
Hana sedang mengaduk makanan nya, sudah seminggu Hana berada di tempat Dina, menghindar dari Surya yang yang terus mendatangi nya
"Mau sampai kapan kamu kaya gitu" Dina menarik kursi dan turut duduk bersama dengan Hana " Kamu tahu apa kesalahan kamu? gak pernah bisa menerima kenyataan hidup!" Ucap Dina tegas
Hana menoleh menatap dengan lekat kakak nya itu "Maksud Kakak apa?"
"Hidup gak akan berjalan selalu seperti yang kita ingin kan, kamu tau kenapa?" Hana hanya menggeleng "karena semua adalah proses dan pilihan" Dina menggenggam tangan Hana
"Dek kamu harus berdamai sama hati kamu sendiri, tau kenapa kamu terus-terusan benci sama Rey?" Hana menatap Dina penuh pertanyaan "karena dulu kamu sayang banget kan sama dia, gak terima penghianatan nya jadi kamu dendam sama dia, tapi justru kamu malah gak bisa lupain dia, maaf kan Rey!" Dina berucap dengan hati hati
"Kenapa bahas Rey?" Hana tak menerima nya
"Karena yang kamu lakuin semua ada hubungan nya sama dia, Surya contoh nya, Kakak tahu tujuan kamu menjalin hubungan dengan Surya karena apa, kamu anggap Surya lebih baik dari Rey" Dina mengingat kan Hana tujuan utama nya dulu saat menjalin hubungan dengan Rey "Kamu pilih Surya yang ternyata tidak lebih baik dari Rey, Lupakan mereka berdua, lanjutin hidup kamu, cinta dan benci itu beda tipis, jangan sampai kamu terperangkap lagi"
"Aku harus apa kak?" Tanya Hana sendu
"Pulang! hadapi mereka berdua, lanjutin hidup kamu tanpa dendam, terima kenyataan dan jadikan pelajaran hidup" Perintah Dina
Hana pun kembali ke rumah nya, dia memutus kan menghubungi Dimas terlebih dahulu, untuk mengetahui tentang Surya dan Bella.
"Surya gak pernah ketemu Bella sejak dia jalan sama kamu," Dimas meyakinkan Hana
"Sial nya dia lupa mengganti passcode apartmen nya, dia berubah sejak ketemu sama kamu, dia gak pernah selingkuh" Jelas Dimas
*****
"Udah balik Lo?" Tanya Heru yang mendapati Hana sedang memasak
"Aaaa" Hana menyuapi Heru untuk mencicipi masakan nya
"Enak, jadi laper gua" Heru terbuai dengan kelejatan masakan Hana, dia sampai lupa tujuan nya datang "Eh, gua dateng bukan buat makan tapii,,"
"Makan dulu, biar otak bisa bekerja dengan baik" Hana menyiapkan makanan nya
Heru terus saja memperhatikan Hana, tak ada yang salah fikir nya "Lo baik-baik aja?" Tanya Heru
"Makan dulu!" Hana meneruskan makan nya
setelah selasai makan, mereka duduk di teras berdua, Hana menggelayut manja, Heru membiarkan nya sebentar sampai Hana siap untuk bercerita
"Ini nih kelakuan Lo, yang bikin orang salah paham" Ucap Heru, Hana hanya terkekeh dan tak perduli " Lita cewek gua aja nyampe ngamuk ngeliat foto foto kita" Terang Heru setengah menahan tawa nya
"Biarin aja lah masa bodo" Ucap Hana santai
"Lo gak mau cerita?" Selidik Heru
"Aku mau putus sama Surya" Jawab Hana
"Dia selingkuh, dia jahatin Lo , Lo diapain sama dia" Heru langsung tersulut amarah
"Aku gak bisa LDRan kak, dia baik kok" Tentu saja Hana tak berani nenceritakan kejadian malam itu
"Kalau dia berani nyakitin Lo, gua gak perduli tentang pekerjaan gua" Ucap Heru dengan semangat
"Jangan lah, aku perduli dengan kerjaan Kakak, nanti uang jajan aku gimana?" Hana mengerjap kan mata nya
