
Langkah Hana terhenti saat kedua tangan Rey memeluknya dari belakang, sekuat tenaga Hana mencoba melepaskan diri, tapi Rey terus memeluknya erat.
"Tolong jawab pertanyaan aku Hana,,,?" Mendengar ucapan Rey, tubuh Hana bergetar, terdengar isakan, tangis Hana pecah, dia tak mampu berkata lagi, hanya air matalah yang menjadi jawaban atas pertanyaan Rey. Rey membalikan tubuh Hana yang masih menangis, kali ini Hana yang memeluk Rey erat, dia tak mampu menahan perasaannya lagi, setelah tangis Hana mereda, mereka masih berpeluk dalam diam "Aku cinta kamu Hana, tetap cinta, akan terus cinta kamu Hana,,," Pernyataan Rey justru membuat Hana tersadar, dia perlahan melapaskan pelukan Rey, mereka saling bertatapan, masih terlihat air mata menetes, Rey mengusapnya "Kamu baik baik aja?"
"Aku gak baik baik Rey, aku kacau, aku gak pernah baik baik sejak kamu pergi, aku cinta kamu, tapi cinta ini menyakitkan, cinta ini hanya penuh air mata, keluarga aku gak bisa terima kamu lagi,,, dan aku akan berusaha mengikuti semua kemauan keluarga aku" gumam Hana dalam hati nya
"Aku gak cinta sama kamu,,," Dengan suara berat dan bergetar Hana berucap
"Bohong,,, kamu bohong Hana!" Rey menatap Hana dengan lekat "Katakan sekali lagi!"
"Tolong jauhin aku,,, itu yang kamu bilang tadi, aku udah jawab pertanyaan kamu,,, tolong Rey aku mohon jauhin aku" Hana hanya ingin membuat nya menjadi mudah.
"Baik,,, ini yang kamu mau? aku akan turuti, aku akan pergi, menjauh dari kamu, gak akan usik kehidupan kamu lagi,,," Rey mengecup kening Hana "Aku harap kamu bisa berbahagia, hidup bahagialah untuk aku Hana, maafkan,,, aku hanya bisa buat kamu nangis" Rey melepaskan Hana, dia memandangi wajah nya "Maafkan aku,,, tolong maafkan aku yang terus mengusik kehidupan kamu,,, aku pergi" Rey berbalik dan meninggalkan Hana
Suasana taman kota seketika menjadi terhenti bagi Hana, dia melihat punggung Rey yang telah menjauh, Hana menangis lebih kencang, kakinya terasa lemas dia pun terduduk kembali di kursi taman itu, isaknya semakin tak tertahan "Aku cinta kamu Rey,,, aku cinta,,," Tanpa Hana sadari Rey memperhatikan nya di kejauhan.
"Mungkin dengan aku pergi bisa membuat kamu bahagia,,, maafkan aku Hana,,, maafkan,,!" Entah berapa kali Rey meminta maaf pada Hana, rasanya tak akan cukup untuk membuatnya merasa tenang.
*****
Hari demi hari berlalu, tapi berbeda dengan Hana dan Rey, hari seolah terhenti pada malam itu, mereka menjalani hidup dalam kehampaan, baik Hana maupun Rey, tak ada lagi semangat, hilang keceriaan mereka, hari hari hanya terisi dengan lamunan.
"Ci,,, Hana kenapa? udah 2 minggu dia kaya zombie!" Tanya Devi
"Rey,,, kerena Rey!" Cici menghela nafasnya berat "Dari waktu yang gua ceritain itu, dia jadi kaya gini"
"Kenapa sih Hana tuh keukeuh gitu, gak mau terima Rey lagi,,,?" Ucap Aina
"Kalian tahu kan, keluarga Hana gak mau terima Rey lagi,,, lagiankan udah ada Mas Tyo" Jelas Cici, mereka hanya bisa memberi semangat dan terus berusaha menghibur Hana,.
