuh cuma nunggu hitungan bulan jadi istri orang,,, lupain dia" Dodi menepuk pundak Rey.


"Dia tuh bukan istri orang,, belum sah,, jodoh itu gak ada yang tau Dod,, yang kawin aja bisa cerai,,," Rey beranjak dari duduk nya, dia berucap dengan nada yang sinis


"Bukan gitu bang,,, tapi maksud gua,,"


"Udah lah Dod, gua lagi senang hari ini,, tolong jangan lo ganggu" Kali ini Rey yang menepuk pundak Dodi, di ikuti oleh anggukan Dodi.


Apa salah kalau cinta gua sama Hana gak bisa hilang, gua emang pernah ngelakuin kesalahan besar, tapi semua itu udah gua tebus dengan kesepian gua selama hampir 5 tahun ini, semoga ada keajaiban agar kita bisa bersatu kembali.

__ADS_1


__ADS_2