"Yeuhh bocah UUD juga Lo" Heru menoyor kepala Hana
******
Ting nong
__ADS_1
"Hanaa?" Surya membuka pintu apartmen nya dan mendapati Hana sudah berdiri di depan nya
"Aku gak di suruh masuk nih?" Tanya Hana yang melihat Surya masih mematung
Surya pun terkekeh "Ayo masuk"
"Kamu kapan berangkat?" Pertanyaan Hana membuat Surya terhenti
"Aku cuma 6 bulan di Batam, tapi aku mau nerusin S2 aku di Australia" Ucap Surya sendu
"Kamu yang semangat ya, aku doain kamu sukses" Hana menepuk bahu Surya
"Hubungan kita?" Tanya Surya yang melihat Hana tanpa ekspresi, " Maaf soal malam itu, aku langsung cari ke tempat kost kamu ternyata kamu pulang ke Bogor"
"Ia aku langsung pulang, lupa bawa kunci, aku udah maafin kamu, lagian itu gak murni kesalahan kamu, soal Bella aku udah tahu" Hana seperti tanpa beban " Aku bantuin kamu packing dulu" Hana langsung bergegas membantu Surya
Tak ada obrolan serius Hana, benar-benar hanya membantu Surya, sampai semua barang-barang terkemas rapi, obrolan hanya seputar bagaimana nanti kehidupan Surya di sana
Hana sedang berdiri di balkon apartmen nya, Surya menghampiri Hana dengan membawa jus buah yang di pesan nya secara online
"Tentang kita,, biar waktu yang memutus kan" Ucap Hana sembari menyeruput minuman nya
"Kamu gak percaya aku?" Surya menatap Hana penuh arti
"Aku gak percaya diri aku sendiri!" Hana menghela nafas nya dalam "Kalau kita jodoh, sejauh apapun kamu pergi, pasti ada jalan nya" Hana berkata dengan tersenyum
Surya memeluk Hana seperti enggan menerima keputusan ini, Hana menyambut pelukan Surya dengan hangat
"One last kiss" Pinta Hana
Surya terkekeh, tak pernah Hana meminta ini sebelum nya, tanpa menundanya merekapun menyatukan bibir mereka
"Aku turun di sini aja" Pinta Hana saat mengantar kan Hana pulang
"Aku ada urusan sebentar" Jawab Hana , dia pun turun dari mobil nya memutari nya, Surya membuka jendela mobil nya, dia mengulurkan tangan nya, Hana pun menyambut nya, Surya mengecup tangan Hana lembut
"Sampai ketemu lagi" Ucap Surya, Hana pun tersenyum, walaupun Senyuman Hana tertutup oleh masker nya
Walau Hana menggunakan masker dan topi, tapi sepasang mata yang melihat adegan itu sangat mengenali Hana,
Hana berada di kafe milik Rey, dia sengaja menutupi diri nya agar tak menjadi pusat perhatian
Hana menghampiri pemuda yang sedari tadi memperhatikan nya itu "Punya waktu, aku mau ngomong sebentar"
Rey terpaku, kali Hana berkata lembut, bahkan dia mengatakan aku, tidak seperti kemarin
"Kamu sibuk?" Hana kembali bertanya, tapi tetap saja Rey masih terpaku, Hana pun berbalik "Lain kali aja kalau begitu" Langkah Hana tertahan oleh Rey
"Maaf, aku gak sibuk, di ruangan atau di sini" Tanya Rey, Hana melihat keadaan yang ramai
"Di ruangan" Ucap Hana
Terlebih dahulu Rey memerintah kan karyawan nya untuk menyiap kan semua hidangan istimewa
"Bang siapa sih? kok kaya gak asing yah" Tanya Dodi saat dia memperhatikan Hana
"Tamu istimewa, udah Lo siapin, anter ke ruangan gua yah" Perintah Rey
Hana membuka masker nya saat sudah di dalam ruangan Rey, tapi ia tetap mengenakan topi nya
"Pengunjung lagi rame, aku ganggu gak?" Tanya Hana ramah