Hana terus memandangi ponsel nya, sudah 2 minggu Rey benar benar menjauhinya,,, tak ada Rey yang menunggu nya di depan Cafe, hanya untuk menyapa, tak ada Rey yang selalu mengusik nya, yang selalu membuat ponsel Hana berdering, Hana merasa sangat kehilangan, kehadiranTyo pun tak mampu mengusir rasa kesepian itu.
********
Rey pun tak kalah menyedihkan, dia hanya berdiam diri di ruangan nya, sudah 2 minggu tak terdengar kata kata yang keluar dari mulutnya, untuk saat ini dia hanya berkata jika memang di perlukan saja, Dodi dan Dion pun merasa sangat tak tenang dengan sikap Rey.
"Gua khawatir Dod kalau Rey terus kaya gini,," Ucap Dion
"Ia Bang sama gua juga, Bang Rey udah kehilangan semangat hidup, sedih gua liat nya" Dodi hanya bisa menghela nafasnya
*****
"Pah,,, Hana kenapa yah?" Ibu Rika mulai cemas dengan sikap Hana yang pendiam "Dia kaya orang patah hati, Mama ingat dulu waktu Hana putus cinta, jangan jangan,,, Hana sama Tyo,,,?" Ibu Rika membelalakan matanya, dia mulai menduga duga
__ADS_1
"Mamah,,, jangan suka suudzon, mungkin Hana lelah," Pa Agus mencoba menenangkan istrinya itu
"Apa mamah tanya Tyo pah?" Usul bu Rika
"Mah,, udah jangan ikut campur, biarlah jadi urusan anak anak" pak Agus pun mengingatkan bu Rika.
******
Sebulan berlalu, keadaan tak membaik, Hana hanya mendengarkan lagu lagu galau, persis seperti 4 tahun lalu, tak ada yang mampu membuat Hana tertawa, kehadiran Tyo pun tak mampu menghapus duka nya, bahkan Heru tak bisa mengiming imingi Hana dengan berbelanja.
"Hana oh Hana,,," Maya dan Linda menghampiri "Libur panjang kan ya besok,,, mantai yuk, kita nginep" Ajak Linda
Hana masih asyik rebahan di kasur nya, dia tak terlalu fokus dengan dua sahabatnya itu, setelah beberapa kali mereka bertanya baru Hana menyahuti "Lo berdua ngomong ama gua?"
"Gak! kita lagi ngomong sama tembok!" Sahut Maya yang kesal dengan kelakuan sahabat nya itu
Hana pun terkekeh "Hayo,,, tapi gua tanya Mas Tyo dulu"
"Bukannya minggu kemaren dia udah dateng yah?" Tanya Linda heran
"Hemm,,, ia, tapi kan gua orang nya ngangenin" Hana pun tertawa dengan candaan receh nya
"Diih,,, udah gak beres nih anak, ngomong sendiri, ketawa sendiri" Timpal Maya
"Na lo bawa laptop,,, bukan nya skripsi lo udah beres yah?" Linda heran dengan laptop yang di bawa Hana
"Buat nonton drakor,, gua lagi nonton goblin, tanggung,," Hana menjawab dengan cengengesan
"Goblin lagi?" Maya heran karena ini bukan pertama kali Hana menontonnya
"Biarin ah,,, ayo ah, babang taksi udah nungguin kita,," Hana pun memasuki taksi online pesanan mereka, sengaja mereka berangkat sore hari, karena ingin menikmati indah pantai di malam hari.
"Lo galau,, gara gara kak Nathan mau married ya?" Ucap Linda
"Kak Nathan mau married?" Hana malah balik bertanya
"Lo gak tau,,, beneran gak tau?" Maya pun terheran, mana mungkin Hana yang tetangganya tidak tahu pikir Maya.