__ADS_1
"E,,engak kok, gak ganggu, ada karyawan aku" Jawab Rey yang masih tak percaya dengan kedatangan dan sikap Hana
"Baik lah" Hana mengatur nafas nya "Aku gak pernah ngutuk kamu" Hana berucap dengan setengah tertawa "Aku maafin kamu, sebenar nya, seharus nya aku berterima kasih, karena dulu kamu putusin aku, seenggak nya aku punya pengalaman mengenal lelaki lain" Ucapan Hana membuat Rey seketika menoleh "Ya aku bisa kenal dan belajar memahami tentang sikap dan sifat laki-laki"
"Hana, kamu serius maafin aku?" Tanya Rey
Belum sempat Hana menjawab, terdengar suara ketukan pintu
Setelah di persilah ka masuk, Dodi pun membuka pintu
"Wah benar kan dugaan gua, itu pasti Lo Hana" Dodi sangat terkejut melihat Hana tengah duduk di sofa, seketika Hana menutup mulut nya dengan telunjuk
"Berisik Lo, entar ketauan gua" Hana melihat sekeliling, Hana terperangah melihat hidangan yang di siapkan "Ini buat siapa? Banyak banget, emang perut gua karung apa? bisa masuk makanan sebanyak ini!" Hana menggeleng kan kepala nya
Memang semua menu yang ada di kafe ini, semua di hidang kan tak lupa juga beberapa jenis minuman.
"Aku gak tahu kamu mau apa, jadi aku suruh semua di hidang kan" Ucap Rey
"Doy temenin gua makan" Hana menggeser duduk nya, Dodi melirik ke arah Rey dan dia pun mengangguk menandakan setuju dengan permintaan Hana " Gua paling mau nyicipin dikit, tadi udah makan di apartmen Surya" Jelas Hana kepada Dodi, saat dia mengambil sepiring spagheti, Rey pun melirik Hana dan tersenyum mendengar dia menyebut nama Surya
Rey memperhatikan Hana yang tengah tertawa dengan Dodi, pemandangan yang sudah lama tak ia lihat
"Kamu tau Rey, Odoy ngerjain aku" Hana kembali tertawa "Aku di tawarin kerja di PT Dong Bo, gajinya 15 juta, aku udah siapin, eh ternyata di kerjain" Tawa Hana dan Dodi menggelegar, Rey pun ikut tertawa , tentu dia tak mengerti, Rey tertawa karena melihat Hana
"Terus di kerjain apa kamu?" Tanya Rey
"Dong Bo Rey , gendong kebo maksud nya" Hana tertawa terpingkal-pingkal menghadap ke arah Rey. Rey benar-benar sangat terpana
"Udah, udah ah aku mau pulang" Ucap Hana setengah mengatur nafas nya
"Kamu mau pulang?" Tanya Rey yang enggan melepas nya pulang, Hana pun mengangguk
"Dod Lo siapin hidangan buat di bungkus" Perintah Rey kepada Dodi
"Eh jangan gak usah ini juga belom di makan" Ucap Hana merasa tak enak
"Gak apa-apa yang ini bisa di makan gua" Ucap Dodi yang menyela ucapan Hana
Dodi bergegas menyiapkan nya, apa yang di perintah kan Rey
Ting
Ponsel Hana berbunyi, dia pun segera membuka pesan yang masuk
Dodi :Jangan kan semua menu di kafe, SHM ini kafe, kalo Lo minta pasti di kasih buat Lo🤣😆
Hana menahan tawa nya membaca pesan dari Dodi
"Hana obrolan kita tadi kan kepotong" Rey merasa masalah mereka memang belum selesai
"Yang mana?" Hana mencoba mengingat kembali
"Itu,, kamu serius maafin aku?" Rey bertanya sangat hati-hati
Hana menoleh dia pun tersenyum, sembari mengulurkan tangan nya "Teman?"
Rey tersenyum menyambut uluran tangan nya
"Teman!" Mereka pun berjabat tangan, dengan saling menatap dan penuh senyuman
********
__ADS_1
Mungkin gak ya mereka benar-benar berteman? Kita lihat part selanjut nya ya,,