"Hemm, ia beneran, gua mah ama kak Nathan biar tetangga, teteup ketemunya pas lebaran doang, itu juga kalo keluarganya gak mudik" Hana tampak cuek dengan kabar Nathan yang akan menikah.
Setelah mereka sampai di pantai dan penginapan, Hana memilih diam di kamar, dengan alasan lelah, walau Linda dan Maya sudah meminta Hana untuk keluar, dan akhirnya berhasil Hana hanya berdiam di teras yang langsung menghadap laut itu, tapi Hana hanya melihat mereka.
"Gak asiik Lo!" Linda kecewa karena Hana hanya sibuk dengan laptop nya
__ADS_1
"Mending di rumah aja lo Na mau nonton drakor mah?" Maya pun menimpali
"Gua cuma pengen ngehirup angin pantai, suara ombak nya bikin hati gua adem" Hana tersenyum lebar agar kedua sahabat nya itu tidak terlalu kecewa
Setelah hampir 2 jam Linda dan Maya berkelilig, mereka pun memutuskan kembali ke kondominium tempat mereka menginap, Hana sudah tak ada di teras, mereka berdua pun mempercepat langkahnya, Haba sudah berada di dalam, matanya sembab, Linda dan Maya pun khawatir.
"Kenapa Lo nangis?" Maya mendekati Hana
"Lo tau kan episode 13 keatas tuh menguras air mata" Hana masih terisak
"OMG Hana gua kirain kenapa,,,?" Linda pun memutar bola matanya seolah jengah, mereka berdua meninggalkan Hana untuk ke kamar mandi, saat mereka berdua kembali dan menghampiri Hana, terlihat Hana masih serius dengan laptop nya, kedua sahabatnya itu hanya menggelengkan kepala nya.
Hana menangis kembali saat menonton drakor goblin, saat scene ingatan ji eun tak kembali. Maya dan Linda pun tertawa.
"Alay banget ya temen kita ini, nyampe menghayati gitu, nangis gak jelas, serasa ngeliat dia yang jadi pemain nya" Ucap Maya pada Linda
"Hana,,, Lo kenapa sih,, ini tuh bukan pertama kali lo nonton ini,,, kenapa Lo histeris" Kali ini Linda merasa khawatir
"Gua gak tahan Lin,,, gua gak sanggup lagi,,, " Hana kembali menangis histeris
"Hana Lo kenapa,,?" Linda memeluk Hana
"Gua kangen Rey,,, gua gak bisa jauh dari dia,,, gua masih sayang dia Lin,," Hana semakin histeris, tangisan nya semakin menggema "Gua gak rela dia pergi,,, gua gak mau dia pergi Lin,, hati gua sakit saat dia menjauh"
Maya pun terkaget dengan yang ia lihat, tak sadar sudut matanya berair, Linda pun sama, ia pun tak tega melihat Hana.
"Hana,,, kenapa Lo gak balikan lagi,,? Lo udah maafin dia kan?" Linda menggenggam tangan Hana
"Ia Na Lo balikan lagi gih,,, lo berdua tu sama sama kesiksa kalo kaya gini terus,," Maya mengusap punggung Hana, Hana pun menggeleng.
"Gak bisa,,, keluarga gua gak mau terima dia lagi,,, belum lagi kak Heru,, dia pasti kalap kalau tahu gua masih pengen balikan,," Hana masih terisak
"Lo belum coba kan,,?" Hana menggeleng "Na kalian berdua harus coba, izinin kak Rey dateng ke rumah Lo" Usul Maya, Haba tetap menggeleng
"Gak semua kisah harus happy ending!" Jawab Hana
"Tapi Na,,," Maya pun mendekat
"Makasih buat support kalian,," Hana memeluk Linda dan Maya.
Maya tak tenang, dia terus melihat ponsel nya, pikirannya melayang "Apa yang harus gua lakuin,,," Dia mondar mandir di teras "Maafin gua Hana,, gua harus lakuin ini, karna gua sayang kalian berdua!"
******
__ADS_1